
.
.
"udah siap? ". tanya Raka dengan dingin
"aaakh...! ". teriak Yanzo sedangkan si wanita hanya terlonjak kaget saja.
wanita itu terbelalak melihat Raka, sungguh Raka sangat tampan dilihat secara langsung.
"master? ". Yanzo bangkit memasang kembali celananya.
Raka yang acuh berjalan menuju sofa dan duduk disana seperti rumah sendiri saja.
Yanzo berbisik pada wanita itu untuk segera pergi namun wanita itu menolak dengan alasan ia ingin mandi, Raka yang mendengarnya menarik nafas dalam-dalam.
"biarkan saja wanita itu Yanzo..! kau kemari! ". titah Raka
Yanzo segera berlari ke arah Raka dan berdiri disamping Raka dengan kepala tertunduk, semua bos Mafia pasti menggilai tubuh wanita tapi tidak bagi Raka yang biasa saja melihat kegiatan panas pria dan wanita secara langsung.
"ada yang bisa saya bantu master? ". tanya Yanzo
"apa hubunganmu dengan rubah licik itu? ". tanya Raka to the point.
"Rubah licik? ". gumam Yanzo sedang berpikir siapa Rubah licik yang dimaksud masternya itu.
"apa Nana tuan? ". tanya Yanzo dibalas gelengan oleh Raka.
Yanzo menyebutkan semua wanita Mafia yang dikenal sebagai rubah licik tapi tak ada satupun yang Raka maksud,
"Sherina..! ". jawab Raka seketika melihat Yanzo yang terlalu bingung julukan rubah licik itu.
"oh.. Sherina si kadal betina master". Yanzo akhirnya mengangguk mengerti.
"Kadal betina? bukannya Rubah licik? ". Raka
"diluar dia memang dikenal rubah licik master tapi kalau bersama pria diatas ranjang di sebut Kadal betina, ada maunya aja mencari kami untuk jadi teman ranjangnya". jelas Yanzo
Raka mengangguk kecil, "sekarang katakan apa hubunganmu dengan rubah licik itu? kenapa dia menggunakan namamu untuk menjebakku? "
"ha? maksud master bagaimana? ". tanya Yanzo terlihat tidak tau apa-apa.
"aku dijebak wanita itu". jelas Raka singkat
Yanzo membelalakkan matanya, "tidak master..! saya sama sekali tidak tau apa-apa, saya masih waras untuk mencari masalah dengan anda! tidak benar master.. saya tidak pernah berniat menghianati anda".
Yanzo akhirnya mengerti arah pembicaraan Raka yang sedang mencurigainya juga terlibat.
"lalu kenapa malam itu kau mengirim pesan padaku akan bertemu dihotel itu?". tanya Raka dengan dingin
"malam kapan master? ". tanya Yanzo dengan serius.
Raka menyebutkan hari,tanggal, bulan, jam, menit, bahkan detiknya pun di sebutkan olehnya hingga ingatan Yanzo pun muncul di malam itu.
"Sherina master..! malam itu saya sedang bersamanya dan saya sama sekali tidak tau dia menggunakan ponsel saya untuk menjebak anda". jelas Yanzo
__ADS_1
"dasar Kadal betina..! dia memanfaatkan aku ya?". umpat Yanzo
Raka memijit pelipisnya, "aku mengerti..! lain kali jangan biarkan ponselmu disentuh oleh wanita malammu".
"baik master..! ". jawab Yanzo sopan
Raka bangkit dan langsung keluar dari kamar Yanzo yang terkulai lemas di sofanya seketika.
"aku merasa tercekik berada di ruangan yang sama dengan master..! berhadapan dengannya saja sudah membuatku merinding bagaimana aku bisa berani menghianatinya? aku masih ingin hidup senang".
"dasar wanita picik.. kau memanfaatkanku dan mencoreng namaku di depan master! akan aku balas kau". Yanzo mengepalkan tangannya
Yanzo cukup kuat untuk menghabisi musuh tapi jika lawannya Raka, Yanzo harus berpikir 1000 kali. masternya itu sangat hebat dan dunia bawah sudah mengakui kehebatan Raka itu.
Raka di juluki master karna kehebatannya, bukan karna mengada-ngada saja.
"tuan? ". keluarlah wanita seksi dari dalam kamar mandi.
"kau..? kenapa membangunkanku lagi? ". decak Yanzo
"ha? dimana tamu tuan? ". tanya wanita itu dibalas gelengan oleh Yanzo.
bukannya dapat menggoda Raka, wanita itu malah diserbu oleh Yanzo kembali.
Raka tiba di lantai bawah dimana Jon, Boy dan Rio tengah setia menunggunya.
"bagaimana tuan? ". tanya Joy dan Rio serentak sedangkan Boy menoleh ke arah Raka dengan sedikit kaget karna tidak menyadari tuannya telah tiba.
"bukan dia pelakunya..! kalian cari saja rubah licik itu, aku sendiri yang akan menyiksanya". titah Raka segera keluar dari Club memuakkan itu.
Raka menepis setiap sentuhan wanita itu bahkan tanpa ragu mendorongnya kasar hingga terjatuh tak elit.
kejam..! yah Raka memang kejam asalkan jangan di pancing,
Raka dan ketiga orang setianya langsung memasuki mobil dan meninggalkan area Club itu.
Raka menggaruk telinganya, "sialan..! suara musik mereka benar-benar membuat telingaku sakit".
"apa perlu menghubungi Jekky tuan? ". tanya Jon
"tidak usah..!". tolak Raka
"apa yang dikatakan Yanzo tuan? apa anda membunuhnya? ". tanya Rio.
"dia juga di tipu oleh rubah licik itu, malam dia mengirim pesan itu mereka sedang bersama". jawab Raka
"dasar bodoh si Yanzo..! kelemahannya itu tubuh wanita". Boy bergumam pelan
Raka melirik sekilas sedangkan Boy menutup mulutnya seketika karna keceplosan.
"aku merindukannya! ". gumam Raka memejamkan matanya
hening seketika,
mereka tau siapa yang Raka rindukan jadi tidak ada lagi yang berani berbicara.
__ADS_1
.
setibanya di mansion.
Raka menghentikan langkah kakinya mendengar percakapan para pelayan dibalik tembok.
"sedang apa kalian? ". tanya Raka berjalan ke arah mereka yang sangat berisik
"tu.. tuan.. ampuni kami tuan..! kami sedang bersembunyi dari nona muda". ucap seluruh pelayan Raka tengah bersimpuh dengan nada bergetar.
"Nona muda? apa Raya disini? ". gumam Raka
"benar tuan..! nona muda bersama pelayannya datang kesini membawa banyak belanjaan untuk membuat kue yang dihabiskan oleh nona sebelumnya".
senyum tipis Raka terbit seketika, ia segera berbalik dan berlari memasuki lift sedangkan Rio, Jon, dan Boy hanya diam tanpa berbicara mereka segera membubarkan diri.
.
.
"dimana Mafia tulen itu bi? kenapa dia belum juga keluar? apa dia takut padaku? ". cecar Raya sudah menyiapkan balasan yang setimpal untuk Raka nantinya.
"sepertinya tuan sedang membersihkan diri nona..!". balas Bi Asih
"ck..! awas aja dia, aku akan sentil keningnya sampai benjol". geram Raya penuh dendam saja.
Bi Asih hanya tertawa tanpa suara melihat ke arah lain.
"ini jus nya nona! ". Dita memberikan jus yang Raya mau.
Raya meminum jusnya lalu suara bisikan Raka membuatnya menyemburkan minumannya ke depan. Raya terlalu fokus minum hingga tidak menyadari Raka tengah mengendap-ngendap untuk mengejutkannya.
"Kau..? ". Raya menuding Raka dengan mata melotot tak senang.
Raka terbahak seketika melihat wajah Raya yang belepotan, Dita dan Bi Asih sibuk mencari tisu dan Dita mengelap wajah Raya.
"lepas Dita..! aku akan balas dia". perintah Raya
Raka melangkah mundur dan Raya tetap maju hingga mereka berada di ruangan yang cukup luas dimana para Pelayan dan penjaga mansion tengah mengintip dibalik pilar, ada juga yang mengintip dibalik kamar.
"mati kau malam ini Raka..! ". seringai Raya
Raka tersenyum menawan tapi hal itu malah terlihat menyebalkan bagi Raya seolah Raka tengah mengejeknya saat ini.
.
.
.
Raya benci di remehkan tapi Raka senang menggoda Raya bahkan suka membuat Raya kesal dan marah. ckckck.. benci dan Cinta memang beda tipis semoga berhasil bang Raka.. hehe.. selamat beraktifitas..
.
.
__ADS_1