Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 67_ lepas


__ADS_3

.


.


Bab* Hutan pun dilepaskan oleh Han dan rekan-rekannya, mereka segera melarikan diri masuk ke mobil masing-masing menjauh dari hewan yang sedang dalam pengaruh obat itu.


amukan Bab* hutan itu tentu ada permasalahannya, Han hanya mampu menelan lud*h dengan keberanian Red,


"apa aku bisa hidup kedepannya? kenapa aku harus memiliki Tuan sepertinya? apa dia tidak takut dengan kekuasaan Tuan Muda Melviano itu? melihat dia mendatangiku langsung di hari itu udah membuatku terkena serangan jantung". batin Han


Han tidak bisa berbuat apa-apa karna dirinya hanya bawahan, di gaji oleh Red, mencari pekerjaan di zaman sekarang sangat sulit, tidak semudah membalik telapak tangan.


Bab* Hutan berlari kencang memasuki hutan terdalam,


"habisi dia". seringai Red yang tidak takut dengan peringatan Arya


Red memiliki rencananya sendiri, ia tidak bodoh menghadapi Arya secara langsung karna Red tau betapa kuatnya Arya, jadi ia lebih cara seperti meneror.


.


Nia melebarkan matanya mendengar suara lengkingan Bab* hutan, ia melihat ke arah Arya yang sedang tertidur di pelukannya.


"bagaimana ini? itu suara bab* hutan, tapi kenapa terdengar nyaring? apa bab* itu mengamuk? ". batin Nia


Nia berusaha melepaskan pelukannya dari Arya tapi pada akhirnya tidak tega apalagi mendengar decak Arya yang tidak mau di ganggu.


Nia terpaksa memutar badannya, ia cukup kesulitan berbalik karna Arya yang sedang tidur di bahunya.


"apa kak Arya lelah sekali? tapi tidak mungkin". batin Nia


Nia sangat tau Arya mudah sekali terbangun dari gerakan lawannya tapi mengapa Arya tidak juga terbangun mendengar suara bab* hutan itu yang semakin kuat saja (sudah mendekat).


Nia mengeluarkan pistolnya, "jika aku tidak membunuhnya maka bab* ini akan membunuh kami". batin Nia yang sangat tau hewan itu sedang mengamuk.


Nia pernah bekerja di kebun binatang jadi perbedaan hewan marah itu sangat tau.


"Ya Tuhan...! mata hewan ini sangat merah, ada apa dengan binatang ini, apa yang terjadi?". batin Nia melebarkan matanya saat Bab* hutan semakin mendekat ke arahnya.


Nia mengarahkan pistolnya ke arah Bab* liar itu lalu melepaskan pelurunya berkali-kali dan akhirnya hewan itu jatuh terkapar hanya jarak beberapa meter saja dari Posisi Nia saat ini.


Nia menghela nafas lega, "Syukurlah..! ". batin Nia mengelus punggung Arya.


Arya tersenyum tipis, senyum nya menandakan Arya sudah bangun sejak tadi tapi berpura-pura tidur untuk mengetahui kemampuan Nia.

__ADS_1


Nia melihat ke atas dimana burung-burung berlarian seolah tau ada pemburu hutan, sudah dipastikan semua hewan akan melarikan diri dari tempat Nia dan Arya.


"maaf ya? jika aku tidak membunuhmu maka kau akan membunuh kami". ucap Nia menangkupkan tangannya pada binatang itu seolah merasa bersalah


"hujan sudah mereda tapi Kak Arya belum juga bangun". gumam Nia


"Hmmm..! Kak? Kak Arya? Kakak? ". Nia mengguncang pelan tubuh Arya untuk membangunkan pria tampan yang telah sah menjadi suami Nia.


Arya berpura-pura menyahut dan menggeliat seolah tidak terjadi apa-apa.


"Kakak udah bangun? ". Nia memegang bahunya yang terasa sangat pegal


"hmm.. Kenapa? apa hujannya sudah reda? ". tanya Arya


"udah kak". jawab Nia


"ayo pergi..! ". ajak Arya dibalas anggukan oleh Nia.


"Aehh..? kenapa hewan ini tidur disini? ". tanya Arya berpura-pura terkejut.


"tidur? hewan ini mati kak! kakak tidak lihat darahnya? ". tanya Nia dengan kesal


Arya beroh ria, "lumayan juga orang yang menembaknya, lubangnya bukan 1 melainkan 3". Arya


Arya melebarkan tangannya, Nia dengan cepat berjalan ke arah Arya walau hampir tergelincir beberapa kali.


Arya mengecup kening Nia dan merangkul bahu Nia sambil tersenyum tipis, "bagus kelinciku..! kamu harus kuat supaya aku tenang".


Nia tersenyum manis hingga gigi kelincinya terlihat jelas menambah kesan manis wajah Nia saat tersenyum.


"hati-hati saat berjalan! aku tidak mau kotor". bisik Arya di telinga Nia


Nia memejamkan matanya tapi bibirnya tersenyum, ia sangat suka aroma maskulin suaminya ini.


.


di dalam mobil,


"mobil kakak jadi kotor! ". Nia melihat pijakan kakinya.


"bisa di cuci". jawab Arya dengan santainya sambil mengelus kepala Nia.


"aku merasa ada orang disini kak". kata Nia dengan serius

__ADS_1


"oh ya? bagaimana kamu bisa tau? ". tanya Arya balik seolah tidak tau saja.


"ada jejak ban mobil lain di samping kita dan banyak bekas pijakan kaki manusia". jawab Nia


"sepertinya kamu sudah cukup pintar ya? ". ledek Arya membuat Nia memberengut.


"aku bukan sudah cukup pintar kak, aku memang pintar". ralat Nia


"ya.. ya..ya". Arya mengangguk mengakuinya tapi mengapa Nia merasa ada nada sindiran disana hingga Nia hanya bisa mendelik kesal.


.


Arya melihat kaca spion mobilnya dengan senyum misteriusnya ia kembali fokus ke depan.


"kau cukup berguna juga membuatku tau kemampuan menembak Nia". batin Arya bukannya marah pada rencana Red malah senang bisa melihat kemampuan Nia menggunakan pistol.


di tempat lain.


seorang wanita berjalan terseok-seok dengan memakai baju gaun yang sudah kotor, tangannya yang lain meremas baju tahanan yang ia ganti tadinya.


"sialan mereka..! setelah membuatku seperti ini aku di usir paksa seperti gelandangan". geram Wanita itu yang tak lain adalah SiTia.


Tia terpaksa mencari tempat beristirahat di Rumah papan yang sepertinya tempat mangkalnya para penjaga / satpam.


"karna Nia aku terkena kesialan seperti sekarang, aku benar-benar membencinya, lihat saja apa yang akan aku lakukan". seringai Tia


wajah Tia yang kusam dan tubuhnya banyak bekas luka lebam, selama hidup di Penjara Tia tidak pernah hidup dengan tenang, mau kabur pun tidak bisa, segala siksaan yang harus ia hadapi membuat Tia semakin membenci Nia.


"sial... wajahku seperti zombie saat ini, make up ku ada di Kontrakan Papa dan Mama, mereka tidak akan membuangnya kan?". gumam Tia


Rumah Kontrakan Bio dan Wendy masih ada beberapa bulan lagi, butuh perjuangan bagi Tia hingga akhirnya ia tiba di Kontrakan kecil itu.


"aku terpaksa tinggal disini". batin Tia membuka Pintu Rumah itu dengan kunci yang ada di balik Br* nya.


Tia melihat Rumah Kontrakan Bio dan Wendy bersih dan Rapi seolah ada yang merapikan Rumah kontrakan itu.


Tia membersihkan diri dengan hati-hati karna luka di tubuhnya masih terasa perih terkena air, sepertinya semua peringatan Arya tidak membuat Tia sadar, Tia semakin membenci Nia karna berpikir Nia lah yang meminta Arya untuk memasukkannya ke penjara.


Tia juga merasa ia terkena sial Nia yaitu di siksa oleh para tahanan wanita dibalik jeruji besi seolah Tia adalah musuh bebuyutan semua tahanan wanita di dalam sel tahanan itu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2