
.
.
.
acara pernikahan Satria dan Alice pun di rencanakan dengan sangat matang beberapa hari lagi,
"kenapa cepat sekali kak?". tanya Alice penasaran
"aku hanya ingin kita cepat menikah". jawab Satria mengelus kepala Alice yang tidur di lengannya.
Satria dan Alice sering tidur bersama, tapi Satria tidak pernah melakukan tindakan apapun untuk sang kekasih hatinya yang begitu polos.
"huhhh..! berada di atas mimbar pengantin membuatku gugup". gumam Alice mengusap dadanya sambil menarik nafas pelan lalu menghembusnya perlahan.
Satria tersenyum tipis lalu memeluk Alice dengan erat.
"tidak apa Sayang! aku akan melindungimu". gemas Satria
"isssh.. kakak.. aku tidak takut hal lain, aku hanya sangat gugup! lagian negara Rusia sudah tidak mengingatku lagi". gerutu Alice
Satria terkekeh memejamkan matanya di pelukan Alice,
"aku tau.. Kakaisaran negara mereka jadi kacau, anak dari Ratu kedua dan ketiga memperebutkan tahta, apa itu semua karna tidak ada jimatnya? ". tanya Satria
"iya kak. ! jangan membahas hal Jimat di depan siapapun, cukup kalian saja yang mengetahui kemampuanku..!". Alice.
"tentu saja..! tidak ada yang tau kemampuanmu selain aku dan keluargaku saja". gemas Satria
Alice memeluk Satria dengan manja, "aku tidak sabar memiliki 3 anak kembar kak".
Satria mengulum senyum, ia mencium kening Alice dengan lembut.
"akan ada waktunya sayang". jawab Satria
.
.
di tempat lain
Raya memejamkan matanya saat Raka begitu asik menciumi perutnya yang sudah membuncit.
"abang". panggil Raya
"iya sayang". sahut Raka mendongakkan kepalanya menatap Raya.
"aku pengen makan sup kepiting lagi". rengek Raya mengelus perutnya.
"aku minta bi Asih masakkin ya? ". Raka mengusap pipi Raya yang tengah menatapnya.
Raya mengangguk mengangkat kedua tangannya dan Raka menyambutnya lalu membantu Raya duduk.
"kenapa sayang? ". tanya Raka melihat kedua alis Raya di tekuk.
"malas". jawab Raya
__ADS_1
Raka terkekeh, "ya sudah tidur lagi..! nanti kalau supnya udah siap, aku bakal bangunin".
Raya mengangguk, entah mengapa bawaan Raya saat ini malas saja, tidak ingin bangkit tapi ingin makan, semua serba malas dan Raka tidak terlalu memikirkannya sebab kata dokter Anita Raya memang memiliki mode ngidam yang berbeda.
Raya hamil anak kembar 3 jadi Raka harus siap menghadapi mode wanita hamil nya itu.
.
.
beberapa hari kemudian
"kamu harus siap-siap sayang ! kita ke acara pesta pernikahan Satria dan Alice". bujuk Raka dengan gemas
"abang.. aku ngga ada gaun". jawab Raya dengan malas sambil menonton TV.
Raka duduk disamping Raya menyibakkan rambut Raya dengan lembut.
"kenapa? aku udah belikan gaun untukmu sayang! supaya kamu nyaman dan Anak kita tidak sesak". bujuk Raka
Raka begitu sabar menghadapi fase istri hamilnya yang sedang mode malas-malasan.
"benarkah? kalau aku tidak suka aku nggak mau ikut". gerutu Raya
Raka mengangguk mengiyakan kata-kata Raya.
panjang drama suami sabar dan istri malas-malasan pun berakhir.
Raka berhasil membujuk Raya untuk hadir diacara pernikahan Satria dan Alice yang diselenggarakan di aula hotel MattGroup.
Raya bilang terlalu malas berjalan dengan sabar Raka memberi ide mendorongnya naik kursi roda, begitulah drama sepasang suami istri itu.
"kenapa lama sekali sayang? ". tanya Grandma Kaira dengan gemas mengelus pipi Raya
"abang itu Grandma..! Raya tidak mau ikut dipaksa". adu Raya mengerucutkan bibirnya
Grandma Kaira melihat ke arah Raka yang menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal sedangkan Dita menahan senyum saja.
Dita sudah biasa melihat drama sepasang suami istri yang sangat menggemaskan itu, Raka terkadang bersikap kekanakan tapi kalau Raya sudah mode malas maka Raka lah yang paling sabar menghadapi istri malasnya itu.
Almira dan Zain tertawa di sudut aula pesta bersama Shindy dan Dylan.
"drama suami sabar dan istri malas sepertinya belum berakhir". gelak Mama Mira
Papa Zain terbahak, "Menantuku benar-benar lucu dan anak kita begitu sabar mengatasinya".
"siapa suruh membuat anakku hamil, rasakan saja akibatnya". Papi Dylan sambil tertawa pelan.
Shindy cekikikan gemas, "anak kita tidak pernah seperti itu Pi, jadi setiap kali dia bertingkah seperti itu ingin sekali aku rekam dan diabadikan".
ke empat orangtua dan besan itu tertawa lebar, Mereka senang Raya hamil tapi Raka lah yang menerima ganjarannya dengan berbagai tingkah aneh dan mood istrinya itu.
.
.
"kenapa lama sekali datangnya abang ipar? ". bisik Alya ke Raka
__ADS_1
"biasalah kakakmu sangat malas". bisik Raka juga sambil terkekeh pelan.
Alya pun tertawa,
"kenapa?". tanya Kalila
"biasalah". jawab Rhiana.
Kalila, Rhiana dan Alya saling pandang lalu kompak melihat ke arah Raya yang sedang duduk di kursi roda, beruntung Raya sangat cantik jadi sudah biasa menjadi pusat perhatian tidak lagi gugup di lihatin banyak orang.
sontak saja mereka bertiga tertawa bersama melihat Raya menekuk alisnya, menggeleng-geleng keras kepalanya saat Dita menyodorkan berbagai makanan, terkadang Raya mengerucutkan bibirnya tak ada makanan yang ia mau.
"kenapa sih? ". tanya Wulan penasaran mengapa saudaranya itu tertawa lebar.
"hmm.. ada apa? apa ada yang menarik? ". timpal Nola
Rhiana membisikkan hal yang membuat mereka tertawa, Nola dan Wulan melihat ke arah Raya lalu tertawa keras seketika.
acara sangat ramai dan di iringi musik, tidak ada yang terlalu mendengarkan tawa mereka yang terlalu keras.
"kapan lagi Aku bisa melihat kakakku seperti itu". kekeh Alya merekam tingkah Raya dan menyorotnya dekat.
yang lainnya hanya tertawa, Wulan pun tak ingin kalah juga merekam tingkah menggemaskan Raya yang sedang mengandung.
Mayra dan Lastri datang bersama, mereka berkumpul sama teman-temannya yaitu geng Kaisha dan lainnya.
acara makin meriah saat semua tamu undangan semakin banyak dan MC wanita dari kalangan selebriti pun datang, Alman bersama keluarganya juga datang sebagai tamu keluarga Raya.
Satria dan Alice menyapa tamu undangan yang ada hingga datanglah seorang wanita yang membuat Satria tersenyum tipis.
"kau datang Morett? ". tanya Satria
"maaf aku datang terlalu lama". cengir Morett menggaruk lengannya sendiri merasa malu.
Morett malu bertemu keluarga Satria, apalagi sebelumnya ia pernah berniat jahat untuk mencelakai keluarga itu hingga bertemu dengan Satria.
"tidak apa! dari pada tidak sama sekali". balas Satria
"selamat ya? aku harap kamu bisa membahagiakan tuan Satria yang sangat baik". ucap Morett dengan tulus.
Alice membalas jabat tangan Morett sambil tersenyum.
Alice terdiam saat tangannya berjabat tangan dengan Morett lalu Satria menyadarkannya.
Alice menebarkan senyumnya lalu Morett menjabat tangan Satria juga memberinya hadiah kecil yang harganya sudah pasti setara dengan penghasilan Morett.
Morett pergi dari acara setelah acara selamatan juga salam-salaman berakhir.
"ada apa sayang? ". tanya Satria
"tidak ada yang istimewa hanya saja dia incar oleh pria jahat yang ingin balas dendam padanya". jawab Alice
.
.
.
__ADS_1