
.
.
"kenapa? apa arti tatapanmu itu? ". tanya Alya melihat arah lain.
"kita ke puncak hari ini juga bagaimana? tapi di tempatku mau? ". tanya Al serius
"kau bicara apa sih? memang kenapa? ". tanya Alya dengan heran juga penasaran.
"apa dia mau mengungkapkan perasaannya? ya ampun Alya tenanglah jangan terlalu ketara kalau kau sudah jatuh cinta padanya". batin Alya menenangkan diri.
"ada yang ingin aku katakan! ". seru Al dengan serius.
"harus dipuncak? ". tanya Alya serius dibalas anggukan oleh Al.
Ayu melihat Al dan Alya secara bergantian, ia tidak bisa berkata-kata karna Nona nya pasti sedang senang saat ini menebak Al akan mengungkapkan perasaannya.
.
.
malam hari di Puncak Bogor tempat tinggal Al, Al pernah bertemu Alya di tempat yang sama hal itu membuatnya berani membeli tanah di area situ dan membangun Istananya sendiri.
"aku baru tau ada Vila disini! ". Alya melihat Vila baru milik Al
"aku buat saat aku melihatmu disana! ". tunjuk Al ke arah Vila Alya.
Ayu membawa barang-barang Nona nya, kemanapun Al membawa Alya ia harus ikut dan Al tidak mempermasalahkan itu karna Ayu adalah pengawal Alya yang diutus untuk menjaga keamanan sang gadis pujaan.
"kau..! jadi Kau yang sedang bermesraan dengan wanita saat itu ya? ". tebak Alya sambil menuding Al.
Al menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"dia kekasihmu? ". tanya Alya dengan santai seolah tidak peduli masalalu Al padahal ia tau siapa wanita-wanita yang pernah datang ke Al.
"bukan teman tapi... hmm.. bagaimana caraku menceritakan masalaluku". jawab Al lalu bergumam pelan nyaris tak didengar tapi Alya tentu mendengarnya sebab ia punya pendengaran yang sangat tajam.
"tidak apa..! jujur saja, bukan urusanku juga kenapa kau gugup? aku ini temanmu bukan kekasihmu". kekeh Alya membuat Al terdiam
Al menarik tangan Alya berjalan keluar Vila, Ayu tersentak lalu mengejar Al dan Alya bukan maksud apa-apa tapi masih jarak aman menjaga Nona nya dari apapun itu.
Alya mengerutkan keningnya saat Al membawanya ke pohon besar lalu melepaskan jasnya memasangkannya ke tubuh Alya.
Alya tersentak sejenak dengan perlakuan Al itu, sebelumnya Alya sering di perlakukan seperti itu oleh saudara-saudaranya yang sangat tampan tapi berbeda jika perhatiannya Pria yang disukai sudah pasti membuat hati perempuan manapun akan berbunga-bunga.
"aku mau membuat pengakuan! ". kata Al dengan serius berhadapan dengan Alya
__ADS_1
"pengakuan? kamu fikir kita sedang disidang? ". tanya Alya dengan heran
"lebih dari perasaan ketika disidang". jawab Al serius.
"masa sih? jadi maksudmu pengakuan apa? ". tanya Alya kelihatan bingung.
Ayu berdiri tak jauh dari Alya, ia melihat sekeliling sebagai pengawasannya tempat ini benar-benar aman bagi Nona nya.
Al memejamkan matanya lalu memegang kedua tangan Alya, Alya mengulum senyumnya melihat raut wajah Al yang terlihat gelisah seolah sedang menghadapi masalah besar.
"aku tau! ". batin Alya
Al menceritakan semua masalalunya ke Alya lalu membuka matanya tak mendengar sepatah katapun dari bibir Alya membuatnya takut Alya marah.
Alya tersenyum, "aku tau".
"hah? tau apa? ". tanya Al semakin gugup
"Alya aku tidak bermaksud menutupinya darimu hanya saja aku ingin membuat pengakuan saat aku benar-benar sudah siap! aku tidak pernah jatuh cinta pada wanita manapun, kamu satu-satunya perempuan yang membuatku nyaman, aku mencintaimu Alya, aku jatuh cinta pandangan pertama padamu, saat itu aku takut kamu membenciku dan menjauhiku karna masalaluku apalagi aku punya saingan yaitu Veer, dia pria yang baik itu yang membuatku insecure saat bersaing dengannya".
Alya tersenyum manis lalu menangkup rahang Al.
"aku tidak pernah memikirkan masalalu mu walaupun aku tau, aku menunggu pengakuanmu ini". Alya
"jadi kamu sudah tau hal ini akan terjadi? ". tanya Al
Alya mengangguk
Alya tersenyum, "aku tidak pernah melarangmu untuk mendapatkanku! seleraku tidak tinggi tapi aku hanya ingin Pria yang mau terbuka padaku, mau berubah untukku, mau mencintaiku seumur hidupnya aku tidak butuh pria yang baik tapi aku butuh Pria yang bisa memenangkan hatiku".
"jadi aku pemenangnya? ". tanya Al seakan ada secercah jawaban yang memuaskan.
Alya tersenyum manis, "kalau kamu berani mengkhianatiku maka balasannya adalah mati, kamu tau bagaimana keluargaku kan? mereka tidak akan membiarkanmu hidup kalau aku kamu sakiti".
"aku rela! aku mau menanggung semuanya! ". Al berkata dengan lantang.
Alya tertawa lebar, Al mengeluarkan cincin nya lalu membukanya di hadapan Alya.
"aku tidak mau berpacaran denganmu Alya tapi kamu mau menikahi Pria sepertiku? menjadikanku suamimu? pria yang pantas menjadi Ayah dari Anak-anakmu, apa kamu mau menerima kekuranganku? ".
Alya membekap mulutnya tak percaya akan kata-kata Al yang langsung melamarnya bukan menembaknya menjadikannya kekasih Al.
"Apa kamu mau Alya? aku sudah sangat mapan untuk menjadi seorang suami, aku berjanji akan menjadikanmu sebagai wanitaku satu-satunya". Al berkata dengan serius.
"sebelumnya tidak pernah terlintas dibenakku akan menikahi perempuan tapi hanya sekali melihatmu membuatku yakin untuk menjadikanmu istriku, milikku, ibu dari anak-anakku, wanita yang akan membuat hidupku jauh lebih berharga di dunia yang gila ini". Al
Alya mengangkat tangannya dan Al langsung mengambil cincinnya dan memasangnya di jari manis Alya.
__ADS_1
Al mencium kening Alya dengan lembut lalu memeluk Alya dan mengangkat tubuh Alya memutarnya sambil berteriak bahagia lamarannya diterima oleh Alya.
Alya melingkarkan tangannya di leher Al lalu mereka saling bertatapan.
"jangan tatap mataku seperti ini sayang! ". Al berkata sambil melihat arah lain.
"kenapa? kamu kan calon suamiku". kekeh Alya
"aku bisa saja menidurimu disini! ". jawab Al dengan serius
Alya membulatkan matanya, "dasar mesum..! ".
Al mengangguk, "aku tau! aku memang mesum itu sebabnya aku tidak mau berpacaran denganmu karna aku masih ingin hidup ratusan tahun denganmu! ".
"kenapa begitu? ". tanya Alya heran
"kepalaku akan lepas dari tempatnya karna Papimu, abang-abangmu, aku tidak segila itu menyerahkan kepalaku pada mereka, nanti kamu bisa saja bersama Veer kalau aku mati dan aku tidak terima itu". gerutu Al
Alya tertawa terbahak-bahak lalu mencubit kedua pipi Al.
"wajahmu lucu sekali kalau sedang cemburu". Alya mengacak rambut Al
Al memeluk Alya dengan erat, "terimakasih..! aku berjanji tidak akan membuatmu menyesal telah memilihku! ".
Alya tersenyum tulus sambil membalas pelukan Al, Ayu merasa kedinginan pun memilih kembali ke Vila sambil senyam-senyum.
.
.
"siapa itu? ". tanya Nia melihat sepasang kekasih di ujung pandang
"kenapa?". tanya Arya melihat arah tatapan Nia
Arya tersentak melihat sosok itu, tapi melihat senyum manis gadis itu membuatnya tersenyum tipis.
"apa itu dek Alya? ". tebak Nia
"tajam juga tatapanmu kelinciku". kekeh Arya mengelus kepala Nia.
"jadi benar tuan? ". tanya Nia dengan kaget tebakannya benar.
"hmm.. sepertinya kau harus kubelikan gaun". kekeh Arya melenggang pergi
Nia mengerutkan keningnya tidak mengerti maksud kata-kata Arya.
.
__ADS_1
.
.