Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 68_ mencoba


__ADS_3

.


.


"Apaaa? ". pekik Nia di balik telfon mendengar kabar Alya sedang mengandung.


"kakaaakkk". Nia melempar ponselnya ke sampingnya dan Ricis dengan cepat menangkapnya.


"Nia.. jangan lari-lari! ". peringatan Ricis seolah dianggap angin lalu oleh Nia


Nia terlalu bersemangat hingga menerobos masuk ke Ruangan Kerja Arya.


"Kakak? ". Nia melompat-lompat di depan pintu Ruangan Arya


Arya menautkan kedua alisnya, "kenapa? apa menang lotre? ". ledek Arya


"Bukan hanya menang lotre..!". senyum manis Nia berlari ke arah Arya


"Apa yang lebih menyenangkan dari Lotre? ". tanya Arya dengan malas.


"Kak.. Aku bakal punya keponakan kecil lagi". Nia berkata dengan nada tinggi di iringi pekikan senangnya.


"Keponakan? ". beo Arya


"Iya... Zaskia dan Cerry akan punya adek bayi lagi". jelas Nia


"siapa yang hamil? kamu? ". tanya Arya terkekeh


"issh.. gimana aku bisa hamil kakak nggak pernah nyentuh aku, cepat kak! kita ke Mansion! ". Ajak Nia berlari meninggalkan Arya yang terdiam


"apa dia tidak sadar ucapannya sendiri? ". decak Arya merasa ada sesuatu didalam dirinya yang terbangun.


"ckk..! ". Arya berdecak memutar langkah kakinya menuju Kamar mandi.


Arya mencuci wajahnya lalu menatap pantulan dirinya di depan cermin.


"sadar Arya..! sadar.. ! kau ini memang pria normal tapi kenapa cepat sekali kau tertarik pada Kelincimu itu?". dumel Arya pada dirinya sendiri


"Kakaaakkk! ". Nia menggedor-gedor kamar mandi Arya


"hmm? ". Arya mengambil tisu dan mengelap wajahnya lalu melemparnya ke tong sampah.


"kenapa gedor-gedor? apa ada kebakaran? ". tanya Arya setelah membuka pintu


"kenapa lama sekali? cepat..! aku mau lihat Alya secepatnya". Nia merangkul lengan Arya keluar kamar.


Arya mengumpat dalam hati, ia merasa ada yang tidak beres dengan dirinya sendiri.


.


seperti biasa Nia berada di Mansion Melviano menjadi seorang gadis yang periang, apalagi sesama perempuan berkumpul, kehebohan pun terjadi.


Ricis hanya diam bersama Ayu duduk di sofa yang tidak jauh dari perkumpulan perempuan-perempuan cantik Melviano itu.

__ADS_1


"kenapa Nia? ". tanya Nola


"hmm? tidak ada kak..! aku teringat sama Kakakku saja". jawab Nia dengan jujur


"ck.. wanita iblis itu benar-benar jahat, kenapa kakak membelanya? jika bukan karna kakak mungkin Bang Arya sudah mencincang wanita itu". Aisha


"aku benci dia". Kalila


"aku apalagi". sambung Rhiana


"hanya sekali melihat saja sudah tau wataknya bagaimana, caranya menatap Kak Nia saat itu benar-benar menyebalkan, dia seperti ingin menarik Kakak Ipar lalu memijak-mijaknya didepan banyak orang bahkan berani menginginkan posisi Kakak Ipar". Decak Wulan


"wanita aneh dia". Nola


"kalian jangan menjelekkannya, aku merasa kedepannya aku harus lebih kuat menghadapi Kakakku, aku yakin dia akan kembali dan membalasku karna dia pasti berpikir akulah yang membuatnya masuk penjara". Nia


"udah masuk penjarapun masih menyalahkanmu Nia? dasar wanita tidak berotak". kesal Nola


"kalau dia benar-benar tidak mempan juga, sepertinya hanya kematian yang bisa menghentikannya". Kalila


"dia tidak juga berubah Kak.. berhentilah membelanya, apa kakak mau di tinggalkan oleh Bang Arya karna kakak mempermalukannya dengan membiarkan diri kakak diinjak-injak orang lain". Wulan


"ciih... hatinya sudah hitam kak tidak akan bisa berubah warna lagi". kesal Aisha


"manusia bertubuh iblis dialah orangnya". gumam Rhiana dengan geram.


"sudah.. sudah kenapa bahas yang lain sih? kita bahas Alya aja". Nia menengahi


"sshuut..! jangan nakal ! aku tidak pernah berpikiran kotor seperti kalian". kesal Nia


"apaaa? ". sungut Alya, Rhiana, Nola, Wulan dan Aisha.


Nia nyengir malu, "jangan katakan apa-apa ok? aku terlalu malu membahas itu".


.


Nia keluar bersama Ricis membeli perlengkapan makanan,


"Nia? mau kemana? ". tanya Ricis tak suka Nia jauh-jauh darinya.


"tadi.. hhnm.. tadi aku seperti melihat kakakku". Nia menunjuk ke arah luar.


"tidak mungkin! ayo pergi tidak usah kesana". Ricis berlari kecil ke arah Nia dan menarik lengan Nia untuk segera menjauh dari tempat itu.


"bisa saja jebakan Nia..! jangan terkecoh!". peringatan Ricis


"tapi kakakku kesana, aku mau lihat dia baik-baik saja atau tidak, aku juga mau minta maaf karna tidak bisa menemuinya". bela Nia


"ayo pergi..!! mereka menunggu! ". ajak Ricis dengan serius.


Nia mengikuti langkah kaki Ricis yang tengah menarik lengannya sedangkan Nia terus saja melihat ke arah belakang mencari-cari sosok kakaknya.


sementara Tia yang mengintip mengumpat geram karna Nia tidak jadi mendekatinya padahal Tia sudah memasang banyak jebakan untuk menculik Nia.

__ADS_1


"tidak apa..! lain kali aku akan menjebaknya". gumam Tia


Tia keluar dari persembunyiannya dan kembali ke dalam Mal, Tia masuk ke dalam Lift dan pergi ke tempat parkiran.


"enak aja hidupmu bahagia sementara aku tidak, huh..! aku tidak akan kalah darimu". Tia bergumam sendiri mendekati mobil Nia yang ia ketahui.


Tia memekik saat mobil yang ia sentuh berbunyi nyaring, Tia segera melarikan diri dan hampir tertangkap oleh penjaga parkiran.


"gila...! hampir saja aku tertangkap". gumam Tia berdebar-debar.


.


"kenapa mobilnya berbunyi Ricis? ". tanya Nia mengedarkan pandangannya


"pasti ada yang menyentuhnya, Tuan Arya sudah merakit mobil ini ke bengkel dan hanya orang-orang tertentu yang bisa memegang mobil ini". Ricis


"kamu ngomong apa sih? ya iyalah sering mobil berbunyi karna disentuh Alarmnya hidup, tapi jangan mengada-ngada..! nggak ada mobil seperti Hewan bisa mengenali tuannya sendiri". oceh Nia tidak percaya perkataan Ricis.


Ricis tentu merasa ada yang aneh, tapi tidak mengatakan apa-apa karna tidak mau Nia takut atau khawatir.


setibanya di Mansion Nia kembali berkumpul dengan keluarga Arya sedangkan Ricis kembali ke Mobil mencari Rekaman CCTV.


"Aiiih? wanita jahat ini sudah keluar dari Penjara? ". decak Ricis akhirnya menemukan pelakunya.


"dasar tidak tau diri..! udah syukur Tuan Arya tidak membunuhmu, sepertinya memang hanya kematian yang bisa menghentikanmu". gumam Ricis menggeleng-geleng kepalanya.


Ricis mencoba menghubungi Arya tapi tidak diangkat, "apa Tuan Muda sedang sibuk? ".


Ricis tak lagi menelfon, ia akan mengatakannya nanti secara langsung pada Arya.


malam harinya.


Nia mengerutkan keningnya melihat pesan singkat dari nomor asing, "siapa ini? ". batin Nia dengan kening mengkerut.


Nia mencoba menghubungi nomor itu dan saat di jawab, "Kakak? ini Kak Tia? ". tanya Nia memastikan.


"Iya.. Nia.. Tolong kakak..! kakak benar-benar kesepian disini, tidak ada siapapun,". isak tangis Tia


Nia langsung berdiri tegak, "kakak dimana? ".


"Kakak ada di Kontrakan biasa, cepat kesini Nia..! jangan bawa siapapun harus kamu sendiri". Tia


"tapi kak...? "


"kamu sendiri saja.. jangan hubungi orang lain, aku keluargamu satu-satunya dan aku tidak butuh orang lain hanya kau saja, temui aku. !". Potong Tia


Nia terdiam saat telfonnya tiba-tiba terputus, "aku tidak boleh bawa siapa-siapa berarti aku boleh melaporkannya pada Kak Arya kan? aku tidak mau dia marah lagi padaku". gumam Nia


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2