Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
pesta ultah


__ADS_3

.


.


Satria masuk ke acara pesta ulang tahun teman kampus Alya.


"waaah...! ". heboh semua mahasiswi kegirangan melihat Satria dan Arya ada di acara sederhana itu.


"kakak..? ". binar Alice seperti anak kecil.


Alya terkekeh geli saja melihat betapa gembiranya Alice bertemu abangnya itu.


"kenapa? sana kejar!". ejek Alya


Alice menoleh ke Alya lalu mengedarkan pandangannya, "tidak mau..! lihat itu !".


Alya menoleh ke arah tunjuk Alice dimana Gerry tengah menatap lekat dirinya.


"huh..!" Alya menghela nafas saja.


"Kasssanova itu apa Alya? ". tanya Alice penasaran.


"dari mana kamu tau itu? ". tanya Alya serius.


"tadi mereka bilang andai saja Kak Satria seorang Kasssanova mereka akan dengan senang hati tidur bersama kak Satria". jawab Alice dengan polos.


Alya menepuk jidatnya, dirinya memang polos tapi lebih polos lagi Alice yang tidak tau perihal urusan orang dewasa.


"jangan bilang Cassanova pada siapapun..! kalau sampai abang dengar dia bisa marah besar". bisik Alya


"cassanova ya? kata itu tidak baikkah? ". tanya Alice


"iya". jawab Alya lalu menjelaskan makna Cassanova secara umum pada Alice.


"aah.. Pria kelima yang tulus mencintaimu adalah Pria Cassanova". ujar Alice tiba-tiba


"hah? bukannya katamu suka pacaran? ". tanya Alya


"dia suka pacaran tapi cuma 1 hari aja pasti Cassanova kan? dibawa tidur bersama". jawab Alice dengan polos tidak tau apa makna pria dan wanita dewasa tidur bersama.


Alya merasa pusing seketika, "masa pria yang mencintaiku seorang Cassanova sih? sementara aku tidak pernah bermain dengan pria". gerutu Alya


"hai..? ". sapa Gerry mendekat membawakan 1 jus berwarna merah.


"ah..ya..! ". sahut Alya dengan acuh


"kamu ingat aku? ". tanya Gerry menunjuk dirinya sendiri.


"siapa? ". tanya Alya pura-pura tidak ingat memperhatikan Gerry.


"kulit pisang? ". ucapnya memperagakan Gerry menangkap tubuh Alya hari itu.


"ooh.. kamu? ". Alya mengangguk seolah mengingat hari itu padahal ia tau siapa Gerry.


"mau dansa denganku? ". tanya Gerry

__ADS_1


"maaf..! aku tidak bisa". tolak Alya memagari diri dari Gerry.


"kenapa? apa kau tidak suka padaku? setidaknya berterimakasih saja atas pertolonganku saat itu". Gerry bersikukuh dengan pendiriannya mendapatkan Alya.


Alya tersenyum tipis namun terlihat sinis, "aku sudah punya kekasih".


"oh ya? mana?". tanya Gerry tersenyum miring.


Gerry tau Alya hanya menghindari dirinya saja, Gerry tau dari teman-teman kampus Alya yang mengatakan Alya sangat populer di berbagai departemen kampus tapi tidak ada satupun yang bisa memenangkan hati Alya.


"bukan urusan anda". ketus Alya


Alice menatap Gerry saja dengan tak suka, "apa bisa kau pergi saja? ". usir Alice


Gerry beralih ke Alice yang lumayan menarik juga.


"kalau begitu kamu yang menemaniku! ". Gerry beralih ke Alice.


Alice memeluk Alya dengan posesif, "aku tidak mau menemanimu..! ".


Alya memutar bola matanya dengan jengah lalu pergi dari sisi Gerry hingga pria itu mengepalkan tangannya menatap kedua gadis itu.


"sudah aku bilang..! gadis itu memang sulit didapatkan, kau tau kan? dia ada diatas langit tidak sama dengan kita". teman Gerry merangkul bahu Gerry dan berkata dengan serius meledek Gerry yang begitu percaya diri bisa berdansa dengan Alya.


"lepas..! ". Gerry menepis tangan temannya yang tertawa sambil angkat tangan.


"aku menyelamatkannya hari itu tapi dia tidak balas budi sama sekali". ucap Gerry dengan geram


"bukankah dia sudah berterimakasih? lalu apa maumu? ". ledek teman Gerry meremehkan.


"diam kau! ". Gerry menatap tajam temannya itu yang tak takut sama sekali hanya tertawa saja.


"kakak..! aku rindu". Alice yang polos langsung memeluk Satria hingga yang melihat nya terbengong dengan raut wajah bodoh.


Arya sudah biasa melihat Alice bertingkah manja dengan Satria begitu juga Alya, Alya menggeleng kepalanya.


"kenapa kau suka memelukku di depan umum? ". tanya Satria dengan suara seksinya.


"kenapa memangnya? kamu kakakku yang ku sayang". Alice kembali memeluk Satria lagi lebih erat.


Satria membelai kepala Alice hingga tamu yang ada di acara memekik seketika, mereka bertanya-tanya apa Keluarga Melviano punya anak angkat.


.


"aku dansa sama abang aja". Alya menarik lengan Arya ke panggung dansa.


"kenapa abang? abang juga mau berdansa dengan seorang gadis di kampus kita dek". gerutu Arya yang tak bisa mengelak adiknya menarik lengannya.


"nggak mau..! aku maunya sama abang aja lagian tidak ada gadis yang baik disini, abang tau sendirikan pergaulan bebas? mereka semua tidak ada yang gadis mungkin". Alya


Arya pasrah saja saat Alya kini meletakkan tangannya di pinggang Alya dan kedua tangan Alya melingkar di leher kokoh Arya.


.


Satria sesekali tersenyum saat berdansa dengan Alice yang suka berputar-putar, Satria tertegun seketika saat sanggul rambut Alice terlepas tapi gadis bermata hijau itu sama sekali tidak risih rambutnya lepas malah tetap ceria berputar-putar di depannya.

__ADS_1


hap..!


Alice tergelincir karna memakai heels tapi Satria dengan cepat menangkap pinggangnya.


"kau tidak apa? ". tanya Satria


Alice tersenyum lebar lalu berdiri tegak di depan Satria, Alice melihat sekeliling dimana orang sedang berdansa dengan gaya unik, tangan Alice langsung terangkat dan mengalungkannya di leher Satria.


"kakak? ".


Satria melihat tangan mulus Alice tengah melingkar indah di lehernya.


"apa? ". Satria membenarkan rambut Alice yang menutupi wajah Alice.


"eeh..? rambut aku lepas ya kak? ". Alice baru sadar rambutnya tergerai ia hendak melepaskan tangannya tapi Satria menahannya.


"biarkan saja! ". pinta Satria.


"kakak suka melihat rambutku?". tanya Alice dibalas anggukan oleh Satria.


"aku mau berputar kayak tadi". Alice berkata seperti anak kecil


Satria terkekeh kecil lalu merentangkan tangannya dan Alice kembali berputar-putar di depan Satria, betapa senangnya Alice seperti itu.


Alice memang polos tapi Alice tidak pernah meminta macam-macam pada Satria bahkan Satria merasa memiliki seorang anak saat ini, biasanya para wanita sengaja melempar diri ke Satria dengan berbagai macam cara tapi Satria terlihat acuh dan tidak peduli sebab tidak suka perempuan murahan, dan Alice berbeda


setiap kali Satria melihat mata Alice yang polos ingin sekali Satria melindungi gadis bermata hijau itu.


.


.


"kakak..? jangan minum itu..! ". teriak Alice ke arah Satria yang hendak minum air warna merah.


"kenapa? ". tanya Satria


Alice mengambil minuman itu dan meneguknya sampai habis hingga Satria keheranan sendiri.


"sial..! " umpat seorang wanita dibalik tirai langsung pergi meninggalkan tempat itu karna tau rencana nya gagal total.


"Alice? ". panggil Satria


"minuman itu dikasih sesuatu kak". kata Alice mulai sempoyongan.


Satria langsung menangkap tubuh Alice yang tidak bisa berdiri tegak.


"siapa yang berani melakukan ini hah? ". teriak Satria menggema hingga acara jadi senyap seketika.


aura dingin mencekik mereka satu persatu, Alice mulai bernyanyi dengan bahasa Rusia.


"Alice? ". panggil Satria menepuk-nepuk pipi Alice yang bernyanyi.


"abang..! sepertinya Alice mabuk". Alya berkata dengan khawatir.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2