Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
alasan


__ADS_3

.


.


di tempat lain.


Raka melakukan hal yang sama dengan apa yang Orang Robert lakukan, mereka menangkap 1 mafia the Ert dan membunuhnya dengan cara yang sama.


"tuan...? master R membunuh rekan kita tuan". lapor Wali


Robert memejamkan matanya, "wajar saja dia membalasnya kalian menangkap dan membunuh rekan mereka tentu saja mereka tidak akan tinggal diam,, kan aku sudah bilang jangan menyerang mereka, aku punya rencana tersendiri".


"lalu apa yang harus kami lakukan tuan? ". tanya Wali


"diam dan ikuti perintahku..! aku akan membuatnya tersiksa lahir dan batin hingga dia sendiri tidak ingin hidup, itulah balas dendam yang menyakitkan menurutku". seringai Robert.


Wali pun akhirnya mengerti lalu pamit undur diri dari Robert dan memberi tau pada rekan-rekannya untuk tidak bermain dengan orang-orang Mafia the R.


Robert akhirnya tau Raka benar-benar menyukai Raya, dan menurut Robert jika hati Raya miliknya maka itu akan sangat menyakiti Raka.


"sakit tapi tidak berdarah! itu yang akan aku torehkan pada kau Raka, aku akan membuatmu merasakan apa yang pernah aku rasakan! saat wanita yang kau cintai mencintai pria lain dan pria itu tidak mencintai wanitamu.. hahahaha.. akan aku lakukan itu".


Robert tertawa terbahak-bahak, hatinya bahagia sekali membayangkan rencananya akan berhasil suatu saat nanti.


.


di tempat lain.


Raka ada di dalam kamar mandinya berendam dalam bath up menghirup lilin aroma terapi seperti biasa. bibirnya melengkung sempurna mengingat moment bahagianya bersama Raya tadi.


Raya yang kesal mencekik lehernya, mengoceh panjang lebar padanya, Raya tidak terlihat tertarik padanya tapi malah terlihat nyaman.


disaat semua wanita begitu tertarik padanya, Raya satu-satunya perempuan yang menatapnya seperti itu tidak ada tatapan kagum dan memuja di manik mata biru Raya. hal itu membuat Raka makin menyukai Raya atau bahkan sudah mencintai Raya.


"ckk".


Raka membuka matanya seketika tatapannya berubah dingin dan datar.


"sebenarnya apa rencanamu robert? kau ingin menggunakan Raya untuk membalasku? tidak akan aku biarkan hatinya berlabuh padamu".


melihat cara Robert mendekati Raya, beberapa hari ini Jon memiliki mata-mata di kampus Raya jadi tau apa saja kegiatan Raya saat di goda Robert. Raka jadi bisa menebak rencana Robert padanya.


"aku bahkan tidak melakukan apa-apa pada Yeri, dia yang begitu keras mendekatiku padahal dia tau aku mencintai satu perempuan, aku sudah memagari diriku secara jelas padanya tapi dia masih tidak mengerti, dimana letak kesalahanku? "


"aku dingin dan menjauhinya supaya kau bisa ada didekatnya, ada untuknya tapi kau sangat emosian, cemburumu tidak bisa di tahan dan jadi kasar padanya. dia tidak tahan bersamamu tapi tidak bisa bersamaku dan memilih pergi dari kita".


Raka mengingat saja masa-masanya bersama Robert, Yeri. mereka teman satu seperguruan, bisa dikatakan mereka bersahabat namun bagaimana pun takdirnya wanita dan pria tidak akan pernah bisa menjadi teman selamanya. Robert mencintai Yeri sedangkan Yeri mencintai Raka tapi Raka mencintai Raya yang saat itu masih SMA.

__ADS_1


.


.


ke esokan harinya.


Raya dalam perjalanan ke rumah Kaisha dan Gala bersama sang adik Alya, mereka membawa banyak kue buatan Shindy.


"haii.. Uty?? " sapa Raya dan Alya kompak melihat Kaisha tengah menyambutnya dengan sumringah


"hai.. waahh.. keponakan Aunty makin cantik aja ya?". Kaisha mengusap pipi Raya dan Alya.


dulu keponakan Kaisha memanggil Uty karna tidak bisa menyebut Aunty dengan sempurna karna kebiasaan masih sering memanggil Kaisha, Mayra dengan sebutan Uty hanya kalau ingat saja memanggil Aunty. intinya Aunty atau Uty sama-sama panggilan keponakan pada adik-adik orangtua mereka.


saat ini Raya tersenyum kecil dan Alya menebarkan senyum cerah dan cerianya pada Kaisha.


"ayo masuk sayang..! ". ajak Kaisha bersemangat.


Raya dan Alya memasuki mansion Gala dan Kaisha.


"sebentar lagi Randi dan Rhiana akan kembali sayang..! mereka keluar membeli makan enak karna tau kalian akan datang". Kaisha menjelaskan


Raya dan Alya saling melempar senyum akan sikap manja Kaisha dalam bertutur kata pada mereka, apalagi bibirnya mengerucut saat mengoceh dirinya kesepian di rumah besar itu.


"kenapa tidak menyewa pelayan saja Uty? ". tanya Alya melirik Dita yang diabaikan oleh mereka sejak tadi.


"dia pengawal kak Raya aunty cantik". jawab Alya


Raya memutar bola matanya dengan malas, "biarkan saja uty..! Raya udah cegah tadi tapi namanya tembok tidak akan bisa dibilangin".


Kaisha tertawa terbahak-bahak seketika, "seorang Raya dikawal? kamu ada dalam bahaya sayang? apa kamu pernah kalah? ".


Raya termangu mendengarnya, "tidak pernah". jawabnya merasa yakin.


"lalu kenapa papimu menyewa pengawal untukmu?". ledek Kaisha membuat Raya pun bertanya-tanya dalam hati.


"sudah.. sudah.. ayo duduk.. Alya capek berdiri meluluk". Alya berlari riang ke arah sofa ruang tamu


mereka berdua akan menganggap rumah Kaisha seperti rumah mereka sendiri.


"abaikan saja dia Aunty. " Raya berkata melihat Kaisha hendak mendekati Dita.


Kaisha hanya bisa menggeleng kepalanya akan kelakuan Raya yang tak berbeda jauh dengan Dylan dulunya.


tak berapa lama kemudian


Rhiana berlari memasuki rumah mereka sedangkan Randi jalan tenang membawa semua belanjaannya.

__ADS_1


"kakak...? ". teriak Rhiana dengan heboh.


Raya tertawa pelan saat Rhiana langsung memeluknya seperti tak bertemu bertahun-tahun saja lamanya.


Alya terkikik geli saja melihat adegan pelukan mereka dan Kaisha hanya bisa tertawa.


"udah lama nggak ketemu kakak tau, udah kayak artis aja ngga bisa kesini". rajuk Rhiana.


"kenapa kakak harus memiliki adik perempuan yang sangat manja seperti anak kecil! ". Raya mencubit pipi Rhiana dan melirik Alya juga


"ayo makan..!". ajak Randi tersenyum ke arah mereka sambil duduk di samping Kaisha merangkul mesra bahu maminya.


mereka pun makan bersama,


"sayang? kalian makan tanpa menunggu papi? ". omel Gala tiba-tiba nongol dengan nafas terengah-engah.


"papi? ". Randi dan Rhiana juga kaget melihat Gala


"Uncle? ". beo Raya dan Alya


"abang? bukannya abang masih diluar kota? kenapa bisa disini? ". tanya Kaisha heran.


"aku ingin makan dengan tamu istimewa kita dan juga aku sangat merindukan istriku ini". Gala merangkul pinggang Kaisha dan mengecup keningnya


Raya dan Alya beserta Randi dan Rhiana langsung mengabaikan pasangan suami istri itu, mereka mengoceh berempat saja. karna Gala dan Kaisha akan punya dunia nya sendiri.


"loh.. katanya Uncle mau makan sama kita? ". tanya Alya masih polos melihat Kaisha di bawa pergi oleh Gala.


"anak kecil tidak boleh tau urusan orang dewasa". ejek Randi


"enak aja.. Alya udah besar". protesnya


Randi mencibir membuat Raya menatapnya tajam, Randi mengangkat tangan seketika melihat tatapan galak kakak nya itu.


"udah dong..! biarkan aja papi sama mami, papi tu kangen sama mami cuma alasan aja mau makan sama kita". jelas Rhiana yang sudah biasa melihat kemesraan papi dan maminya.


"papi dan mamiku juga punya dunia mereka sendiri kalau udah berdua". Alya menggaruk kepalanya sendiri


"makan". titah Raya


hening seketika.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2