Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 41_ mobil


__ADS_3

.


.


Nia tersentak kaget saat Arya sudah duduk disampingnya bahkan tengah memegang perutnya.


"jika kita berada di zaman kuno anda harus menikahi saya Tuan". batin Nia diam saja dengan perlakuan Arya.


"apa 2 hari lagi kau bisa mengikuti acara pernikahan Alya dengan Al? ". tanya Arya serius.


"bisa Tuan". jawab Nia merasa yakin


"yakin tidak sakit lagi? apa perlu aku bawa kedokter?". tanya Arya masih dengan wajah serius.


"tidak Tuan.! Obat herbal yang Tuan berikan benar-benar sangat mujarab". jawab Nia sambil tersenyum


Arya mengelus kepala Nia, "jika terjadi sesuatu padamu telfon aku! kenapa kau tidak pernah menghubungiku setiap ada masalah hmm? kadang aku berpikir apa kau benar-benar menganggap aku tuanmu? ".


Nia terhenyak, "apa...a aku harus menelfon walau heels aku patah? ". tanya Nia sambil bercanda mencairkan suasana


"ya". jawab Arya membuat Nia kembali tersentak.


Nia terdiam kaku Saat telapak tangan Arya membelai kepalanya, turun ke pipi Nia dan mencubitnya pelan.


"jangan pernah menyembunyikan apapun dariku". peringatan Arya dengan serius.


"hah? ". Nia bengong


"cepat katakan apa yang ada di otak kelinciku saat ini". pinta Arya serius.


Nia termangu,


"cepat katakan..! ". titah Arya


"hnm..? itu Tuan.. Hmm? ". Nia tergugu-gagap ingin memberitau tentang Tia.


"atau aku bunuh kakakmu sekarang? ". ancam Arya


glek...!


"Ja.. jangan Tuan". Nia memegang tangan Arya


Arya melihat tangannya yang digenggam oleh Nia, Nia dengan cepat melepaskan tangannya dari Arya.


"..mm.. maaf Tuan". cicit Nia


"kenapa? kalau tidak mau kakakmu mati cepat katakan apa yang membuat kelinciku berwajah masam begini". tanya Arya


Nia menarik nafas pelan, "be... begini Tuan.. Kak Tia begitu keras ingin tinggal di tempat ini juga, a.. aku tidak bisa mengingatkannya, dia terus berpikir aku ini egois dengan mengklaim Tuan adalah milik Aku".


Arya mengangguk mendengarnya, "katakan saja apa yang bisa membuat wanita itu berhenti mengganggumu".


"hah? maksud Tuan? ". Gagap Nia


Arya mendekat ke wajah Nia, "wajahmu kenapa merah begini? ". seringai Arya


Nia mengerjab-ngerjabkan matanya, ia segera melihat arah lain sungguh mata biru Arya benar-benar membius nya.


"sebentar lagi gaunmu datang di Mansion, Mamiku minta kau tinggal di Mansion sampai hari pernikahan Alya dan Al tiba". kata Arya dengan tenang menatap dekat wajah Nia yang masih merona


"i.. iya Tuan". jawab Nia gugup.


Arya tergelak gemas lalu mengacak rambut Nia dengan lembut.

__ADS_1


"dasar perempuan". kekeh Arya pelan


Nia tersentak lalu menatap manik mata Arya yang melihat arah tontonan Nia.


"ini tontonanmu? ". tunjuk Arya dengan ekor matanya.


Nia mengerutkan keningnya dan beralih ke TV, ia melebarkan matanya melihat adegan cium*n penuh hasrat hingga berakhir di ranjang.


"pikiranmu kotor sekali". ejek Arya menekan kepala Nia dengan gemas.


"b.. bukan Tuan? bukan ". Nia tergugu gagap tidak tau mau berkata apa untuk menjelaskan situasinya.


"kelinciku sudah dewasa rupanya". kekeh Arya dengan gemas mencubit pipi Nia yang semakin merah tomat.


Arya bangkit lalu meninggalkan Nia yang mengacak rambutnya karna malu dan frustasi, Arya melirik Nia lalu dengan cepat Arya melangkahkan kakinya keluar Apartemen Nia dan masuk ke Apartemennya.


Arya mengumpat pelan karna tontonan itu, demi harga dirinya Arya berlagak tidak terjadi apa-apa padahal reaksi tubuhnya berbeda, bagaimanapun Arya masihlah Pria normal.


Nia menggerutu dan merutuki diri sendiri, "kenapa harus ada adegan seperti ini?"


"aaahhh". pekik Nia menutupi wajahnya saat adegan panas di TV itu muncul lagi.


Nia dengan cepat meraba-raba remot TV lalu mematikan TV nya.


Nia terdiam menatap layar TV yang sudah mati, wajahnya sangat merah sangat terlihat lucu dan menggemaskan.


.


.


Nia keluar dari Apartemen dengan ragu-ragu ia memegang kunci mobil yang Arya berikan untuknya.


"apa aku pantas membawa mobil Tuan?". gumam Nia


Nia berpikir terlalu banyak biaya ojeknya karna ia harus pergi ke Kontrakan Mama dan Papanya.


setibanya di pasar,


Nia berbelanja sayur-sayuran, lalu pergi ke Supermarket membeli buah-buahan segar untuk kedua orangtuanya.


"bayarnya Tunai atau Bagaimana Nona? ". tanya sang kasir dengan sopan.


Nia melihat isi dompetnya yang tidak cukup lagi membayar belanjaannya,


"b.. bisa kredit mbak? ". tanya Nia berbisik


"kenapa Kredit kalau punya Blackcard Nona? ". goda ibu-ibu dibelakang antrian Nia.


Nia melihat Blackcard milik Arya, Arya memberikannya untuk membiayai kebutuhan Kelincinya yang baru saja menganggur.


"ta.. tapi". Nia


"cepat Nona..! kami antri nih! ". desak ibu-ibu dibelakang Nia


Nia terkejut melihat antrian kasir, ia dengan cepat menyodorkan blackcard milik Tuannya.


Nia di perlakukan dengan baik karna sebagian besar mereka tau Nia adalah kekasihnya Arya, baru-baru ini Foto Arya dan Nia berjalan berdua sudah tersebar luas di Medsos.


.


Nia bersembunyi di belakang tembok, tempat itu lumayan sunyi.


"semoga Tuan tidak marah". gumam Nia penuh harap.

__ADS_1


Nia menghubungi Arya.


"Tuan? ".panggil Nia dengan ragu-ragu


"hmm?". sahut Arya


"maaf Tuan.. aku menggunakan kartu Tuan, uang aku tidak cukup untuk membeli buah di supermarket". lapor Nia


Arya menahan tawanya disebrang sana, Arya tau berapa nominal uang yang Nia pakai karna terhubung ke nomor ponselnya.


"tuan? ". cicit Nia dengan takut-takut.


"aku memberikan kartu itu padamu memang untuk digunakan olehmu kelinciku, sudahlah.. hati-hati di jalan ya? aku menunggumu Kelinciku". Arya berkata lalu mematikan panggilannya secara sepihak.


Nia tersentak melihat layar ponselnya lalu tersenyum tulus, ia berlari kecil menuju parkiran, wajahnya semakin cantik saat tersenyum sesekali ia memekik kesenangan tanpa tau ada seseorang yang tidak sengaja melihat kelakuan uniknya.


Pria bermata hitam pekat melirik ke arah Nia yang melompat-lompat seperti kelinci, mendengar pekikan kecil serta senandung gadis itu membuat sudut bibirnya tertarik keatas.


"dasar bocah! ". gumam nya pelan tapi matanya masih memperhatikan gerak-gerik Nia hingga masuk ke mobil mewah pemberian Arya.


"dia terlihat sederhana tapi bawaannya lumayan juga". gumam Pria di dalam mobil itu tersenyum misterius.


Pria di dalam Mobil itu sangat tau harga mobil yang dibawa oleh Nia, Nia melajukan mobilnya meninggalkan area parkiran.


penampilan Nia tidak terlalu mewah, rambutnya diikat ekor kuda, memakai kaus putih serta celana jeans panjang yang harganya pasti pasaran.


.


Nia membuka atap mobil nya lalu dirinya celingak-celinguk melihat kiri-kanan mencari kontrakan Mama dan Papanya.


"dimana Kontrakan Papa sama Mama? kenapa tidak juga ketemu? ". gumam Nia bertanya-tanya.


Nia terlalu fokus mencari kedua orangtuanya yang katanya sedang menunggu di depan Rumah Kontrakan mereka.


"dimana ya? apa kelewatan? ". gumam Nia menghentikan mobilnya dan kembali menghubungi Mama nya.


cukup lama Nia berjuang akhirnya ia menemukan Rumah Kontrakan Mama dan Papanya yang paling jauh.


"Pa.. Ma? ". Nia menyalami kedua orangtuanya.


Bio dan Wendy melihat mobil Silver yang Nia bawa.


"Nak? ". Wendy


"oh.. Mobil Tuan Arya Ma.. Tuan Arya memberikannya sama Nia, Nia tidak mau dibelikan mobil baru tapi tuan bilang akan memberi Nia mobil biasa yang pernah dipakai olehnya, Nia aja kaget mobil Biasa yang dimaksud Tuan Arya adalah mobil ini". cerocos Nia membuat Wendy tersenyum karna Nia terlalu polos.


"Pa.. bantuin Nia ya? Nia banyak beli belanjaan untuk stok makan disini". pinta Nia dibalas anggukan kikuk oleh Bio.


Nia bersama kedua orangtuanya sedang berbicara serius di dalam Kontrakan sedangkan mobil mewah Nia diluar, beberapa ibu-ibu Perumahan lain mulai mengkerumuni mobil mewah itu.


Perumahan itu terbilang sederhana hanya untuk kalangan orang biasa sampai menengah, jadi saat ada mobil mewah masuk ke pekarangan perumahan mereka tentu menghebohkan 1 komplek Perumahan itu.


.


.


haha.. Kebakaran jenggot deh tu Tia nanti...haha... terimakasih... beri semangat buat Nae ya ! jangan sampai kehabisan ide wkwk...


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2