Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
dia?


__ADS_3

.


.


Raya terus saja tertawa mengobati sudut bibir Raka,


Raka memperhatikan itu dengan pandangan mata sedikit berbinar, "aku rela di pukuli supaya bisa bersitatap seperti ini denganmu Raya bukan karna aku mencintainya.. aku ingin sekali mencubit pipimu ini". batin Raka.


"ok.. ok.. aku tidak akan tertawa! ". Raya menutupi bibirnya yang terus saja tertawa.


Raya mengira Raka menatapnya karna tidak senang di tertawai sedangkan Raka yang tersadar dengan cepat mendecih melihat arah lain.


"handiplast mu mana? ". tanya Raya.


Raka mengeluarkan Handiplastnya tapi cukup besar dan tidak mungkin di pasangkan di sudut bibir Raka.


"terus disini nggak ada? ". tanya Raka mengguncang kotak P3K nya hingga berantakan


Raya melebarkan matanya, "dasar tulen..! kau merusaknya.. rapikan cepat...! ".


Raka nyengir dan mengambil salep anus, ia memencetnya dan mencoleknya di hidung Raya, mata Raya makin membelalak sempurna.


"Raka..? kau taukan itu salep anus? ". tanya Raya dengan galak.


"tentu saja ". jawab Raka


Raya berusaha mengambil salep itu tapi Raka malah berdiri hingga Raya ternganga tak percaya pria didepannya ini sedang menantangnya.


"Raka...! berikan.. !". titah Raya mengulurkan tangannya dibalas gelengan oleh Raka yang hendak pergi tapi dicekal oleh Raya.


"Kau memberiku salep anus aku harus membalasmu ! cepat berikan..! ". kesal Raya


Raka tersenyum meledek Raya, "tidak akan aku berikan..! wajahku sangat berharga, nanti tidak ada yang mau padaku".


mata Raya sudah bulat seperti mau keluar dari sarangnya, "lalu aku bagaimana bodoh? aku juga tidak mau wajahku begini..! nanti kau yang laku aku yang tidak laku".


Raka terbahak dan meninggalkan Raya yang tersungut-sungut geram.


Raya berlari ke dalam kamar mandi dan mencuci hidungnya yang basah karna salep anus tadi sudah basah di hidungnya.


"bodoh..! bodoh..! Raka bodoh..! dia tidak boleh pakai salep anus tapi aku di pakaikan.. dasar menyebalkan..! wajahku secantik ini disamakan dengan anus". dumel Raya dengan geramnya


"Nona..? ". Dita mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.


"iya.. ". sahut Raya mengelap hidungnya yang basah lalu keluar dari kamar mandinya.


"apa..? ". tanya Raya

__ADS_1


"master memberikan ini pada saya katanya berikan pada nona". Dita memberikan salep anus yang dibawa Raka tadi.


Raya berteriak kesal hingga Dita terlonjak kaget memeluk pilar di dekatnya, ia tak mengira Raya akan berteriak seperti perempuan stres pada umumnya.


"Nona? ". panggil Dita ragu-ragu.


"buang aja". titah Raya


"Eh.. ?". Dita hendak protes namun di tatap tajam oleh Raya membuatnya dengan cepat berlari ke tong sampah dan membuangnya.


Raya menarik nafas dalam-dalam mengatur emosinya yang selalu kalah dari Raka. sungguh Raya tidak terima kekalahan.


"dasar Guy..! dia pasti memanfaatkan berita itu untuk menutupi skandalnya.. perempuan secantik aku dia perlakukan seperti itu? apalagi kalau bukan guy yang hanya tertarik dengan pria tampan". dumel Raya dengan wajah kesalnya itu yang menggemaskan bak anak kecil saja.


.


.


berhari-hari lamanya Raka dan Raya terus saja bertengkar seperti kucing dan tikus sungguh orang yang melihatnya pusing akan kelakuan kedua pasangan fenomenal itu.


malam hari Raya kembali ke mansion dengan bibir manyun tak lupa juga kedua alisnya menyatu kesal.


"sayang? ". Shindy memanggil sang putri sulung.


"mami? ". Raya berjalan ke arah Shindy dengan muka masamnya itu.


"kapan dia tidak mengganggu Raya mi..! dia selalu saja mengajak Raya bertengkar dimanapun kami berada, Raya sampai capek melawan dia". curhat Raya


Shindy tertawa, "apa dia akan makan disini? ".


"mami...? kenapa mami terus saja mengundang si tulen itu makan disini, dia tidak pernah berdebat dengan Arya, Satria dan Alya tapi selalu ngajak ribut dengan Raya".


Shindy makin tertawa lebar hingga Raya yang kesal pergi dari sana sambil menghentak-hentakkan kakinya ke lantai.


"kamu tuh polos sekali sayang..! dia itu menyukaimu tapi dia sengaja menggodamu seperti itu supaya dia punya tempat dihatimu walau tempatnya cuma sebagai teman menyebalkan". gelak tawa Shindy berbisik-bisik seorang diri.


"kenapa Raya sayang? ". tanya Dylan tiba-tiba heran melihat tingkah putrinya masuk lift terlihat kesal bahkan menyapanya hanya memanggil Papi saja tidak memeluk nya seperti biasa kalau bertemu di lift.


mereka bertemu tadi di lift, Raya masuk sedangkan Dylan keluar.


"biasalah pi.. si Raka lah penyebabnya kalau bibir anak kita itu sudah monyong begitu". jawab Shindy


"Raka makin gila aja membuli Raya". Dylan


"tapi Raya juga sama membuli Raka Pi..! masa iya minuman Raka diberi esktra ikan". gelak Shindy mengingat perkelahian anaknya itu yang tak biasa.


"tapi anehnya hubungan mereka tetap awet sampai sekarang". gumam Dylan keheranan.

__ADS_1


"ya iyalah pi.. Raka memang sering membuli Raya tapi kalau Raya dalam bahaya pasti dia yang ada didepan menolong Raya, bahkan 3 hari yang lalu kepala Raka terbentur meja karna menolong Raya". Shindy


"kamu tau itu sayang? ". tanya Dylan heran mengapa Shindy bisa tau.


"Satria yang ngasih tau aku Pi". jawab Shindy dengan manja memeluk Dylan.


"sepertinya aku sudah menemukan menantu yang baik jadi tidak perlu mencari pria lain untuk Raya". Shindy membuat Dylan tersenyum mencium puncak kepala Shindy.


.


di kamar Raya menatap tajam ke arah pintu seolah Raka ada disana saja.


"aku apakan manusia spesies itu..! ". gumam Raya tampak berpikir keras


Raya menoleh ke ponselnya yang bergetar,


"siapa ini? ". gumam Raya melihat notif berita terbaru.


"mereka saling menyerang lagi? ". gumam Raya melihat foto Robert berkelahi dengan Raka di luar gedung New R Group.


"Robert ini sangat emosian, apa dia tidak sadar reputasinya akan memburuk menyerang Raka di depan perusahaannya. ck.. ck.. dia benar-benar sudah tidak waras". gumam Raya terheran-heran.


"bodo amatlah hubungan rumit mereka, Robert pasti benci pada Raka karna Raka mencintainya tapi tidak mencintai Yeri itu.. Haha.. haha.. ". tawa Raya menggelegar.


"iya benar. ! Yeri mencintai Raka, Raka mencintai Robert dan Robert mencintai Yeri. sungguh hubungan yang rumit, Robert memaksa Yeri untuk bersama tapi Raka mempersulit hubungan mereka hingga Robert salah faham Yeri dan Raka saling mencintai,, Hahahaaa".


Raya berceloteh sendiri membayangkan Raka mencintai Pria yang normal alias mencintai wanita.


Raya makin yakin Raka itu Guy, jika laki-laki lain akan membanggakan wajah dan jabatannya seperti Robert yang di kenal di dunia bawah dan dunia bisnis tapi Raka malah menyembunyikan identitasnya di dunia bawah dengan menulis artikel Mr. R itu pria tua yang beruban (Aki-Aki tua).


"dasar tulen, hahaha.. aku ingin sekali melihat mereka bercium*n..".


Raya menghibur dirinya sendiri yang sedang kesal dengan memburuk-burukkan Raka yang seorang Guy dan berpikir yang tidak-tidak tapi sesama lelaki bukan membayangkan Raka bersamanya melainkan bersama Robert.


sepertinya Raya sedikit terhibur karna tawanya begitu lepas nya sedang bahagia seolah baru saja dapat jakpot besar.


.


.


.


kata orang-orang laki-laki menggertak dan menggoda perempuan yang disukai itu adalah perbuatan anak SD. itulah yang dilakukan Raka pada Raya, dulu zamannya SD Nae sering di gituin tapi nggak pernah berpikir orang itu suka.. wkwk. namanya aja masih anak-anak waktu itu.. hehe.. curhat nih..


terimakasih jangan lupa likenya ya, koment nya juga walau tidak balas tapi Nae baca kok terkadang Nae like komentarnya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2