Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
rencana bulan madu


__ADS_3

.


.


Raka mengerutkan dahinya tidak mengerti maksud perkataan Raya.


"maksud kamu apa sayang? kenapa kecebongku tidur panjang? kan kamu lihat sendiri setiap bersamamu milikku selalu tegak menantang". bahas Raka membanggakan miliknya.


"tegak ya mungkin, tapi kecebong abang yang tidak masuk ke rahimku pasti karna masih tidur panjang, abang sendiri yang bilang tidak pernah tidur dengan siapapun. artinya apa coba? pasti masih tertidur jadi harus di cek ke dokter". jawab dengan santainya tak malu lagi membahas hubungan intim diantara mereka berdua.


Raka menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "masa sih? kalau berdiri artinya aktif ya? kenapa kecebongku masih tidur? apa uratnya ada yang putus ya? ". gumam-gumam Raka tidak mengerti namun berusaha mencari-cari jawaban.


Raya menahan tawanya sekuat tenaga akan jawaban Raka yang tak masuk diakal.


"jika abang ingin punya anak, tentu aku tidak akan menghentikannya tapi aku tidak bisa memprediksi kapan aku bisa hamil anakmu bang..! aku berjanji akan memberi taumu jika ada Mr. R junior disini atau Ms. Raya junior disini". Raya mengambil telapak tangan Raka dan meletakkannya di perut datarnya.


Raka mengangkat tubuh Raya dan mendudukkannya di meja kerjanya,


brukhh..


Raka dengan santainya memindahkan berkas-berkas pentingnya seperti pengganggu saja.


"kenapa disini bang? tidak sopan". Raya menepuk jidatnya saja akan tingkah sang suami yang meletakkannya dimana saja.


"kamu lebih penting dari berkas-berkas itu". jawab Raka melepaskan peniti pashmina sang istri.


"abang.. katanya aku tidak boleh buka penutup kepala, terus kenapa buka nya disini? di kamar aja ya? ". bujuk Raya mengelus rahang kokoh suaminya.


Raka mengangguk lalu menggendong tubuh Raya yang kini sibuk menahan penutup kepalanya supaya tidak terbuka.


sebenarnya Raya ingin membuka pashima nya jika berada di mansion Raka tapi suaminya itu tidak mengizinkan, Raya tidak terlalu suka memakai jilbab langsung tapi lebih suka memakai Pashmina menurutnya simpel dan tidak ribet, dan Raka ingin seluruh tubuh Raya terbungkus hanya dirinya saja yang boleh melihat isinya.


.


.


"abang...? kita mau kemana? ". tanya Raya keluar dari kamar mandi melihat Raka mengeluarkan 2 koper miliknya juga milik Raka.


"kita akan berbulan madu". jawab Raka tampak sibuk memasukkan baju sederhana namun masih tertutup dan sopan untuk sang istri.


"itu apa sayang? ". tanya Raka menunjuk sebuah kotak kado.


"hah? aku tidak tau". Raya mendekat dengan rambut basah nya ke arah kado yang Raka tunjuk.


Raka berdecak tak suka lalu mendekat ke Raya dan langsung menggendongnya, Raya beralih menatap mata suaminya.

__ADS_1


"kenapa bang? aku baru aja mandi jadi jangan mesum". ancam Raya dengan galak.


Raka tersenyum lembut mengecup lama kening Raya,, "rambutmu basah sayang..! nanti berlian berhargaku ini terkena demam kamu tau sendiri kan cuaca akhir-akhir ini bagaimana? ".


Raya mencebikkan bibirnya hingga Raka gemas mengecup bibir Raya berkali-kali.


"abang yang buat aku terus keramas di musim hujan". gerutu Raya menahan dada bidang suami cab*l nya itu.


Raka terkekeh lalu mengambil hairdryer dan langsung mengerjakan tugasnya mengeringkan rambut istri kesayangannya.


"udah bang? aku mau lihat kadonya". tanya Raya mendongak ke Raka yang asiknya mengelus dan membelai rambut panjangnya yang super halus.


"ya udah..!" senyum lebar Raka mencubit pipi Raya


Raya langsung berdiri dan berlari ke arah meja sofanya, Raka tersenyum melihat Raya dari belakang.


"apa yang ada di tubuhnya sangat berbahaya, rambutnya saja bisa membuatku menginginkannya lagi". gumam Raka menepuk kepalanya sendiri yang berpikir kotor lagi.


Raya membuka isi kadonya dengan hati-hati,


"hah? " . Raya mengangkat Lingerie transparan berwarna hitam.


"apa ini? ". gumam Raya dengan tatapan aneh melihat baju itu.


"siapa yang memberimu baju ini? ". tanya Raka menetralkan tawanya.


"jadi itu memang baju? ". tanya Raya dengan geli


"iya.. Lingerie". jawab Raka


"apa ada yang memakai baju renang seperti ini? ". tanya Raya yang memang tidak tau menau baju jaring-jaring itu untuk menyenangkan suami.


"baju Renang? siapa bilang ini baju renang? ". tanya Raka dengan gemas menarik pinggang Raya hingga masuk ke pelukannya.


"kalau bukan baju renang baju apa? ". tanya Raya dengan polosnya benar-benar tidak tau Lingerie.


"baju wanita yang menggoda pria untuk diatas ranjang". bisik Raka lalu menggigit pelan telinga Raya.


Raya merinding seketika mendengarnya, ia dengan geli melempar pakaian itu.


"menggelikan sekali". kesal Raya


Raka tertawa tapi tangannya mencari surat dari dalam kotak kado.


"ini pengirimnya". Raka mengetuk kartu nama pemberi kado aneh itu.

__ADS_1


Raya merampasnya dari Raka lalu membukanya betapa terkejutnya Raya


"Mami..? ". pekik Raya yang tau pengirim kado menggelikan itu


"apa katanya? ". tanya Raka mendekat dan melihat isi suratnya.


"hadiah pertama untuk pernikahan kalian sayang..! pakai saat kamu ingin menggoda suamimu nak.. mami pengen punya cucu kembar 3". begitulah isi surat Shindy.


Raka tergelak keras, "coba kamu pakai sayang? "


Raya menggeleng kepalanya, "baju itu menggelikan sekali, lebih baik tidak usah pakai seperti itu untuk menggodamu, aku melebarkan paha saja abang udah tergoda langsung meninggalkan pekerjaan abang".


Raka pun membenarkan, ia tidak bisa menepis perkataan Raya sebab apa yang istrinya katakan itu memang benar.


.


.


Raya digenggam mesra oleh Raka berjalan di bandara, banyak orang yang melihat Raka dan Raya yang sama sekali tidak menyamar.


"kenapa tidak menyamar abang? ". tanya Raya.


"tenang saja sayang..! publik tau kita sudah menikah". bisik Raka membuat mata Raya membulat sempurna lalu melihat kiri, kanan, depan dan belakang.


Raya bisa melihat mereka semua tengah iri dan bergosip gemas akan kemesraan nya dengan Raka.


"bagaimana bisa? kita merahasiakannya kan? ". tanya Raya tidak mengerti sambil menubrukkan wajahnya di belahan dada bidang suaminya.


"papi yang menyebarkan vidio ijab kabul kita saat ini, sekarang sedang viral". bisik Raka


"issh.. kenapa papi sama mami menyebalkan sekali? ". gerutu Raya belahan dada bidang suaminya.


Dylan menyebarluaskan berita pernikahannya dengan Raka ke sosmed, tadi Shindy juga memberi kado berupa Lingerie, bagaimana bisa kedua orangtuanya berkompromi menyesatkan dirinya.


di dalam pesawat Raka memanjakan istrinya hingga orang lain di sekitar Raka dan Raya berbisik-bisik iri akan pasangan cantik dan tampan itu.


"udah bang..! sekarang abang yang makan, aku bisa makan sendiri". Raya yang malu segera meminta Raka untuk mengerjakan hal lain.


"kenapa sayang? aku akan makan jika makananmu sudah habis, kamu tau aku kan? kenapa harus malu dengan mereka hmm? mereka harus tau kan betapa cinta nya aku padamu". Raka berkata dengan tenang masih berusaha menyuapi istrinya.


Raya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, biasanya Raka memang sering menyuapinya makan begitu juga Raya tapi situasinya saat ini berbeda, Raka dan Raya berada di tempat terbuka.


.


.

__ADS_1


__ADS_2