Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 34_ berkumpul


__ADS_3

.


.


Nia di periksa dengan baik oleh dokter dan Para suster, tidak ada yang berani bersuara diantara mereka semua.


Arya duduk di hadapan Nia menatap Nia dengan serius, "kenapa? ".


Nia menggeleng kepalanya pelan sambil melihat situasinya yang sangat sunyi padahal banyak manusia disini.


"sudah tuan..! kami sudah membalut luka Nona..?".


"Nia". jawab Nia yang tau Dokter itu tidak tau namanya.


"kami sudah membalut luka Nona Nia dengan baik Tuan". Dokter berkata dengan sopan.


"hnm..?". Arya mengangkat tangannya seolah menyuruh mereka pergi.


"Tunggu dokter..! ". pekik Nia


"ada yang bisa saya bantu Nona? ". tanya Dokter dengan sopan.


"tadi Papa saya bangun katanya kepalanya masih sakit". Nia berkata sambil mencicit pelan karna ia merasa takut ada Arya di sini bersamanya.


"itu artinya Operasinya berhasil Nona, kami akan periksa lebih lanjut! ". dokter menunduk sopan pada Nia dan Arya lalu meminta suster membantunya memeriksa Bio.


Wendy berlari kecil ke arah Bio, Brayen hanya bisa terdiam tanpa berani bergerak sedangkan Tia makin iri saja terhadap Nia.


apa yang Nia miliki saat ini membuat Tia iri 1000 kali lipat dari saat Nia memiliki Brayen, Arya sangat sulit di dekati apalagi di miliki.


jujur Tia takut ancaman Arya tapi ia yakin dengan membujuk Nia apapun akan Arya lakukan, Tia yakin Arya akan menuruti apapun yang Nia katakan karna Nia terluka saja Arya begitu merawatnya bahkan memanggil dokter hanya untuk memeriksa pergelangan tangan Nia.


"bagaimana caraku bisa masuk ke Apartemen Nia? gadis ini benar-benar makin besar kepala karna memiliki Tuan Arya". batin Tia tak bisa berkata-kata lagi.


Arya menepuk sofa disampingnya, Nia melihat kode Arya tentu ia mengerti dengan sangat patuh Nia berdiri dan berjalan ke arah Arya lalu duduk disamping Arya.


Arya memegang pergelangan tangan Nia yang di perban, "apa masih sakit? apa saja yang mereka lakukan? kenapa wanita iblis itu menjambakmu? ". tanya Arya dengan lembut.


"Tuan..? dia juga menjambak saya..! Nia berkata anda adalah miliknya dan tidak boleh ada perempuan manapun mendekati anda". Tia berani bersuara


"aku tidak bertanya padamu jadi kau diam! ". Arya berkata dengan dingin sambil menyibakkan rambut Nia ke balik daun telinganya.


Tia makin dibuat mati kutu, Brayen yang merasa hatinya terbakar memilih pergi dari Ruangan itu tanpa berbicara apa-apa.


para suster saling melirik satu sama lain, mereka seolah memanjangkan telinga mereka masing-masing demi mendapatkan gosip yang menarik.


"ayo katakan..! ". pinta Arya dengan lembut ke Nia.

__ADS_1


"Kak Tia memaksa untuk tinggal di Apartemen Tuan, saya tidak mengizinkan karna Apartemen itu milik Tuan, saya tidak berani membawa orang lain". jelas Nia dengan kepala tertunduk.


"bagus..! aku memang tidak suka ada orang lain diantara kita". Arya tersenyum mengelus kepala Nia dan memuji kelincinya yang sangat terlihat lucu saat menceritakan kebenarannya.


"jadi keputusan saya benar Tuan? ". tanya Nia dengan polos.


"yah..! aku suka keputusanmu! lain kali katakan padaku apapun yang menimpamu, jangan membelanya lagi". Arya


Nia tersenyum


"berapa helai rambutmu rontok karnanya? aku akan balas". tanya Arya mengambil rambut Nia dan menggulungnya dengan jari telunjuknya.


"tidak perlu Tuan..!". Nia memegang tangan Arya


Arya melirik ke arah Tia yang tampak menahan amarah melihatnya begitu lembut memperlakukan Nia.


Arya menghela nafas, ia tau Nia sedang membela kakaknya yang berhati iblis itu.


"kalau begitu ikut aku bertemu Alya, dan Aisha.! keluargaku merindukanmu dan mereka ingin makan masakanmu". Arya


Nia tersenyum lebar seketika melupakan rasa sakit di kepala juga tangannya saat Arya memintanya untuk bertemu saudara perempuan Arya, mereka semua sangat baik pada Nia tentu Nia dengan senang hati bertemu dengan mereka semua.


Arya berdiri lalu mengulurkan tangannya, Nia terlihat bingung tapi menyambut tangan Arya.


"mau izin pada mamamu? ". tanya Arya


Nia mengangguk, mereka berdua berjalan menghampiri Wendy.


"Ma.. Nia ke Rumah Tuan Arya". izin Nia


Arya diam saja tanpa ikut campur


"iya nak..! jangan lupa makan yang teratur dan jangan sampai begadang lagi kamu butuh istirahat karna setiap malam sering bekerja". Wendy


.


.


sepeninggal Nia dan Arya para suster semakin ribut berbisik-bisik bahwa artikel yang membahas Nia bersama Brayen adalah bohong melainkan Nia itu miliknya Arya dan mereka bisa melihat Arya memperlakukan Nia begitu baik.


mereka semakin yakin saat Arya meminta Nia untuk menemui keluarga besarnya dan bilang keluarga Arya merindukan masakan Nia artinya Nia pernah bertemu keluarga Arya yang terhormat.


Tia menjerit frustasi di tempat.


Wendy tak bisa berkata-kata ia memilih fokus pada kesembuhan suaminya, jujur saja hatinya hancur sekali mengetahui kebenarannya bahwa Tia anak perempuan yang mereka bangga-banggakan ternyata adalah wujud monster yang sebenarnya, Wendy merasa malu sebagai seorang ibu dan Wendy yakin suaminya lebih merasa bersalah dan malu hingga berakhir di Rumah Sakit setelah mengetahui kebenarannya.


.

__ADS_1


"Kakak ipar...? ". Pekik Aisha dengan riang


Nia menyeringai lebar, Kalila dan Wulan menoleh, saudara perempuan Arya berlari ke arah Nia dan memeluk Nia, mereka tertawa bersama-sama malah mengabaikan Arya membawa Nia ke Kaira, Shindy, Rani dan Ella


Nia tersenyum malu melihat Nyonya besar Melviano yang sangat melegenda itu bisa memberikan Keturunan untuk Keluarga Melviano seperti sekarang.


"Ini Nia? ". tanya Kaira menangkup pipi Nia


"i. iya.. Nyonya". jawab Nia dengan gugup.


"Kok Nyonya sih? panggil Grandma dong". pinta Kaira dengan gemas.


Nia tersenyum kikuk hingga gigi kelincinya terlihat oleh Kaira, Rani dan Ella.


"Giginya manis sekali! ". gemas Rani mencubit pipi Nia


"pantas saja Anak nakal itu mengklaim dirimu miliknya, gigimu cantik seperti kelinci". Ella memuji keunikan Nia.


"sudah.. sudah jangan menggodanya lagi". Shindy merangkul Nia membawanya duduk.


Nia diperlakukan dengan sangat baik oleh keluarga Arya yang sangat banyak di Mansion Melviano, tak berapa lama Mayra, Kaisha, dan Lastri datang bersama-sama.


Lastri yang paling semangat mencari Nia miliknya Arya Melviano, mereka semua hampir sudah mengetahui wajah Nia hanya Lastri yang belum mengetahuinya.


Kaisha sudah tau dari cerita Alya bahkan Kaisha sudah melihat foto-foto Nia bersama Rhiana.


"kita makan besar..! masakan Kakak Ipar sangat enak..!". pekik Alya dengan heboh.


"yuhuuu...! makan masakan kakak ipar dong! Aisha mau coba". sahut Aisha


"makan enak". seru para lelaki Melviano tak kalah heboh.


Nia malu-malu saat semua keluarga Arya memintanya memasak untuk malam ini, betapa baiknya keluarga Arya mempercayai makan malam buatan tangannya.


"Aunty bantu..! ". Mayra


"grandma ikut! ". Kaira


"mau juga dong". sahut Shindy


"ayo..! " ajak Rani dan Ella bersamaan


anak-anak Kaisha dan Alice sedang bermain di Ruang khusus, Alice dan Satria sedang keluar membeli banyak perlengkapan makan besar malam ini.


Dapur Melviano begitu ramai, Nia melupakan kesepiannya, ia benar-benar begitu ceria saat berkumpul bersama keluarga Arya yang tidak memandang rendah dirinya hanya karna ia dari kalangan orang biasa.


.

__ADS_1


.


__ADS_2