Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 44_ Rencana (terjebak)


__ADS_3

.


.


Pernikahan Alya dan Al berlangsung meriah padahal acara Ijab Kabul belum terlaksana.


Ijab Kabul telah berakhir, Al dan Alya telah sah menjadi sepasang suami istri.


"tunggu Pak Penghulu..! " Titah Shindy dengan serius berjalan bersama Kaira


Keluarga Melviano saling melihat satu sama lain, Arya menyipitkan kedua matanya, ia merasa ada yang tidak beres dengan gelagat semua orang seolah sedang merencanakan sesuatu yang sedang menyudutkannya.


"Arya..! "


Arya menghela nafas panjang, "ada apa lagi ini? ". gumam Arya dengan malas.


"Apa Mi? ". tanya Arya mendekat ke Shindy.


Shindy memberi kode ke Nola dan Wulan.


Arya melihat ke arah tatapan Shindy lalu datanglah 15 perempuan super seksi dan cantik sedang berjalan berlenggak-lenggok ke arah Shindy.


beberapa Pria dari tamu undangan bersiul senang, kelima belas perempuan cantik itu berasal dari Keluarga terpandang, ada yang seorang Model, Pengusaha, Wanita karir dan berbagai macam pekerjaannya, Artis Papan Atas.


Arya memijit pelipisnya seketika, ia tidak bodoh hingga tak mengerti situasi ini.


"ada apa ini Mi? apa mereka mau minta tanda tangan Arya? ". tanya Arya dengan jengah


"bukan Tuan". jawab para perempuan cantik itu serentak.


"Arya,, kamu harus pilih salah satu dari mereka untuk menjadi tunanganmu atau istrimu juga boleh". Kaira


Nia di belakang Rhiana hanya terdiam tanpa berani berkata-kata, ia tidak pernah berpikir akan bersanding dengan Arya jadi ia tidak pernah serakah untuk menjadi istri Arya asalkan dirinya tetap bisa melihat Arya itu sudah membuatnya senang.


terkadang Cinta yang tulus itu harus merelakan Seseorang yang kita Cintai bersama orang yang pantas.


"Kakak ipar cemburu? ". bisik Aisha


Nia beralih ke Aisha, "tidak berani". cicit Nia


"Kenapa Kakak Ipar menghindari abang Arya sejak tadi? ". bisik Kalila juga disamping Nia


Nia nyengir malu, "karna Kakak tidak terbiasa dengan penampilan kakak sekarang".


"kenapa? kakak cantik kok". sembur Wulan tiba-tiba


Nia menggeleng-geleng kepalanya mengambil roti didepan matanya, ia berusaha untuk menekan Perasaannya.


"jangan pikir apa-apa Nia, Tuan Arya itu hanya Tuanmu bukan kekasihmu, dia sama sekali tidak mencintaimu jadi jangan berpikir aneh, tidak mungkin dia menyukaimu.. haha.. tidak mungkin jangan gila Nia". batin Nia mengingatkan diri


Nia diam-diam melihat para wanita seksi yang sedang berpose secantik dan seanggun mungkin supaya dipilih oleh Arya.


"Mami? ". keluh Arya


"kenapa? kamu tinggal memilih satu diantara mereka kan? ". kekeh Alvan dapat pelototan geram dari Arya.

__ADS_1


Arya menarik lengan Alvan dan mendorongnya ke arah para wanita seksi itu.


"aakh.. " Alvan bertabrakan dengan para wanita seksi itu.


"Ma? Alvan sepertinya sudah berumur carikan dia saja jodoh diantara mereka". Arya berkata sambil menatap Nova yang melebarkan matanya lalu melihat ke arah Candra.


"Mommy? jangan dengarkan Arya Mom". rengek Alvan.


"boleh juga MaBi". Candra yang sedang merangkul pinggang Nova pun membenarkan.


"boleh sayang..! kamu pilih satu diantara mereka". Nova tersenyum manis


Arya menjulurkan lidahnya ke Alvan yang menatap tajam ke arah Arya,


"Mommy? ". Alvan melangkahkan kakinya ke arah Nova dan Candra


"Alvan sudah punya seseorang Mom, berikan Alvan waktu untuk membawanya bertemu Mommy sama Daddy". pinta Alvan memelas


"Waah.. Kakak udah punya kekasih? ". sambar Nola dengan senyum manisnya.


"jangan alihkan perhatian bang..! tinggal pilih satu diantara mereka kenapa sulit sekali? ". omel Alya dengan kesal menatap Arya yang berusaha mengelak.


Arya menatap kesal Alya dan Alya dengan cepat bersembunyi dibalik lengan kekar Pria yang telah sah menjadi suaminya.


Al mencium pelipis istrinya, ia selalu gemas dengan apa saja yang Alya lakukan.


Kanaya dan Rahman datang bersama Rilly dan Sam, mereka juga bergabung dengan Ella dan Ramzi.


"Cepat nak..! pilih satu diantara mereka! ". pinta Shindy dengan serius.


"lalu kamu tinggal pilih 1 perempuan yang mau kamu nikahi nak? boleh dari luar semua wanita ini". Dylan


Arya berdecak, "ini jebakan Papi sama Mami, mereka sengaja merencanakan ini supaya aku menikah dengan Nia, tapi dibanding aku bertunangan dengan salah satu dari mereka lebih baik aku menikahi Kelinciku saja, mereka sama sekali tidak menarik". batin Arya yang merasa terpojok.


"cepat sayang. ! kamu sampai kapan membuat bapak penghulunya menunggu hmm? ". tanya Kaira


"cepat Arya! ". seru Ella


"buruan apa..? apa susahnya tinggal sebut satu nama aja". gerutu Rani


"pilih satu diantara mereka". kata Lastri


Mayra, Raya disamping Lastri tertawa cekikikan, Dita yang sedang mengandung anak kedua nya pun ikut tertawa di samping Raya.


tak berapa lama para tamu undangan dihebohkan dengan kedatangan Zain dan Almira (kedua orangtua Raka), mereka langsung mendatangi Dylan dan Shindy


Nia melihat layar ponselnya yang tak berhenti bergetar,


"kenapa lagi sih kak? apa lagi masalah kakak? drama apa yang akan kakak buat? ". batin Nia menyimpan kembali ponselnya tanpa berniat membalas panggilan Tia


Nia mematikan panggilannya lalu mematikannya supaya tidak bergetar lagi.


Nia hendak pergi tapi ditahan oleh Rhiana, Aisha, dan Wulan.


"kakak ipar mau kemana? ". tanya Aisha

__ADS_1


"ke Toilet". jawab Nia dengan mata mengerjab


"nanti aja Kak". Rhiana


"iya kak.. nanti aja, kita lihat dulu siapa perempuan yang dipilih abang Arya". Wulan membalik tubuh Nia hingga melihat ke arah Arya yang cukup jauh darinya.


Nia meremas gaunnya sambil melihat ke kiri dan ke kanan, ia tidak merasa dirinya akan terpilih tapi Nia hanya ingin mengurangi rasa sesak di dadanya saja, itu sebabnya izin ke Toilet.


Arya menggeleng-geleng keras kepalanya harus memilih satu diantara mereka semua.


"Arya tidak mau salah satu dari mereka, lebih baik Arya menikahi Kelinci Arya saja ketimbang bertunangan dengan salah satu dari mereka". Arya akhirnya masuk dalam jebakan Shindy dan Dylan.


Arya tidak mungkin menolak syarat kedua orangtua nya didepan umum, Arya tidak bisa mencoreng nama baik Keluarganya.


"kelinci? "


"Kelinci? kenapa menikahi kelinci? "


"apa Tuan Arya tidak Normal? ".


"apa ada manusia menikahi Kelinci? ".


tamu undangan mulai berbisik-bisik tentang sosok kelinci yang Arya maksud, sementara Rhiana, Wulan dan Aisha memekik seketika hanya Nia yang tersentak dengan tatapan tak percaya ke arah Arya.


"mana kelincimu sayang? ". tanya Shindy dengan senyuman.


Arya menatap kesal Ke arah Dylan yang sudah ia tebak telah merencanakan ide gila seperti saat ini, Arya tau Shindy tidak akan berbuat sejauh ini jika bukan karna si Provokator.


Dylan menaik turunkan kedua alisnya sambil menarik sebelah sudut bibirnya hingga Arya bisa menebak bahwa Dylan saat ini sedang berkata, "Kamu Kalah Nak..! Papi dilawan.. haha.. rasakan itu"


"Tapi sejak tadi Arya tidak melihat Kelinci Arya, dimana dia? apa Mami dan Papi tau? Grandma? Oma? ". tanya Arya dengan serius.


jujur Arya memang mencari Kelincinya yang seolah sedang menghindarinya hingga tak terlihat batang hidungnya sama sekali.


Shindy, Kaira dan Rani tertawa pelan lalu memberi kode ke Wulan dan Aisha.


"aah..! " Nia terpekik saat Wulan, Aisha dan Rhiana mendorongnya naik keatas panggung pernikahan.


Pak Penghulu hanya diam menonton drama orang Kaya itu, sebenarnya ia sudah digaji besar oleh Shindy hanya untuk menunggu Arya menikahi kelincinya itu.


Alya bertepuk tangan semangat dengan binar senangnya, ia sangat suka dengan Nia jika menjadi kakak iparnya.


.


.


.


nanti setelah menikah Nae bakal tambahin Actionnya ya? wkwk.. biar Arya makin cinta sama Kelincinya, sekarang Arya belum cinta tapi ia udah suka cuma namanya Pria punya Ego yang tinggi sudah pasti jaga harga diri. hehe.. Terimakasih..


buat yang penasaran apa hukuman buat Tia dan Brayen akan terjawab seiring berjalannya waktu ya? di saat itu Arya bakal marah besar dan benar-benar menghabisi siapapun yang telah melukai kelincinya..


Cuplikan beberapa Bab kedepannya ya? konfliknya ringan kok tapi menurut Nae.. hehe.. kalau berat itu konflik Pelakor dan istri sah..


.

__ADS_1


.


__ADS_2