Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
mencari aman


__ADS_3

.


.


"sayang? ". panggil Raka dengan gemas menggendong Raya namun sangat hati-hati seolah Raya adalah sebuah berlian berharga nya yang tidak boleh tergores.


Raya melenguh sambil mendekatkan wajahnya ke leher Raka, Raka mencium sayang pelipis Raya.


betapa nyenyaknya tidur Raya saat berada di pelukan Raka, sebelumnya Raya tidak bisa tidur tapi di temani oleh Dita, Alya juga Alice membuatnya tidak kesepian.


Raya baru bisa tertidur setelah mendengarkan Alice bercerita dunia dongeng untuk anak-anak jelang tertidur, mungkin bawaan bayi nya membuat Raya mudah tertidur karna cerita anak-anak tersebut.


.


.


pagi-pagi.


"Alya? ". gumam Raya mengusap-ngusap perut Raka


Raya mengerutkan keningnya merasa ada yang berbeda, ia merasa tubuh yang ia raba kini bukan tubuh perempuan.


tangan Raya naik ke atas meraba dada bidang Raka, Raya membuka matanya hendak mengamuk namun melihat wajah pria yang sangat ia rindukan ada didepannya tengah menatap penuh cinta padanya malah membuat Raya mengerjab tak percaya.


"abang? ". gumam Raya mengucek-ngucek matanya demi memastikan pandangannya tidak salah.


Raka masih tersenyum menikmati ekspresi menggemaskan istrinya kini yang terlihat linglung padanya, Raya pasti tidak percaya bahwa Raka ada di depan matanya kini.


"sayang? ". Raka meradu keningnya dengan kening Raya.


mata Raya membulat sempurna, "abang? ".


Raka terkekeh gemas, "iya sayang..! ini aku permaisuriku".


Raya terduduk lalu melihat situasi nya yang tidak ada siapa-siapa melainkan hanya dirinya juga suaminya saja.


"mereka sudah pindah". jawab Raka juga duduk mengurai rambut panjang Raya yang masih terlihat cantik padahal baru bangun tidur.


"abang kapan datang? ". tanya Raya memekik senang memeluk Raka yang tertawa pelan membalas pelukan Raya.


"aku datang jam 3 pagi tadi sayang". jawab Raka mengecup bahu Raya.


"bagaimana keadaanmu sayang? apa anak kita baik-baik saja selama aku tinggal pergi? ". tanya Raka


Raya mengerucutkan bibirnya, "anak kita sangat merindukanmu".


Raka melepaskan pelukannya dengan Raya lalu tidur di pangkuan Raya, Raka mengelus perut Raya dan menciumi perut Raya hingga Raya tersenyum manis mengelus rambut Raka.


"Papa juga merindukanmu anakku". bisik Raka


Raya terus saja tersenyum, ia senang sekali bisa melihat Raka saat ini.


"apa abang baik-baik saja? ". tanya Raya serius.


"kenapa sayang? aku baik-baik saja". tanya Raka balik sambil duduk bersila di depan Raya.

__ADS_1


"aku tau semuanya bang..! Alice sudah memberitauku kalau abang terkena masalah disana". Raya berkata dengan serius.


"masalah apa? ". Raka seolah tidak tau


"abang dikejar anak buah pria misterius kan? mereka adalah musuh ibu kandungmu". jelas Raya.


"kamu tau ibu kandungku sayang? ". tanya Raka menggenggam kedua tangan Raya


"aku tidak tau karna Alice juga tidak kenal kedua orangtuamu tapi Alice bilang ibu mu sedang berada di ruangan tertutup, obat herbal dimana-mana, banyak alat-alat medis di tubuhnya". Raya


Deg...!!


"alat-alat medis? maksudmu ibuku dalam keadaan koma sayang? ". tanya Raka menebak.


"tidak tau.. mungkin begitu tapi kata Alice ibumu sangat terkenal di benua Asia". jelas Raya lagi sambil mengusap wajahnya.


"apa maksudnya? ". Raka tidak mengerti perkataan Raya


"gambaran masa depan di tanganku tidak jelas abang, kalau abang mau tau biarkan Alice menggenggam tanganmu untuk melihat masa depanmu". Raya


"tidak..! biarkan semua terbuka sendiri..! aku tidak mau melihat masa depanku yang belum terjadi, aku tidak mau terluka saat tau kebenaran kedua orangtuaku sayang". Raka menggeleng-geleng kepalanya.


"sekarang katakan padaku apa tubuh abang ada yang terluka? ". tanya Raya mengusap rahang juga kedua bahu Raka.


Raka menggeleng kepalanya, "kamu boleh periksa sayang..! buka seluruh bajuku ini".


Raya mengangguk dengan polos, ia tidak tau apa-apa mengenai pemikiran Raka yang penting saat ini Raya hanya ingin memastikan tubuh suaminya tidak terluka.


.


.


"bagaimana keadaan abang ipar? ". tanya Alya serius


"seperti yang kalian lihat! aku baik-baik saja". jawab Raka sambil tertawa pelan melihat raut wajah serius semua orang.


Alice diam saja sambil melihat Raya yang mengangguk membenarkan perkataan Raka tidak terjadi apapun.


"Alice..? ". panggil Raka


"iya kak". sahut Alice


Alice mengira panggilan abang hanya untuk orang-orang terkasih saja, bagi yang tidak kenal panggil Kakak saja.


"boleh katakan padaku apa ada masalah di hari resepsiku? hanya di hari itu saja, yang lainnya tidak usah beritau aku". Raka


Alice terdiam sesaat lalu melihat orang-orang disekitarnya dan mengangguk.


Alice mengulurkan tangannya, Raka pun izin pada Raya yang pasti mengizinkannya, Raya tau hati Alice hanya untuk saudara kembarnya (Satria) jadi tidak ada yang perlu di cemburu kan.


Alice memejamkan matanya, Alice melepaskan tangan Raka dengan wajah memucat seketika.


semua yang melihat Alice seperti itu terbengong-bengong.


"minum?". Alice mengambil gelas air minum milik Dita.

__ADS_1


Raya menyipitkan matanya melihat Alice, "ada bahaya apa hingga Alice memucat seperti itu". batin Raya.


"bagaimana acara resepsi ku dengan Raya Alice? ". tanya Raka


"Acara itu berjalan dengan lancar karna rencana kakak akan berhasil". jawab Alice setelah jauh lebih tenang.


Raka tersenyum lega, ia tidak peduli yang lainnya selama acara pernikahannya dengan Raya baik-baik saja tidak masalah baginya.


"acara pernikahan kita akan baik-baik saja sayang". senyum tampan Raka mengecup telapak tangan Raya.


"kenapa Alice? ". tanya Alya berbisik.


"nanti saja!". jawab Alice menautkan kedua jemari nya sambil memaksakan bibirnya untuk tetap terus tersenyum.


.


"Alice? ". panggil Alya


"hmm? ". sahut Alice yang kini serius menonton DVD Tom and Jerry.


"ahahaha". tawa Alice lepas seketika.


Alya berdecak lalu mengambil remot TV dan menekan tombol pause hingga film Alice berhenti.


"Alya". protes Alice menoleh ke Alya dengan kesal karna tontonannya di berhentikan.


"katakan padaku..! kenapa abang iparku? ". tanya Alya.


Alice menghela nafas panjang, "kak Raka jadi buronan musuh ibu kandungnya yang membuat ibunya koma sampai saat ini, aku yakin akan terjadi masalah besar jika pernikahannya muncul di tv".


"maksudmu? ". tanya Raya tiba-tiba masuk ke kamar Alya dan Alice.


Alya berdecak kesal karna Raya mendengarnya sedangkan Alice segera menekan remot TV nya sampai filmnya terputar kembali.


"Alice...! apa maksudmu? ". tanya Raya dengan serius.


"hanya ada satu cara untuk kak Raka maupun kak Raya supaya tetap bisa aman ". kata Alice membuat Alya menoleh ke Alice yang fokus nonton TV


"apa? ". tanya Alya dan Raya.


"jangan sampai ada reporter di dalam acara pernikahan kalian, jangan ada yang memotret di dalam pesta itu saja..! setidaknya kalian harus bertahan sampai 2-3 minggu lagi sampai ibu kandung kak Raka bangun dari koma panjangnya". Alice berkata


"ahaha..! " Alice tertawa terbahak-bahak melihat tontonannya dimana si Kucing kalah karna si tikus cerdik.


Raya terdiam memikirkan semuanya,


"media..? artinya kalian harus menutup diri untuk sementara waktu dari dunia berita kan? ". tebak Alya


"koma? bagaimana ibu Raka bisa koma? ibu Raka terkenal di negara Asia? sebagai apa? ". gumam Raya yang kebingungan sendiri dengan jati diri Raka yang masih penuh teka-teki.


Alya sibuk dengan pemikirannya tentang Raka, ia tidak menyangka abang iparnya itu punya identitas yang penuh misteri dan lagi ibu kandungnya Raka koma, entah tragedi apa yang menimpa keluarga asli Raka hingga bisa terpisah bertahun-tahun dari kedua orangtuanya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2