Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
bersiasat


__ADS_3

.


.


Raka menunggu kepulangan Raya dengan cemas, ia pulang bekerja dari Perusahaannya saat kembali istrinya belum juga sampai, membuatnya khawatir saja.


"sayang.. kamu dimana..? kenapa belum juga pulang, apa kamu tidak ingat aku? ". gerutu Raka


"apa kamu tidak tau musuhku berkeliaran di luar sana, kenapa tidak mengabariku? sekarang sudah jam berapa? ". dumel Raka mondar-mandir tidak jelas.


Zain keluar dari mansion dan memperhatikan gerak-gerik putranya yang tengah berputar-putar seperti orang stress saja.


"Raka? Nak? ". panggil Zain.


"Papa? ". sahut Raka memaksakan bibirnya untuk tersenyum saat Zain datang.


"kenapa Papa kesini? bahaya jika ada mata-mata yang melihat". Raka


"biarkan saja..! bagaimanapun cara kami menghindar pasti akan berhadapan juga dengan Dia, Papa sudah siap melawannya". jawab Zain tersenyum tulus.


"Papa masuk saja.. Raka sedang menunggu Raya". pinta Raka


"apa menantuku belum kembali? ". tanya Zain


"belum Pa... udah jam berapa ini? biasanya kalau periksa kandungan tidak selama ini". balas Raka dengan khawatir.


Zain bisa melihat betapa cintanya Raka pada Raya, Zain bersyukur Raka jatuh Cinta sebab Zain tau Raka sangat kesepian sejak kecilnya.


masa pertumbuhan Raka tidak bisa mereka lihat dan hanya itu penyesalan terbesar Zain dan Almira sampai saat ini.


mobil yang dikendarai Dita membawa Raya pun tiba di mansion Raka, Raka buru-buru mendekati mobil Raya dan membuka pintu mobil belakang.


Raya keluar dengan senyum tak berdosanya sudah membuat Raka begitu khawatir.


"kenapa bisa sangat lama hmm? apa kamu yakin tidak apa-apa sayang? aku sangat mengkhawatirkanmu. kamu tidak lihat sudah jam berapa ini? ". cecar Raka


Raya mengerjabkan matanya melihat jam tangannya, "Jam 4 ". jawab Raya dengan polos.


"iya jam 4, apa kamu tidak lihat betapa khawatirnya aku? kenapa bisa pulang begitu sore? apa dokter Anita sedang sibuk? berani sekali dia membuat istriku menunggu". Raka mengomel-ngomel.


Zain tak kuat melihat kemesraan mereka, ia kembali masuk ke dalam mansion sambil tertawa menggeleng-geleng kepalanya.


Dita pun menunduk sopan meninggalkan pasangan itu sambil membawa buah-buahan yang mereka beli untuk menjadi cemilan sehat Raya nanti.


"abang.. aku memang mengikuti jalur normal". jawab Raya dengan jujur.

__ADS_1


"apa? kenapa? ". tanya Raka syok dan tak suka


"entah.. pengen aja". jawab Raya mengangkat bahunya tidak tau alasannya.


Raka berdecak lalu tatapannya teralihkan melihat warna mobilnya Raya lecet bukan mobilnya penyok tapi lecet dan Raka melewati Raya.


"ini kenapa sayang? ". tanya Raka serius menunjuk mobil Raya


"oh.. tadi ada anak tawuran di jalan, kami melewati saja jadi mereka marah dan melempar senjata tajam ke mobil aku". jawab Raya


"mobilku jadi lecet..! abang mau kan bawakan ke bengkel? cat nya di benarkan lagi". Raya


"tawuran di jalan? tapi jalan pintas kita tidak ada sekolah sayang". Raka


"iya abang.. itu sebabnya kami menerobos saja, aku tau kalau mereka hanya salah satu kecoa yang dikirim oleh Dia". sungut Raya melenggang pergi memasuki Mansion.


Raka mengejarnya dan mengintrogasi Raya tentang masalah tawuran itu, Zain tak sengaja mendengarnya lalu ia segera berlari menuju Lift dan menemui istrinya yang lagi berlatih ilmu beladiri supaya tidak kaku lagi sebab Almira sudah lama tidak berlatih karna keadaannya yang masih koma bertahun-tahun.


"Mira sayang..! Edward sudah berani menyuruh orang untuk mencoba menyakiti Raya kita". lapor Zain dengan serius.


Almira tersentak lalu menghentikan latihannya berjalan ke arah Zain.


"apa dia tau aku masih hidup dan ada disini? ". Almira bergumam pelan.


"dasar bedeb*h..!! setelah berpuluh tahun lamanya dia masih tidak berubah dan tidak juga mau melepaskan kita? sebenarnya apa yang ada di otaknya itu? apa dia tidak mengerti kalau hati itu tidak bisa dipaksa". geram Almira


"dia selalu mengatakan jika dia tidak bisa memilikimu maka tidak ada yang bisa memilikimu termasuk Aku dan Raka yang merupakan darah daging kita". Zain


"sepertinya kita harus mendatanginya Zain.. aku tidak mau dia membahayakan Raya dan Raka". Kata Almira dengan serius.


"kita tidak bisa mendatangi mereka dengan tangan kosong sayang.. kamu tau sendiri kan? dia Lord, bawahannya sangat banyak, jika kita mendatanginya sama saja kita mau bunuh diri! aku masih ingin kita hidup untuk melihat cucu-cucu kita". Zain


Almira dan Zain berdebat masalah mereka, sedangkan Raka di dalam kamar bersama Raya tengah menatap foto USG hasil pemeriksaan Raya.


"bagaimana aku bisa punya anak 3 sekaligus? ". gumam Raka berkaca-kaca haru mengusap foto itu.


Raya tersenyum mengambil tangan Raka dan meletakkannya di perutnya yang sudah membuncit.


"pantas saja aku merasa perutku cukup besar bagi aku yang mengandung hanya beberapa minggu, ternyata ada 3". kata Raya sambil tersenyum.


Raka menunduk dan menempelkan telinganya di perut Raya, Raya mengelus rambut Raka saat suaminya itu sedang sibuk mendengarkan bayi nya padahal tidak ada apapun untuk di dengar.


"baik-baik ya nak..! kita sedang mengalami masalah kecil karna musuh kita tidak mau menunjukkan diri, Papa yakin kamu tau kan nak? saja saat itu kalian menyiksa mama kalian untuk segera cepat pulang iya kan? ". Raka.


Raya tertawa tanpa mengeluarkan suara, Raka berbicara dengan anak-anaknya yang masih di dalam perutnya, entah bisa mendengar atau tidak hanya Tuhanlah yang tau.

__ADS_1


.


.


pagi-pagi sedang sarapan.


"nak..! Mama akan menunjukkan diri ke Edward". ujar Almira serius tiba-tiba


Raka dan Raya tersentak lalu serentak melihat Almira.


"Mama sama Papa akan menyelesaikan masalah kami supaya tidak berdampak pada menantu papa". Zain


"jangan mendatanginya Pa..! Ma". cegah Raya


"tidak mendatangi tapi dengan kami menunjukkan diri di negara ini, pasti dia akan datang kesini". Almira


"kita kerja sama! ". usul Raka serius.


Zain melihat ke arah Almira, "tidak nak..! Edward itu masalah kami, Papa tidak mau kamu dalam bahaya, ingat nak..! menantu sedang mengandung".


pembicaraan mereka akhirnya lebih serius saat Raya membawa mereka semua ke ruangan kerja Raka.


untuk melawan orang licik dan jahat harus menggunakan cara licik juga supaya bisa memancing orang itu, akar permasalahan mereka adalah Cinta segitiga.


dengan kemunculan Almira yang tidak pernah terlihat berpuluh tahun lamanya tiba-tiba muncul menampakkan diri tentu membuat si pelaku syok dan ingin memastikannya sendiri.


.


Almira tak lagi sembunyi-sembunyi, ia bersikap biasa keluar Mansion bersama Raya, Raka dan Zain menuju Mansion Melviano.


pembicaraan mereka akan lebih serius membahas permasalahan Almira dan Zain dengan keluarga Dylan, Jujur Almira sedikit terkejut melihat Dylan, siapa yang tidak tau mantan jendral muda di masa mudanya itu.


Dylan sangat terkenal karna di katakan sebagai bintang laga sebab jago berkelahi dan juga pahlawan negara.


.


.


.


selamat beraktifitas pagi...!!


.


.

__ADS_1


__ADS_2