Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 48_ hari Pertama menjadi Istri


__ADS_3

.


.


Nia menggeliat pelan lalu mengerutkan keningnya saat tangannya memegang benda keras, perlahan Nia membuka matanya dan matanya kian melebar ternyata dirinya tidur di pelukan Arya.


Nia memejamkan matanya saat Arya bergerak hendak memeluknya dan sama seperti Nia, Arya juga mengerutkan keningnya lalu membuka matanya.


Nia juga membuka matanya dan mereka saling bersitatap satu sama lain.


"m.. maaf Tuan..! ak.. aku ketiduran karna terlalu lama menunggu Tuan bangun". cicit Nia


Arya perlahan melepaskan lengannya yang menjadi bantalan kepala Nia, Arya duduk dan melihat jam dinding masih jam 03.10 pagi.


"Tuan? ". panggil Nia merasa bersalah


"tidak apa..! aku yang ketiduran lanjutkan saja tidurmu di kasur aku harus melanjutkan pekerjaanku". Arya merentangkan jemarinya lalu memegang lehernya yang terasa pegal.


Nia dengan patuh bangkit lalu mengambil boneka Kelincinya yang ada di lantai, Nia berjalan pelan ke Ranjang Arya sesekali ia melihat ke arah Arya.


"apa aku benar-benar boleh tidur di ranjangnya? ". batin Nia


Nia melanjutkan tidurnya di Ranjang Pria yang telah sah menjadi suaminya sementara Arya fokus dengan laptopnya, Arya juga membuka ponselnya.


"Oh.. Ternyata Pria itu berhasil melalui masa kritisnya, haaha.. siapa yang berani membantunya?". batin Arya melihat Indeks Perusahaan milik Brayen di berita terkini.


Arya menyeringai tipis, ia tidak akan melepaskan seseorang begitu mudahnya, Brayen dan Tia sudah masuk daftar kuning oleh Arya, jika Arya marah mereka akan masuk daftar hitam maka kematian lah yang akan menyambut mereka tanpa peduli kemanusiaan lagi, Arya akan menghabisinya.


Arya melirik ke arah Nia yang sudah tertidur pulas, "kenapa aku bisa tertidur mencium aroma nya? ". gumam Arya tersenyum miring.


.


sekitar jam 7 pagi


Nia tampak kebingungan mau membantu Arya tapi tidak tau mau melakukan apa.


Arya tentu tau apa yang ada di pikiran Kelincinya, "ambilkan stelan formal untukku, dasi, serta jam tangan dan sepatunya lengkap". pinta Arya


Nia mengangguk patuh lalu berlari kecil menuju Ruang Ganti milik Arya.


Arya masuk ke kamar mandinya membersihkan diri sedangkan Nia mengambil stelan formal yang cantik menuruttnya.


"apa Tuan Arya hanya punya warna hitam? ". gumam Nia keheranan.


Nia melihat lemari lain dan menemukan stelan Formal berwarna lain, "waah.. disini rupanya". cengir Nia


Nia mengambil Stelan warna silver, menurut Nia Arya sangat tampan memakai stelan warna Silver karna Nia pernah melihatnya di TV.


"hmm.. dasinya? ". gumam Nia berjalan cepat ke lemari kaca transparan di pojok Ruangan.

__ADS_1


Nia menikmati tugasnya mencari Dasi, jam tangan serta sepatu untuk Arya setidaknya Nia merasa berguna ada di sisi Arya walaupun hanya sebagai pengurus saja.


Arya tidak jahat, tidak kejam malah begitu baik hati tapi Nia tidak bisa memaksa perasaan seseorang, Nia mengerti mengapa Tuannya terpaksa memilihnya hanya karna tidak mau bertunangan dengan perempuan lain.


.


"woww...! kamu tampan sekali nak! ". Shindy memuji penampilan Arya


Arya menekan kepala Nia yang tersenyum malu disamping Arya


Kaira tersenyum,


Ella terkekeh gemas," enakkan punya istri? ada yang mengurusmu Arya".


"Sudah-sudah jangan di godain Nia, ayo sini duduk Nia, kita sarapan bersama". Rani


semua keluarga Melviano berkumpul dan makan bersama-sama, anehnya Nia tidak merasa makan dengan orang Kaya Raya yang sangat memegang etika tapi saat bersama Keluarga Arya hanya ada ocehan para wanita nya Melviano.


di dalam Keluarga Melviano wanita benar-benar jadi Ratu yang paling berkuasa walaupun di luar sana kebalikannya.


"kamu jadi kerja sama Aunty sayang? ". tanya Mayra


Nia melihat ke arah Arya,


"lakukan saja apa yang membuatmu senang! aku tidak akan melarangmu bekerja". Arya berkata dengan serius.


Arya menarik lengan Nia dan mengecup kening Nia dengan canggung.


" ..aku pergi kerja". ucap Arya lalu segera meninggalkan Nia yang membeku di tempat sedangkan Mayra tertawa geli dengan kecanggungan Arya


"ayo sayang..! hari ini Aunty juga mau pergi ke Restaurant! ". ajak Mayra.


Nia mengikuti Mayra seperti robot, kecupan pagi oleh Arya jelang bekerja itu adalah impian semua calon istri di dunia ini, itu sebabnya ia membatu, Nia tidak pernah berharap Arya akan mencium keningnya tapi tak di duga Arya melakukannya.


hari Pertama Nia di Restaurant Mayra adalah di perkenalkan oleh Mayra perihal dapur dan apa saja menu-menu masakan Restaurant.


Nia mencatatnya dengan baik, ia begitu bersemangat bekerja menjadi calon chef di Restaurant sambal setan ternama itu.


.


.


Nia pulang jam 12 siang setelah sesi perkenalan di Restaurant Mayra selesai, Nia akan resmi bekerja keesokan harinya.


"kamu tidak antar makan siang ke Kantor suamimu sayang? ". tanya Shindy mendekati Nia


"ha? ". Nia malah bengong


"ayo kita masak bersama terus ke kantor bersama". ajak Shindy

__ADS_1


.


Nia mengalami perubahan besar masuk ke keluarga Melviano, Nia belajar perihal menjadi istri yang baik untuk Arya.


siang harinya ia mengantarkan makan siang ditemani oleh Shindy, Kaira, mereka berjalan bergandengan tangan betapa irinya orang-orang yang melihat Nia di gandeng seperti anak sendiri oleh Shindy dan Kaira.


Shindy mengantarkan Nia ke Ruangan Arya sedangkan Shindy dan Kaira pergi ke Ruangan suami mereka yang sedang berkumpul di Ruangan khusus gedung MattGroup.


"Nia? ". Arya bangkit melihat Nia ada di Ruangannya


2 klien Arya saling pandang, mereka terlihat penasaran sosok yang bisa mengalihkan perhatian Arya.


Nia berjalan kikuk ke arah Arya, "t..tuan sudah makan siang? ".


"belum..! aku masih ada pekerjaan". jawab Arya melihat benda yang di bawa oleh Nia.


"makan siang untuk Tuan". Nia memberikan bekal makan siang yang dibawanya untuk Arya.


Arya menarik nafas dalam-dalam, "siapa yang menyuruhmu? naik apa tadi kesini? sama siapa?".


"sama Mami dan Grandma Tuan". jawab Nia


"kau sudah makan? ". tanya Arya dibalas gelengan oleh Nia lalu Nia mengangguk pelan karna keceplosan.


"ayo duduk..! aku harus kembali bekerja tunggu aku 10 menit saja, mau? ". tanya Arya dibalas anggukan patuh oleh Nia.


Arya merangkul bahu Nia dan mendudukkannya di sofa yang ada di pojokan Ruangannya,


"main hp atau nonton disana juga boleh". Arya melirik laptop didepan Nia.


Nia mengangguk, Arya kembali ke Kliennya.


"jadi begini Ruangan kerja orang Kaya ya? ". batin Nia dengan takjub melihat sekeliling Ruang kerja suaminya yang sangat luas.


Arya berjabat tangan dengan Kliennya lalu mengantarkannya ke depan pintu Ruangan kerjanya, Sekretaris di meja depan Arya pun mengambil alih sisanya yaitu mengantarkan Tamu MattGroup ke luar Perusahaan dengan baik.


Arya kembali ke Ruangannya dan memanggil Nia yang dengan patuh mendekati Arya yang duduk di sofa besar.


"sini makan..!". ajak Arya


Nia duduk disamping Arya, "bagaimana pekerjaan pertamamu? ". tanya Arya menyibakkan rambut Nia kebalik daun telinganya.


Nia menjawabnya dengan jujur.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2