Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
apa kenal dia?


__ADS_3

.


.


"wow...! ". Raka berdecak kagum melihat tubuh berotot pria yang baru saja mondar-mandir di atas panggung.


Raya menoleh dan ternganga seketika,, "dia benar-benar mengerikan..! ". gumam Raya pelan tak didengar oleh Raka sebab suara musik lebih besar dari suara Raya.


padahal Raka suka Style bajunya bukan tubuh Pria nya namun Raya salah faham berpikir Raka mengagumi tubuh model pria itu.


"dia bagaimana? ". tanya Raya mendekat ke Raka hingga jarak wajah mereka hanya beberapa CM saja.


Raka menoleh ke Raya dan mereka saling bersitatap cukup lama, tanpa mereka sadari banyak tamu Fashionshow tengah memperhatikan pasangan fenomenal itu.


Artis dan Aktor papan atas yang tadinya niat menyombong hadir ke acara ini malah terdorong kebelakang karna kehadiran Raya apalagi membawa kekasihnya.


"apa? ". Tanya Raka tersadar sambil memperhatikan gerakan bibir Raya karna Raka tidak mendengar suara Raya.


Raya berbisik di telinga Raka cukup kuat hingga Raka menoleh ke arah tunjuk Raya.


"yang mana? ". tanya Raka


Raya menunjuk polos model terseksi di atas panggung, sungguh Seksi bagi pria normal akan ngences melihat itu dengan seksama tapi Raka malah mengernyitkan keningnya hingga Raya juga ikut mengernyitkan dahinya.


"Kenapa? seksi kan? ". tanya Raya berteriak di telinga Raka.


Raka menoleh ke arah Raya dan menatapnya datar, Raya tertawa terbahak-bahak lalu menangkup rahang Raka dan menyuruhnya menatap tubuh model seksi itu.


jantung Raka berdebar kencang karna sentuhan Raya belum lagi gelak tawa kekasih impiannya itu.


"dasar tidak normal". ejek Raya mengacak rambut Raka di tahan oleh Raka yang tengah menatap kesal ke arah Raya.


"apa? mau marah? ". tantang Raya berkacak pinggang.


Raka memutar kepalanya ke arah panggung lalu Raya terpekik seketika saat lehernya di kapit oleh Raka.


"Rakaa..! ". kesal Raya memukul-mukul lengan Raka.


mereka masih sempat berdebat hingga Dita menepuk jidat melihat kelakuan pasangan fenomenal di berita itu, memang terlihat manis dan romantis tapi bagi yang tau apa yang terjadi pada pasangan itu hanya Raya dan Dita lah yang tau sedangkan Raka memang punya perasaan pada Raya.


"Raka lepas...! " geram Raya


"tidak akan! ". balas Raka menjulurkan lidahnya hingga Raya membelalak begitu geram.

__ADS_1


"Nona..? Tuan? ".


Raka dan Raya menoleh ke asal suara, tiba-tiba saja musik berhenti, Raya mengerjab-ngerjabkan matanya melihat wanita itu sambil memukul lengan Raka.


Raka tak juga melepaskan rangkulannya dari leher Raya, "ada apa? ". tanya Raka menatap datar wanita itu.


"Raka lepas..! bicaramu yang sopan sama orangtua." Raya mencubit lengan Raka hingga siempunya meringis.


"cepat minta maaf..! ". titah Raya dengan tegas.


Raka menggeleng kepalanya seperti anak kecil yang tak terima meminta maaf pada orang jahat saja, Raya melototkan matanya dengan galak hingga Raka menghela nafas panjang lalu menundukkan kepalanya tanpa berbicara.


"bilang apa? ". tanya Raya memukul lengan Raka


"ngga ada". jawab Raka


"serius Raka..! ". ujar Raya pelan menahan kesal.


"aiiish.. kelamaan..! sana tanya apa maunya". Raka memindahkan pandangan Raya ke depan.


Raya menoleh lagi ke Raka yang bersiul ke arah lain, lihatlah raut wajah tak berdosa nya itu membuat Dita menahan tawanya sedangkan Raya menonyor geram pipi Raka.


Raka masih bersikeras tak mau minta maaf, lagian wanita itu yang salah telah mengganggu hubungannya dengan Raya.


"eeh.. tidak apa Nona..! tidak apa". jawab wanita itu yang seorang perancang busana dengan kikuk dan takut karna membuat Raka dimarahi oleh Raya.


wanita yang mengundang Raya secara istimewa,


"ada apa bu? ". tanya Raya


.


.


Raka dan Raya tengah berdebat di belakang panggung tepatnya di ruangan ganti para model istimewa.


"aku tidak mau..! ". tolak Raka kekeuh.


"Raka..! ibu itu cukup baik padaku.. dia memohon seperti itu, bagaimana aku bisa menolaknya cepatlah Raka..! tutup saja matamu dan jadi model pria diatas sana". pinta Raya


Raka berbalik membelakangi Raya dengan bibir berkedut menahan tawa, ia sengaja berpura-pura menolak padahal hanya ingin menggoda Raya saja yang memang suka menolong orang walau tak banyak bicara.


"Raka...! ". Raya memegang lengan Raka dengan raut wajah memelasnya.

__ADS_1


bodo lah ia bertingkah tak biasa toh Raka tidak menyukainya karna Raya mengira Raka itu Guy.


Raka memejamkan matanya, sungguh jantungnya berpacu cepat saat ini, "aku bisa mati ditengah acara jika terus saja melihat tingkah menggemaskannya ini". batin Raka


"aiiissh.. Raka..! tidak mungkin aku minta sama Dita, dia perempuan bukan laki-laki". memelas Raya lagi.


berbagai bujuk rayu Raya akhirnya Raka mau jadi model bersama Raya hingga Raya memekik senang langsung memeluk Raka dan melompat-lompat dipelukan Raka.


"Ekhem..! ". Raka berdehem dengan tangan mengudara di belakang punggung Raya.


Raka tidak menyangka Raya akan memeluknya hanya karna permintaan spele


"Oh.. Sorry..! aku terlalu bersemangat! tidak ada salahnya mencoba jadi model". Raya angkat tangan lalu tersenyum samar kemudian.


Raya awalnya canggung karna tanpa permisi memeluk Raka, Raya merasa nyaman di dekat Raka bukan karna cinta mungkin karna Raka tidak memandangnya sebagai lawan yang menarik hingga hubungan mereka terus saja membaik.


Raya tidak suka pria yang menatap jahat dirinya sedangkan Raka tidak pernah apalagi Raya mengira Raka menyukai sesama Pria.


Raya berpakaian bak putri dongeng dan Raka juga memakai stelan baju Pangeran di negeri dongeng,


"kami mengundang model baru yang memakai baju limited yang akan di gunakan untuk acara pesta topeng di negara S beberapa hari lagi, bisa dipastikan stelan mereka akan sangat unik disana". kata MC wanita yang juga seorang model papan atas.


walau kepalanya tertutup tapi pesona kecantikan Raya benar-benar tidak bisa di tutupi, para lelaki sungguh memuja Raya yang seperti itu. mereka sangat menyukai Raya dengan pakaian tertutup betapa beruntungnya pria yang bisa melihat wajah, rambut Raya dibalik jilbab itu.


prok.. prok.. prok...


tepuk tangan heboh para penonton melihat aksi Raka dan Raya diatas panggung mengalahkan para model papan atas sebelumnya.


Raya tidak menebarkan senyum menawannya hanya menerbitkan senyum tipis nan penuh kharisma sebagai putri dongeng terbaru di dunia nyata.


di sudut ruangan Maisy mengepalkan tangannya, gigi nya merapat, wajahnya memerah, matanya pun sudah berapi-api penuh iri dan dengki saja melihat cara Raka menatap Raya.


"kenapa aku bisa terlambat? kenapa tuan Raka tidak memilihku? wanita itu bahkan berpakaian norak ketinggalan zaman". geram Maisy.


Maisy memejamkan matanya tak kuat melihat kedua pasangan itu dan tak sengaja Raya melihat Maisy dari atas panggung, Raya langsung berlari mengangkat gaunnya ke arah Raka yang kaget spontan saja memeluk pinggang Raya supaya tidak jatuh.


"disana..! kau kenal dia? ". tanya Raya menunjuk Maisy dengan ekor matanya.


Raka menoleh ke arah tatapan Raya dan Raka mengernyitkan dahinya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2