Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Poci


__ADS_3

.


.


bonus Part...! jangan lupa Like dan Favoritkan ya?? Terimakasih... Happy Reading...!!.


.


.


"kita lihat saja". kata wanita itu makin menantang padahal kakinya bergetar saat ini.


Pasar malam yang biasanya ramai kini tidak lagi ramai, malah begitu sepi hanya pedagang, pekerja pasar malam, Raya, Raka dan ibu glamor yang mengaku sebagai ibu lurah.


"udah bang..! minta Jon melakukannya, aku malas bicara dengannya". pinta Raya


"tapi sayang." cegah Raka tak senang.


"lihatlah bedaknya setebal 5 inci bang..! kalau baik okelah tapi kalau dia sombong dan arogan aku tidak suka, tidak usah buang waktu dengannya. cukup tandai dan besok pagi buktikan omonganmu". decak Raya menarik lengan Raka meninggalkan Ibu Lurah itu.


"dasar gila..! kalian pasangan sinting, cuma modal tampan dan cantik kalian begitu sombong, huh..!! pantas aku lagi yang sombong, kalian hanya beruntung lahir dari sendok emas dan sangat tampan." oceh wanita paruh baya itu begitu angkuh.


wanita itu merasa menang saat Raya membawa Raka pergi, ia berpikir Raka dan Raya takut dengan status suaminya, berbeda dengan Raka yang omongannya tidak bisa dipercaya. menurut wanita itu tidak ada yang bisa menyinggung pemerintah negara tapi Raka mengancamnya seolah memecat seorang pejabat itu mudah.


"sayang...? kenapa kita lari darinya? aku belum puas ingin menamparnya dengan kata-kataku. aku juga ingin membuatnya gemetar ketakutan". Raka mengomel pada sang istri.


Raya memutar bola matanya dengan jengah, "abang..!"


"iya sayang". sahut Raka dengan sayangnya memeluk Raya hingga Raya tersenyum mengelus punggung Raka.


"wanita tadi tipikal orang yang keras kepala, dia tidak percaya omongan, orang seperti itu tidak bisa kita lawan dengan mulut tapi lawan dia dengan cara membuktikan biar dia tau arti perkataan kita". ujar Raya


"jadi..? ". gumam Raka


"abang buktikan omongan abang..! aku sebenarnya bisa membuktikannya tapi abang yang paling kesal, maka abang saja yang menjatuhkannya". sambung Raya lagi.


Raka melepaskan pelukannya lalu menangkup pipi Raya, "kenapa kamu bisa berkata manis sayang? dan juga kamu tidak boleh terlalu baik pada orang lain sayang".


"siapa bilang aku terlalu baik? ". tanya Raya tersenyum tipis.


"aku". jawab Raka menunjuk dirinya sendiri.


"aku tidak baik pada mereka abang tapi aku tidak suka membuang waktu dengan wanita sombong seperti itu sebelumnya Maisy pernah melakukan sesuatu padaku tapi dia hanya acuh tanpa meminta maaf".


"oh ya? dasar jal*ng..! dia sudah mati masih bisa membuat orang ingin membunuhnya lagi". Raka mengepalkan tangannya.


Maisy gila artinya jiwanya sudah mati, itu sebabnya Raka menyebutnya sudah meninggal.

__ADS_1


"hanya menyenggol aku melemparnya dengan botol minuman..! kepalanya mungkin bengkak". cerita Raya dengan senyum mengejeknya mengingat hari itu.


Raka tertawa, "bagus sayang..! sekarang aku tau istriku tidak terlalu baik pada orang jahat". ralat Raka dengan gemasnya mencubit pipi Raya.


Raya tersenyum, "ayo masuk rumah setan..!". ajak Raya dibalas anggukan oleh Raka.


tiket dibeli, Raya dan Raka masuk ke rumah hantu yang cukup luas.


"huaaah..! ". Raya terlihat tidak takut melihat hantu yang tengah mengagetkannya.


"sialan kau..! berani kau mengagetkan istriku.. terima ini! ". marah Raka meninju rahang hantu itu hingga jatuh tak sadarkan diri.


"abang..! kenapa harus di pukul sih? ". cegah Raya memegang lengan Raka.


"dia mengagetkanmu sayang..! bisa saja kamu terkena serangan jantung karna nya..! 25% warga negara indonesia meninggal karna serangan jantung". oceh Raka.


Raya menepuk jidatnya, "jantungku sangat sehat Abang..! lagian itu sudah tugas mereka menakut-nakuti kita bang, kan kita masuk rumah hantu, abang gimana sih? kalau menghajar orang terus abang harus ganti rugi aku ngga mau nungguin abang, aku pulang aja sama Dita". ancam Raya


"enggak sayang..! maaf..! tidak akan aku pukul lagi, janji...! ". pinta Raka merangkul pinggang Raya dengan raut wajah memelasnya.


Raka tidak suka Raya pergi bersama Dita, sebab esok Raka akan sibuk dan tidak bisa bersama Raya menjelang pelatihan terakhirnya.


"ya udah..! jangan mukul hantu nya..! ". ancam Raya dibalas anggukan cepat oleh Raka.


Raya pun melanjutkan perjalanannya,


"uuuhhh... hiks. hiks...huhu... " suara tangis pun ada.


Raka melindungi Raya saat ada hantu melayang kearah istrinya, banyak orang mengira perempuan lebih takut hantu dibanding Laki-laki, itu sebabnya mereka menakuti Raya tanpa tau Raya sebenarnya pemberani tidak ada takutnya sama sekali.


Raka tidak memukul hanya menendang hingga hantu itu meringis kesakitan tapi tidak pingsan.


"abang..! " tegur Raya


"aku tidak mukul sayang..! sumpah". Raka angkat tangan.


Raka berjanji tidak memukul tapi tidak berjanji untuk tidak boleh menendang.


Raya tersenyum melihat arah lain, Raka lucu sekali walau banyak tingkah suaminya itu menyebalkan, susah diberi tau tapi Raya suka akan perlindungan kecil suaminya itu.


"ini... katak dari mana ini? ". gumam Raka melihat poci melompat-lompat.


Raya tertawa lepas seketika saat sang suami menyebut pocong itu adalah Katak. Raka melihat ke arah Raya dengan bingung bercampur heran mengapa istrinya tertawa seperti itu padahal tidak ada yang lucu.


Raya tertawa seperti itu semua hantu yang menyamar segera bersembunyi sementara si pocong masih melompat-lompat di depan Raka karna takut mendekati Raya yang tertawa.


mata Raka naik-turun melihat pocong itu, "sana pergi...! dasar katak jelek, apa kau pangeran katak? maka nya lompat-lompat ya? ".

__ADS_1


Raya makin tertawa keras memukul-mukul lengan Raka yang tak terusik sama sekali dengan pukulan sang istri, Raka malah asik melihat hal baru itu.


"hah? ". cengo si Pocong.


"isshh..! kau bikin pusing mataku saja..sana pergi..! " Raka mulai bosan si Poci terus saja melompat-lompat ke kiri dan ke kanan didepannya.


brukh...


Raya tertawa terbahak-bahak saat si pocong bangkit dan melarikan diri dengan kaki normal hingga kostum bawahnya terlepas.


"loh...? kok bisa lari? tadi lompat-lompat kayak Katak" . tanya Raka dengan heran menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Raya sampai meneteskan air matanya, saking lepasnya ia tertawa,, "abang enggak tau poci ya? ".


"apa itu Poci sayang? ". tanya Raka tidak mengerti.


jujur saja Raka tidak pernah melihat makhluk astral jadi mana tau menau nama-nama bangsa hantu itu.


"pocong yang melompat-lompat bang, bukan Katak". gemas Raya mencubit hidung Raka.


"oh.. pocong bukan manusia Katak, siapa suruh dia melompat-lompat buktinya dia bisa lari normal tadi". jawab Raka malah menyalahkan di Poci.


Raya hanya bisa tertawa sambil menggeleng-geleng kepalanya, bisa-bisanya suaminya melawak karna tidak tau Poci tadi manusia yang berakting jadi pocong yang mana kodratnya memang melompat-lompat.


Krik.. krik..


sepanjang perjalanan Raka dan Raya tidak ada lagi hantu yang menakutinya.


"loh.. kok sepi? ". gumam Raya heran melihat kiri-kanan


"iya.. mana Pocong tadi? ". tanya Raka malah tertarik dengan satu bangsa setan itu.


Raya tertawa cekikikan, sepertinya tau semua hantu-hantu palsu itu melarikan diri atau mungkin bersembunyi tidak ada lagi yang mengganggu perjalanan mereka sampai pintu keluar.


.


.


.


haha.. Abang Raka gemes belum tau aja yang beneran pasti guling-guling ketakutan deh.. haha.. suruh Kama dan Kalila buka mata batin abang walau cuma sebentar biar tau wujud yang beneran.. wkwkwk.. selamat beraktifitas.. !!


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2