Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
memberi tau


__ADS_3

.


.


"tuan...? anda akan pergi? ". tanya Jon hati-hati.


Raka membenarkan selimut Raya dan bibirnya mengecup kening Raya begitu lembut hingga Jekky dan Bibi Asih pun terbelalak tapi segera menetralkan diri sebab mereka juga tau Raya memang kekasih hati Raka walau belum tau hati Raya berlabuh pada siapa.


"aku akan pergi sebentar...! aku akan bunuh mereka satu persatu dengan cara kejam hingga mereka akan menyesal telah menyentuh Rayaku". Raka berkata sambil menggenggam tangan Raya dan mengecupnya mesra.


"istirahat yang nyaman sayang..! aku akan kembali dalam waktu 5 jam lagi". bisik Raka membuat semua yang ada di kamar Raka merinding mendengarnya.


Jika Raka sudah menentukan waktu maka Raka akan membunuh targetnya dengan cara sadis yang pasti menggunakan mesin atau bahkan dibakar hidup-hidup. Raka sangat kejam dan hal itu bukan hal yang aneh lagi bagi mereka semua.


bagi anggota Mafia the R, timer yang di tentukan Raka itulah yang menakutkan dari apapun sekian banyaknya kekejaman Raka.


"ganti bajunya bi ! jangan sampai kukumu menggores kulitnya". Raka berkata dengan penuh penekanan hingga Bibi Asih dengan cepat mengiyakan.


"saya tau tuan..! Nona muda adalah berlian permata anda yang tidak ternilai harganya, jika ada yang melukai nya bahkan seujung kukunya nyawa lah imbalannya! saya sudah mengingatnya dalam perjalanan ke sini tuan". jawab Bi Asih


"hmm.. ". Raka pun kembali mengecup punggung tangan Raya dan meletakkannya di perut Raya begitu hati-hati.


Jekky menelan ludah saja melihat kelembutan Raka, mereka tau Raya kekasih impiannya Raka tapi tak ada yang melihat sisi lembut tuan masternya yang begitu kejam tak berhati itu, ternyata bisa selembut itu memperlakukan Raya seperti sebuah kapas.


Bi Asih ditinggal sendiri di kamar Raka, bi Asih tersenyum lembut berjalan ke arah Raya lalu mengangkat tangan Raya begitu hati-hati.


hampir 2 jam lamanya Bi Asih mengganti baju Raya dan mengobati kaki Raya atas permintaan Jekky sebab ia tak diizinkan menyentuh kaki Raya. Bi Asih benar-benar memperlakukan Raya seperti kapas yang takut Raya terbang jika diperlakukan tidak sabaran.


"semoga anda benar-benar bangun besok pagi nona..! nyawa kami taruhannya". Bi Asih tersenyum sambil menunduk hormat 90° pada Raya yang masih memejamkan mata itu.


Raya seperti putri tidur saat ini,


.


dalam waktu 5 jam kurang Raka benar-benar membantai seluruh komplotan Mafia ilegal, tanpa ragu Raka mendatangi Markas besarnya. Raka membakar mereka hidup-hidup di tengah perayaan pesta mereka semua setelah merasa berhasil membunuh Raya yang merusak rencana mereka dengan membebaskan tawanan mereka hingga mereka rugi besar.


walau sempat kewalahan Raka bisa membunuh mereka semua, ada beberapa orang yang kabur tapi Raka menangkapnya dan membunuhnya langsung tanpa ada yang tersisa.


.


.


baju Raka banyak terkena cipratan darah dimana-mana bahkan wajahnya juga. biasanya Raka tidak pernah terkena cipratan darah musuhnya karna menurutnya terlalu menjijikkan mengenai bajunya tapi karna hari ini ia hanya punya waktu 5 jam untuk membantai mereka semua Raka hanya bisa bermain cepat namun tak akan meninggalkan jejak.


.


Raka mendatangi mansion Melviano.


"siapa anda? ". tanya Satpam waspada melihat Raka yang bajunya kotor terkena darah.

__ADS_1


walau malam hari tapi mansion Melviano terang benderang di malam hari jadi terlihat jelas oleh mereka penampilan Raka.


"cepat beritau tuan besar Melviano..! aku ingin memberi tau hal penting. jika kalian menghalangi ku bicara dengannya jangan salahkan aku kalian akan di hukum mati olehnya".


seketika bulu tangan mereka berdiri seketika mendengar kata-kata dan tatapan Raka.


dengan tangan gemetar salah satu dari satpam menghubungi nomor ponsel tuannya, mereka semua memiliki nomor ponsel tuan masing-masing tapi menghubungi tuan mereka juga harus punya alasan yang sangat penting.


Dylan yang sedang di ruangan kerjanya tidak bisa tidur melihat ponselnya bergetar, ia mengangkat panggilan itu.


"tuan.. ada pria bersimbah darah ingin mengatakan hal penting pada tuan..! "


"siapa dia? ". tanya Dylan


"kami tidak mengenalnya tuan..! tapi dia bilang kami akan mati ditangan anda jika menghalangi dia menyampaikan berita pentingnya".


Dylan mengerutkan keningnya,, "aku akan keluar..! "


"baik tuan".


tak butuh waktu lama Dylan berlari dengan baju tidurnya ke arah pintu gerbang.


"tuan...! ". hormat kedua penjaga pintu gerbang mansion Melviano (Satpam).


"dimana dia? ". tanya Dylan terengah-engah


"disana tuan..! ". mereka menunjuk Raka yang tengah berada di dalam mobilnya.


"masuklah tuan..! saya merasa anda harus tau hal ini". pinta Raka


Dylan tau Raka adalah pria yang terkenal di artikel sebagai kekasih Raya. tiba-tiba saja ia khawatir, pikirannya berkelana memikirkan keadaan Raya.


"tunggu 10 detik..! ". pinta Dylan dibalas anggukan oleh Raka.


"aku pergi..! jangan sampai orang di mansion tau aku keluar mengerti...! " Dylan berbicara pada 2 satpamnya


kedua satpam Dylan hanya bengong saja melihat tuannya langsung masuk ke mobil asing itu pergi entah kemana.


diam..


hening..


Raka tiba di mansionnya, tentu semua orang menghormati Raka dan betapa terkejutnya mereka melihat Dylan seorang mantan panglima perang yang disegani dunia sampai sekarang ada didepan mereka.


Dylan sama sekali tidak berbicara, ia mengikuti kemana Raka membawanya.


Jon, Rio dan Jekky yang sedang makan tersedak dengan cara berbeda-beda melihat Raka membawa calon mertuanya.


Jantung Dylan mencelos seketika melihat seorang gadis cantik tengah berbaring di ranjang mewah seperti istana.

__ADS_1


"Sayang? ". Dylan berlari ke arah Raya dan menggenggam tangan Raya.


"Raya meminta saya untuk merahasiakan keadaannya tapi menurut saya anda harus tau keadaannya". jelas Raka


"apa yang terjadi? ". tanya Dylan serius dan begitu dingin.


Raka menjelaskan semua nya secara singkat dan Dylan cukup terkesan mendengar Raka membantai markas besar bandar organ tubuh.


"terimakasih". ucap Dylan dengan tulus dan tersenyum tipis tanpa diketahui oleh Raka.


"apa anda ingin menginap disini? ". tanya Raka


"tidak usah..! keluargaku bisa curiga..! aku akan ingat jasamu suatu saat akan aku bayar walau harus mempertaruhkan nyawaku sendiri atas apa yang kau lakukan untuk putriku". Dylan berkata dengan serius.


"saya tidak minta apapun tuan..! cukup beri dia pengawal bayangan, anda pasti tau siapa saya karna artikel itu hidupnya akan terancam..! saya mohon jaga Nona Raya tuan tanpa sepengetahuannya".


"kau sangat mengenal putriku yang tidak suka dikawal". senyum miring Dylan.


"untuk itu saya sarankan pengawal bayangan". jelas Raka


"hmm.. aku akan lakukan itu". Dylan duduk di kursi yang ada didekat Raya lalu dengan sayang Dylan mencium kening Raya.


"maafkan papi sayang..! papi merasa tidak berguna menjaga dan melindungimu". bisik Dylan dengan mata birunya mulai basah.


Raka keluar dari kamar nya sendiri memberi waktu untuk Dylan bersama Raya.


.


.


"aku pulang..! terimakasih telah mendatangiku walau Raya meminta untuk tidak memberitau kami tapi kau memberitau ku, lain kali datanglah sebagai tamu di mansionku". Dylan memegang bahu Raka.


"terimakasih tuan". ucap Raka menundukkan kepalanya sedikit sebagai rasa hormatnya pada orangtua Raya.


Dylan tersenyum tipis, ia pergi dari sana diantar oleh Jon.


Dylan kembali ke mansionnya dan masuk ke ruangan kerjanya, akhirnya Dylan bisa tenang malam ini setelah tau apa yang membuatnya gelisah. sebelumnya Shindy juga meribut sejak siang mencari anaknya sampai kelelahan dan tertidur di kamar hanya Dylan yang belum bisa tidur.


setidaknya Dylan tau Raya sudah baik-baik saja dan terlebih lagi Raka telah membunuh dalangnya.


"pria itu lumayan juga". senyum tipis Dylan yang baru pertama kalinya bertemu Raka namun begitu berkesan baginya.


Jika Raya minta di rahasiakan dari keluarganya, itu karna Raya tidak mau keluarganya khawatir tapi Raka memberi tau Dylan. berarti Raka tau kalau Raya begitu berarti bagi keluarganya hingga ia harus memberi tau salah satu keluarga Raya akan keadaan Raya walau dalam kondisi seperti itu.


.


.


sweet...! esok lagi ya..! Nae bekerja di dunia nyata.. terimakasih.. selamat beraktifitas.. Love you all..

__ADS_1


.


.


__ADS_2