Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 28_ ukur baju


__ADS_3

.


.


Nia tersentak kaget saat di tempat kerja nya ada Tia yang keluar dari mobilnya.


"Kakak? ". gumam Nia pelan dan nyaris tak terdengar.


"kau..? apa yang kau lakukan pada Tuan Arya hingga kau bisa hidup mewah hah? apa yang kau berikan?".tanya Tia membentak.


Nia melangkah mundur, "lebih baik aku lari! ". gumam Nia


"kemari kau pengecut..! ". teriak Tia


Nia berlari memasuki tempat kerjanya, rekan-rekan Kerja Nia tentu keheranan dan bertanya-tanya dan tak lama kemudian Tia masuk tentu mereka tau wanita iblis itu tengah mengamuk mengejar Nia.


sebenarnya siapa yang tidak iri pada Nia yang mendapatkan perhatian khusus oleh orang terpandang dari keluarga Melviano tapi mereka masih punya otak untuk berpikir 2 kali menyerang Nia, mereka lebih memilih mencari muka dari pada menyerang Nia.


Tia di cegat oleh 3 pelayan wanita yang pernah menampar Tia.


"kau mau aku laporkan ke Tuan Muda Arya hah? ". Pelayan 1


Tia mengepalkan tangannya, "apa masalah kalian hah? aku hanya mencari Nia dan kalian jangan ikut campur..! ".


"Tuan Muda Arya mengatakan untuk melaporkan perbuatanmu pada Nya dengan begitu kami akan dapat uang lagi". sambung Pelayan 2


"kami punya nomornya Tuan Muda Arya, walaupun tidak boleh sembarangan di telfon tapi kami benar-benar punya, kami akan menelfon tuan muda jika kau datang melukai kelinci nya". pelayan 3


"Kelinci? aku hanya mencari Nia bukan kelincinya". bentak Tia


"Kelinci Tuan Muda Arya itu adalah Nia, kalau kau melukainya ya sudah coba saja biar kami dapat uang". ejek Pelayan 1 menunjukkan kamera ponselnya.


HP mereka bertiga adalah hp yang mahal, mereka bisa membelinya karna menampar Tia didepan Arya demi Nia yang ditampar oleh Tia, walau begitu mereka sangat senang sebab bisa dapat uang banyak hingga bisa membeli hp bagus.


Tia mengepalkan tangannya, ia berbalik pergi meninggalkan ketiga pelayan sombong itu.


"kenapa tidak jadi? hei...? " Pelayan 3


"kami sudah siap memotretmu". Pelayan 1


"kau tidak lihat aku sudah siap-siap nih". pelayan 2


"dasar sombong!". ejek mereka bertiga serentak.


Nia keluar dari persembunyiannya lalu mendekati ketiga teman barunya yang selalu melindunginya dari Tia.


"terimakasih kalian telah menolongku". ucap Nia sambil tersenyum

__ADS_1


"kenapa kamu bodoh sekali Nia? kamu itu milik Tuan Muda Melviano dan apapun yang kamu minta akan kamu dapatkan dengan mudah, kenapa membiarkan wanita itu meraja lela? ". Pelayan 2


"iya Nia.. kalau aku jadi kamu, aku pasti akan minta tuan Muda membuangnya ke laut dan pergi dari hidupku selamanya". sahut pelayan 1


"Nia terlalu baik ". Pelayan 3


Nia pun tertawa hingga ketiga pelayan itu pun ikut tertawa,


"ayo kembali bekerja sampai aku keluar beberapa hari lagi". ajak Nia


mereka bertiga mengangguk, semua orang yang ada di Restaurant tau Nia akan keluar dari pekerjaannya beberapa hari lagi sebab Nia akan bekerja di Keluarga Melviano (Mayra). tidak ada yang bisa melarang Nia pergi dari mereka, itu sebabnya mereka semua lebih memilih menikmati hari-hari bersama Nia selagi masih bekerja di Restaurant.


"Nia..? "


"hmm? ". sahut Nia


"aku dengar Nona Muda Melviano akan menikah ya? apa itu benar? ". tanya rekan kerja Nia


"iya.. ". jawab Nia sambil tersenyum.


"siapa lelakinya? ". tanya yang lainnya.


"Tuan Aldezan MZ". jawab Nia sambil serius mengelap meja


"benarkah? Tuan Playboy itu? ". tanya rekan Nia yang lain


"iyalah, pria mana yang tidak akan menggila dengan Nona Alya".


"sudah-sudah jangan bergosip nanti pak Anto dengar". Nia menengahi


mereka pun kembali bekerja dengan serius.


.


Nia berlari kecil keluar dari tempat kerjanya karna Arya tengah menunggunya di tempat parkiran.


Nia melihat mobil Arya tapi yang menjadi pusat perhatian Nia adalah Tia yang ada di luar mobil Arya mengetuk-ngetuk pintu mobil Tuannya.


Arya melajukan mobilnya ke arah Nia dan membuka atap mobilnya, Nia masih kaget dengan situasinya kini.


"apa yang kau lihat? cepat naik !!". pinta Arya


"ah.. iya". Nia pun membuka pintu mobil Arya dan masuk ke mobil Arya tanpa melihat Tia karna Nia tidak mau membuat Arya menunggu lebih lama lagi.


Tia mengepalkan tangannya, ia tidak mengerti mengapa Arya begitu menyayangi kelinci nya itu padahal Tia juga bisa menjadi Kelincinya Arya, tapi sama seperti sebelumnya Arya Mahardika Melviano adalah Pria yang sangat sulit di gapai.


Tia tidak pernah mengira Nia akan mendapatkan Pria yang 100 kali lipat lebih baik dari Brayen, jika Tia tau hal ini akan terjadi, Nia tidak akan merebut Brayen dari sisi Nia hingga Tia bisa bersama Arya begitulah pikiran busuknya saat ini.

__ADS_1


"Tuan? ". Nia memanggil Arya dengan nada takut-takut.


"aku tidak mengerti kenapa dia bisa ada disana, apa dia mengikutimu? apa dia tau kau tinggal di Apartemen kami? ". tanya Arya


"saya tidak tau Tuan, tadi pagi dia mendatangi saya untung aja ada Trio betina yang menolong saya". jawab Nia


"ck..! wanita itu memang tidak tau diri". Umpat Arya tak senang Nia diikuti terus oleh Tia.


"Tuan kita mau kemana? ". tanya Nia mengalihkan


"membeli gaun untukmu". jawab Arya tersenyum tipis mengusap kepala Nia


"gaun? bukankah gaun pemberian Kak Raya, dan yang lainnya sudah sangat banyak? ". tanya Nia dengan polos


"di hari pernikahan Alya dan Al, Alya mau membuat saudara perempuannya memakai gaun yang sama, tinggal kau saja yang belum ukur badan". jawab Arya


"ukur? ". beo Nia


"iya Kelinciku..! apa kau tidak tau gaun Melviano itu di jahit oleh Desaigner ternama?". kekeh Arya akan kepolosan Nia yang tidak tau Keluarga Melviano selalu menjahit gaun bukan hanya bisa membeli gaun yang sudah jadi saja.


.


Nia terdiam saat wanita desaigner ternama tengah mengukur badannya, Arya menggeleng kepalanya melihat wajah kikuk Nia sungguh terlihat sangat lucu sekali tapi Arya tidak berkata-kata hanya bisa tertawa melihat ke arah belakang supaya tidak dilihat orang lain demi menjaga image nya.


"sudah Nona". ucap desaigner ternama itu begitu hormat memperlakukan Nia.


Nia tidak tau apa-apa hanya berpikir wanita paruh baya itu sedang bersikap sopan karna ada Arya disini, apa yang ada dipikiran Nia tidak sama seperti di pikiran para pelayan dan pemilik Toko.


mereka tentu bisa menebak bahwa Nia adalah calon anggota baru keluarga Melviano, mengukur gaun yang sama dengan anggota keluarga Melviano yang lainnya sama saja sudah diakui oleh keluarga Melviano bahwa Nia itu bagian dari keluarga ternama dan terhormat itu.


Nia saja yang polos tidak mengerti apa-apa karna ia tidak pernah berani berharap Arya akan jatuh cinta padanya, menurut Nia tidak mungkin dan sangat mustahil.


"udah makan? ". tanya Arya melihat Nia sudah berdiri dihadapannya.


"belum tuan, saya takut Tuan menunggu saya terlalu lama jadi tidak makan". jawab Nia dengan jujur


"sini duduk! ". Arya menepuk sisi kirinya.


Nia pun dengan patuh duduk disamping Arya, Arya menyibakkan rambut Nia ke balik daun telinganya.


"kelinciku lapar ya? ". gemas Arya sambil tersenyum tipis.


Nia tidak menjawab malah melihat para pelayan juga pemilik toko tengah menahan senyum, Nia bisa mendengar mereka berbisik-bisik Iri ingin diperlakukan seperti itu juga oleh calon suami mereka nantinya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2