Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
berbeda


__ADS_3

.


.


Dylan membiarkan Raya tidur di mansion Raka, Raya tidak membawa apapun selain baju yang dibadan saja.


Raya disambut meriah oleh para pelayan, Koki, dan anggota Mafia Raka yang dapat tugas berjaga malam ini.


"selamat datang Nona muda Mahawira". ucap para penghuni Mansion Raka dengan hormat.


Raya melihat mereka satu persatu,,


"Nona saya dan para Koki menyiapkan Dessert menu terbaru sesuai permintaan anda beberapa minggu yang lalu". ucap bi Asih dengan senyum hangatnya.


bi Asih sengaja berkata seperti itu supaya Raya tidak marah atas penyambutan mereka, padahal hari ini adalah hari pertama Raya masuk ke Mansion sebagai istri Raka Mahawira.


Jon, Rio, Boy dan dokter Jekky pun hadir malam ini membuat suasana makin ramai, Raka merangkul pinggang Raya dengan mesra tanpa berniat melepaskannya walau banyak yang melihatnya kini.


"Dessert baru? menu Coklat Kacang Tiramisu? ". tebak Raya yang masih ingat pesanannya.


"benar Nona". jawab para Koki dengan serentak.


"ayo-ayo! ". Raya tanpa beban melepaskan diri dari Raka mendekati para Koki yang kini menangkap tubuh Raya.


"hati-hati sayang!". Raka berteriak kaget saat Raya tiba-tiba menghilang dari sisinya.


"...?". Raya tidak terlalu mendengarkan peringatan suaminya.


Raka menggeleng gemas kepalanya saat Raya begitu akrab dengan bi Asih dan para Kokinya, Raka tidak marah hanya tidak ingin Raya terluka, sebelumnya Raya suka datang ke mansion ini juga karna Dessert buatan bi Asih dan Kokinya hingga tanpa sepengetahuan Raya, Raka memberi bonus berlipat-lipat untuk pekerjanya itu.


para pelayan dan para pria yang bertugas berjaga malam ini pun membubarkan diri seperti biasa, menyambut Raya yang baik adalah keinginan mereka sendiri bukan permintaan Raka maupun Raya, memang pribadi Raya yang baik membuat siapapun sayang padanya walau wajah Raya datar tak ada kesan ramahnya, tapi bagi yang mengenal Raya akan berbeda.


"ikut aku..! ". titah Raka memberi kode pada orang setianya.


Jon, Rio, Boy dan Jekky pun mengikutinya, sebenarnya Dokter Jekky ingin mengikuti Raya tapi takut Raka marah sebab ia bisa melihat betapa posesifnya Raka pada tubuh gadis cantik bermata biru itu.


di ruangan kerja Raka yang cukup luas, ke empat orang setia Raka malah bingung melihat Raka duduk di sofa bukan di kursi kebesarannya.


"apa..? duduk..! ". titah Raka melihat mereka semua berdiri.


"hah? ". cengo mereka dengan raut wajah bodoh melihat satu sama lain sebab tak mengerti tingkah Raka yang berubah setelah 1 bulan menghilang bersama Raya.


"ckk.. jangan buat aku mengulangi kata-kata yang sama". ujar Raka dengan dingin.

__ADS_1


"aeh.. iy.. iya tuan". jawab ke empat pria itu duduk berderet-deret seperti siap di sidang dan dihukum padahal tidak melakukan kesalahan apapun.


Raka bersikap baik menurut mereka sangat menakutkan, itu sebabnya mereka takut dan waspada, padahal Raka telah terbiasa diajarkan oleh keluarga barunya dan istri tersayangnya.


"bagaimana pria tidak tau diri itu? ". tanya Raka dengan serius membahas Reiner suami Ibu Herlina yang telah bahagia dengan istri barunya yang umurnya tak berbeda jauh dari ibu tirinya Raka (Herlina).


"seperti perintah tuan..! liburan yang anda berikan sangat dinikmati pria itu". jawab Rio.


Raka mengangguk, "sekarang cekik keuangan perusahaan istri nya dan ancam istrinya menceraikan suaminya itu jika masih ingin menyelamatkan Perusahaannya".


"baik tuan". jawab Rio


"bagaimana dengan wanita itu Jon? ". tanya Raka beralih ke Jon.


"saya memperhatikan gerak-geriknya tuan, kata mata-mata kita wanita itu membunuh salah satu wanita Karir yang berubah jadi pengawal di perusahaan beragensi bernama Maria, lalu tidak tau lebihnya sebab mereka semua diliburkan selama 2 tahun". jawab Jon.


"2 tahun bukan waktu yang sebentar, liburan untuk para pekerja memang hal normal tapi tidak pernah sejarahnya para pekerja diliburkan selama 2 tahun,.. hmm.. kalau begitu cari tau sosok Maria itu Jon, aku yakin ada tidak beres dengan rencana wanita itu". titah Raka


"baik tuan". jawab Jon


"Tuan? ". sapa Boy


"kenapa? ". tanya Raka menaikkan sebelah alisnya.


Raka tampak berpikir, "tidak..! kali ini tidak aman, aku mendengar gosip di negara D bahwa mereka dapat kabar dari seseorang untuk datang lewat pelabuhan kita menangkap penjual senjata illegal, aku yakin ada hubungannya dengan wanita itu membocorkan rahasia kita. aku tidak mau bermasalah saat ini, masalah itu hanya membuatku menjauh dari Raya, aku tidak mau jauh darinya".


"apa perlu saya yang ambil alih kasus Boy tuan? ". tanya Jon


"kau urus saja si Maria dan Morett itu, aku tidak mau menyesal..! ". tegas Raka membuat Jon mengangguk mengerti.


"saya bagaimana tuan? ". tanya Rio


"jika aku mengutusmu dan Boy, kalian berdua akan mati ditangan mereka. hanya satu pilihan yaitu aku harus turun tangan tapi aku tidak mau berpisah dari Raya selama 1 minggu ini kami baru saja bersatu, kau Boy...? ". Raka melihat ke arah Boy


"saya tuan". Boy menyahut.


Rio tidak membalas lagi, jika Raka sudah berkata berbahaya maka berbahaya.


"kau beritau mereka kalau aku akan menjemput di hari ke 7, simpan senjata kita dengan baik". titah Raka


"baik tuan". jawab Boy mengerti tanpa menyelah lagi.


"negara D? berbahaya? apa anda kenegara D tuan?". tanya Dokter Jekky penasaran sejak tadi.

__ADS_1


"ya.. aku mengikuti pelatihan disana". jawab Raka sambil memainkan cincin pernikahannya dengan Raya.


"lalu bagaimana dengan ibu Lurah dan Walikota itu tuan? kenapa anda menjatuhkan mereka? ". tanya Jekky penasaran.


walau Jekky seorang dokter tapi ia dekat dengan para pejabat negara yang artinya cukup berkuasa.


"huh..! wanita sombong itu menghina istriku". jawab Raka dengan santainya.


Jekky mengangguk-ngangguk, "baiklah..! dia dan suaminya telah dipecat berkat perintah anda 2 minggu yang lalu".


"hmm.. baguslah..! wanita itu pasti tidak bisa membeli bedaknya lagi". sinis Raka memejamkan matanya.


Jon dan yang lainnya makin merapat, sungguh mereka tidak mengerti 1 bulan Raka menghilang kini kembali makin menakutkan saja, aura membunuh Raka makin terasa pekat saja .


Raka terakhir kontak itu dengan Jekky yang memerintahkannya untuk memecat Ibu Lurah dan Walikota di kota terpencil yang pasti tidak ada yang menarik di kota itu.


.


.


sementara Raya di dapur heboh dengan bi Asih serta para Koki yang telah membuatkan Raya Dessert super enak hingga Raya memuji-muji masakan mereka semua.


"saya buat Dessert khusus pesanan Nona untuk Nona kecil (Alya)." bi Asih menunjuk kulkas.


"eeh.. jangan panggil Alya dengan sebutan Nona kecil Bi.. dia bisa marah". pinta Raya sambil tertawa membayangkan Alya marah.


"baik nona, akan saya ingat". jawab bi Asih sambil tersenyum


"lalu saya antarkan ke sana Nona? ". tanya bi Asih


"tidak usah Bi.. nanti Arya datang kesini bersama Satria sambil melihat Mansion abang iparnya". tolak Raya sambil mengkode salah satu Koki mengambilkannya jusnya.


si Koki yang di tunjuk pun dengan senang hati melayani Raya, setelah itu ia kembali duduk. Raya tidak suka ada orang yang berdiri disampingnya saat ia makan, itu sebabnya mereka semua tanpa ragu duduk bersama Raya demi menemani sang majikan dermawannya makan supaya tidak kesepian.


"baik Nona, saya penasaran dengan adik-adik Nona pasti tampan sekali". ujar salah satu Koki sambil tertawa cekikikan.


Raya terkekeh saat bi Asih melototi koki itu, "biarkan saja Bi, adik-adikku memang tampan".


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2