Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Bonus Ekstra Part. 6


__ADS_3

.


.


Alya kembali ke kamar penginapannya terlebih dahulu,


"kau...? diam disitu! awas aja masuk ke kamarku". ancam Alya dengan galak ke Al.


Al menahan tawa dan mengangguk saja, ia berbalik lalu berdiri tegak di dekat dinding dan menyandarkan punggungnya sambil bersidakap dada menatap Alya.


Alya berbalik masuk ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya hingga Al tertawa kecil.


"apa dia tau sesuatu? ". gumam Al penasaran


Al tidak pernah di perlakukan seperti ini oleh siapapun, hanya Alya yang menolak Al secara terang-terangan dan memasang tembok tinggi diantara mereka.


Alya meletakkan semua makanan ringannya diatas meja sofa yang ada di kamarnya sebagai fasilitas hotel terbaik, Alya menatap ke arah pintu.


"apa dia memang pria kelima?". gumam Alya


"berarti dia Playboy ranj*ng". sambungnya lagi.


Alya menelfon Nola yang ada di Indonesia, Alya meminta Nola mencari tau data seorang Aldezan MZ, tentu dengan senang hati Nola akan melakukannya.


Alya akan mendapatkan informasinya hari ini juga hanya saja Nola meminta waktu supaya bisa memberi informasi sedetail-detailnya.


"baiklah.. 1 jam lagi Alya tunggu informasi dari kakak". balas Alya tersenyum lebar.


.


Alya menatap penampilannya di depan cermin, "Playboy? tapi dia yang paling tulus? tapi tunggu kalau dia Pria Ranj*ng berarti dia seorang Cassanova dong bukan Playboy".


Alya melebarkan matanya melihat ke arah cermin dimana ia bisa melihat kedua pipinya memerah,


"aawwh.. panas! ". Alya mengusap-ngusap pipi nya.


"kenapa bisa begini? ". gumam Alya panik sambil mengusap-ngusap pipinya dan mengalihkan pikirannya yang berpikir hal ranj*ng saja.


.


.


"kenapa kau masih disini? ". tanya Alya memicing menatap Al masih setia di posisi sebelumnya.


"entah..! aku sendiri tidak tau kenapa betah menunggumu di depan kamar". kekeh Al


Alya memutar bola matanya dengan jengah, "sana pergi..!! ". usir Alya


"ayo pergi...! ". ajak Al memberikan lengannya supaya Alya merangkulnya.


Alya mengabaikannya saja, ia memilih pergi hingga Al berlari mengejarnya.


"kau menyukai Veer? ". tanya Al penasaran.

__ADS_1


"bukan urusanmu! ". ketus Alya


Al pun tersenyum, didalam Lift tidak ada pembicaraan apapun diantara mereka.


mereka kembali ke acara yang menjadi titik puncaknya acara adalah dansa di tengah malam, Veer melihat Alya keluar bersama Al membuatnya mengepalkan tangan.


Ayu segera mendekati Alya, "Nona? anda tidak apa-apa? ". tanya Ayu


"tidak apa Ayu". jawab Alya tersenyum


Ayu menatap ke arah Al dan menarik lengan Alya hingga berada di belakang Ayu.


"Nona..! apa dia macam-macam dengan anda Nona? ". tanya Ayu dengan serius


Alya menghela nafas sedangkan Al terlihat tenang, ia sudah tau Ayu adalah pengawal Alya sebab dari awal Al sudah memperhatikan Alya dari kejauhan.


"tidak! dia itu cuma kodok". jawab Alya tidak nyambung menurut Ayu.


Al melihat ke arah Alya yang menyebutnya kodok, gadis cantik ini benar-benar unik menurut Al tapi Al tidak bisa marah kan sebab dirinya sendiri yang meminta Alya menganggapnya patung atau kodok saat bersamanya.


"Alya? ". panggil Veer


Alya terkejut, Ayu memutar tubuhnya masih melindungi Alya di belakangnya, Veer kehilangan kesabarannya langsung menarik lengan Alya.


Ayu yang marah menepis tangan Veer dan perkelahian pun terjadi, Alya bukannya lemah tapi terlalu mudah baginya menghajar Veer, yang ada nanti Alya akan di nilai makin buruk saja dimata banyak orang telah menyakiti Veer yang dikenal sabar juga baik hati itu.


Al diam mengamati situasi, ia tidak bisa ikut campur tapi jika situasinya darurat, mau tidak mau Al akan ikut campur.


"kau jangan ikut campur Yu..! aku cuma mau bicara dengan Alya". geram Veer


Ayu memakai gaun pendek dan mudah baginya berkelahi walau memakai heels, sedangkan Alya memakai gaun yang panjang.


"Alya..! kenapa kau memilih pria sepertinya? ". tanya Veer dengan mata memerah


Ayu menendang perut Veer hingga terjatuh tak elit, Veer mencoba bangkit dan berbicara di depan umum saja karna tidak bisa membawa pergi Alya.


"aku tidak memilihnya jadi tidak usah sok tau". kata Alya dengan datar.


"lalu kenapa kau keluar bersamanya? ". tanya Veer lagi.


"bukan urusanmu! ". ketus Alya berbalik meninggalkan acara itu menuju Lift.


Al tidak bisa apa-apa, Ayu berlari mengejar Nona nya sedangkan Veer hendak mengejar Alya pun dicegat oleh Al.


"kau...! aku lebih mengenalnya dibanding dirimu jadi jangan sok jadi pahlawan disini". desis Veer dengan tatapan tak bersahabat.


"oh ya? aku baru pertama kali berkenalan dengannya langsung tau sifatnya yang tertutup..! kau juga tidak perlu sok dekat dengannya". balas Al dengan senyum miringnya meremehkan Veer.


Al mendorong kasar tubuh Veer hingga melangkah mundur, pintu Lift sudah terlanjur tertutup dan Veer tidak tau lantai kamar tujuan Alya.


"kau tidak akan mendapatkan dirinya selagi aku masih hidup". kata Veer dengan sinis.


"kita lihat saja nanti". balas Al menantang.

__ADS_1


Veer berbalik pergi meninggalkan acara itu walau belum selesai ia tak lagi berminat sebab Alya juga sudah pergi, Al mencari minuman karna tenggorokannya terasa kering saat ini.


.


.


Al melirik saat ada tangan tiba-tiba merangkul lengannya,


"Al? ". panggil seorang wanita dengan suara seksi.


Al menepisnya secara perlahan, "aku tidak mood".


Al meninggalkan wanita itu tanpa melihat wajah wanita itu,


"Tidak Mood? ". gumam wanita itu merasa heran.


.


.


di kamar Alya.


"jadi dia memang pria ranj*ng?". gumam Alya berbinar seperti anak kecil mendapatkan pria kelima yang dimaksud Alice.


"kapan kakak iparku mau datang? ". tanya Alya tak sabar ke Ayu.


"Nyonya Alice akan datang beberapa hari lagi ke Indonesia Nona..!". jawab Ayu setelah berbicara dengan Alice yang kini berada di Dubai.


"ok..! kalau begitu aku akan sabar". gumam Alya


"tenang Alya.. tenang...! ". Alya mengusap-ngusap dada nya yang berdebar saat ini karna telah menemukan pria kelima yang akan tulus mencintainya hingga tua nanti terlepas dari masa lalunya saat ini.


Alya membaca E-mail kiriman dari Nola lagi tentang informasi jati diri Al yang sangat detail. Alya mulai serius membaca informasi data pribadi Al.


"keluarganya berpisah karna papanya berselingkuh? mamanya meninggal tak lama setelah kejadian itu, dia benci perempuan seksi? apa itu sebabnya dia jadi suka bermain dengan wanita?". gumam Alya


Alya mengetahui masa lalu menyakitkan Al hingga menjadi pria seperti saat ini yang suka tidur dengan perempuan seksi manapun.


"huuh...! aku tidak akan mempermasalahkan masa lalunya, dia begitu trauma dengan masa kecilnya hingga jadi pria cassanova".


"Alya.. tenangkan dirimu..! buatlah dirimu begitu bernilai di matanya". senyum manis Alya menyemangati diri.


"apa Nona menyukai nya? dia pria yang suka bermain wanita nona". tanya Ayu akhirnya memberanikan diri bertanya pada Alya.


"tidak masalah Ayu, aku adalah gadis sejuta pesona aku akan menaklukkan pria cassanova itu". balas Alya tersenyum manis.


Ayu tersenyum, ia mengerti Alya tidak mempermasalahkan masa lalu Al.


jika wanita lain mana ada yang mau menerima pria yang suka bermain wanita, tapi Alya yang sangat sempurna menurut Ayu mau menerima pria seperti Al.


Alya berpendidikan tinggi, cantik, berasal dari keluarga terhormat, sangat pintar, gadis, berkarir, pria mana yang tidak akan tergila-gila pada Alya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2