Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
perayaan


__ADS_3

.


.


Raya melebarkan matanya saat wanita yang terluka di seluruh tubuhnya itu pingsan.


"abang? ". Raya menunjuk wanita itu dengan panik.


"sayang..! hubungi ambulance saja". kata Raka


"tapi bang..? ". protes Raya


"sayang..? dia dilec*hkan kamu tau itu kan? dengan begini dia bisa dibantu oleh pihak berwajib". jelas Raka


"tanpa pihak berwajib pun aku bisa membantunya". kesal Raya


"sayang..? dengar!". pinta Raka


"abang..? aku tidak suka melihat ketidak adilan, aku benci seperti itu abang..! aku tidak suka kejahatan meraja lela". jelas Raya dengan nada naik 1 oktaf.


"iya sayang? aku tau.. tapi aku tidak mau kamu terlibat atas kejadian ini". bujuk Raka


Raya mengedarkan pandangannya, ia baru sadar ada 3 pria yang sudah tak bernyawa di tempat itu, jika Raya menolong bisa saja tapi wanita itu harus di lindungi oleh hukum.


"kita hubungi ambulance ya? ". sambung Raka lagi.


"baiklah". jawab Raya


Raka segera menghubungi Ambulance,


.


.


di Rumah Sakit, malam hari jam 20.12.


"sayang? apa kamu yakin mau disini? ". tanya Raka dengan khawatir.


"abang? mending abang pulang aja, aku tidak mau abang drop karna abang baru aja selesai bekerja, udah lembur berhari-hari, nanti abang pingsan". Raya mengusap rahang Raka.


Raka sudah membersihkan dirinya dan berganti baju biasa, Raka membelinya di area sekitar Rumah Sakit yang menjual baju santai.


"tidak bisa sayang..! aku tidak mau meninggalkanmu". tolak Raka


"jadi kalau abang drop bagaimana? ". tanya Raya


"aku tidur disana saja". tunjuk Raka


Raya mengangguk lalu mengikuti suaminya yang berjalan ke arah Sofa, Raya duduk terlebih dahulu lalu menepuk pahanya.


"kamu juga lelah sayang..! tidur bersamaku saja". Raka menyeringai tipis menggendong Raya, hingga Raya hanya bisa pasrah sambil tersenyum dan menggeleng kepalanya.


Raya memeluk Raka seperti bantal gulingnya saja, Raka juga memeluk Raya dengan posesif, sofa yang sempit tidak membuat mereka gelisah malah saling merapat satu sama lain hingga mereka merasa sofa kecil itu sangat luas.


.

__ADS_1


pagi-pagi.


Raya terbangun duluan, ia melihat dokter dan suster tengah mendorong pasien kembali masuk ke ruangannya.


Raya perlahan bangkit supaya tidak membangunkan suaminya, Raya menyelimuti Raka lalu berjalan cepat menuju dokter pria yang merawat pasien wanita.


"dokter? ". sapa Raya


"maafkan kami membangunkan anda Nona". ucap dokter pria merasa tidak enak.


"tidak apa dok..! pasien ini dari mana tadi dok? ". tanya Raya.


"kami memeriksa seluruh tubuhnya dan merekam semuanya dalam file ini Nona..! ini bisa menjadi bukti ke kantor polisi, wanita itu korban kekerasan".


"kekerasan bagaimana dok? bukannya dia dilec*hkan ya dok? ". tanya Raya tidak mengerti.


"hasil pemeriksaan kami tidak menunjukkan pasien di lec*hkan Nona tapi korban kekerasan, saya juga tidak mengerti mengapa bisa seperti itu! mungkin saat pasien sadar Nona bisa tanyakan pada pasien".


Raya mengangguk setelah bercengkrama dengan dokter.


"korban kekerasan? tapi kenapa dia bisa ada di hutan?". gumam Raya tidak mengerti.


.


.


Raya berbalik ke arah Raka yang sedang tertidur pulas seperti bayi, "dia tidak tidur selama 1 minggu penuh jadi wajar saja dia tidak terbangun". gumam Raya


Raya menghubungi Jon untuk mengatakan Raka tidak bisa hadir hari ini ke kantor.


"maaf Nona..! Tuan master memang izin hari ini, tuan memang tidak masuk hari ini Nona". jawab Jon


"tidak Nona..! kata Tuan, ia ingin menghabiskan waktu dengan Nona seharian ini, hari ini adalah annyversary pernikahan Nona yang masuk ke-5 bulan". jelas Jon


Raya melihat jam tangannya yang ada tanggalnya lalu menepuk jidatnya seketika, "aku lupa hari ini".


Raya disodorkan 2 pilihan yang membingungkan pilih Raka atau wanita itu tapi melihat suaminya malah membuat hati Raya melembut.


"apa ini alasanmu bekerja penuh selama 1 minggu suamiku? kamu mau merayakan hari pernikahan kita?". gumam Raya


Raka suka sekali merayakan hari pernikahan ke-1 bulan dan seterusnya, padahal Raya menikah dengan Raka seharusnya perayaannya hanya sekali dalam 1 tahun.


Raya dengan cepat mengurus masalah wanita itu dengan menghubungi polisi, kebenaran pun terungkap.


"jadi wanita ini di jual oleh suaminya untuk membayar hutang? ". gumam Raya akhirnya mengerti.


"pak..! saya mohon jaga dia untuk saya, kalian tau kan apa yang akan terjadi jika kalian tidak becus bekerja?". ancam Raya dengan serius.


"b.. baik Nona..! kami mengerti". jawab 3 polisi yang di panggil Raya untuk wanita itu, 2 pria dan 1 polisi wanita.


.


"abang? ". Raya mengelus lembut kepala Raka.


glek..!

__ADS_1


kedua polisi pria segera keluar dari ruangan dan berjaga di depan pintu saja, sedangkan polisi wanita duduk di samping pasien sambil melihat hasil pemeriksaan pasien yang benar-benar parah.


sebagai seorang wanita tentu saja nalurinya berkecamuk, dirinya ingin pelakunya di hukum mati, kekerasan dalam rumah tangga itu tidak baik.


.


.


"maaf sayang..! aku mau memberimu kejutan untuk hari pernikahan kita yang ke-5 bulan tapi aku malah ketiduran sampai siang, jadi beginilah acara kita jadi malam-malam". Raka merasa bersalah pada Raya.


Raya terkekeh geli, "abang.. lain kali hari pernikahan kita dirayakan hanya satu kali saja dalam 1 tahun".


"aku tidak mau". jawaban Raka seperti biasa


Raya menggeleng kepalanya saja, suaminya itu memang sangat romantis.


makan malam di reservasi oleh Raka di restaurant berbintang dengan pemandangan indah dibalkon.


.


.


"sayang.. aku ingin mencari siapa ibu kandungku sebenarnya". ujar Raka sambil menatap bintang memeluk Raya dari belakang.


DEG..!!


jantung Raya berdetak 2 kali lebih cepat saat ramalan Alice memang jadi kenyataan, Raka akan dalam bahaya jika mencari tau jati dirinya.


"kenapa abang ingin tau? apa abang tidak bahagia dengan keadaan kita sekarang? ". tanya Raya


"hmm? kenapa kamu berbicara seolah aku tidak usah mencari tau? bukannya kamu yang mengatakan identitasku tidak biasa sayang? ". tanya Raka


"aku hanya asal bicara saat itu abang..! ". jawab Raya dengan serius.


"kenapa sayang? apa kamu mengetahui sesuatu? ". tanya Raka


"tidak abang..! aku hanya tidak ingin mengorek luka lamamu.. aku tidak mau abang sedih jika ibu kandung abang tidak mengharapkan kehadiran abang". bohong Raya meyakinkan.


"benarkah? apa aku tidak usah mencari tau? ". tanya Raka


"iya bang..! biarkan kebenaran terungkap sendirinya, aku yakin saat itu abang pasti sudah bisa menerima kenyataan".


Raka memeluk Raya lebih erat, "kenapa kata-katamu penuh makna sayang? aku merasa kamu mengetahui jati diriku".


Raya menggeleng kepalanya, "aku tidak peduli jati dirimu abang ku sayang.! aku hanya tidak ingin abang terluka, aku yakin pasti ada alasan kenapa ayah abang menutupi identitas abang sampai rela mengorbankan nyawanya".


Raka berubah sendu seketika, "ayahku itu orang yang sangat hebat".


"tentu saja aku tau..! suamiku sehebat ini pasti karna ayah mertua ku". jawab Raya dengan sambil tersenyum mendongak kesamping dimana Raka tengah memeluknya dari belakang.


Raka mengecup gemas pipi Raya.


"kamu sangat tau menyenangkan hatiku sayang". ucap Raka dengan penuh cinta.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2