Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
mencari


__ADS_3

.


Raya berada di ruangannya tengah menatap lurus kedepan sambil memainkan pulpen emasnya.


"hmm? apa yang sedang mereka bicarakan ya? ". gumam Raya sungguh penasaran pembicaraan Raka dan Dita.


mencari CCTV pun percuma sebab Dita tau area yang tidak terekam CCTV di mansion Melviano, hal itu makin membuat Raya curiga.


tok.. tok.. tok..


Raya tersentak dari lamunannya dan berubah datar seketika.


"Nona dapat undangan menghadiri acara fashionshow di hotel FX". kata Dita memberikan undangan cantik pada Raya.


Raya menghela nafas panjang, "kenapa aku diundang? ".


"kata pemilik busananya anda sangat Fashion Nona, dan anda pantas melihat busana yang mereka hadirkan di acara itu nantinya". Dita


"hmm? aku merasa biasa saja dengan pakaianku, apa pakaian mereka terbuka? aku tidak suka pakaian terbuka walaupun aku tidak sepenuhnya seperti Kalila tapi berpakaian tertutup sudah kebiasaanku sejak kecil, aku tidak mau datang". tolak Raya


"pakaian mereka sopan Nona..! mereka tau semua model pakaian Keluarga Melviano yang berjilbab". jelas Dita


Raya menatap datar undangan itu, "jadi aku harus datang? ".


"tidak ada salahnya nona hadir hanya untuk sekedar bersenang-senang saja". jawab Dita


Raya pun membuka undangan cantik itu dan membaca isinya, "mereka sudah membuatkan undangan khusus untukku rupanya". gumam Raya.


Raya tampak berpikir lalu memejamkan matanya mengetuk-ngetuk meja.


"apa cuma perasaanku aja?". batin Raya


Raya menggeleng pelan kepalanya, sejak bahaya terus mengikutinya membuat Raya selalu berpikiran buruk jika mendatangi suatu tempat. Raya tidak takut hal itu, hanya saja ia tentu harus tetap waspada dimana pun ia berada, Raya tidak mau kecolongan karna dirinya benci di kalahkan.


"bagaimana Nona? apa perlu saya bantu tolakkan? ". tanya Dita


"tidak usah..! aku akan hadir! kita lihat apa lagi bahaya yang mengintaiku nanti, kali ini kau harus hati-hati Dita. kalau kau mau melindungiku maka lindungi dirimu sendiri terlebih dahulu".


Dita mengerutkan keningnya, "apa akan ada bahaya di sana Nona? kalau begitu tidak usah datang Nona".


Raya tersenyum miring, "kita cari tau dalang yang sebenarnya, aku merasa Rivalku saat ini wanita".


"bagaimana Nona bisa tau? ". tanya Dita

__ADS_1


"bukankah sudah jelas trik nya? seolah pelaku hanya ingin melukai tubuhku saja bukan niat membunuh atau apapun". jelas Raya


Dita makin tidak mengerti, "maksud Nona bagaimana? "


"ck...! kenapa otakmu dangkal sekali..! coba pikirkan apa saja yang menimpaku akhir-akhir ini, nyawaku apa dalam bahaya? hanya melukai saja bahkan Raka terluka di lengan, kepala karna menolongku. jika aku yang berada di posisi Raka hal itu tidak akan membunuhku, kau mengerti kan maksudku? ". Raya menjelaskan panjang lebar.


ingatan Dita berputar-putar seketika apa saja yang terjadi dengan Raya akhir-akhir ini, sebelumnya Robert memang ingin melukai Raya tapi berniat jadi pahlawan namun terbalik selalu Raka yang ada bersama Raya atau Dita hingga rencana Robert selalu gagal.


"itu sebabnya Nona diam saja? ". tebak Dita


"baru sadar? ". senyum tipis Raya menangkup kedua pipinya sendiri menatap manik mata Dita yang terpaku.


"maafkan saya yang bodoh ini Nona". ucap Dita


Raya memutar bola matanya dengan jengah, "aku bosan kata-kata itu".


"saya akan perbaiki kedepannya Nona". ujar Dita serius.


"sudahlah..! cepat selesaikan pekerjaanmu terus kita pulang". usir Raya


Dita menunduk sopan lalu pergi dari ruangan Raya. Raya memejamkan matanya kembali.


"wanita? siapa kira-kira? apa aku punya salah padanya?". gumam Raya


hampir satu jam Raya berpikir mengenai wanita yang menjadi dalang kejadiannya akhir-akhir ini hingga akhirnya Raya menemukan jawaban.


"Nona? ". panggil Dita berlari kecil mengikuti Raya.


Raya pakai Heels tapi langkahnya benar-benar cepat seolah sudah biasa dengan heels itu bahkan karyawan MattGroup melihat Raya lewat bersama Dita sampai kagum dengan pesona Raya.


Raya yang terburu-buru pun masih terlihat menawan dimata mereka, tak pernah luput dari buah bibir mereka semua betapa bangganya mereka menceritakan sosok Raya.


"Nona biar saya yang nyetir !". bantah Dita menahan pintu masuk mobil Raya saat ini.


"ck.. minggir..! mau cepat masuk kalau tidak aku tinggal, jangan di belakang harus disampingku aku bukan supirmu". ancam Raya


Dita pun segera berlari ke pintu kemudi dan masuk tanpa pikir panjang lagi, mana mau Dita di tinggal Raya yang ada dirinya akan dalam masalah membiarkan Raya pergi sendiri.


"cepat Dita..! ". desak Raya memasang seatbeltnya.


Dita pun dengan cepat memasang pengamannya dan Dita terpekik saat tubuhnya terhuyung dengan mata membelalak akan kecepatan mobil Raya saat ini.


"Nona? ". panggil Dita dengan bibir bergetar.

__ADS_1


"ssst... diam jangan berisik". ancam Raya tanpa menoleh.


Dita mencari pengaman untuk ia genggam karna dirinya sangat takut saat ini, bagaimana bisa Raya membawa mobil seperti orang kesetanan mendahului mobil sesuka hati bahkan ada lawan pun tetap di bantai hingga Dita berdoa dalam hati meminta ampun pada yang maha kuasa atas segala dosa-dosanya.


Dita memejamkan mata karna ketakutan namun matanya terbuka seketika saat kecepatan Raya telah berkurang drastis.


"Aehh? Nona? ini mansion Master kan? ". tanya Dita polos.


"hmm". jawab Raya


Dita menjatuhkan rahangnya seketika melihat ke arah Raya, "dari tadi kecepatan mobil Nona seperti orang kesetanan hanya mau pergi ke sini? ya Tuhanku..! apa yang terjadi dengan diri Nona? apa Nona sedang mencoba balas dendam padaku? ". batin Dita


Raya berlari keluar dari mobilnya seolah rumah sendiri saja, ia mengabaikan lirikan dan tatapan para pelayan dan penjaga mansion. mereka semua harus bersikap biasa saja kalau Raya datang ke mansion ini kalau tidak Raka akan marah karna Raya juga tidak suka.


"Raka...? ". teriak Raya menggema


"Nona? ". Bi Asih berlari ke arah Raya.


"dimana Raka bi? ". tanya Raya serius.


"tuan master sedang di dermaga Nona, sepertinya sedang menjemput hal penting". jawab Bi Asih.


Raya berdecak kesal, "giliran dicari aja ngilang giliran nggak dicari aja nongol dimana-mana". gerutu Raya


"ada apa Nona? kenapa Nona tidak menghubungi tuan saja? ". tanya bi Asih.


"issh... bicara nya harus tatap muka bi". Raya pun hendak berlari keluar mansion tapi diteriaki oleh Bi Asih pun membuatnya berhenti ditempat.


"Nona makan dulu ya? saya buat dessert Tiramisu kesukaan Nona".


Raya menoleh ke bi Asih dan mengangguk kembali ke bi Asih yang tanpa ragu merangkul Raya seperti anak sendiri.


"Nona tidak mau makan disini? ". tanya Bi Asih


"tidak bisa Bi.. kapan-kapan aja ya Bi? Aku pulang aja bi, terimakasih bi! mami pasti suka sekali ini".


"nyonya besar menyukai Tiramisu Nona? ". tanya Bi Asih.


"iya bi..! sangat suka..! bye bi".


"bye Nona, hati-hati Nona". Bi Asih hanya mampu geleng-geleng kepala saja akan kelakuan Nona nya makin lama makin unik dan menggemaskan saja.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2