Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 104_ Reunian Part. 2


__ADS_3

.


.


"maaf ya teman laki-laki, kalian bisa bayar sendiri kan? a.. aku takut suamiku marah". ucap Nia menangkupkan kedua tangannya.


mereka bukannya marah malah malu dengan kata-kata Nia yang polos meminta maaf pada mereka.


"kenapa minta maaf Nia? wajar saja Tuan Muda tidak suka".


"iya Nia.. tidak apa..! kami bisa bayar sendiri kok".


Nia tersenyum mendengar ucapan maaf teman-teman kampusnya,


"kak Aku semakin mencintaimu! ". batin Nia teringat sang suami.


sejak kedatangan Arya semua orang begitu baik padanya, tidak menganggapnya sampah yang tidak berguna lagi.


Nisa dan Sery begitu akrab dengan Nia.


"Nia.. carikan aku laki-laki baik dong..! aku mau move on! ". rengek Sery


"iya Nia.. aku juga mau..! tidak usah Keluarga Melviano rekan-rekan bisnis suamimu juga tidak masalah". rengek Nisa juga.


Nia tertawa kecil lalu tampak berpikir


"aku ada kenal 1 pria teman kerja kak Arya sih yang baik tapi dia sekarang di Jerman". Nia


"oh ya? ". binar bahagia Sery


"aku Nia? ". rengek Nisa


"satu-satu dulu dong..! aku ingat dia juga putus cinta, kekasihnya selingkuh gitu sama sepertimu mungkin kalian cocok". senyum manis Nia ke Sery


"apa pekerjaannya? ". tanya Sery semakin bersemangat.


"hmmm? kayaknya di Manager keuangan Perusahaan Internasional, dia punya usaha di Jerman kalau kamu memang berjodoh dengannya pasti bakal tinggal disana". Nia


"waah... apa orang sehebat itu mau bersamaku? aku rasa tidak mungkin Nia". Sery meredup seketika


Nia tertawa, "kenalin dulu..! ntar kalau tidak cocok bisa jadi teman kan? dia baik kok, kak Arya bilang dia malas saja menjalin hubungan".


"lalu aku? ". Sery


"iya.. nanti aku kenalin, waktu itu dia diam-diam bertanya padaku minta dikenalin sama perempuan baik-baik karna dia bilang aku baik". senyum Nia


"kamu memang baik tapi aku jahat". Sery


"terserah kalau kamu nggak mau..! dia sangat tampan loh.. matanya coklat dan tubuhnya sangat atletis". bisik Nia


Nia nyengir ke arah Ricis yang melototkan matanya seketika.


"Nia..? kau memuji Pria lain? ". tanya Ricis dengan serius.


"bukan.. bukan Ricis.. Aku cuma mau mempromosikan Jhon pada Sery". bela Nia dengan tampang polosnya


Sery tertawa dan Nisa pun tertawa, kedekatan mereka bertiga seperti sahabat baik dari kecil saja padahal hubungan mereka tidak selama itu.


Sery melihat nomor yang dikirim Nia untuknya, benar-benar sangat tampan hingga Sery berpikir mantannya pasti akan sangat menyesal telah menyelingkuhinya.

__ADS_1


"coba aja Sery..! aku yakin kalau kata Nia pria itu baik pasti dia memang baik". Nisa


Sery mengangguk.


"hmm.. Kalau Nisa siapa ya? sepertinya belum ada karakter cowok yang cocok denganmu Nisa, tapi beri aku waktu ya? aku akan coba mencari pria yang cocok untukmu". Nia


Nisa memekik memeluk Nia dengan erat hingga Nia tertawa,


"lepaskan Nonaku..! anda mau mencekiknya? ". Ricis menarik baju belakang Nisa


"Ricis". tegur Nia


Nisa tertawa malu karna memeluk Nia saking bahagianya, mereka menyesal karna termakan segala drama si ratu Akting Tia dan Jiji hingga membenci Nia yang hatinya seputih salju.


"kalian dekat sekali ya? ".


"iya.. Nia yang memberi tau kami tentang kebusukan Jiji". kata Nisa dengan bangga


"waah... Nia kamu masih mau berteman dengan mereka yang sudah menganiaya mu dulu? ".


Nisa dan Sery menatap sengit ke temannya itu hingga situasi jadi canggung.


"tidak apa..! mereka terlalu menyayangi Kak Tia, aku tidak ada dendam dengan mereka". jawab Nia


Nisa dan Sery langsung memeluk Nia tapi dicegah oleh Ricis.


"Nia.. Teman sekaligus pengawalmu ini galak sekali". adu Nisa dengan kesal


"iya Nia.. kenapa dia seperti suami yang marah kamu disentuh oleh perempuan? ". Sery juga


"dia sangat mematuhi Kak Arya dibanding aku temannya, apapun perintah Kak Arya dia akan turuti". jawab Nia


"besok Perusahaanku buka Pameran Perhiasan mahal, kalian mau datang kan? ". tanya Nisa berbinar


"aku tidak suka perhiasan". Nia menggaruk-garuk kepalanya.


Nisa tertawa, "aku bisa menawarimu emas murni yang sangat bagus..! bawa suamimu ya Nia? aku mohon..!".


Nia tampak berpikir.


"kalau aku bertemu Jiji dan Putra bagaimana? ". tanya Sery dengan kesal mengingat penghianatan orang terdekatnya itu.


Sery memang sudah melupakannya tapi tetap saja kesal kala membahas akan bertemu dengan mereka.


"kita cari tempat lain saja". jawab Nisa enteng.


"aku bisa memberi kalian kamar.. ya.. ya..! ku mohon datanglah!". pinta Nisa memelas.


.


.


"Nia? ". panggil Ricis saat ini yang sedang mengemudi.


"hmm? ". sahut Nia yang ada disamping kemudi


"kenapa kamu membantu mereka? kamu yakin mereka sekarang tulus ingin berteman denganmu? ". Ricis


Nia tersenyum, "mereka di khianati ! aku sudah menyadarkan mereka kalau aku tidak bersalah, dan yang paling penting sebenarnya mereka orang baik".

__ADS_1


"dari mana kamu tau? ". tanya Ricis


"Sery..! dia sombong dan terlihat angkuh tapi dia baik, saat Putra koma dia merawatnya dengan sepenuh hati, dia hanya salah faham padaku karna Kak Tia memang selalu bertindak seolah aku yang paling jahat di antara mereka". Nia


"lagian aku ingin hidup tentram, benci dan dendam tidak akan ada habisnya lebih baik menjalin silaturahmi untuk kedamaian hidup masing-masing". sambung Nia


Ricis menggeleng kepalanya.


"hoeeeekkk...!". Nia tiba-tiba merasa mual.


"Nia..? ". Ricis dengan cepat menepikan mobilnya.


"tidak apa..! ". Jawab Nia membuka mobilnya dan Nia berlari keluar.


Ricis melepas seatbeltnya dan dengan cepat keluar mengejar Nia, Ricis mengelus punggung Nia yang sedang mengeluarkan isi perutnya


"kenapa Nia? apa mereka meracunimu?". tanya Ricis dengan marah


"bukan.. aku tidak bisa mencium bau pengharum mobil itu! buang saja! ". pinta Nia yang matanya memerah.


Ricis melihat ke arah mobil, "tapi sebelum berangkat kamu baik-baik aja".


"aku mual tapi tidak muntah karna perutku kosong tadi, sekarang malah begini karna tadi habis makan". gerutu Nia


Ricis menganga, "kenapa kamu berbeda Nia? apa tubuhmu tidak apa-apa? ". tanya Ricis


"a.. aku...? ". Nia memegang kepalanya yang terasa berdenyut nyeri dan pandangannya mulai berkunang-kunang.


Brukhh..


"Nia..? ". pekik Ricis menahan kepala Nia dengan sekuat tenaga supaya tidak terkena aspal.


Ricis menggendong Nia dipunggungnya lalu membawa Nia ke Rumah Sakit untuk di periksa.


.


"bagaimana dok?". tanya Ricis dengan khawatir


"apa suaminya ada? ". tanya si dokter wanita balik.


"kenapa dok? suaminya sedang sibuk, saya tidak berani mengganggunya Dok". Ricis semakin panik.


"tidak ada masalah serius..! Nona muda hanya kelelahan karna kandungannya masih terlalu muda". jawab dokter wanita tersenyum lembut.


DeG!!


"m.. maksud dokter Nona saya hamil? ". tanya Ricis dengan tatapan takjub


Ricis ikut bahagia mendengar Nia mengandung, Ricis tau bagaimana Nonanya itu ingin memiliki Arya Versi kecil alias hamil (mengandung).


"lalu kandungannya baik-baik saja kan dok? ". tanya Ricis


Si dokter mengangguk dan menjelaskan secara rinci alasan Nia pingsan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2