
.
.
CEO besar dari berbagai perusahaan datang ke ruangan Rapat milik MattGroup.
Raka mengedarkan pandangannya untuk pertama kalinya ia melihat ruang Rapat MattGroup yang terbilang unik dan sudah jelas MattGroup berdiri sejak lama jadi desain nya dibilang cukup legend.
"silahkan duduk tuan! ". para sekretaris CEO berdiri di belakang kursi milik tuan mereka.
Raka bersama Rio sedangkan Robert tidak bawa siapapun karna terlalu merepotkan juga menurutnya, Asistennya harus mengurus hal yang lain bukan masalah Perusahaannya saja.
"Nona muda Melviano tiba".
suara itu menggetarkan hati Raka, semua CEO perusahaan asing berdiri menyambut perwakilan MattGroup itu, sebagian besar mereka tau Raya adalah putri sulung Dylan Mahardika tentu saja kejeniusannya tidak perlu di ragukan lagi.
jujur saja mereka berlomba-lomba ikut rapat karna ingin melihat Raya secara langsung, sebenarnya Sekretaris perwakilan Perusahaan saja sudah cukup untuk menghadiri Rapat itu tapi orangtua mereka tanpa ragu menunjuk putra mereka untuk mengikuti rapat itu, siapa tau Raya jatuh cinta pada salah satu anak mereka begitulah pikir pimpinan terbesar masing-masing perusahaan.
"sebelumnya saya mengucapkan terimakasih atas kehadiran tuan-tuan dari berbagai Perusahaan, saya merasa terhormat menjadi perwakilan MattGroup untuk menjadi pemilik rapat hari ini". Raya berpidato sejenak sambil menatap mereka semua satu persatu.
betapa berkharisma nya Raya saat ini sedang menjelaskan kelebihan dan kekurangan projek pentingnya, dalam beberapa hari Raya bisa menciptakan projek penting yang akan ia luncurkan ke publik nanti.
walaupun MattGroup memiliki banyak uang dan bisa membangun apapun sendiri tapi namanya kerja sama harus saling menguntungkan satu sama lain bukan mencari untung sendiri itulah yang diajarkan Matt pada anak cucu serta cicit-cicitnya.
"bagaimana? ". tanya Raya tersenyum setelah menyelesaikan tugasnya.
bukannya menjawab mereka semua terpaku dengan kecantikan Raya, seorang Raya bisa tersenyum dan juga kapan lagi mereka bisa melihat senyum Raya yang seperti itu? kejadian langka menurut mereka.
Robert pun sempat terpesona persekian detiknya ia tersadar saat Raka mengeluarkan pendapat.
debat antara Raya dan Raka pun di lihat oleh para perwakilan dan CEO perusahaan lain, perempuan takjub dengan kehebatan Raka begitu juga para lelaki jatuh cinta dengan ketenangan Raya menjawab pertanyaan Raka tanpa berpikir seolah semua sudah ada di otaknya.
"awas kau Raka..! aku akan mencekikmu nanti, berani sekali kau mengajakku berkelahi di depan mereka semua". senyum Raya yang terkesan terpaksa ke arah Raka.
Raka menebarkan senyum tak berdosanya hingga mata Raya melebar tak percaya akan senyum itu yang pasti ingin Raya musnahkan dari muka bumi ini.
"baiklah..! saya setuju dengan projek ini". Raka menandatangi berkas kerja samanya.
MC wanita bertanya pada yang lainnya adakah yang ingin bertanya namun tidak ada yang berani bersuara sedangkan Robert mengepalkan tangannya, tadi dia tidak mendengarkan secara serius penjelasan Raya terlalu larut dengan kecantikan Raya jadi mau bertanya pun tidak bisa karna tidak menyimak sebelumnya.
Dita mengambil seluruh berkas tanda tangan mereka semua, Raya pun permisi mengundurkan diri sambil tersenyum ramah.
semua orang mulai membubarkan diri bukannya berceloteh tentang projek baru Raya tapi malah bergosip akan kecantikan Raya serta kepintaran Raya.
"Tuan itu sangat menawan! ". bisik sekretaris lain
__ADS_1
"sangat".
"tapi kenapa dia mengajak debat kekasihnya sendiri? ". bisik yang lainnya.
para lelaki dan perempuan sibuk dengan dunia gosip mereka saat keluar dari ruangan rapat,
ruangan sudah sepi hanya menyisakan Raka, Rio dan Robert.
Rio pun pamit keluar untuk memberi waktu kedua musuh itu berkelahi karna perempuan, Rio bisa sakit kepala berada di tengah-tengah hawa dingin kedua pria tampan itu.
"kau benar mencintainya? ". tanya Robert dengan serius dan dingin.
"apa itu penting? ". Raka tak kalah dingin.
"aku tidak akan melepaskannya kau tau kan?". Robert menantang.
"dulu aku memberikan Yeri padamu untuk kau bisa berjuang karna aku memang tidak mencintainya tapi sekarang kasusnya berbeda, Raya tidak sama seperti Yeri, aku tidak akan memberikannya padamu". Raka
"jadi dia gadis yang kau cintai selama ini? ". tanya Robert dengan sinis.
"hmm! percuma berbohong kau sudah tau bukan? ". balas Raka
"aku tidak butuh masa lalumu itu, aku akan mendapatkannya karna apapun yang kau miliki akan aku rebut bagaimanapun caranya". Robert.
Raka masih tenang dengan emosinya, Robert pria emosian yang tidak bisa mengendalikan kemarahannya itu sebabnya Yeri tidak bisa bertahan dengannya.
"aku tidak salah..! kau yang salah". Robert mendorong kasar Raka tapi gerakan cepat Raka membuatnya bisa menghindar.
"jangan berkelahi di tempat orang". tegas Raka
Robert mengabaikannya terus saja mencoba melukai Raka, Raka melihat ada CCTV membuatnya berpura-pura lemah di pukul Robert.
beberapa saat kemudian pintu di buka
"cepat seret pria itu keluar...! berani sekali dia berkelahi di ruangan ini". titah Raya dengan dingin.
"baik nona! ". jawab 10 satpam berlari bergerombolan membawa kabur Robert yang berteriak memaki Raka.
Raya menghela nafas panjang melihat Raka yang duduk dilantai dengan pose keren melihat ke arah luar kaca,
bunyi heels Raya mendekat ke Raka, walau Raya punya ilmu peringan tubuh tapi di perusahaan Raya bertingkah seperti perempuan karir pada umumnya.
"kau baik-baik saja? ". tanya Raya
"baik ". jawab Raka seadanya
__ADS_1
Raya mengulurkan tangannya dan Raka menoleh ke tangan Raya lalu mendongak, Raka bisa melihat senyum tipis Raya yang selalu tampak menawan di matanya.
Raya membantu Raka berdiri dan Raya membawanya ke ruangan kantornya.
Raya mengambil kotak P3K lalu berjalan ke sofa dimana Raka tengah menyandarkan punggungnya dengan mata terpejam.
"kau? kenapa rela di pukuli olehnya tapi tidak membiarkan aku memukulmu? ". tanya Raya dengan kesal.
"dia sedang marah karna wanita itu tentu saja aku tidak bisa melawan". jawab Raka tanpa membuka matanya
"lalu? kenapa kau tidak bisa melawan? ". tanya Raya mengobati sudut bibir Raka yang terluka.
"aawwwh...! ". Raka meringis membuka matanya dan bersitatap langsung dengan mata Raya yang sangat dekat dengannya.
"sorry..! kau tahan saja sedikit". senyum tertahan Raya merasa senang melihat Raka kesakitan.
"ckk..! kau senang melihatku seperti ini kan? ". Raka memicingkan matanya menatap manik mata biru Raya.
Raya mengangguk sambil tersenyum manis betapa cantiknya gadis impian Raka itu sedang tersenyum bahagia seperti itu.
"aawwh..! sakit". ringis Raka memegang pergelangan tangan Raya.
"cepat katakan..! kenapa kau tidak bisa melawan? apa kau mencintai Robert? ". celutuk Raya
Raka melebarkan matanya, "aku mencintainya? yang benar saja".
Raya terkekeh, "aku mengerti kok! tenang saja aku tidak akan bongkar rahasiamu".
Raka memijit pelipisnya seketika yang terasa pening, bagaimana bisa Raya berpikir dirinya mencintai Robert yang jelas laki-laki. Raka tidak pernah pacaran atau tidur dengan wanita tapi Raka normal karna dihatinya hanya ada Raya si gadis impiannya.
.
.
.
hahaha...! gemes nae jadinya ama Couple ini..
like
koment
favoritkan ya...!
selamat beraktifitas ...
__ADS_1
.
.