Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 76_ gagal


__ADS_3

.


.


"ssstt...! ". Nia memberi isyarat untuk diam pada siapapun yang masuk ke Ruangan Arya.


Ricis menerima pesan Nia akan menunggu Arya bangun, Ricis di suruh pulang oleh Nia.


tidak ada yang mengganggu tidur Arya sampai malam, Nia tersenyum manis mengelus kepala Arya.


"rambutnya halus sekali". batin Nia


Nia memandang wajah tampan suaminya terus-terusan, ia begitu mengagumi pahatan indah dari Tuhan yang menciptakan seluruh manusia yang ada di muka bumi ini.


"udah tampan, baik, keren, jago berantem, aku sangat iri pada wanita yang berhasil masuk ke dalam hati kakak". batin Nia senyam-senyum sendiri.


"apa ada aku di hati kakak? apa aku memang hanya peliharaan kakak aja?". batin Nia


sekitar jam 9 malam Arya tidak juga bangun, Nia mulai mengantuk tapi tidak membangunkan Arya.


.


jam 5 Pagi.


perlahan Arya membuka matanya dan hal yang pertama ia lihat adalah Nia, mereka tidur satu sofa dengan posisi saling berpelukan satu sama lain.


Arya mengangkat jemari tangannya dan menyibakkan rambut Nia yang menutupi wajah Nia, Arya tersenyum meraba alis, bulu mata, hidung dan terakhir bibir Nia yang berwarna pink alami.


Arya melihat jam tangannya sudah menunjukkan jam 5 pagi lewat sekian, "tidurku lama sekali". batin Arya mengulas senyum.


Arya mencoba untuk bangkit tapi Nia tiba-tiba memeluk Arya lebih erat.


"Kakak? aku mau cium! ". racau Nia membuat Arya menoleh ke Nia


Arya terkekeh tanpa mengeluarkan suaranya, ia kembali berbaring dan mengecup kening Nia.


"sudah". balas Arya


Nia semakin mengeratkan pelukannya.


Arya mengelus kepala Nia dengan lembut, "hei.. bangunlah! ". bisik Arya di telinga Nia


Nia tersentak mendengar nada sensual suaminya, "eeh..? ". Nia melebarkan matanya yang baru saja bangun matanya memerah terlihat lucu dimata Arya.


"Kak..? maaf kak..! a.. aku". Nia gelagapan karna ia terbangun dalam posisi memeluk Arya begitu intim.


"mau di cium dimana? ". tanya Arya


"hah? ". cengo Nia


"tadi minta dicium, dicium dimana? ". tanya Arya terkekeh geli melihat wajah panik Nia.


"m.. maaf kak..! a.. aku pasti meracau ya? haha.. maaf kak.. aku memang ngawur kalau lagi tidur jangan diambil hati kak". jelas Nia


Nia tau dirinya suka berbicara saat tidur karna saudara-saudara perempuan Arya memberi tau Nia, itu sebabnya Nia tau kelakuannya saat tertidur.


"sini..? ". Arya mengecup kening Nia

__ADS_1


"oh.. bukan! ". Arya mengecup pipi Nia dengan mesra.


Nia mengerjab-ngerjabkan matanya, jantungnya berdebar kencang sungguh ia begitu gugup di kecup mesra oleh Arya.


"dimana lagi? ". tanya Arya


"d.. disini". Nia mengetuk bibirnya dengan wajahnya yang merah seperti kepiting rebus.


Arya tersenyum lalu mengecup bibir Nia, "selamat pagi..! ". ucapnya gemas mengelus kepala Nia


Nia semakin membelalak, ia tidak menyangka Arya benar-benar mengecup bibirnya padahal Nia hanya asal berbicara saja.


"selamat pagi..? ". tanya Arya sekali lagi mengecup bibir Nia


"Eh..? se.. selamat pagi". jawab Nia tergagap.


"ayo pulang..!". ajak Arya dibalas anggukan Nia seperti robot.


.


di Apartemen, di kamar mandi


Nia memegang bibirnya saat berkaca, ia senyam-senyum sendiri lalu tertawa cekikikan karna mendapatkan ciuman pertama dari Pria yang ia Cintai.


Brayen? Nia dan Brayen tidak pernah bercium*n karna Nia tidak mau terlihat murahan didepan Brayen yang statusnya hanya kekasih, berbeda dengan Arya yang sudah sah menjadi suaminya.


"aaahhh! ". Nia memekik kaget saat keluar ada Arya didepan pintu tengah menunggu nya.


beruntung Nia tidak tergelincir hanya jantungan saja karna kagetnya itu.


"k.. kak? a.. ada apa? ". tanya Nia tergagap


"..ka.. kak? mau mandi disini? b.. bukankah kakak sudah di dalam kamar mandi yang ada di kamar tamu tadi?". tanya Nia


"siapa bilang aku mau mandi? ". tanya Arya balik


"ehh? jadi kakak tidak mandi? iya juga sih.. kakak udah wangi". Nia keceplosan sendiri mencium aroma tubuh suaminya yang sudah segar


Arya memperhatikan gerak-gerik Nia yang terlihat tegang karna hanya memakai handuk melilit tubuh mulusnya itu.


"kenapa malu? bukankah yang ada di tubuhmu itu milikku? ". Arya


Nia menoleh ke Arya, "m.. milik kakak? ". beo Nia


Arya mendekat dan Nia tidak mampu untuk bergerak, ia benar-benar seperti patung saat ini melihat senyum Arya yang terlihat misterius.


"hmm? ". Nia kaget saat Arya memegang tangannya.


"baru tangan bagaimana dengan yang lainnya? ". kekeh Arya


Nia menelan salivanya melihat jakun Arya yang menarik di matanya, tanpa sadar Nia mendekat dan tangannya terangkat memegang jakun Arya.


Arya melebarkan matanya, tapi ia tidak mengusir Nia, irama jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat.


"Hap..! "


Nia tersadar saat Arya memegang tangannya

__ADS_1


"aakhh". Nia memekik kaget saat Arya mendorongnya di sofa hingga jatuh dengan posisi terlentang.


Arya menindihnya, "kamu sengaja ya? ". tanya Arya


"h.. hah? s. s. engaja a.. apanya k.. kak? ". tanya Nia dengan gugup melihat posisi nya dengan Arya sangat mendebarkan.


Arya dan Nia bertatapan cukup lama.


Nia memejamkan matanya saat Arya mengecup pipinya, naik ke hidung, lalu turun ke telinga Nia.


Nia menggeliat saat Arya menggigit kecil telinganya, dengan manisnya Arya mengangkat punggung Nia hingga Nia mendongak dan Arya mengecup leher jenjang Nia.


jemari tangan Nia mulai terangkat dan meraba punggung Arya berakhir di bahu Arya, perlakuan Arya yang lembut membangkitkan hasrat wanita di dalam diri Nia, bagaimanapun Nia sudah bersuami tapi selama beberapa bulan belum pernah disentuh oleh Arya.


"ngghhh". Nia menggigit bibir bawahnya


Arya untuk pertama kalinya memberi jejak kepemilikan dileher Nia,


mereka sama-sama berada di puncak naf*u namun suara ketukan membuyarkan adegan mesra keduanya.


Arya dan Nia tersadar lalu saling memandang, "s.. siapa itu kak? ". tanya Nia dengan gugup


"mungkin saja Ricis". jawab Arya kembali mencium leher jenjang Nia


"Nia? Arya? ".


Nia melebarkan matanya, "kak? itu suara Mami".


Arya mengumpat dalam hati, ia tidak bisa melanjutkan karna ada tamu yang datang diwaktu yang tidak tepat.


"Arya sayang.. Nia Sayang? kalian sedang apa? ". suara Shindy semakin jelas didengar oleh Nia dan Arya


Arya bangkit dan mengulurkan tangannya ke Nia, dengan malu-malu Nia menyambut tangan Arya.


"pakai bajumu baru keluar! biar aku yang keluar menemui mereka". Arya mengelus pipi Nia


Nia meremas handuk yang melilit tubuhnya, ia segera berlari kecil ke ruang gantinya.


"tenang Nia.. tenangkan dirimu.. tenangkan.. jangan berdebar seperti ini.. astagah.. jantungku terasa mau meloncat". oceh Nia sendiri


Arya keluar menemui Dylan dan Shindy.


"mana Nia sayang? ". tanya Shindy celingukan


"pakai baju". jawab Arya dengan santainya


DeG!!


"..maaf sayang.. mami ganggu ya? ". cengir Shindy seolah tau apa yang terjadi dengan Arya dan Nia didalam sana.


"tidak apa Mi.. nanti bisa dilanjutkan". jawab Arya dengan jujur tanpa tau Shindy sudah berpikir Arya dan Nia sudah tidur bersama padahal baru pertama kali.


Shindy senyam-senyum melihat punggung Arya, "sepertinya dia sedang ngambek! ". gumam Shindy cekikikan lucu.


biasanya Arya akan mencium keningnya Shindy dan bertingkah manja tapi sekarang Arya malah pergi ke Dylan yang tengah duduk di sofa.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2