Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 109_ peringatan


__ADS_3

.


.


Arya yang sedang bekerja mendapat kabar dari pihak Rumah Sakit Jiwa, suster itu mengatakan semua yang Jiji lakukan hingga Arya menyeringai tipis.


"oh.. ada yang mau mencari masalah dengan Nia ya? aku apakan wanita ini? ". gumam Arya


Arya tidak mau menunda-nunda, ia langsung mencari tau Jiji lewat Nola dan Alvan, kedua saudara nya itu dengan cepat mengirim balasan.


tanpa basa-basi lagi Arya mendatangi langsung Restaurant milik keluarga Jiji dan membuat janji dengan Jiji.


Jiji yang mendapat janji dengan Arya pun begitu besar kepala, "awas aja kau Nia. ! aku akan merebut suamimu". gumam Jiji dengan senyum tipisnya yang terkesan menyembunyikan kejahatannya.


Jiji sudah berpakaian seksi menunggu Arya di Ruang VVIP milik keluarganya, sempat-sempatnya Jiji berkaca dan berlipstik kembali untuk menambah keseksian serta kecantikannya.


"Nona.. sudah datang! ". salah satu manager Restaurant masuk melapor pada Jiji.


Jiji mengangguk lalu membenarkan rambutnya dan berdehem beberapa kali, dan tak berapa lama kemudian Arya masuk setelah dibukakan pintu oleh pelayan Restaurant.


Jiji segera berdiri dari duduknya dan tanpa malu menatap Arya dengan pandangan memuja, pastinya tatapan itu menjijikkan di mata Arya.


Arya melihat penampilan Jiji dari ujung rambut sampai ujung kaki, bibir Arya melengkung tipis bukan karna kagum atau terpesona melainkan jijik dan tatapan nya terlihat jelas sedang meremehkan harga diri wanita itu.


"Tuan..? saya Jiji". Jiji memperkenalkan diri seanggun mungkin.


Arya berjalan tenang ke arah meja Jiji lalu duduk dihadapan Jiji.


"saya akan siapkan...! ". Jiji hendak bangkit dan mendekati Arya.


Arya mengangkat tangannya di udara, "tidak perlu..! aku bertemu denganmu bukan karna ada alasan". potong Arya


Jiji mencoba untuk tersenyum lalu kembali duduk dengan anggun dan melipat sebelah kakinya, Jiji juga sengaja menaikkan roknya lebih tinggi supaya paha mulusnya terlihat jelas.


"kenapa kau menemui Tia? ". tanya Arya to the point


DeG! !!


"**.. Tia? ". beo Jiji


"hmm... kau mau aku buat gila sepertinya?". sinis Arya


"dibuat gila sepertinya? ". batin Jiji


"hah? ma.. maksud Tuan Ap.. apa? ". tanya Jiji sambil menautkan kedua jemari tangannya yang kini terasa basah karna keringat.

__ADS_1


"Tia.. seperti itu karna ulahku, aku yang membuatnya Gila supaya tidak mengganggu istriku lagi, kau fikir dia sakit jiwa alami? ". Arya bersidakap dada


Jiji menatap ke arah Arya namun bukan pandangan memuja melainkan perasaan takut dan tak berani berkata-kata.


"a.. apa Nia yang memberikan ide itu Tuan? hingga anda tega berbuat seperti itu? ". tanya Jiji dengan gugup dan takut.


Arya tertawa membuat Jiji mengusap bulu kuduknya yang berdiri mendengar tawa Arya.


"Chachaku memberi ide? jika bukan karna dia kakaknya itu sudah mati ditanganku". jelas Arya terlalu santai


glek..!


"aku memberimu peringatan..! jika kau masih ingin hidup tenang jangan mencari masalah pada istriku, jika kau berani saja berbuat jahat pada istriku, nyawamu, kewarasanmu, hartamu, Restaurant ini sangat mudah ku jungkir balikkan". kata Arya


"atau aku membunuh keluargamu? hmm...tidak.. mereka harus aku buat gila dan ku letakkan di Rumah Sakit Jiwa yang sama dengan Tia ya? bagaimana? ". sambung Arya


Jiji berkeringat dingin, kakinya gemetar, wajahnya memucat mendengar ancaman Arya.


Arya berdiri dari duduknya


"saat ini istriku sedang hamil, jika terjadi sesuatu dengan istri serta anak-anakku ! jangan harap kau bisa hidup enak". Arya memberi peringatan serius lalu pergi meninggalkan Jiji.


ancaman Arya bukanlah main-main, Jiji ambruk di lantai ia tak teringat apa-apa lagi, janinnya begitu kuat, seberapa kerasnya Jiji mencoba memusnahkannya tetap saja tidak berhasil.


"jangan takut Jiji.. jangan..! selama kau tidak mengganggu Nia kau tidak akan gila". gumam Jiji pada diri sendiri


.


"kak? kakak dari mana aja sih? ". tanya Nia yang berdiri seketika melihat Arya sudah kembali


Ricis dan Rubby dengan cepat bangkit dan menundukkan kepala, mereka berdua segera keluar dari Apartemen Nia dan Arya pindah ke Apartemen lain, karna tidak mau menjadi obat nyamuk diantara Tuan dan nona nya itu.


Arya merentangkan tangannya dan Nia langsung memeluk Arya dengan erat.


"kenapa sayang? apa ada masalah? ". tanya Arya


"aku dapat kiriman pesan dari Jiji sebelumnya". jawab Nia dengan nada kesal tapi masih memeluk Arya dengan erat.


"benarkah? dia berani mengirim pesan padamu? kapan? ". tanya Arya serius.


Nia menjelaskan semua yang dilakukan Jiji sebelum bertemu dengan Arya, Arya menggeleng kepalanya tak mengira jal*ng itu akan memprovokasi Nia karna pertemuannya itu.


"lalu kamu jawab apa sayang? ". tanya Arya dengan serius.


"aku bilang kalau aku percaya suamiku, aku tau suamiku sangat setia dan baik". jawab Nia

__ADS_1


"lalu kenapa nada bicaramu terdengar kesal sayang?". tanya Arya dengan gemas


"karna kakak tidak memberitauku, aku tidak suka ada orang lain yang memberi tauku sebelum kakak yang beri tau aku, kalau aku tau duluan aku bisa menyerang dan pasti tidak kaget lagi kalau ada yang mencoba mengadu domba kita". gerutu Nia


Arya mengulum senyum manisnya, "maafkan aku sayang..! aku fikir semua nya akan beres tapi aku tidak mengira wanita itu berani mengabarimu".


"ya sudah.. sekarang kakak jelaskan kenapa menemuinya? ". tanya Nia mendongak menatap Arya.


"dia menemui Kakakmu! ". jawab Arya


Nia kaget, "hah? lalu dimana masalahnya kak? ". tanya Nia


"masalahnya kakakmu mengamuk padahal sebelumnya baik-baik saja, kamu tau apa yang dia bahas? ". tanya Arya


"apa kak? ". tanya Nia


Arya mengeluarkan rekaman CCTV dari ponselnya dan memperbesar volume suaranya hingga Nia mendengar segala pembicaraan Jiji dengan Tia hingga kakaknya kumat setelah beberapa hari baik-baik saja.


Nia menganga tak percaya, "dia tidak bisa diberi hati kak! dia harus di beri pelajaran". geram Nia


"aku sudah mengancamnya". jawab Arya


"itu alasan kakak menemuinya? ". tanya Nia


Arya mengangguk lalu mengecup kening Nia dengan penuh cinta.


"kedepannya aku akan melapor pada istriku jika menemui wanita manapun". bisik Arya


Nia tersenyum manis lalu memeluk manja Arya, ia sudah tau Arya adalah pria yang baik dan tidak akan pernah menghianatinya.


"aku buat kue kak! tadi guru merias kue ku datang, apa kakak yang membuat mereka datang ke sini? ". tanya Nia


"hmm.. aku tidak mau istriku keluar Rumah karna sedang hamil". jawab Arya


"tapi bagaimana karyawanku kak? ". tanya Nia


"mereka aku alihkan bekerja di tempat lain untuk sementara waktu, kamu tenang saja sayang pekerjaan mereka aman selama kamu menurutiku". jawab Arya


Nia tertawa lebar, "terserah kakak aja deh, kakak mau kue tidak? "


"boleh". jawab Arya


Nia membawa Arya ke dapur dan mengeluarkan kue buatannya dari kulkas.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2