Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
kedatangan


__ADS_3

.


.


sejak saat itu Robert tak lagi mengingat dendamnya dengan Raka atau Pria misterius yang membuatnya sampai menjadi tersangka utama ledakan bom hotel CerLyx.


Robert fokus pada pengobatan Tiani, ia pergi Jerman untuk mengobati sang putri kecilnya sampai benar-benar sembuh total.


Yeri harus menerima situasinya yang sudah memberikan Tiani pada Robert, diam-diam Yeri juga tau kalau Robert sudah berada di Bandara.


"Robert..! ". panggil Yeri.


Robert menoleh ke Yeri sambil menggendong Tiani yang benar-benar manja padanya.


"Mama? ". Tiani tersenyum lebar melihat Yeri walau wajahnya masih pucat.


"mau peluk mama sayang? ". tanya Robert.


Tiani mengangguk lalu Robert menurunkan Tiani yang langsung berjalan ke arah Yeri, ia memeluk Yeri yang menangis membalas pelukan Tiani dengan erat.


"kamu harus kembali dalam keadaan sehat sayang! ". pinta Yeri.


"baik mama..! Tia akan cembuh kalna ada Papa". jawab Tiani dengan senang.


entah mengapa Robert tak lagi egois, saat ini ia tau kalau Yeri pasti mengkhawatirkan anaknya, 4 tahun membesarkan Tiani mustahil bagi seorang Ibu tidak mencintai darah dagingnya sendiri.


Robert bahkan untuk pertama kalinya ia merasa uangnya sangat berarti karna bisa menyembuhkan Tiani nanti selama di Jerman, Robert berjanji pada diri sendiri untuk membalas semua rasa penyesalannya dengan membesarkan Tiani sampai tumbuh menjadi gadis sehat yang berpendidikan.


.


Yeri melambai pada Tiani yang terlihat bahagia bersama Robert, sungguh hatinya Yeri pedih sekali mengingat masa-masa Tiani yang tidak bisa dibawa jalan-jalan olehnya atau sang suami.


Tiani selalu di rumah dan di rumah saja, Yeri tidak bisa melawan kehendak suaminya yang benar-benar tak suka dengan kehadiran Tiani, jadi saat Tiani dibawa pergi oleh Robert keluar rumah membuat putri kecil itu bahagia sekali.


.


.


di tempat lain.


Raka membuat sup kepiting untuk Raya.


Raka berusaha memasak semampunya dengan bermodal resep Online, Raka bisa memasak tapi namanya masak bubur kepiting sungguh Raka tidak pernah membuatnya.


"abang..? udah apa belum? ". desak Raya


"iya sayang..! ini sudah masak". Raka mengambil mangkuk dan memindahkan bubur panas itu dengan hati-hati.


Raka membubuhi bubur itu dengan daun bawang juga bumbu kari, entah bagaimana rasanya tapi Raya sangat antusias ingin makan masakan Raka.

__ADS_1


"silahkan Nyonya ku! ". Raka tersenyum lebar meletakkan mangkuk berisi bubur buatannya


Raya bertepuk tangan senang mengambil sendok dan menyendok bubur itu hendak dimasukkan ke mulutnya tapi Raka mencegahnya hingga raut wajah Raya berubah muram.


"abang..! ". rengek Raya


"di tiup sayang..! masih sangat panas". peringatan Raka


"aah.. iya.. aku sangat tidak sabar hingga lupa meniup". cengir Raya


Raka tersenyum lalu melepaskan cekalan tangannya.


Raya meniup buburnya sampai pipinya menggembung sempurna dengan mata berbinarnya itu yang tidak sabar, sesekali matanya terpejam meniup bubur itu dengan sekuat tenaga.


Raka tertawa gemas melihat kelakuan Raya yang benar-benar berbeda dari sikap aslinya, mengandung bayi membuat tingkah istrinya pun seperti anak-anak.


.


.


Raka menatap paketan misterius yang baru saja tiba di Mansionnya.


Kini Raka berdiri cukup jauh dari mansionnya, Raka tidak ingin paket itu ada di dalam mansionnya, Raka hanya takut isinya bom waktu dan itu akan membahayakan Raya.


Raka membuka isinya dengan serius lalu kedua satpam ternganga melihat isinya hanya sebuah bunga dan sebuah surat dengan tinta darah.


"bersiaplah aku akan mengantarmu ke lubang neraka anak macan! ". memo misterius itu.


Raka menautkan alisnya mendengar suara klakson mobil, Raka berjalan tenang ke arah gerbang pintu mansionnya dan menatap mobil hitam itu dengan datar.


seorang wanita berpakaian serba hitam, masker, juga topi hitam keluar dari mobil.


"siapa anda? ". tanya Raka dengan dingin


tak lama kemudian pria lain juga turun dari mobil yang sama juga berpakaian serba hitam dan tertutup.


"kami ingin bicara denganmu". ucap seorang pria itu begitu tegas.


Raka berdecak, ia berbalik hendak meninggalkan kedua orang aneh itu.


"Nak..! ini mama".


ucapan wanita itu yang terdengar dengan suara gemetar membuat Raka menoleh lagi ke wanita itu.


"ini Mama nak". ucap Almira lagi membuka maskernya hingga Raka bisa melihat wajah Almira yang sama seperti foto yang pernah di tunjukkan Alvan.


Raka membeku, ia merasa detak jantungnya terhenti saat ini, aliran darahnya seperti ikut membeku melihat wajah wanita yang ia ketahui adalah ibu kandungnya baru-baru ini.


Raka menoleh ke pria disamping Almira.

__ADS_1


"Papa nak". ucap Pria itu.


Deg..!!


"Papa? ". beo Raka kembali mematung tak percaya.


"silahkan masuk Ma.. Pa.. ! ". Raya lah yang membukakan gerbang Mansion Mahawira.


Almira dan Zain saling pandang tapi menuruti juga perkataan Raya, batin mereka bertanya-tanya siapa wanita yang sangat cantik memanggil mereka sebutan Papa dan Mama.


.


.


"kenalkan nama saya ShiRaya Mahardika Melviano Ma.. Pa.. Saya istri Abang Raka Mahawira, kami menikah sudah hampir 6 bulan, saat ini Raya sedang mengandung". Raya mengenalkan diri terlebih dahulu sambil merangkul lengan Raka yang mematung di sofa.


"istri? ". beo sepasang suami istri itu.


sebelumnya mereka cukup kesulitan mencari alamat mansion Raka tapi karna Raka sangat terkenal jadi saat di tanya-tanya pada orang lewat akhirnya sampai juga ke mansion Raka, tapi sungguh mereka benar-benar tidak tau putra mereka sudah menikah.


berpuluh tahun tidak bertemu dengan anaknya ternyata anak mereka akan menjadi seorang ayah dan mereka memiliki cucu.


"iya Pa.. Ma.. apa Papa sama Mama tidak lihat berita Indonesia? kami pasangan terkenal". jawab Raya sambil tersenyum


"aah.. maaf Menantu..! sa. eh.. Mama terlalu sibuk melatih tubuh mama supaya bisa bergerak lagi, saat sudah bisa berjalan normal langsung kesini tanpa tau Mama sudah bermenantu bahkan sebentar lagi punya cucu". Almira berkata dengan kikuk


Raka masih diam dan Zain menatap penampilan Raka yang memang mirip dengan Almira, hanya tinggi badannya saja yang mengikuti Zain sedangkan wajah putranya itu mirip Almira.


Raya lah yang sudah akrab dengan kedua orangtua Raka sementara Raka hanya diam tanpa ikut bicara, ia tidak tau harus berkata apa, ingin marah tapi tau kedua orangtuanya juga sama menderitanya.


Raka berada di situasi yang membingungkan untuk bertanya-tanya pun belum bisa, Raka tipe orang yang sulit dekat dengan orang asing, Raka sudah lama tidak pernah bertemu dengan kedua orangtua kandungnya, jadi jangan heran jika ia kaku dan tak pandai bicara.


"sebenarnya siapa Ayah Abang Raka selama ini Ma? kenapa Ayah Smith bukan Ayah kandung abang Raka? lalu siapa dia? kenapa dia rela mempertaruhkan nyawanya demi melindungi abang Raka? ". tanya Raya


Raka sesekali melirik Raya dan Almira, itu sebagian dari pertanyaannya jadi ia juga penasaran jawaban Almira.


"Smith itu adik angkat Mama". jawab Almira berkaca-kaca.


Raya melihat ke arah Raka yang terciduk olehnya, Raka melihat arah lain seperti tidak mau ketahuan padahal sudah ketahuan oleh Raya.


Raya beralih ke Almira dan mendengarkan cerita Almira yang sebenarnya hingga keluarga mereka harus berpecah belah.


.


.


.


selamat beraktifitas...!!

__ADS_1


.


.


__ADS_2