
.
.
di Aula pesta.
"Alya? kamu tidak menemani Chacha dek? ". tanya Arya melihat Alya sedang asik makan.
Alya menoleh ke Arya lalu berkata, "kakak ipar? kapan Alya temani Kakak ipar? kan tadi Alya lihat abang bawa kakak ipar ke teman-teman abang? Alya nggak mau ketemu teman-teman bang Al karna bau badan mereka, Alya kesini deh buat makan".
Arya melihat sekeliling, "ya sudah kamu makan saja..! dasar kerbau!". ejek Arya mengusap sayang kepala Alya.
Alya memanyunkan bibirnya saat Arya sudah pergi darinya, "kerbau? aku bukan kerbau". gumam Alya menjulurkan lidahnya ke punggung Arya.
Arya pergi mencari sang istri sedangkan Al mendatangi Alya.
"kenapa sayang? kenapa wajah cantik istriku ini sedang bertekuk masam hmm?".
"bang Arya bilang aku Kerbau". jawab Alya dengan kesal
Al terkekeh membuat Alya melotot menatapnya,
"eeh.. enggak.. sayang.. enggak". Al menggeleng-geleng kepalanya sambil menutup mulutnya.
"kamu bukan kerbau sayang tapi manusia cantik yang sangat aku cintai, kenapa kamu tersinggung dengan kata-kata abangmu? bukankah dia sering menggodamu hmm? ". Al mengelus kepala Alya
Alya tampak berpikir lalu melanjutkan makannya hingga Al terkekeh gemas, Alya memang doyan makan tapi perutnya besar bukan karna gendut tapi karna anak nya sudah tumbuh besar dan kuat makan di dalam sana.
itu sebabnya Alya tidak mau disebut kerbau karna dirinya sekarang gendut, asalkan jangan Al yang mengatakannya gendut tapi namanya ibu hamil sangat sensitif, saat Arya menyebutnya kerbau Alya langsung kesal padahal bukan pertama kalinya Arya mengejeknya seperti itu.
Arya mencari Nia di Toilet Wanita tapi tidak berani masuk sebab banyak wanita lain yang masuk ke tempat itu.
"dimana Chacha? ". gumam Arya mengeluarkan ponselnya menelfon sang istri.
Nia tidak mengangkat panggilannya sebab ponsel Nia tertinggal di dalam mobil
Ponsel Nia punya GPS nya jadi Arya mencoba melacaknya bukannya lega malah berdecak, "kenapa ponselnya di dalam mobil?".
"kak.. aku mau balik lagi? ". bisik Nia di telinga Arya saat memperkenalkan diri pada Rekan Kerja Arya
"kenapa sayang? ". tanya Arya balik
"ponselku tinggal di mobil bagaimana ini? ". tanya Nia
Arya baru teringat Nia sempat ingin kembali ke Mobil mengambil ponselnya tapi Arya tidak mengizinkan istrinya keluar Aula sendiri, bisa berbahaya jika ada wanita yang berani mencela istrinya.
__ADS_1
posisi Nia sekarang sangat di dambakan banyak wanita, itu sebabnya banyak Wanita seksi yang secara terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya pada Nia.
"Ya Tuhan.. dimana istriku? ". gumam Arya dengan khawatir.
"maaf mbak..! ". Arya menahan salah satu wanita seksi yang keluar dari toilet
"iya.. Tuan Muda". jawab Wanita itu malu-malu karna merasa Arya tertarik padanya, siapa yang tidak mengenal Arya.
"apa ada istriku di dalam Toilet? ". tanya Arya membuat harga diri wanita itu jatuh kedasar laut.
"oh... tidak tau Tuan..! tadi saya tidak ada melihat pintu Toilet terkunci, mungkin istri Anda sudah pergi!". jawab Wanita itu dengan nada tidak bersemangat.
"terimakasih". Ucap Arya langsung berbalik pergi meninggalkan Wanita itu.
"huuh... dia seksi sekali! sayang sudah punya istri, tapi aku rela menjadi yang kedua untuknya". gumam wanita seksi itu yang kini mulai berangan-angan dirinya menjadi istri kedua Arya.
Arya mencari Nia kembali ke Aula pesta dan mata birunya mengedar mencari sang istri, "dimana dia ya? kenapa tidak ada? Chacha sayang.. kamu dimana??". gumam Arya pelan.
Arya mendengar keributan di satu tempat, "suara apa itu? apa Chacha? ".
Arya langsung berlari dengan langkah lebar ke asal suara, indra pendengaran Arya sangatlah tajam.
plak...
Arya melihat Nia menampar salah satu wanita yaitu Seri, Jiji dan Nisa.
"mentang-mentang menjadi istri Tuan Muda Arya kau begini ya? nyalimu besar sekarang". Nisa
"kalian pikir aku main-main dengan kata-kataku? aku berkuasa? tentu saja aku berkuasa, aku tidak akan menjatuhkan harga diriku pada kalian, kalian fikir aku rela di tindas saat suamiku sendiri dihormati semua orang di dunia ha? ". bentak Nia
Arya perlahan mendekat dan ketiga wanita itu melihat Arya dibelakang Nia masing-masing tersenyum jahat.
"aku akan mengadukanmu pada Tuan Muda Arya". Seri
"benarkah? coba saja kau kadukan.. kalian pikir Suamiku percaya? aku akan jelaskan padanya kenapa aku menghajar kalian". ucap Nia dengan raut wajah arogannya
"dasar wanita tidak tau malu..! kau membuat kakakmu masuk Rumah Sakit Jiwa dan sekarang mau memaksa kami untuk menjadi temanmu? kami lebih mempercayai Tia dibanding kau yang punya hati iblis". Jiji
Nia berdecak sebal, "sejak kapan aku membuat Kak Tia masuk Rumah Sakit Jiwa hah? suamiku yang memasukkannya ke Rumah Sakit Jiwa karna malam itu yang menemuinya bukan aku melainkan suamiku".
"jangan menfitnah Tuan Muda wanita tidak tau diri..!". bentak Nisa
plak...! plak.. plak...
Nia menampar mereka bertiga lagi namun bukan ditempat tamparan sebelumnya.
__ADS_1
"aku sudah cukup berbaik hati dengan membuat wajah kalian memerah bukan aku buat jatuh bangkrut..! dan Kau...! mentang-mentang kekasihmu sudah siuman kau fikir dia mencintaimu dengan tulus hah? bisa saja dia sudah tidur dengan wanita ini". Nia menunjuk Jiji
Jiji terbelalak dan melihat ke arah Sery yang langsung melihat Jiji.
"hati-hati pada temanmu ini Sery..! jangan sampai apa yang kau alami sama seperti yang aku alami, yaitu kakakku sendiri merebut mantanku bahkan sudah tidur dengannya". Nia menyeringai jahat ke arah Sery yang tampak goyah
"j.. jangan percaya dia Sery..! dia berbohong". panik Jiji
"hmm.. baiklah aku akan berikan rekaman CCTV nya, kau mau tau alasan dia kecelakaan? ". tanya Nia tersenyum miring.
Nisa melihat Sery yang tampak serius mendengarkan Nia.
"kalian tau kan betapa hebatnya keluarga suamiku? aku mencari tau lewat kakakku Kak Nola yang sangat cantik dan jago meretas". kata Nia dengan bangga
"jangan percaya dia Sery!". Jiji
Nia tertawa jahat, "oh.. oh.. oh.. kau mau membuat aku yang terlihat jahat disini ya? kenapa? kau takut aibmu terbongkar?".
"dia kecelakaan karna mengantukkan? ". tebak Nisa ke arah Jiji
Jiji mengangguk-ngangguk karna Nisa mempercayainya, sedangkan Sery tampak meragukan Jiji.
"mengantuk? bukankah kau memaksanya datang?". ejek Nia menatap Jiji
"Ouupsss..! aku keceplosan! ". Nia menutup mulutnya seketika dengan ekspresi syok yang dibuat-buat begitu dramatis hingga Arya dibelakang Nia mengulum senyum.
"kau fikir sendiri Sery..! kenapa kekasihmu keluar Rumah jam 1 malam? itu karna dia yang menyuruh kekasihmu datang". sindir Nia
Nisa membelalak tak percaya pada Jiji, Sery menatap tajam ke arah Jiji.
"dia bohong.. kalian percaya sama dia dari pada aku hah? aku sahabat kalian, aku tidak mungkin menghianati pacar sahabatku". bela Jiji
Nia menggeleng-geleng kepalanya pelan, "baiklah jika kau tidak percaya..! besok aku akan sebarkan rekaman mu dengan kekasih Sery di Bar Soho, disanalah kalian bercint* untuk pertama kalinya".
Jiji memucat dan Sery membalik tubuh Jiji lalu menamparnya kuat,
"kurang ajar kau Jiji? kau menghianatiku? ". teriak Sery.
"aku tidak percaya kau bisa melakukan itu pada Sery, kau tau kan Sery sangat mencintainya". Nisa juga memarahi Jiji
Nia memegang kakinya yang gemetar dan Arya melihat hal itu, Cara nia menyelesaikan masalah benar-benar sangat cerdas.
.
.
__ADS_1
.