
.
.
selama satu minggu Nia belajar dengan giat cara merias kue, Bu Jum dan Bu Risi malah begitu semangat mengajari Nia yang sangat pintar terlebih lagi Nia begitu niat ingin belajar.
"makan siang telah tiba..! ". Ricis datang membawa banyak makan siang untuk para pelayan dan guru Nia.
"waah..! ". seperti biasa mereka mendatangi Ricis seperti teman, mereka akrab selama 1 minggu ini karna Ricis menemani Nia belajar.
"makan siang dulu bu! ". Nia menutup buku kecilnya
"baik Nona". jawab Bu Jum dan Bu Risi serentak
sebelumnya Nia begitu risih dengan panggilan Bu Jum dan Bu Risi tapi kedua wanita paruh baya itu tidak berani memanggil Nia dengan sebutan nama karna menurut mereka tidak sopan, padahal Nia tidak keberatan.
"dari mana kamu Ricis? kenapa lama sekali? ". tanya Nia penasaran sambil mengambil jatah makan siangnya.
"setelah mengantar makan siang untuk Tuan Muda, aku ada masalah di jalan tadi, ada orang gila yang berlarian di tengah jalan". Ricis
"orang gila? ". beo Nia
"iya.. katanya baru lepas dari Rumah Sakit Jiwa". jawab Ricis dengan santai
DeG..!
Nia berdebar seketika, "perempuan atau laki-laki? ". tanya Nia
"hmm.. perempuan katanya". jawab Ricis
"apa kamu lihat orangnya? ". tanya Nia serius
"tidak..! yang jelas dia kurus kering, rambutnya berantakan, tidak pakai baju karna di cab*li pria nakal". jawab Ricis
"antar aku kesana..! ". pinta Nia
"kenapa kamu ingin melihatnya? dia tidak bisa dikendalikan". Ricis
"bisa jadi itu kakakku". tebak Nia
Ricis tertawa, "bukan..! dia bukan kakakmu, mana mungkin RSJ Kasih kehilangan pasiennya? terlebih lagi Tuan Muda memberi fasilitas terbaik untuk menjaga kakakmu, dia tidak akan bisa kabur".
"benarkah? ". tanya Nia antara lega dan penasaran.
"mending kamu lihat berita deh..! udah hampir berapa minggu kamu tidak main ponsel dan lihat TV". omel Ricis
__ADS_1
"kamu tidak penasaran bagaimana kematian Pria pengecut itu? ". tanya Ricis
Nia terkejut, "hah? apa ada di berita? ".
"tentu saja.. sama seperti kematian kedua orangtuamu, pria itu juga masuk berita". Ricis
Nia mengambil ponsel Ricis tanpa bilang-bilang sedangkan Ricis hanya menggeleng-geleng kepala, Nia memang jarang buka sosmed karna lebih suka memasak dan bersih-bersih dari pada main ponsel, diwaktu luang Nia lebih suka nonton.
Nia menelan salivanya membaca artikel pembunuhan itu.
Kematian misterius..! 1 Rumah misterius di desa habis di makan si jago merah dan banyak korban jiwa disana, jasad sudah di temui identitasnya dan orang itu adalah Red dan beberapa orang lainnya. Nia ingat lokasi itu adalah tempat Nia di sekap sebelum pergi ke Bandara.
1 Mafia yang setia dengan Red habis di bumi hanguskan oleh Red, tidak tau siapa yang Arya lepaskan Nia tidak berani bertanya.
"lihatlah wajah bodohmu ini Nia? ini berita sangat viral setelah kamu bangun tapi kamu malah ketinggalan berita". ejek Ricis
Nia fokus membaca berita itu hingga selesai, Nia memberikan ponsel Ricis sambil mengerjab-ngerjab polos.
"kenapa? kamu takut dengan suamimu? dia hanya balas dendam atas nama kedua orangtuamu juga membalas rasa sakit hatinya telah disinggung olehnya yaitu dengan menyentuh kelemahannya". jelas Ricis
"kenapa kak Arya bisa sesadis ini? ak.. aku tidak menyangka, apa kak Arya punya 2 Kepribadian? ". tanya Nia dengan raut wajah bingung
Ricis mengerutkan keningnya lalu tertawa lebar, "kamu ini lupa siapa keluarga Melviano? jika ada yang datang pada mereka sebagai musuh maka keluarga Melviano bisa bertindak lebih kejam dari malaikat kematian, tapi jika mereka sudah mencintai seseorang tidak ada yang menilai latar belakang orang itu jika orang itu memang patut untuk dicintai".
Nia terdiam merenungi semuanya, ia tentu tau maksud kata-kata Ricis.
"tidak dibunuh tapi diberi peringatan, tapi jika ada yang melukaimu maka mati lah hukuman dari Tuan Muda". jawab Ricis
Nia tampak berpikir, "berarti kalau ada perempuan yang berani menggoda suamiku boleh dong aku jambak, tampar dan mengusirnya? "
Ricis terbahak mendengarnya, ternyata Nia tidak takut dengan Arya tapi malah ingin memiliki taring (Jahat) saat ada wanita lain berani mendekati suaminya.
"tentu saja. ! Tuan Muda milikmu". Ricis menyahut lalu tertawa melihat wajah sumringah Nia.
.
"Cha? ".
"iya kak? ". sahut Nia berlari dari dapur menyambut suaminya.
"kakak lelah? ". tanya Nia menerima jas Arya dan melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 9 malam.
"iya sayang..! aku dan Bang Satria harus buat proposal langsung sore tadi untuk acara besok". jawab Arya melepaskan dasinya.
"aku siapkan air hangat ya? ". Nia
__ADS_1
Arya mengangguk lalu tangannya mengelus lembut pipi Nia yang tersenyum.
Nia berjalan duluan dan melayani Arya yang baru saja pulang kerja, tidak seperti biasanya Arya harus lembur di Perusahaan bersama Satria tapi karna hal penting tentu harus di kerjakan juga.
.
"aku buat pasta enak kak..! baru aja masak ayo duduk kak! ". Nia melihat Arya yang sudah segar dan tampan disampingnya.
"kamu tidak lelah sayang? ". tanya Arya
Nia tersenyum, "tidak kak.. aku tidak lelah". jawab Nia sambil tersenyum
"kalau dipikir-pikir kamu lebih sibuk dari aku sayang". kata Arya mengingat Nia mengurus Apartemen, Kelinci, kursus merias kue, masak siang untuk Arya dan banyak lagi.
"tapi aku menikmatinya kak". jawab Nia dengan senyuman tulusnya.
Nia sudah biasa bekerja, jadi pekerjaannya sekarang bukanlah apa-apa walaupun Arya berulang kali ingin menyewa jasa ART tapi Nia menolak dengan alasan cemburu.
Nia tidak suka ada manusia berjenis kelamin perempuan membereskan pekerjaan nya sebagai Ibu Rumah Tangga, tapi Arya tidak bisa menolak saat Nia mengatakan ia akan butuh ART kalau Nia sedang mengandung.
Nia belum juga hamil sedangkan Alya sudah hamil beberapa minggu dan perut Alya sudah terlihat saat memakai pakaian ketat.
"bagaimana kak? ". tanya Nia berbinar menunggu penilaian sang suami tentang menu masakan Pasta versinya.
"hmm.. enak.. aku baru merasakan pasta seperti ini". senyum tampan Arya.
Nia memekik dan beryes ria, "itu bumbu racikan baru aku kak! ". jawab Nia
Arya mendengarkan Nia yang mengoceh tentang semua bumbu-bumbu yang diracik oleh nya sendiri, Arya tidak faham tapi ia tau istrinya memang sangat berbakat kalau soal masak-memasak.
"besok siang aku akan buat menu masakan lain kak". kata Nia bersemangat
Arya tersenyum lembut, Nia selalu membuat model masakan baru untuk Arya supaya tidak bosan dilidah suaminya.
"sayur Brokoli bagaimana kak? ". tanya Nia menaik turunkan kedua alisnya.
"sayur Brokoli sudah di coret dari daftar makanan keluarga hebat Melviano". jawab Arya menatap datar istrinya.
Nia tertawa terbahak-bahak hingga Arya gemas melihat gigi kelinci Nia.
"udah berani ya?". Arya mengacak gemas rambut Nia.
Nia berani menggodanya, semua laki-laki di Keluarga Melviano memang benci Brokoli dari zamannya Pasha hingga sampai ke anak cucunya.
.
__ADS_1
.
.