Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 107_ memeriksa


__ADS_3

.


.


Nia dan Arya sibuk di Aula milik Keluarga Nisa,


Ricis dan Rubby begitu kompak menjaga Nia, hingga Nia ingin sekali kabur, entah apa yang ada di otaknya selalu ingin kabur dan kabur.


plak..!


Nia menampar pipinya sendiri, "kenapa otakmu hanya ingin kabur dan kabur Nia? berhentilah berpikiran kabur.. aku tidak mau diikuti oleh 1 pengawal lagi". batin Nia dengan kesal karna pemikirannya sendiri.


Nia menggeleng-geleng kepalanya hingga Sery mendekat dan duduk disamping Nia.


"Nia..? kamu kenapa? pusing? ". tanya Sery


"tidak.. bawaanku ingin kabur saja tapi aku tidak mungkin kabur, kalau aku kabur bisa berbahaya". bisik Nia ke Sery


Sery melihat Ricis dan Rubby,


"jangan deh..! tapi tunggu dia siapa? sejak tadi aku benar-benar penasaran siapa dia?". tanya Sery


"oh.. dia seorang teman untuk menjaga pola makan calon bayi kami". jawab Nia


"waah.. suamimu sangat idaman Nia..! dia menyewa orang untuk menjaga pola makanmu.. aku kagum". decak Sery


Nia hanya tersenyum kecut,


.


di tempat lain


Al tengah menemani Alya ke Rumah Sakit,


"kenapa Hubby? ". tanya Alya merangkul lengan Al dan menyandarkan sisi kepalanya di bahu Al


"aku gugup sayang". jawab Al dengan jujur


Alya terkekeh.


"bukannya Hubby yang mau aku mengandung, ini anakmu kenapa gugup hmm? ". ejek Alya


"jangan mengejekku sayang..! aku benar-benar gugup". Al memeluk Alya dari samping.


Alya hanya tertawa melihat wajah pucat suaminya, beberapa bulan ini Al memang tidak sabar ingin melihat anaknya di perut Alya, sekarang adalah waktunya karna usia kandungan Alya sudah mencapai 18 Minggu, hampir memasuki usia 5 bulan.


"Nona Alya? ". panggil suster


"iya..! " Al menyahut

__ADS_1


Suster yang melihat pun kaget segera berlari ke Al, ia tidak mengerti mengapa Al dan Alya ikut antrian, jika Al menggunakan koneksinya pasti sudah diperiksa sejak tadi.


"ma.. maafkan kami Tuan". ucap suster entah mengapa ia merasa bersalah.


Al mengangkat tangannya, "aku sedang gugup jadi sengaja mengikuti jalur biasa". jelas Al


Al membantu Alya berdiri dan merangkul pinggang Alya,


"tidak apa sus..! kami yang mau seperti ini". jelas Alya yang tau si suster keheranan karna seorang penguasa seperti mereka kini sedang menunggu giliran untuk di periksa.


dimana-mana orang berkuasa akan memanggil dokter, atau bahkan gunakan koneksi untuk cepat di periksa dan pastinya tidak membuang waktu dengan menunggu seperti sekarang.


Al pun membantu istrinya berjalan pelan ke Ruangan pemeriksaan, perlakuan Al itu membuat Alya menggeleng pelan padahal dirinya baik-baik saja tidak boleh berlari, tidak boleh berjalan cepat, tidak boleh ini dan itu.


"masih gugup? ". tanya Alya


"hmm.. aku merasa jantungku mau melompat sayang". jawab Al


Alya tersenyum melihat Al, suaminya ini benar-benar memperlakukannya sebagai Ratu.


Alya bahkan tidak bisa apa-apa saat Al membayar Ayu double untuk menjaga Alya karna Alya tidak mau pengawal tambahan.


Alhasil Ayu harus belajar mencari tau apa saja makan-makanan sehat untuk Alya, Ayu sekarang punya 2 Profesi pekerjaan untuk Alya yaitu seorang suster dan Pengawal sekaligus.


bukan Al tidak sanggup membayar pengawal atau suster baru tapi Alya mengancam Al jika menambah pengawal baru Alya tidak akan mau makan, atau bahkan akan mendiami Al.


Dokter kaget melihat Alya dan Al, ia segera berdiri dan menyapa dengan ramah.


"silahkan naik ke atas Brankar Nona! ". pinta dokter dengan sopan


Al membantu Alya naik ke atas ranjang,


dokter Wanita begitu telaten memeriksa Alya hingga Akhirnya Al berbicara.


"apa ada benda yang bisa membuat saya melihat anak saya dok? ". tanya Al dengan serius


Alya menepuk jidatnya seketika karna suaminya yang terkenal pintar kini malah terlihat bodoh mengenai Teknologi Medis.


"Benda? ". beo dokter itu merasa bingung namun akhirnya ia tersenyum karna sudah mengerti.


"kalau begitu pindah ke Kamar sana ya Nona? disana tempat khusus untuk USG". kata dokter menunjuk satu tempat khusus di tutup tirai.


"ayo sayang..! " ajak Al


Alya di bantu masuk ke Brankar khusus itu dan dokter dengan serius mengangkat baju Alya dan memberikan sensasi dingin di perut Alya yang sudah terlihat membuncit.


Al memperhatikan cara kerja alat medis itu,


"itu apa dok? nanti anak saya terluka". panik Al melihat si dokter hendak meletakkan benda aneh di perut buncit istrinya.

__ADS_1


"Hubby..! itu alat untuk melihat anakmu". geram Alya


si dokter hanya tertawa pelan, ia pun dengan sabar menjelaskan kegunaan alat medis yang di pegangnya kini.


Al tidak lagi bertanya dan membiarkan benda itu menyentuh perut istrinya.


"selamat ya Tuan.. Nona..! kalian punya anak kembar". ucap Dokter Hany


"kembar? ". beo Al


Alya menggeleng kepalanya pelan melihat binar bahagia Al, Alya tidak lagi kaget saat tau dirinya hamil anak kembar sebab keturunan Melviano memiliki gen kembar tentu saja ia tau itu, tapi Al yang tidak percaya ia punya anak bahkan anak kembar.


Al melihat layar monitor USG dengan seksama, ia terharu bahkan terlihat oleh Alya suaminya itu menghapus air mata.


Al tidak pernah bermimpi indah seperti ini, memiliki istri yang sempurna, baik, menerima masa lalu kelamnya, dan kini istri tercintanya memberinya keturunan.


"terimakasih sayang.. terimakasih..! ". Al berbalik dan langsung mencium kening Alya bertubi-tubi hingga Dokter Hany tersenyum lembut.


kebahagiaan satu keluarga kecil itu adalah hadirnya buah hati jadi tidak heran lagi bagi dokter Hany melihat kemesraan seperti itu.


"udah By..! udah..! ". Alya hanya bisa tersenyum malu pada dokter Hany karna suaminya bertingkah seperti bayi.


.


di Rumah Al dan Alya, di atas tempat tidur.


"Hubby? ". panggil Alya


"iya sayang? ". sahut Al melihat ke arah Alya yang tengah duduk dengan posisi bersila menatapnya.


Al pun ikut duduk.


"kenapa sayang? ada yang kamu mau? ". tanya Al


"kenapa memeluk foto itu? peluk aku aja..! aku nggak bisa tidur". rengek Alya dengan raut wajah cemburunya Al menatap foto bayinya bukan memeluknya seperti biasa.


Al tertawa lalu segera menyimpan foto cetak USG anaknya, dan merentangkan tangannya lalu Alya dengan manja memeluk suaminya.


"anakmu Hubby...! aku tidak bisa tidur coba bicaralah pada mereka". gerutu Alya


Al yang gemas mengelus-ngelus perut Alya, ia pun menuruti apa saja yang di perintahkan Alya, jika Alya tidak bisa tidur Al akan mengelus perut Alya hingga tertidur sebab hanya Al yang bisa membuat bayinya tenang.


Alya memejamkan matanya mulai merasa mengantuk dan ia merasa lebih mengantuk setiap kali Al mengelus perutnya dan mengusapnya lembut, Al seolah sedang menidurkan 2 bayi serta ibunya saat ini.


begitulah hari-hari yang Al lalui bersama Alya, Al yang merasa beruntung memiliki Alya tidak sedikitpun memberi celah pada Pria lain untuk melirik istrinya, namun Al malah membuktikan diri sendiri bahwa dirinya memang sangat pantas menjadi suami Alya walau masih banyak kekurangan.


.


.

__ADS_1


__ADS_2