Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 93_ senjata baru


__ADS_3

.


.


Arya di dalam lift termenung memikirkan kata-kata Satria hingga tidak menyadari Lift nya sudah terbuka di tempat tujuan Arya.


Arya tidak juga beranjak dari posisinya, pikirannya sedang bercabang-cabang memikirkan rencana Satria yang tidak berbeda jauh dari saran Nia.


Ricis hendak turun mencari Sandwich pesanan sang Nona, Ricis melihat pintu lift terbuka lalu tertutup lalu terbuka lagi dan tertutup lagi.


"apa yang terjadi? apa liftnya rusak? ". gumam Ricis yang tidak melihat ada Arya di dalamnya.


Ricis berlari memasuki lift itu, tiba-tiba ia menjerit hingga Arya tersadar dari lamunannya dan melihat ke arah Ricis.


"ampun Tuan.. s.. saya tidak sengaja! saya benar-benar tidak menyadari ada anda di dalam lift ini Tuan". ucap Ricis dengan wajah memucat


"apa aku seperti hantu hingga kau menjerit merusak gendang telingaku". Arya berbicara dengan tenang lalu keluar dari Lift sambil mengucek-ngucek telinganya.


Ricis mengelus dada, "apa yang dipikirkan Tuan Muda hingga tidak sadar sudah sampai ke tujuan? ". gumam Ricis dengan heran.


Ricis tidak bisa menebak bahkan tidak berani menebaknya sedikitpun, ia melihat ke lantai atas dimana Satria bersama Istri dan anak-anaknya sedang ada di gedung Apartemen yang sama dengan nya kini.


"apa ada masalah ya?". gumam Ricis lalu menggeleng-geleng kepalanya seketika karna ia berpikir bukan urusannya.


Ricis membeli Sandwich terenak untuk Nia dengan berkendara,


.


Arya masuk ke kamarnya dan matanya mengedar mencari sosok istrinya.


"Cha? ". panggil Arya


"sayang? ". panggil Arya sekali lagi.


Arya mencari Nia ke ruang ganti, dapur dan kolam berenang tidak ada Nia, Arya juga mencari di kamar 2 kelincinya Nia dan tidak ada.


"dimana Chacha ya? ". gumam Arya


Arya melihat ada kentang goreng dan Pop Corn jatuh di lantai, Arya mengikuti itu hingga tiba di Ruang karokean.


Arya membuka gagang pintu nya lalu Arya bisa mendengar suara Nia yang lembut semakin enak didengar saat nyanyian Nia itu lagu selow.


"suaranya bagus sekali". batin Arya tersenyum


Arya mendekat ke Nia, Nia melompat-lompat kegirangan.


"Kak Arya??? aku mencintaimuuu". pekik Nia mengangkat mic nya ke atas dan mendongakkan kepalanya.


"aku juga mencintaimu sayang". gemas Arya terkekeh geli


Nia melotot kaget melihat wajah suaminya dengan posisi terbalik, Nia berbalik ke arah Arya.


"Kak? kapan datangnya? ". tanya Nia dengan kikuk dan malu.


Arya tertawa lebar lalu memeluk Nia dengan mesra, Nia menyeringai lebar membalas pelukan Arya.


"suaramu bagus sekali! apa kamu tidak mau menjadi penyanyi? ". tanya Arya mengelus lembut kepala Nia.


"tidak.. aku jadi Penyanyi kamar mandi saja". jawab Nia dengan jujur

__ADS_1


Arya tertawa lalu melepaskan pelukannya dengan Nia.


"ada yang ingin aku bicarakan sayang". ucap Arya serius namun masih tersenyum menatap Nia.


"apa kak? ". tanya Nia mematikan musiknya dan meletakkan mic nya tapi matanya masih fokus ke arah Arya seolah sedang menunggu Arya berbicara.


"apa kamu yakin dengan rencanamu sayang? ". tanya Arya serius.


"rencana apa kak? ". tanya Nia malah bingung.


"saranmu yang ingin memancing Pria itu untuk melawanku langsung". Arya


Nia tersenyum lembut, "aku mau kak..! apa kakak setuju? ". tanya Nia


"kamu tidak takut padanya sayang? ". tanya Arya dengan serius.


Nia menggeleng kepalanya, "aku lebih takut kakak terluka". jawab Nia dengan jujur


Arya tersenyum lalu mengecup bibir Nia dan kembali memeluk Nia, "aku akan carikan benda berupa listrik tegangan tinggi untuk menjagamu sayang".


"Listrik dengan tegangan tinggi? maksud kakak alat sentrum? ". tanya Nia mendongak


"hmm.. aku akan memasang penyadap di tubuhmu, dan memasang GPS di ponselmu". Arya


Nia tersenyum kembali memeluk Arya, "baiklah kak..! aku menuruti apapun yang menurut kakak baik".


"kenapa kamu penurut sekali sayang?". gemas Arya mencium puncak kepala Nia.


"iya.. aku memang penurut karna aku kelinci kesayanganmu kak". balas Nia.


Arya terkekeh, ia memeluk Nia yang semakin menggemaskan dimatanya.


.


Arya memanggil Nia


"iya Kak?". sahut Nia membuka sarung tangan cuci piringnya lalu mengelap tangannya dan berlari ke Ruang tamu.


"kamu ngapain sayang? ". tanya Arya


"aku cuci piring kak". jawab Nia


"tidak usah bekerja..! aku akan menyewa ART untuk membersihkan Apartemen ini, aku tidak mau kamu kelelahan sayang". Arya meletakkan paketannya dan memegang tangan Nia yang dingin.


"tidak Kak..! aku nggak mau ada ART, aku bisa kok mengurus Apartemen ini, lagian aku tidak bekerja kak, setelah masalah Pria gila itu selesai aku akan buka toko Kue kak". Nia berkata dengan semangatnya.


"toko Kue? ". beo Arya merapikan rambut Nia


"iya..! aku mau buat kue-kue cantik tapi aku harus kursus untuk mengukir atas kue, aku belum mahir menghias kue kak". adu Nia dengan serius tak luput dari tatapan Arya yang bisa melihat binar kegembiraan di mata polos Nia.


Arya tersenyum, "baiklah kamu menang..! lihat ini! ". pinta Arya mengambil alat sentrum pesanannya.


Nia menerima alat itu yang berupa lipstik, "apa ini alat sentrum kak? ". tanya Nia dengan raut wajah tak percaya


"coba saja sayang". gemas Arya


Nia membuka tutup lipstiknya dan memang tidak ada lipstik didalamnya melainkan lampu putih.


"aku coba kemana kak? ". tanya Nia

__ADS_1


"kesini! ". Arya menunjuk lengannya Arya


"issh.. gimana cara gunainnya kak? ". tanya Nia


Arya mengajari Nia yang mengangguk-ngangguk faham dengan penjelasan Arya,


"waaah.. keren kak.. bisa buat pingsan, bisa buat tegang, bisa buat nyawa melayang ya? kenapa aku baru tau ada alat sentrum sehebat ini? ". tanya Nia dengan heboh dan takjub.


"ayo coba! ". pinta Arya mengelus kepala Nia


Nia menekan tombolnya dan mengujinya ke tangannya..


"aakhh...! ". jerit Nia


"sayang? ". kaget Arya


Brukkh..


Arya dengan cepat menangkap tubuh Nia, ia cemas namun gemas dengan tingkah istrinya malah menguji nya pada diri sendiri padahal Arya sudah memberikan lengannya untuk menjadi bahan uji coba.


Arya menggendong Nia dan mengambil alat sentrum yang jatuh ke lantai, Arya membawa Nia ke kamarnya.


Arya menciumi bibir Nia, Arya tentu tau Nia tidak mau melukainya malah melukai diri sendiri.


.


"udah bangun sayang? ". tanya Arya tersenyum tampan di tepi ranjang seolah sedang menunggu Nia bangun sejak tadi.


"kakak?". Nia duduk sambil nyengir malu


"kenapa menyentrumnya ke tubuhmu sendiri hmm?". Arya menjitak sayang kening Nia


Nia malah cengar-cengir,


"apa ada yang sakit? ". tanya Arya


Nia menggeleng, "tapi sakit juga". jawab Nia dengan jujur mengelus tangannya yang terasa tersambar petir mode ringan.


"lain kali jangan coba-coba udah tau efeknya kan? ". peringatan Arya


Nia mengangguk, "mana senjata baru ku kak? ". tanya Nia mengulurkan tangannya.


Arya mengambil Alat sentrum tadi dan memberikannya pada Nia.


"kamu siap sayang? besok malam kita sudah bisa menjalankan rencanamu". tanya Arya


Nia mengangguk, "iya kak". jawab Nia tanpa ada terbesit perasaan takut dimatanya sambil tersenyum mata Nia beralih menatap senjata barunya yang sangat bagus itu.


.


.


.


hehe... gemoy deh eeeh.. gemas maksudnya.. wkwk..


selamat pagii...! jaga kesehatan ya??


.

__ADS_1


.


__ADS_2