Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
melarikan diri


__ADS_3

.


.


di tempat lain.


Maria mengamuk di kurung di pulau terpencil mengurusi kandang kuda,


"kenapa aku bekerja disini? aku minta jadi pengawal". jeritnya Frustasi.


"apa mereka sengaja memperlakukanku seperti ini? tapi bagaimana mereka bisa tau? aku belum puas balas dendam pada wanita itu, dia merebut Master R dariku... aku benciiii... aku ingin menghabisinya... aku ingin membuatnya menghilang dari muka bumi ini...." Maria mengamuk tidak tentu arah.


Maria melepas topeng wajahnya hingga terlihatlah wajah asli dirinya yang sudah berkeringat sana-sini, Morett. ya..! dialah Morett yang tega membunuh wanita bernama Maria hanya untuk bisa meminjam wajahnya.


Morett ingin membalas perbuatan Raya, ia ingin membuktikan pada Raya dirinya tidak pernah bermain-main dalam perkataannya.


"jangankan untuk balas dendam.. ! dekat dengan adik bungsunya saja tidak bisa, mereka seolah sengaja menyiksaku seperti ini". marah Morett melempar-lempar buah-buahan segar untuk makan kuda-kuda istimewa milik Satria.


Kuda-kuda milik Satria bisa memakan buah tapi hanya setiap hari jum'at saja dan hari senin Kuda-kuda itu makan sayur-sayuran, lain dari hari Senin dan Jum'at makanan Kuda-kuda itu hanya rerumputan.


Morett memekik seketika saat Kuda-kuda di dalam kandang meringkik heboh seolah tau makanannya di buang sia-sia.


"berisiiikkk....! ". teriak Morett


bukannya berhenti, semua kuda-kuda di dalam kandang melarikan diri hingga Morett segera memasang topeng wajahnya. ia kocar-kacir menghentikan Kuda-kuda itu.


"sialan kalian...! mau kemana...?? kembalii....!! ". jerit Morett.


"aaakkkh......!!!" jerit Morett kocar-kacir menghalau kuda-kuda yang melarikan diri.


"sialan... tidaaak...! "


terlambat Kuda-kuda itu sudah lepas dan masuk hutan ke dalam, entah apa yang kuda-kuda itu lakukan. Morett frustasi sendiri mengikuti kuda-kuda itu yang berpencar seolah sengaja membuatnya kebingungan.


Morett seperti orang bodoh diantara banyaknya pekerja Satria, semua orang setia Satria sudah tau siapa Morett. itu sebabnya semua orang Satria seperti sengaja menyiksa Maria yang seorang penghianat.


di tempat lain, Kota Y.


"bagaimana bang? ". tanya Arya cekikikan sendiri membayangkan kuda-kuda di dalam kandang lari karna Morett.


"ckk.. awas aja dia.. Kuda-kuda itu keturunan Kuda Max.. aku tidak akan memaafkan dia sampai ada Kudaku yang mati karnanya". ujar Satria dengan santainya.


"sudah.. sudah... mari kita berhenti memikirkan kuda, abang harus berpikir masa depan, kak Raya bahkan sudah menikah ! apa abang tidak berniat menikah dengan seseorang? ". alih Arya merasa penasaran akan sosok wanita yang bisa menakhlukkan hati kakak laki-lakinya satu itu.

__ADS_1


Keluarga Melviano tidak ada yang pernah bermain Wanita, jika mereka menyukai 1 gadis maka apapun akan dilakukan mereka hingga gadis itu menjadi wanita mereka selamanya tentu membuatnya bahagia lahir-batin.


itu sebabnya siapapun wanita itu akan sangat beruntung seperti, Kaira, Shindy, Mayra. mereka bertiga adalah wanita pilihan penguasa Melviano yang saat ini bahagia dengan para Lelaki Melviano.


"Arya penasaran siapa wanita yang bisa membuat abang Arya satu ini bertekuk lutut". gelak Arya menundukkan kepalanya seperti seorang Pangeran memberi hormat pada Raja nya.


Satria mendecih, "tidak ada ! dimana mencari gadis baik hati zaman sekarang? di zaman ini tidak ada hati perempuan yang bersih seperti kapas putih, hanya ada perempuan yang haus akan uang, kekuasaan".


"pasti ada bang..!". jawab Arya dengan serius


"ya... 1 diantara 100 bukan? ". kekeh Satria mengusap kepala Arya.


Arya menepis tangan Satria, "kenapa abang mengacaukan rambutku? emang abang aja yang di dekati oleh gadis-gadis, Arya juga". gerutunya sambil membenarkan rambutnya lagi.


"ingat umur.. kamu tuh masih bocah jangan macam-macam? ". peringatan Satria


"eeh..? emang kenapa umur Arya? apa tidak boleh mencari kekasih? oh.. hayolah abang.. Arya bukan bocah lagi, benih berharga Arya sudah bisa menghasilkan bayi lucu". ucap Arya percaya diri dapat jitakan keras dari si abang.


"hati-hati bicara, abang tidak suka kamu menghamili wanita". peringatan Satria dengan tatapan tajam.


Arya mendecih kesal sambil mengusap-ngusap keningnya.


.


.


"a.. apa itu bang? ". tanya Arya kebingungan sambil menerka-nerka apa yang terjadi pada gadis itu.


"tidak usah ikut campur". acuh Satria memilih memandang lumba-lumba di hantaran laut lepas dibawah tebing.


"Tuan Putri....! lebih baik anda kembali..! ". jerit salah satu pria berbadan besar memohon pada sang putri untuk tidak lagi melarikan diri.


"No...! kalian pergi...! jauh... " jerit gadis cantik itu yang tidak memakai alas kaki.


Arya melihat kaki gadis itu sudah terluka, "apa mereka orang jahat bang? kita harus menolongnya". bisik Arya


"gunakan otakmu..! lihatlah pakaian mereka dengan benar..!" titah Satria tanpa melihat ke arah mereka semua.


"hahh?? ". Arya memperhatikan jas para lelaki yang masih setia berkeliling mengikuti tuan putri mereka yang lari tak juga mau berhenti.


"Astagah...! bang... Mereka orang Kerajaan negara R ya? sial..!! kenapa bisa ada disini? ". bisik Arya berbalik ke arah Satria demi menghindari keluarga Kerajaan itu.


Arya dan Satria tidak takut dengan Keluarga Kerajaan tapi mereka memang tidak ingin terlibat dengan Keluarga kerajaan, hanya merepotkan saja. dunia Kerajaan sangat menyebalkan bagi mereka karna pengalaman dari orangtua Kaira (Grandma).

__ADS_1


"Tuan Putri...! " jerit mereka berputar-putar seperti orang bodoh demi mengejar gadis cantik itu.


"biarkan aku pergi...! aku tidak mau di dalam kastil itu... tidak mau.. ! aku mau bebas..! ". jerit gadis itu dengan pandangan mata kesana-kemari mencari bantuan.


Gadis itu melihat dua lelaki tengah menatap lautan lepas di bawah tebing.


"Semoga salah satu dari mereka ada pangeranku". gumam gadis itu yang bisa berbahasa indonesia.


"please...! help me...! ". jerit gadis itu berlari ke arah Satria dan Arya.


"Tuan Putri...! ".


"ck...! " decak Arya dan Satria serentak.


"cepat bang..! Arya yang nyetir". Arya langsung berlari memasuki mobil.


Satria berjalan tenang ke mobilnya sementara Arya sudah di dalam mobil bahkan sudah menghidupkan mesin mobilnya tinggal masukkan gigi dan di gas saja.


"pangeran...! hiks.. hiks... ". isak tangis Gadis itu tidak mau Satria dan Arya mengabaikannya.


Satria seolah terhipnotis mendengar isak tangis gadis itu, ia memutar kepalanya melihat gadis itu.


"abang...! ". Panggil Arya dari dalam mobil


Satria tidak bergerak, tubuhnya terpaku melihat bola mata kristal gadis itu sudah basah, warna mata gadis itu hijau, sungguh indah sekali.


brukkh...


Gadis itu masuk ke dalam pelukan Satria, "pangeran..! ku mohon bawa aku pergi...! aku tidak mau di kurung.. aku mohon". pinta gadis itu dengan kedua matanya berkaca-kaca mendongak menatap manik mata biru Satria, gadis itu seolah takut di tangkap oleh orang jahat.


Satria menggeleng kepalanya seketika lalu menarik bahu gadis itu dan membawanya masuk ke mobilnya, Arya melototkan matanya saat si abang membawa masuk gadis berpakaian aneh itu.


"abang..? ". protes Arya.


"cepat pergi..! ". titah Satria


Arya pun mengangguk, lalu mobilnya langsung melaju kencang.


para pengawal yang mengejar gadis tadi langsung ketar-ketir mencari mobil tapi tidak ada mobil di sekitar mereka, mereka tadi naik Kapal Feri ke negara tetangga tapi terjadi sesuatu hingga mereka harus menepi ke negara ini, bukannya bisa tenang namun tuan putri mereka malah melarikan diri hingga kekacauan ini pun terjadi.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2