Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Pesta topeng (Part. 2)


__ADS_3

.


.


Raya mendekat ke sisi Raka merangkul erat lengan Raka saat ada beberapa pria mendekat padanya.


"aakh..! ". Raya hampir tersandung menginjak gaunnya sendiri, beruntung Raka cepat menahan pinggang Raya.


"kenapa? ". tanya Raka berjongkok membenarkan gaun Raya


Raya memegang bahu Raka sambil menahan topeng wajahnya jangan sampai terlepas, Raka membenarkan gaun Raya tapi matanya mengedar melihat situasi. mata tajam Raka menghunus siapa saja orang yang hendak mendekati gadisnya.


Raya tidak takut melawan siapapun tapi kendalanya saat ini adalah gaunnya, Raya merasa tidak percaya diri padahal dirinya sangat cantik.


"Ra.. raka..? ". Raya menepuk-nepuk bahu Raka.


Raka berdiri dan menarik pinggang Raya hingga masuk ke pelukannya, Raya terkejut lalu Raka mendekat dan berbisik di telinga Raya,


"jangan gugup? mereka akan mencurigaimu sebagai mata-mata". bisik Raka


Raya memejamkan matanya lalu menarik nafas, ia tidak gugup tapi tidak percaya diri saja saat berjalan dengan gaunnya itu.


"baiklah..! aku akan bawa ke tempat aman". ujar Raka menggendong Raya yang dengan cepat melingkarkan tangannya di leher Raka.


bodo lah perasaannya, gaunnya itu benar-benar menyiksa seorang Raya. lebih baik digendong saja walau jadi pusat perhatian, Raya mana peduli. lagian Raka malam ini kekasihnya kan? artinya Raka miliknya untuk malam ini.


Raka menerbitkan senyum tipisnya, jika waktu bisa dihentikan ingin sekali Raka tetap seperti ini selama yang ia mau.


"duduk disini". Raka menurunkan Raya di sebuah singgasana.


Raya melototkan matanya lalu menggeleng kepalanya memeluk Raka.


"kenapa Raya? ". tanya Raka dengan gemas bercampur heran


"Singgasana pangeran mana ini? aku tidak mau..! nanti aku dibawa kabur oleh mereka". oceh Raya tak terima


Raka tertawa lebar, "tempat ini milikku..! "


"benarkah? ". Raya menatap manik mata Raka


"iya..! aku cukup dikenal di dunia mafia dan mereka adalah agen rahasiaku..! pelanggan setia ku membeli senjata tajam desain milikku". bisik Raka


Raya terdiam, "jadi mereka tau kalau kau Mr. R?". tanya Raya


Raka mengangguk lalu mendudukkan Raya di singgasananya.

__ADS_1


"apa tidak masalah aku duduk di tempatmu? ". tanya Raya melirik kiri-kanan dimana banyak perempuan yang tengah menatapnya.


"mereka tau kamu milikku". senyum lebar Raka membuat Raya menonyor kening Raka hingga pria tampan itu tertawa kecil.


"gaun ini benar-benar merepotkan !". gerutu Raya membuat Raka bangkit dan mengusap kepala Raya.


"Dita...? Jon..? ". Raka memberi kode lewat bibir dan gerakan tangannya.


Dita dan Jon pun mendekati Raka, Raya terkikik lucu melihat pengawal setianya yang tidak pernah memakai Rok saat ini memakai gaun pesta.


"jaga dia..! aku akan temui Raja Calles untuk membicarakan senjata impiannya". bisik Raka pada Jon membuat Jon mengangguk.


Jon pun langsung berdiri tegak di depan Raya sedangkan Dita duduk di kursi belakang singgasana Raya, walau cukup kesulitan karna gaun nya tapi tak membuatnya menyerah.


Raka membelikan gaun untuk Dita supaya bisa berguna di acara itu dengan menjaga Raya.


"apa Nona senang di gendong tuan Master? ". bisik Dita


"lumayan". jawab Raya membuat Dita terkikik dan Raya tersenyum lebar.


"topeng Nona melonggar..! biar saya kencangkan talinya Nona". Dita berdiri mengikat kembali tali topeng Raya jangan sampai terlepas.


Raya memperhatikan Raka yang tengah berbicara dengan pria asing dengan banyaknya perhiasan di tubuhnya seperti perempuan tapi tidak perempuan.


Raya menopang dagunya dan mata birunya bergerak-gerik memperhatikan gerakan Raka, Raka yang terlihat berbeda berbicara dengan sang penguasa negara asing itu.


Raya menggeleng kepalanya, "apa yang aku pikirkan". gumam Raya


acara di mulai, tuan putri kerajaan I menampilkan kelebihannya yaitu bermain biola, tuan putri kerajaan lain menampilkan kelebihannya di Piano, ada yang menari, dan ada yang melukis di pasir, walau memakai topeng mereka harus menunjukkan kelebihan masing-masing supaya bisa menarik perhatian pangeran dari negara tetangga.


Raya sampai menguap lebar sejak tadi matanya memicing dan memicing menonton pertunjukan tuan putri kerajaan asing itu.


"Nona? ". Jon memberikan sebuah nampan berisi minuman dan makanan ringan untuk Raya.


"oh.. terimakasih Jon..! aku benar-benar mengantuk". ucap Raya sambil meregangkan jemari tangannya.


"sama-sama Nona". jawab Jon sopan.


Dita hanya menggeleng kepalanya melihat Nona nya yang sejak tadi menahan rasa kantuk, Dita tau Raya tidak kuat lama-lama di tengah acara membosankan seperti ini. bahkan saat acara keluarga Melviano saja Raya hanya bertahan sebentar, setelah itu ia akan menghilang kembali ke mansion atau di kamar Hotel, apalagi acaranya di Hotel MattGroup.


(Translete bahasa asing!! )


"kekasih tuan Mr. R mau menunjukkan bakat? ". tanya mc wanita diatas panggung besar.


Raya yang sedang makan kue tergantung dengan mulut terbuka hendak memakan kue itu, Raya berdecak saat semua orang melihatnya tanpa malu Raya memakan kue nya.

__ADS_1


namun perbuatan Raya itu malah seperti sedang iklan, Raya seperti Ratu Iklan yang bisa membuat orang menelan ludah seketika sebab berselera melihat kue yang Raya makan.


Raka pamit meninggalkan pelanggan setianya, Raka berlari kecil menuju arah Raya yang begitu santainya makan.


"dia bukan tuan putri Kerajaan..! jadi tidak usah harus menunjukkan bakat, dia milikku dan tidak mencari pasangan." Raka membuka suara dengan tutur bahasanya yang sopan namum menyindir MC wanita itu.


tuan putri yang lainnya pun setuju Raya tidak perlu menunjukkan bakat, sebab siapapun di acara ini tau siapa Mr. R yang sangat berbakat hingga banyak yang menginginkan Raka menjadi pengawal bayangan para pemilik Tahta, mereka berpikir Raya pasti berbakat seperti Raka.


"tidak apa..! saya akan tunjukkan bakat". Raya bangkit dengan wajah datar dibalik topengnya.


"silahkan..! ". kata MC wanita dengan senyum sinisnya.


Raka berbalik dan menahan kedua bahu Raka, lampu menyorot Raya yang sedang berdua dengan Raka.


"tidak apa..! aku hanya menyanyi! suaraku tidak buruk". jelas Raya tersenyum tipis meminta Dita mengambilkan mic untuk nya.


Dita menerima Mic dari pelayan acara pesta, lalu memberikan Mic itu pada Raya.


"lagu ini untuk Mr. R, pria kesepian yang saya suka". senyum manis Raya dibalik topengnya.


jantung Raka berdebar kencang mendengar kata Suka yang Raya lontarkan walau tidak tau makna suka yang Raya maksud.


Raya menyanyikan lagu Indonesia walaupun banyak yang tidak mengerti arti lagu Raya, tapi mereka bisa merasakan makna lagu itu.


Raya menekuk lututnya seperti tuan putri menunduk sopan pada para hadirin yang memberi tepuk tangan padanya.


Raka yang tak tahan dengan mata berkaca-kaca langsung memeluk Raya di depan banyak orang hingga beberapa orang yang melihatnya memekik syok. Raya membalas pelukan Raka tapi mata birunya menatap tajam MC wanita yang tadi sengaja hendak mempermalukannya.


"kau menyukai Raka ya? ". batin Raya menyeringai tipis.


di negara M, pelukan, Ciuman, sudah biasa tidak ada yang heran lagi tapi saat Raka memeluk Raya mengapa mereka heboh, Raka tidak pernah dekat dengan perempuan.


.


.


.


detik-detik ungkapan Cinta.



Gaun yang Raya kenakan malam ini, masih sopan dan bisa memakai pashmina, bahunya bisa di tutupi dengan memakai baju kurung.


.

__ADS_1


.


__ADS_2