Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
salah lagi


__ADS_3

.


tak butuh waktu lama, Si ketua sudah jatuh terkapar tak sadarkan diri. bisa ditebak seluruh tubuh pria paruh baya itu telah remuk padam akibat pukulan dan tendangan telak Raka.


"masih mau lanjut? ". tanya Raka dengan dingin


dengan cepat mereka menggeleng-geleng kepala.


"ah.. tidak asik..! hanya perampok amatiran kalian berani menghadang jalan ku". Raka menatap membunuhnya ke mereka semua satu persatu.


gemetar.. ! sungguh gemetar mereka semua!


"minggir! ". usir Raka


saat Raka berjalan ada pria yang berani bangkit hendak menusuk punggung Raka hingga Raya dan Dita memekik di dalam mobil.


Raka berbalik dan menendang dagu pria itu keatas hingga badannya berputar di udara dan jatuh ke aspal tak sadarkan diri lalu hidungnya mengeluarkan darah.


Raka menatap mereka semua satu persatu..


"ada lagi? ". tanya Raka dengan datar seolah tau hal itu akan terjadi.


Raka mengeluarkan senjata apinya berwarna silver keemasan. Raka suka menyeludupkan senjata ilegal yang artinya sangat mahal hingga Para pejabat pun menginginkan senjata yang Raka beli.


"silahkan..! selangkah saja kalian maju peluru ku akan bersemayam di kepala kalian". Raka tersenyum miring terkesan menakutkan.


Ketua perampok perlahan sadar dan melihat Raka membelakanginya, dengan cepat ia bergerak hendak mengkapak bahu Raka. tapi Raka seolah telah mengetahuinya, ia berbalik dan benar-benar menarik pelatuknya tanpa ragu ke kepala Pria paruh baya itu hingga darah bercipratan di sekitar jalan.


"Ketuaaa...! "


jerit anak buah ketua perampok itu menggema


Raka melangkah mundur sambil menghembus ujung senjatanya.


"aku sudah peringatkan.! tapi sepertinya ancamanku kalian anggap omong kosong ya! ". Raka berbicara dengan tenang sambil menggaruk ujung pistolnya di pelipisnya.


makin gemetaran saja mereka semua, bahkan sekedar merangkak saja tidak mampu. baru kali ini mereka melihat seseorang membunuh lawannya tanpa berkedip.


Raka berjalan tenang bahkan tanpa beban melangkahi si ketua perampok,


"mengacau saja! ". decih Raka


Raka tau banyak perampok di kota itu tapi tidak pernah menghadang nya sebab Raka datang bersama Jon, Rio dan Boy.


Boy sangat di kenal di Kota itu karna memang kampung Alm. Kakeknya di kota Y bahkan makamnya pun ada dikota Itu tapi tak kenal Raka yang merupakan bos tertinggi Boy di kota pusat.


Raka jarang memperlihatkan diri pada warga kota Y, jadi wajar mereka tidak mengenal Raka.


Raka kembali ke mobilnya dan melihat ke kaca kecil di depan mobilnya mengarah pada Raya yang tertangkap basah tengah menatapnya, Raka gemas saat Raya yang malah melarikan tatapannya ke arah lain seperti anak kecil saja.


"apa tuan baik-baik saja? ". Tanya Dita


"hmm..! kita tidak terlambat kan? ". Raka melihat jam tangannya.


"tidak". jawab Raya dan Dita serentak.


"ok.. kita lanjutkan perjalanan". Raka tersenyum sambil memundurkan mobilnya tanpa beban meninggalkan kekacauan para perampok itu atas kematian ketua mereka.


.

__ADS_1


.


setibanya di lapangan luas kota Y, Raya disambut oleh puluhan kuli bangunan beserta managernya.


Raya menundukkan kepalanya sebagai rasa hormat, Raka keluar dari mobilnya dengan stelan simpel, sungguh pria tinggi dan tampan, putih, cocok dengan Style apapun walau hanya memakai baju biasa sekalipun.


Raya menaikkan sebelah alisnya melihat arah tatapan para kuli bangunan itu, lalu ia melihat ke arah tatapan serentak mereka semua hingga Raya menghela nafas panjang.


Raka memakai celana panjang, Kemeja warna cream lengan panjang dengan kerah V hingga belahan dada bidangnya terlihat, jangan lupakan kacamata hitam dan topi putih yang di pakai Raka saat ini, juga bibir Merah Raka sangat menggoda bagi perempuan yang melihatnya.


"abaikan saja dia..! saat ini dia hanya supirku". kata Raya tegas


glek...!


bagaimana bisa Raka yang sangat membius mata itu dianggap tidak ada, bahkan mereka sebagai lelaki saja nyali mereka menciut seketika jika dibandingkan dengan kekasih Raya, sungguh Raya memiliki tipe ideal pria yang sangat tinggi.


"bisa kita mulai acaranya? ". tanya Raya mulai jengah


"ba.. baik Nona! ".


.


.


Raya mengedarkan pandangannya mencari sang supir tampannya tapi tak ia temukan dimanapun.


"Nona..! tuan master membeli makan siang untuk anda". jawab Dita yang tau Raya tengah mencari supir tampan yang super hot Raya.


Raya berdehem pelan, "siapa juga yang mencarinya.!"


"Benarkah Nona? ". tanya Dita dengan gemas menatap manik mata biru Raya


Raya mendengus menjitak kening Dita yang menggodanya.


.


.


pemotongan pita pun di gelar dengan cara terbuka dibawah pohon besar.


prok.. prok.. prok..


"terimakasih...! mulai saat ini kita akan bekerja sama membangun impian kita bersama demi memajukan kota Y". Raya berpidato singkat.


Dita menatap sekeliling dimana sudah banyak warga di sekitar tanah luas berpuluh hektar telah berkumpul seperti semut saja.


"kenapa mereka Dita? apa mereka juga menyambutku? ". bisik Raya dengan datar.


"mereka dominan perempuan Nona..! bisa jadi ingin melihat supir anda". jawab Dita


Raya menghela nafas kesal, "Pria itu hanya merusak ketenanganku saja..! bagaimana dia bisa seperti artis banyak Fans? aku kan suka ketenangan".


Dita menahan senyum saja melihat raut wajah Raya yang terbilang lucu.


beberapa puluh menit kemudian.


Raya menguap lebar di bawah pohon beringin, ia menunggu sang supir tampan datang. bukannya terbalik seharusnya Supir yang menunggu majikannya tapi kali ini majikan yang menunggu supir tampannya kembali entah dari mana.


"Nona sampai tertidur tuan! ". bisik Dita saat Raka telah kembali

__ADS_1


Raka tersenyum begitu lebar melihat kekasih impiannya tertidur pulas seperti bayi di bawah pohon.


Raka berjalan mendekat ke Raya lalu berjongkok didepan Raya,


"Raya? ". bisik Raka mengelus pipi Raya


"hmm? ". Sahut Raya perlahan menggerakkan bulu mata lentiknya.


Raya membuka matanya dan hal yang pertama ia lihat adalah wajah tampan Raka yang tengah tersenyum ke arahnya.


Raya mendorong tubuh Raka dengan kesal hingga terduduk, Dita membekap mulutnya syok.


seketika situasi jadi hening.


"semoga master tidak marah". batin Dita penuh harap.


"kau melakukan kesalahan lagi Raka..! aku sudah kelaparan sampai ketiduran.. apa aku perlu cari danau dan terjun bebas disana mencari buaya untuk dimakan". bentak Raya


Raka bangkit lalu menangkup kedua pipi Raya, Raya berusaha menepis tangan Raka. Raka tidak marah karna Raya memang pantas marah, Raka memang salah.


"hei.. dengarkan aku dulu Raya..! aku mencari makan siang untukmu cukup jauh dari tempat ini dan tadi ban mobilmu pecah jadi aku banyak memakan waktu untuk aku menggantinya, ada beberapa orang jahat menyerakkan paku di tengah jalan hingga ke empat ban mobilmu pecah". Raka berusaha menjelaskan alasannya terlambat


Raya terdiam tak lagi berbicara, alisnya bertaut kesal antara marah tapi tak berdaya untuk sekedar membalas ucapan Raka.


Dita sampai membelalak mendengarnya, "4 ban pecah? bagaimana cara tuan menggantinya dalam waktu 2 jam padahal di dalam mobil hanya 2 ban cadangan". gumam Dita


"masih marah? ". tanya Raka dengan lembut.


Raya melihat arah lain


kruk.. kruk...


Raka melihat ke arah perut Raya yang berbunyi, sungguh Raka merasa bersalah telah membuat Raya kelaparan karna kesialannya hari ini.


Raya memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya,


"makan? ". tanya Raka tak sedikitpun ia menertawakan Raya.


"mana makanannya? ". tanya Raya


Raka tersenyum, "tunggu disini..! aku akan bawakan makanannya dan kita makan disini".


Raya mengangguk tanpa membalas, Raya melihat punggung dan lengan baju Raka yang kotor berlari menuju mobil yang terparkir tak jauh dari posisinya saat ini.


"sepertinya tuan master tidak berbohong Nona! ". bisik Dita


"siapa yang bilang dia berbohong? dia pria yang sangat menjaga ucapannya, tentu aku tau dia tidak bohong". jawab Raya dengan datar


Raya mau marahpun bagaimana? Raka juga tidak salah hanya saja beri waktu untuk Raya yang harus berdamai dengan rasa kesalnya itu.


Dita mengangguk lalu menepuk jidat melihat para gadis-gadis masih setia melihat Raka, walau Raka terlihat sedikit berantakan tapi malah terlihat seksi dimata mereka semua.


.


.


.


benih-benih cinta mulai tumbuh masih kecil belum di siram.. rajin di siram ya!! wkwk.. selamat beraktifitas...!!

__ADS_1


.


.


__ADS_2