Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
percaya


__ADS_3

.


.


Alya menganga lebar melihat seorang gadis cantik dengan bola mata kristal warna hijau di Apartemen abangnya.


"Alice dia...? ". Satria berkata namun di potong oleh Alice.


"aku tau.. dia Alya adik bungsu kalian saudara kembar Arya". Alice berlari ke arah Alya dan mengulurkan tangannya.


Alya masih menganga tapi tangannya menyambut tangan Alice.


senyum Alice surut seketika, "Alya". panggil Alice dengan serius.


"i.. iya". sahut Alya menoleh ke Satria lalu ke Alice.


"jangan terlalu terburu-buru mencari kekasih, yang terlihat baik belum tentu hatinya baik, pria yang pertama, kedua dan ketiga yang datang padamu tidak baik, tolak saja mereka semua". kata Alice serius


Alya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "abang? dia kenapa? ". tanya Alya tidak mengerti.


"kau bicara apa Alice? jangan berbicara aneh". Satria menarik lengan Alice hingga genggamannya ke Alya lepas.


"pangeran.. aku serius..! pria pertama ringan tangan, pria kedua penggila wanita, pria ketiga gemar main judi". jelas Alice serius.


Alya melihat ke arah Satria, "pangeran? ". gumam Alya tidak mengerti.


"apa maksudmu? ". tanya Satria


"Alya..! kamu temanku percayalah padaku.. tolak saja pria pertama, kedua dan ketiga ya? mereka tidak baik denganmu,, aku melihat masa depanmu menderita karna ketiga pria ini yang bergantian datang padamu seolah menjadi sandaranmu, kedok mereka akan terbongkar saat kamu sedang sayang-sayangnya". Alice menggenggam kedua tangan Alya dan menatapnya serius.


Alya mengerutkan keningnya melihat ke arah Satria,


"jangan dengarkan dia dek..! abang harus bekerja". Satria berkata mendekati Alya dan mengusap kepala Alya.


"jangan melakukan apapun di rumah Alice..? aku tidak suka rumahku berantakan mengerti...!! ". ancam Satria


Alice mengangguk-ngangguk masih menggenggam tangan Alya.


Satria berdecak lalu meninggalkan Apartemennya, "menurutnya kami bodoh? mana mungkin kami membiarkan Alya memacari tipe pria yang patut di bumi hanguskan itu". gerutu Satria sambil melangkahkan kakinya ke arah Lift.


Alice dan Alya saling bersitatap, "percayalah padaku teman..! pria kelima yang paling tulus mencintaimu, dia pria banyak pacar tapi hidupmu akan lebih abadi dengannya dibanding pria ke empat yang mencintaimu hanya 10 tahun kedepan setelah itu dia berselingkuh dengan anak gadis". Alice berkata.


"maksud kamu apa Alice? pria pertama, kedua,ketiga, ke empat? kenapa mereka? kenapa kamu bisa tau tentang itu? ". cecar Alya


"pertemuan pertamamu dengan pria pertama di jalan, dia menolongmu saat kamu hendak terpeleset karna kulit pisang, hindari kulit pisang itu supaya kamu tidak bertemu dengannya". jelas Alice

__ADS_1


Alya cengo sendiri, "bisakah kita bermain saja? aku tidak mau mendengar cerita fantasimu".


Alice berbinar seketika mendengar kata bermain, "aku mau teman".


"matamu indah sekali". senyum Alya melebar menunjuk bola mata hijau Alice


"matamu juga cantik seperti Pangeranku". sambung Alice juga sambil tersenyum lebar.


"kenapa kamu menyebut abangku Pangeran? dia bukan Pangeran kamu mengerti kan? jika ada yang mendengarnya pasti akan menertawai abangku". tanya Alya lalu tertawa membayangkan hal itu terjadi.


"dia memang Pangeranku..! suatu saat kami akan menikah dan memiliki 3 anak kembar". jawab Alice


Alya bukannya memberi selamat malah tertawa terbahak-bahak, Alya merasa Alice sedang membuat Novel untuk diri Alice sendiri. Alya tidak percaya kemampuan Alice.


Alice malah melompat-lompat senang akan pergi bermain lagi, selama ini Alice di kurung jadi saat bebas ia sangat bahagia.


"Eh..? tunggu.. kenapa ini? ". tanya Alya kaget melihat leher Alice memerah seperti Shindy miliki.


"apa abangku mencip*k mu? ". tanya Alya dengan raut wajah syok.


"apa itu? ". tanya Alice tidak mengerti


"apa ini ulah abangku? abangku menggigit lehermu? ". tanya Alya dengan sabar menghadapi gadis polos itu.


"menggigit? apa dia drakula?". tanya Alice malah melenceng.


"tidak..! ini kena minyak panas". jawab Alice


Alya mengangguk dilihat dari tingkah Alice membuatnya percaya abangnya tidak melakukan apapun pada Alice,,


"lebih baik lehermu di tutupi, yang melihat ini bisa salah faham". kata Alya


.


.


"aaah.. disini pertemuan mu dengan pria pertama". Alice teringat sesuatu.


Alya mengedarkan pandangannya.


"kesana cepat..! kesana..! itu kulit pisangnya cepat.!!". Alice tau Alya tidak percaya padanya,


untuk membuat Alya percaya harus di praktekkan. Alya berjalan ke arah tunjuk Alice sambil mengambil ponselnya yang berdering.


"aku bisa mencegah nasib tapi tidak bisa merubah takdir". gumam Alice pelan sebab pria pertama yang bertemu dengan Alya tidak akan bisa dicegah karna takdir.

__ADS_1


"halo.. abang..? ". sapa Alya mengangkat panggilan Satria dan..


"aaakh...! ". Alya menginjak kulit pisang, karna memakai heels kaki Alya tergelincir dan hendak jatuh.


Alya terkejut saat tubuhnya di tangkap oleh seseorang, Alya membuka matanya dan bertemu pandang dengan pria yang menolongnya.


"situasi apa ini? apa ini yang Alice maksudkan? ". batin Alya


"kau baik-baik saja? ". tanya pria itu sambil tersenyum.


Alya bangkit dan menatap pria itu lalu melihat ke arah Alice yang mengangguk seolah matanya mengatakan dialah pria pertama yang Alice maksud.


"namaku Gerry..! ". Gerry mengulurkan tangannya


Alya melihat tangan Gerry, "aku harus menghindarinya? tapi kenapa Alice bisa tau hal yang belum terjadi?". batin Alya masih diam.


"hei...? ". Gerry menjentikkan tangannya di wajah Alya.


Alya tersadar, "terimakasih banyak..! ". ucap Alya lalu segera berlari ke arah Alice mengabaikan Gerry.


Gerry hanya tersenyum kecut diabaikan oleh Alya,, "hanya terimakasih? apa dia tidak jatuh cinta padaku? aku tampan dan bisa jadi penyelamatnya kan? dasar orang kaya sombong". gerutu Gerry mengira Alya memandang status seseorang saja.


Gerry memang Kaya tapi jika dibanding Alya sudah pasti berbeda, kasta mereka masih berbeda jauh.


"apa maksudnya Alice? kenapa kamu bisa tau hal itu akan terjadi? ". tanya Alya yang lupa mematikan panggilan telfon Satria.


"dia akan datang lagi padamu tolak dia bagaimanapun caranya, aku tau kamu tidak akan memanfaatkanku seperti Pangeranku tapi percayalah aku hanya ingin keluarga penyelamatku bahagia". Alice berkata dengan mata berkaca-kaca.


Alya menarik nafas, "jika aku tidak tau hal ini apa yang akan terjadi denganku tadi? ".


"kamu akan dekat dengannya lalu berpacaran selama 6 bulan, semua keluargamu telah melarangmu untuk bersamanya tapi kamu masih menemuinya secara diam-diam, saat kamu mencintainya kamu tau sifat aslinya dan patah hati". jawab Alice.


"apa aku harus percaya? kenapa aku bisa melawan perintah keluargaku? tidak mungkin". kekeh Alya yang merasa yakin dirinya sangat patuh dengan perintah orangtua.


"karna pria itu yang pandai berkata-kata..! dia akan merendah padamu berkata seolah dia tidak pantas untukmu maka nya keluargamu menolaknya, kamu merasa tidak nyaman dan akan terus bersamanya hingga melanggar perintah keluargamu". jawab Alice


Alya menggeleng-geleng kepalanya, "lebih baik kita bermain".


Alice langsung tersenyum lebar, "ayo main...! ".


Satria mendengarnya lalu mematikan panggilan telfonnya. "huh..! ". Satria menghela nafas panjang mendengar perkataan tulus Alice.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2