
.
.
siang harinya.
Alya keluar bersama Ayu pergi ke Mal.
"Non? ". panggil Ayu
"hmm? ". sahut Alya menoleh ke Ayu
"sepertinya Nona memang berjodoh dengan Tuan Al". bisik Ayu
"hmm? ". Alya melihat arah tatapan Ayu
"kenapa dia nongkrong disana? ". gumam Alya penasaran.
Alya melebarkan matanya melihat ada wanita seksi mendekati Al, Al seolah acuh hanya menatap layar ponselnya.
"Al..! sudah lama kita tidak bertemu". ucap Wanita itu dengan lembut dan seksi.
Al melirik sejenak perempuan itu, "siapa kau? pergilah! aku tidak mood".
Wanita itu pun segera pergi dengan raut wajah kesal, semua wanita yang pernah tidur bersama Al sangat tau jika Al sedang badmood mereka bisa kena imbas kemarahan Al jadi Al mengusir mereka demi kebaikan mereka sendiri.
Alya tersenyum tipis melihat Al mengusir wanita itu, "dia sedikit berubah! ". gumam Alya dengan senyuman.
"Nona tidak cemburu? ". tanya Ayu
"cemburulah tapi mau bagaimana lagi? aku tidak mungkin menampar dan mencakar wanita itu didepannya kan? dia bisa besar kepala". jawab Alya dengan santai nya
Ayu mengangguk, "iya.. apa yang Nona katakan memang benar".
Al pun bertemu dengan Kliennya dan saling berjabat tangan, Alya jadi mengerti Al bertemu dengan Kliennya di tempat ini.
"ayo pergi..! ". ajak Alya
"Nona tidak menemuinya terlebih dahulu? ". tanya Ayu
"dia sedang bekerja atas dasar apa aku mendatanginya? dia bukan kekasihku". jawab Alya sambil melenggang pergi.
Ayu tersenyum sambil menggeleng kepala mengikuti Alya.
.
__ADS_1
setelah bertemu Kliennya Al pergi ke Toko emas, ia melihat-lihat cincin lamaran.
Al sebelumnya menganggap wanita hanya untuk bersenang-senang tanpa berniat menikahi mereka tapi semenjak bertemu dengan Alya si gadis baik-baik yang bisa membuat Al ingin sekali mempersuntingnya, menjadikan Alya satu-satunya wanita nya, miliknya dan tidak rela membiarkan Alya bersama Pria lain termasuk Veer.
"Tuan ini Cincin lamaran di Toko kami yang paling terbaik! cincin ini baru datang beberapa menit yang lalu, jika anda tidak membelinya maka akan diambil orang lain, desainnya terlihat sederhana tapi Cincin ini sangat mahal Tuan". jelas pelayan toko dengan profesional memperkenalkan cincin yang baru datang di toko mereka.
walau gugup berbicara dengan Pria tampan seperti Al tapi mereka harus berani demi penjualan di Toko mereka.
"coba lihat! ". pinta Al.
Al melihat cincin itu dengan seksama, ia benar-benar serius ingin menjalin Rumah Tangga dengan Alya tapi tidak tau bagaimana perasaan Alya padanya.
Al mencoba cincinnya di jari kelingkingnya tidak sampai dan itu membuatnya yakin Cincin itu sangat pas di jari manis Alya.
Al sangat mengenal perempuan dari segi apapun itu termasuk melihat sekali jemari Perempuan, Al sudah biasa membeli perhiasan untuk perempuan tapi kali ini niatnya berbeda yaitu untuk melamar sang gadis pujaan hati.
Al membeli cincin itu membuat para Pelayan senang sekali, dengan semangat salah satu dari mereka menggesek Blackcard Al.
Al menatap Cincin itu dengan serius, "Alya..! aku tidak mau berpacaran denganmu karna aku tau diriku bukan Pria baik-baik, tapi aku hanya ingin kamu jadi permaisuriku, wanitaku, cintaku, ibu dari anak-anakku". batin Al.
Al merasa jika berpacaran dengan Alya ia bisa saja lepas kendali, bagi Pria Ranj*ng sepertinya bohong jika Al tidak tertarik pada Alya tapi membelai kepala Alya adalah kebahagiaan terbesar bagi Al entah mengapa ia bisa begitu bahagia, itulah yang membuat Al berani mengambil keputusan untuk melamar Alya.
masa lalu? Al akan ceritakan semuanya pada Alya, Al tau Alya gadis yang cerdas dan pasti mengerti masalalunya yang membenci wanita
saat ini Al seperti terkena Karma, Al tergila-gila dengan pesona seorang Perempuan (Alya), hanya satu pemikiran Al saat bersama Alya yaitu menikahinya.
.
"Nona mau kemana beli sepatu? ". tanya Ayu
"aku mau ke Puncak!". jawab Alya dengan serius.
"untuk apa Nona? ". tanya Ayu penasaran
"bertanya lagi, aku ya mau bersenang-senanglah masa iya mau meditasi! ". gerutu Alya membuat Al tertawa tanpa mengeluarkan suara yang mendengar jawaban Alya
Al jadi tau Alya memang bukan gadis yang sangat menjaga imagenya, biasanya wanita diluar sana hanya tau cara menjaga image juga berpakaian serba mahal (Gaun) untuk memamerkan kekayaan juga bentuk tubuh, tidak seperti Alya yang berpakaian simpel pergi ke Mal dengan sepatu tinggi yang menambah kesan panjang Kaki Alya dan yang paling penting Alya berpakaian tertutup tidak memamerkan rambut dan tubuhnya.
"mau beli Ayu? aku belikan ayo pilih! ". pinta Alya
Al jadi memahami karakter Alya yang mana Ayu bukan dianggap bawahan oleh Alya melainkan seorang teman bahkan membelikan seorang pengawal sepatu mahal, mana ada Tuan sebaik Alya yang Al ketahui.
"dia sangat baik! ". batin Al
Al menarik nafas dalam-dalam lalu melangkahkan kakinya ke arah Alya yang tengah sibuk mencarikan sepatu untuk Ayu.
__ADS_1
"Alya? ". panggil Al
Ayu melihat ke arah Al sedangkan Alya terkejut sesaat dan bahu Alya yang bergetar karna kaget itu dilihat oleh Al betapa gemasnya Al dengan tingkah Alya yang sangat sepele itu.
"kau...? sedang apa disini? ". tanya Alya melihat sekeliling.
"aku bertemu Klien disini, kamu Alya? ". tanya Al balik.
"mau beli sepatulah, kan berdiri di toko sepatu masa iya mau jadi patung di toko ini". jawab Alya dengan kesal
Al terkekeh
"dasar aneh! ". gerutu Alya mengabaikan Al, Alya melanjutkan mencari sepatu untuk Ayu.
Al masih setia menemani Alya, tatapannya hanya tertuju pada Alya seorang dalam hatinya bertanya-tanya apakah benar ini karma atau Anugerah.
Al menganga lebar saat Alya memberikan semua belanjaannya pada Al, "kau cukup berguna anak muda! ". kata Alya berjinjit mengacak gemas rambut Al
Al berbinar seperti anak kecil melihat senyum manis Alya yang sangat cantik dimatanya, Alya berbalik merangkul lengan Ayu melanjutkan rencananya berbelanja.
Al jadi tukang pembawa barang untuk Alya, Al tidak marah sama sekali malah dengan senang hati membawa semuanya.
"huhh...! melelahkan Juga". Alya memilih duduk di kursi yang ada disampingnya.
Al menurunkan belanjaannya dan memegang kaki Alya, "pegal? mau aku pijat? ". tanya Al dengan lembut.
"apa kau bisa? jangan sampai sarafku bergeser karna mu! ". Alya memicing tidak percaya tangan yang bisa membawa semua belanjaannya itu pastI Alya tebak tidak mungkin bisa melembut memijat kakinya.
diluar dugaan Alya ternyata Al bisa memijitnya bahkan sentuhan Al sangat lembut bagi Alya.
"tangan kokohmu bisa melembut juga ya? ". sindir Alya sambil tersenyum kecil melihat kakinya yang kini sudah jauh lebih baik.
Ayu hanya diam disamping Alya, ia tadinya mau memijit Alya tapi sudah didahului Al.
"bukankah aku suami idaman? ". ucap Al dengan santainya.
Alya membulatkan matanya, "suami idaman? kau bicara apa? ".
"Alya! ". panggil Al serius menatap manik mata biru Alya.
Alya juga bisa melihat bola mata Al yang terbilang unik namun bukan itu yang menjadi pusat perhatian Alya melainkan tatapan Al yang terbilang serius membuat jantung Alya berdegup kencang.
.
.
__ADS_1
.