
.
.
Nia memutar tubuhnya bak sebuah boneka saja hingga Arya memiringkan wajahnya menatap Nia.
"T.. tuan?". sapa Nia dengan gugup dan takut.
Arya menjentikkan jari telunjuknya dan Nia dengan mendekat ke Arya dengan langkah lunglai menatap ke jari telunjuk Arya.
"Nia..! apa hubunganmu dengan Tuan Muda Melviano? ". Brayen tiba-tiba menarik lengan Nia.
"aakh.. lepas! ". bisik Nia berusaha melepaskan cengkraman erat Brayen.
"lepaskan dia..! ". titah Arya dengan suara berat menatap dingin ke Brayen.
Brayen melihat ke arah Arya juga banyak petinggi-petinggi yang merupakan pekerja serta pemilik Restaurant kelas atas di tempatnya kini, Brayen tentu tidak mau di coret dari daftar VIP Restaurant ini karna bersinggungan dengan Keluarga Melviano.
Brayen melepaskan tangan Nia, dengan cepat gadis cantik berpakaian pelayan Restaurant itu berlari ke arah Arya dan bersembunyi dibelakang Arya meremas ujung jas Arya.
pemilik hotel, direktur, manager, dan Pelayan lainnya melangkah mundur ditebak dari situasinya mereka tau Nia bukan gadis sembarangan karna bisa membuat seorang Arya Melviano melindungi Nia.
"kau sudah tidak mau bekerja di Perusahaanmu itu? aku bisa membaliknya dalam hitungan detik jika kau tidak juga enyah dari hadapanku!". ancam Arya dengan dingin.
Brayen melihat ke arah Nia yang bersembunyi dibelakang Arya, "apa hubungan Nia dengan Tuan Muda terhormat ini? ".batin Brayen.
Brayen melangkah mundur dan terus mundur melihat aura tak bersahabat dikeluarkan oleh Arya yang pasti membuat nyali nya menciut sebagai CEO yang masuk dalam jajaran Perusahaan ternama.
.
Arya melirik Nia dibelakangnya, "masih betah bersembunyi? ".
Nia menurunkan pandangannya sambil meremas ujung jas Arya, Arya menghela nafas lalu menarik tangan itu lalu menggenggamnya membawa Nia berjalan menuju ke Ruangan khusus VVIP miliknya.
Keluarga Melviano adalah anggota 5 Top VVIP di Restaurant ternama ini bahkan Keluarga Konglomerat Nomor 1 yang sangat banyak menghabiskan uang makan di Restaurant ini, itu sebabnya banyak pimpinan Restaurant menyambut Arya yang menjadi perwakilan MattGroup bertemu Klien penting di tempat ini.
Nia tidak melakukan apa-apa saat Arya menggenggam tangannya, bagi seorang Gadis mandiri yang dikelilingi banyak masalah karna status nya yang rendahan tidak bekerja walau Sarjana memiliki Arya yang derajatnya lebih tinggi membuatnya takut menolak Arya, apalagi Pria itu sangat baik dimata Nia karna menjaganya malam itu tak menyentuhnya sama sekali walau dirinya dalam keadaan tidak sadar.
"udah makan? ". tanya Arya membuat Manager dan Pelayan Restaurant yang sering memarahi juga membuli Nia berkeringat dingin.
Nia mengangkat pandangannya lalu menggeleng lemah kepalanya,
"makan sama aku mau? ". tanya Arya memegang dagu Nia untuk menatapnya,
mata Biru Arya sangat indah dimata siapapun termasuk dimata Nia yang memiliki bola mata hitam (Normal).
__ADS_1
Nia melihat takut ke arah Managernya yang melarangnya makan siang, Arya menatap ke arah pandangan Nia.
"kenapa dia? dia melarangmu makan? ". tanya Arya dengan serius.
Manager itu menundukkan kepalanya dengan tangan gemetaran, pelipisnya berkeringat dingin bajunya mulai basah karna takut Nia mengadukannya pada Arya.
"tidak..! hanya saja aku mau minta izin sama Manager aku Tuan!". elak Nia.
"oh.. tidak perlu izinnya tanya saja pada pemiliknya langsung". Arya melirik lelaki Tua tak jauh darinya
"silahkan Nona..! silahkan !". jawab Pria Tua yang merupakan pemilik Restaurant.
"bagaimana? ". tanya Arya kembali memegang dagu Nia dengan jari telunjuknya.
Nia mengangguk patuh tanpa menolak sebab ia memang sangat kelaparan, Nia dihukum oleh Managernya karna melakukan kesalahan tidak sengaja memecahkan gelas mahal milik Restaurant ini.
"bagus..! aku suka sekali melihat kepatuhanmu kelinciku..! ". senyum tipis Arya menepuk-nepuk pelan kepala Nia lalu mengelusnya membuat yang melihat hal itu makin gelisah karna mereka merasa telah menyinggung orang yang salah (Nia).
.
Nia di layani oleh Manager Restaurant di sofa kelas VVIP sedangkan Arya berbicara dengan Kliennya, Arya sengaja memerintahkan Manager itu melayani Nia.
Arya bukan Pria bodoh tidak mengerti arti tatapan Nia yang jelas sangat ketakutan menatap Pria itu, bisa Arya tebak Nia sedang dihukum oleh Pria itu karna Arya tau Nia adalah gadis yang sangat penurut walau kadang penakut.
"p.. pak Manager..! s.. saya? ". Nia ketakutan sendiri saat atasannya kini sedang melayaninya layaknya pelayan Restaurant.
Nia tersenyum kikuk lalu melihat ke arah Arya yang tengah serius berbicara dengan Kliennya, Nia tentu kagum pada sosok Pria seperti Arya.
"dia sangat baik tidak seperti Tuan Brayen, dibanding Tuan Brayen, Tuan Arya adalah yang terbaik dari yang terbaik sedangkan Tuan Brayen adalah yang terburuk dari yang terburuk". batin Nia
Nia memperhatikan Arya yang minum, Nia memperhatikan bibir Arya turun ke jakun Arya, hanya gadis bodoh yang tak normal tidak suka seorang Pria seperti Arya.
Arya melirik ke arah Nia yang sontak saja Nia memutar kepalanya, sudut bibir Arya terangkat.
"apa dia kekasihmu Tuan? ". tanya Klien penting Arya dengan bahasa Rusia.
"Peliharaanku". jawab Arya sambil tersenyum tipis menatap ke arah rekannya dalam bahasa Rusia.
"hewan? dia manusia ". sahut Klien Arya
Arya pun menatap Kliennya layaknya teman, mereka tertawa bersama karna pembicaraan mereka mulai keluar dari masalah pekerjaan.
Nia yang memang kelaparan makan dengan sangat lahap, cara makan Nia yang sangat mirip Kelinci tentu sangat menggemaskan itu sebabnya Arya menyebut Nia adalah Peliharaannya.
.
__ADS_1
.
" Terimakasih Tuan! ". ucap Nia dengan tulus tapi menatap ke bawah.
Arya menghela nafas panjang lalu mendekatkan wajahnya di leher Nia hingga Nia menatap ke arah Arya dengan tatapan kaget.
"sebenarnya kau memakai parfum apa Cha? kenapa bisa wangi begini? ". tanya Arya.
"h. hanya memakai sabun mandi anak bayi tuan". jawab Nia gugup.
"sabun baby? ". tanya Arya dibalas anggukan oleh Nia
"dimana belinya? ". tanya Arya yang memang suka aroma lembut di tubuh Nia.
"di.. di.. hmm.. ". Nia melangkah mundur karna merasa gugup di dekati oleh pria gagah yang seperti Arya.
"ayo ikut..! ". ajak Arya menarik tangan Nia
"T. tuan..?? saya masih bekerja". protes Nia
"aku minta izin meminjamnya, kalian jangan memecat atau memotong gajinya mengerti..! ". kata Arya
"mengerti Tuan muda".
Nia tak bisa berkata-kata lagi saat Arya membawanya pergi saat keluar Arya bertemu dengan adiknya.
"abang? ". Alya menyapa Arya yang kebetulan ada di tempat yang sama.
"Dek..! kamu ngapain disini? ". tanya Arya
"kakak ipar? ". pekik Alya merangkul lengan Nia dengan manja
pucat pasi,, semua yang mendengar Nia dipanggil Kakak Ipar makin ketakutan.
"dek..! jangan membuatnya pingsan! ". peringatan Arya
"biarin kan ada abang". dengus Arya menjulurkan lidahnya ke Arya malah beralih menatap Nia.
"dia sangat berat apalagi habis makan tadi". jawab Arya
"percuma abang punya badan yang bagus". ejek Alya dengan imutnya.
Nia yang gugup saat ini sebab yang berada dibelakangnya pasti salah faham karna Alya memanggilnya Kakak Ipar.
.
__ADS_1
.
.