Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
lebih berhati-hati


__ADS_3

.


.


selama beberapa hari Raya selalu mendapatkan bunga yang sama tapi ia tidak mengambilnya karna tau pengirimnya sama.


Dita masih dirawat namun bukan di Rumah Sakit di mansion masih dalam pengawasan dokter pribadi Raka.


hari ini Raka dan Raya pergi bersama menuju Rumah pemilik hotel CerLyx, sebenarnya Raka tidak mau membawa Raya tapi Raka tidak bisa membantah jika Raya sudah bilang ingin ikut.


"jangan mengatakan apapun pada pria itu nantinya sayang, dia pria tua yang gila sama wanita dan uang". peringatan Raka


Raya tersenyum dan mengangguk patuh.


Raka keluar dari mobilnya dan berlari kecil membukakan sisi pintu mobilnya yang lain dan tangannya melindungi kepala Raya yang hendak keluar menjaga nya supaya tidak terluka.


Raka merangkul pinggang Raya membawanya masuk, Raya memperhatikan sekitar terlihat tidak berbahaya sama sekali tapi mereka harus tetap waspada supaya siap menghadapi masalah.


"Tuan Han..! Tuan muda CEO New R Group telah tiba bersama istrinya Nona muda Melviano". kata sekretarisnya Han mengetuk pintu ruangan Han.


"tuan? ". sapa pengawal Han


mereka mendengar suara teriakan pilu dari dalam ruangan, Raka dan Raya saling pandang.


"cepat bukaaa...! ". teriak Sekretarisnya Han yang terkenal dengan panggilan Bibi


"sepertinya tuan kalian dalam bahaya, cepat buka". Raka berkata


"tuan.. pintunya di kunci". teriak pengawal Bibi ketakutan.


"dasar bodoh..! cepat cari kuncinya! ". amuk Bibi


Bibi menggedor-gedor ruangan Han, Raya mengedarkan pandangannya melihat sekeliling.


"banyak CCTV tapi kenapa mereka bisa kecolongan? ". gumam Raya merasa heran.


Raka berbisik, "orang licik akan masuk dengan cara licik juga, aku yakin pasti ada pintu lain diruangan itu".


"pintu lain maksudnya? ". tanya Raya juga berbisik.


"pintu balkon". jawab Raka berbisik.


Raya menaikkan sebelah alisnya, "berarti dia juga ditargetkan?".


Raka tampak berpikir, "berarti kita tidak bisa mewawancarainya! ".

__ADS_1


"ha? tidaaakkk! ". Raya


alhasil Raka mencari besi apapun supaya bisa merusak pintu Ruangan itu hingga gagangnya terlepas.


semua orang bergerumunan masuk, Raya di lindungi oleh Raka saat mencoba masuk di terobos juga oleh bawahan Han.


"Tuaannn? ". Teriak Bibi berlari ke arah Han yang sudah terkapar dengan darah bercecer dimana-mana, dan dada terluka, banyak tusukan dimana-mana.


Raya terhuyung saat ada seorang wanita paruh baya menerobos masuk dan berteriak memanggil Han, Raka dengan cepat menangkap tubuh Raya namun Raka juga di senggol oleh pengawal Han yang lain hingga tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya.


Raka dengan cepat membalik tubuhnya seperti biasa hingga punggungnya yang terkena lantai dan Raya mendarat empuk di atas tubuh suaminya.


"sayang? kamu tidak apa-apa? ". tanya Raka memegang pipi Raya.


Raya mengangguk, "saksi kita mati bang..! bagaimana ini? ". bisik Raya


Raka memutar kepalanya ke arah orang-orang Han yang berteriak memanggil Ambulance dan mencoba menolong Han sebisanya.


Raya juga memutar kepalanya ke arah mereka, Raka membalik tubuhnya secara hati-hati supaya Raya tetap baik-baik saja lalu membantu Raya berdiri.


kali ini Raka melindungi Raya dengan berjaga di depan Raya, sebenarnya Raya tidak akan terluka tapi Raya sedang hamil muda jadi janinnya sangat rawan keguguran, Raka tidak mau kehilangan bayinya dan juga tidak mau Raya terluka.


"Han.. tidaaaak.. Han.. jangan tinggalkan akuu! ". teriak istri pertama Han


istri kedua, ketiga, keempat terlihat prihatin saja tidak sedih sama sekali sebab mereka tidak pernah mencintai Han hanya hartanya saja, jika Han meninggal maka harta warisan akan jatuh pada istri-istri sah nya, mereka akan bebas dari pria tua bangka itu.


bunyi ambulance tiba, semua orang tidak ada yang memperdulikan Raka dan Raya walaupun mereka tau Raka dan Raya sangat berkuasa tapi tuan mereka terluka parah tiba-tiba dan keadaannya sangat tragis tentu mereka panik dan melupakan semuanya.


Raka membalik tubuhnya dan memegang kedua bahu Raya menatap sang istri dengan lembut.


"tunggu sebentar sayang..! aku akan periksa keadaan". pinta Raka dibalas anggukan oleh Raya.


Raka melewati istri kedua, ketiga dan keempat yang terpaku dengan ketampanan Raka, Raya menatap datar mereka semua.


"sepertinya mereka harus di peringatkan". gumam Raya melangkahkan kakinya ke ketiga wanita yang terpesona dengan ketampanan Raka.


"hei..! kalian tidak lihat suami kalian tadi sedang berada diambang kematian? sana temani dia istri kedua, ketiga dan keempat". Raya berdiri tegak di depan mereka bertiga menyindir ketiga wanita yang haus harta itu hingga rela menikah dengan pria tua bangka seperti Han.


sontak saja ketiga wanita itu kelabakan, bagaimanapun tertariknya mereka pada Raka mana bisa dibandingkan dengan sosok dewi seperti Raya.


"sana pergi...! ". usir Raya dengan nada membentak


"bba. baik Nona". jawab ketiga istri Han langsung berlari dengan suara heels yang membuat Raya berdecak kesal.


"aku ingin pakai heels tapi suamiku tidak mengizinkan". gerutu Raya mengelus perut datarnya.

__ADS_1


Raya memperhatikan Raka yang tampak serius mencari jejak pelaku yang membunuh Han.


"sayang? kemarilah! ". pinta Raka di balkon


Raya berjalan cepat ke arah Raka, ia tidak mau berlari sebab itu sama saja mencari masalah dengan suaminya yang sangat posesif juga begitu menjaganya.


"lihat ini! ". Raka menunjuk bercak tangan yang penuh darah di besi balkon.


Raya memperhatikan itu, "aku rasa pelakunya memakai sarung tangan bang".


"hmm.. tapi aku yakin pelakunya orang yang sama, ini hanya kaki tangan saja". Raka


Raya menghela nafas panjang, "apa musuhmu ini tidak mau abang tau tentangnya? ". tebak Raya


Raka menghela nafas panjang, "itu sudah pasti sayang tapi akan semakin sulit bagiku mencari tau siapa yang berani bermain petak umpet denganku".


Raya menarik lengan Raka dan membawanya masuk kembali ke ruangan Han tadi, "lebih baik kita pergi dari sini".


Raka mengangguk sambil merangkul pinggang Raya seperti biasa.


.


Raka dan Raya duduk di cafe minuman, mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing.


berita meninggalnya Han seorang pemilik Hotel CerLyx pun muncul di berita TV, mereka banyak yang mengatakan Han banyak musuh hingga hotelnya hancur dalam semalam lalu di bunuh tragis di kediamannya sendiri.


tidak ada yang tau bagaimana fakta kematian Han di dalam Ruangan kerja nya itu.


"abang? ". Raya menggenggam tangan Raka.


tangan Raka yang lain membalas dengan menggenggam tangan Raya, "aku tidak apa-apa sayang..! aku tau semua ini hanya taktik murahan supaya aku tidak mengetahui identitasnya".


Raya menghela nafas panjang, "bahkan aku juga tidak tau pelakunya, Nola dan Alvan juga sedang berusaha membantu kita lewat banyaknya CCTV di negara kita, tapi butuh waktu".


Raka mengangguk, "aku tau mereka sedang bekerja keras membantuku".


"semua hal baik maupun buruk akan berlalu abang, sampai saat itu tiba aku mau abang persiapkan diri menghadapi pria pengecut ini". Raya berkata dengan serius.


Raka menatap lekat Raya lalu mencium telapak tangan Raya, "aku sekuat ini karna ada kamu disisiku sayang".


Raya tersenyum lembut mengelus rahang kokoh Raka.


mereka tau pelakunya sangat berkuasa dan kuat tapi Raka tidak pernah takut.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2