
.
.
ke esokan harinya.
Alya dan Ayu berangkat ke Bandara untuk kembali ke negara kelahirannya.
Raka, Raya dan ketiga anak-anaknya sudah berangkat tadi malam, Cerry merindukan kakek dan neneknya (Shindy dan Dylan) jadi mereka harus berangkat malam itu juga.
di dalam pesawat kelas VIP
"apa Yu? ". tanya Alya melirik ponsel Ayu yang baru saja di mode pesawat tapi seperti ada sesuatu yang membuat Ayu menghela nafas.
"begini Nona..! sepertinya Tuan Veer juga ada di penerbangan yang sama dengan kita". jawab Ayu dengan serius.
Alya melirik Ayu sekilas, "biarkan saja..! aku tidak melakukan kesalahan apapun".
"baik Nona". balas Ayu mengerti.
Alya memejamkan mata menatap ke samping, Alya terkejut melihat orang disampingnya tengah melihat ke arahnya.
"hai? ". sapa Pria itu menurunkan maskernya.
Ayu melihat ke arah tatapan Alya, "ada ap..? Eh?".
"ka.. u? kau juga disini? ". tanya Alya tergagap menunjuk kening Al.
Al tersenyum tipis lalu memasang kembali maskernya dan memejamkan matanya ke arah Alya, Alya melebarkan matanya tak percaya benar-benar di luar nalarnya akan bertemu Al di dalam pesawat yang sama.
"Nona? ". Ayu
Alya melihat ke arah Ayu lalu memilih menyandarkan kepalanya di bahu Ayu, "aku boleh tidur dibahumu kan Ayu? ".
"boleh Nona! silahkan". jawab Ayu.
beberapa menit setelah lepas landas, Al perlahan membuka matanya dan tersenyum tipis melihat Alya yang tertidur di bahu Ayu.
"apa pesonamu? kenapa aku tidak suka lagi bermain wanita setelah melihatmu? wajahmu selalu muncul dibenakku". batin Al
Al tak lagi berminat melihat wanita lain setelah melihat Alya di malam itu, Al melihat Alya yang tidak memakai Pashima nya, untuk pertama kalinya Al jatuh hati pada seorang wanita biasanya Al kalau suka langsung di bawa ke ranj*ng tapi Alya berbeda.
Al merasa tertarik pada Alya, ingin tau segalanya tentang Alya, ingin melihat Alya selalu, Al ingin sekali mengikat Alya di sisinya dan yang paling utama adalah Alya tidak berpakaian seksi seperti kebanyakan wanita diluar sana.
2 jam di pesawat
"Alya? ". panggil Veer
Ayu menatap tajam ke arah Veer, "apa kau tidak lihat tuan? Nona saya sedang istirahat". bisik Ayu dengan raut wajah tak senang.
"aku ingin bicara dengannya". Veer bersikeras hendak menarik tangan Alya supaya terbangun tapi Ayu menghalanginya.
__ADS_1
"isssh...! ". Alya berdecak kesal lalu memilih memindahkan kepalanya ke arah lain dimana bahu Al lah yang menjadi sandarannya.
Ayu mengambil kesempatan itu memukul tengkuk Veer hingga pingsan, beberapa orang yang melihatnya mulai berbisik-bisik takut.
"Kak..! tolong bawa dia ke bangku nya..! Nona saya tidur pun diganggu oleh pria ini". pinta Ayu
Pramugari memanggil rekannya yang laki-laki untuk menolongnya memindahkan Veer setelah mendengarkan penjelasan Ayu.
Ayu sibuk mengurusi Veer sedangkan Al mematung di tempat menatap lurus kedepan, tubuhnya kaku saat menghirup aroma tubuh Alya yang wanginya seperti bayi.
Al memejamkan matanya, mengapa Al ingin sekali mencium keningnya Alya, apa yang salah dengan Al hingga ia begitu mudahnya jatuh hati pada seorang gadis.
"apa ini suka? apa ini Cinta? kok bisa? aku tidak pernah jatuh cinta seperti ini, ada apa dengan diriku? heei.. Al? kemana pikiran kotormu? kenapa kau malah berpikir ingin mencium keningnya? kenapa tidak hal lain? siaaalll.. ". Al mengoceh dalam hati.
Ayu hendak memindahkan kepala Alya tapi Alya malah makin merapatkan dirinya ke Al, "Nona? ". bisik Ayu dengan gemas.
Al masih mematung tak bergerak sedikitpun bahkan ia lupa bernafas.
"apaa? ". sungut Alya menegakkan kepalanya tapi matanya masih tertutup.
Al melihat ke arah Alya yang masih memejamkan mata, bulu mata lentik Alya memancing pandangan Al ingin menatap wajah Alya berlama-lama.
"bersandar di sisi saya Nona". jawab Ayu.
"oh.. " balas Alya langsung menyandarkan kepalanya ke arah asal suara Ayu.
Ayu membenarkan selimut Alya dengan hati-hati lalu ia melihat ke arah Al, "terimakasih tuan! ". ucap Ayu dengan gerakan bibirnya saja.
Al mengangguk lalu melihat ke arah lain sambil mengelus dada.
.
.
Alya dan Al tidak lagi bertemu, malam ini Alice kembali ke negara Indonesia bersama Satria dan anak-anaknya.
"kakak ipaaar...? ". Alya berlari menyambut Alice yang berlari ke arahnya juga.
Alya dan Alice berpelukan dan berteriak heboh seperti anak kecil, Raya menepuk jidat melihat kehebohan adik dan istri dari saudara kembarnya itu.
ketiga anak-anak Alice sudah pergi ke kamar anak-anak Raya.
Dylan membuat 1 kamar besar dan mewah khusus untuk cucu-cucunya, Dylan memiliki 6 cucu sekaligus itu sebabnya ia membuat sebuah kamar besar berisi 6 kasur untuk cucu-cucunya bisa tinggal bersamaan.
Shindy menyetujui hal itu, supaya tali persaudaraan anak-anak Raya dan Satria semakin lengket seperti saudara kandung satu ayah dan ibu saja.
.
.
Alice, Alya dan Raya berada di satu kamar yang sama yaitu di kamar Alya.
__ADS_1
"Alya ketemu sama pria kelima nya". Raya
"iya kak..! Alya udah kasih tau Alice, bagaimana Alya? apa kamu suka? ". tanya Alice berbinar
"aku belum percaya dia memang pria kelima Kak, awalnya aku percaya tapi sekarang jadi ragu karna kami tak lagi bertemu, coba kakak pastikan lagi". Alya mengulurkan tangannya.
Alice dengan senang hati menyambut tangan Alya dan memejamkan matanya sedangkan Raya hanya diam sambil menatap serius tangan Alya dan Alice.
Alya biasanya memanggil Alice nama nya saja tapi semenjak menikah dengan Satria, Alya merubah panggilannya menjadi kakak ipar.
"hahaha...! ". Alice tertawa kegirangan bertepuk tangan seperti anak kecil.
Alya berbinar seperti anak-anak dan Raya mengerjabkan matanya tampak penasaran apa yang Alice pikirkan.
"dia memang pria kelima Alya! ". heboh Alice tertawa cekikikan
"jadi benar?". tanya Raya
"iya.. dia memang pria kelima yang akan tulus mencintai Alya". jelas Alice dengan senyuman mengusap kepala Alya.
"tapi kenapa kami tidak lagi bertemu? ". tanya Alya penasaran.
"kalau sering bertemu mah tidak asik, sekarang dia pasti sedang perang batin.. haha.. biarkan waktu yang mempertemukan kalian". Alice
Alya diam memikirkan perkataan Alice.
"tapi dia pria ranj*ng kan? apa Alya bisa merubahnya? ". tanya Raya penasaran.
"bisa.. sangat bisa.. Tuan Aldezan memang pria kelima, dia seperti itu karna ulah keluarganya sendiri". Alice melirik Alya yang sudah mengetahui alasan Al menjadi pria jahat.
Raya melihat ke arah Alya meminta penjelasan.
"iya kak..! keluarga Al hancur karna pelakor dan mama nya meninggal karna papa nya berpaling dari mama nya, Al jadi benci dengan perempuan yang memakai pakaian seksi, Al mempermainkan semua wanita yang datang padanya". jelas Alya
"dan Alya bisa menyembuhkannya!". seru Alice dengan bangga
"tapi dia udah celap-celup kesana-sini dek! kamu yakin mau?". tanya Raya serius memastikan adiknya ini tidak akan mempermasalahkan kehidupan pria nya suatu saat nanti.
"tidak apa kak..! kan bagus kalau pria hebat diranj*ng nanti Alya bakal dibuat mendes*h-des*h terus di bawahnya". pekik Alice keceplosan.
Raya melebarkan matanya ke arah Alice sedangkan Alya memerah seketika, pipinya merah seperti kepiting rebus.
.
.
.
maaf Say.. Nae lagi perjalanan pulang hari ini jadi tidak bisa Up beberapa hari, 3 hari di dalam bus tidak bisa fokus Nae nanti... tidur meluluk entar wkwk.. ntar kalau sudah tiba di tempat asal bakal Up banyak deh... ya.. ya.. ya... Terimakasih...
.
__ADS_1
.
.