Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
menantang


__ADS_3

.


.


Raya menggeliat senang, tidurnya benar-benar nyenyak kalau bersama Raka.


"awhh..! ". Raka mengaduh saat dada bidangnya kena kepalan tangan Raya.


Raya tersentak kaget dan cepat duduk, "Abang? ".


"iya sayang". jawab Raka tersenyum merapikan anak rambut Raya.


"kok abang masih disini? ". tanya Raya celingukan.


"kata papi hari ini aku libur besok kembali latihan". jawab Raka sambil tersenyum lebar.


"kok bisa? apa ada masalah? ". tanya Raya


"bukan..! entah aku yang tersiksa atau papi dan Grandfa yang tersiksa berpisah dengan istri mereka, aku yakin bukan karna aku.. kalau aku berapa kali pun aku meminta untuk libur, mereka tidak akan mengabulkannya". gumam Raka


Raya tersenyum, "baiklah..! kalau begitu kita habiskan waktu ke pasar di kota sebelah yuk...!! ". alih Raya


"Kota sebelah? memang ada pasar? ". tanya Raka balik.


"ada..! setiap hari minggu disana ada pasar". jawab Raya


"setiap hari minggu? ". Raka menaikkan sebelah alisnya.


"iya bang..! hari minggu aja pasarnya, tapi sampai malam ya? aku mau masuk tong setan". Raya merangkul lengan Raka


Raka tersenyum, "kamu tidak takut hantu sayang? ". tanya Raka.


"tidak..! hantu tidak mengganggu hanya usil saja berbeda manusia yang kerasukan roh jahat sudah pasti lebih mengerikan dari hantu, memang apa salahnya hantu? mereka juga pernah hidup di dunia kita kan? mereka tidak bisa pergi karna masih ada penyesalan di dunia kita". jelas Raya


"kamu bicara apa sih sayang? apa kamu bisa melihat hantu? ". gemas Raka mencubit pipi Raya.


Raka mengira Raya hanya bercanda.


"bukan aku tapi Uty Mayra, Kama dan Kalila". jawab Raya.


"hah? mereka bisa melihat makhluk astral? ". tanya Raka tak percaya.


"iya..! mereka suka denganku katanya hantu takut padaku". kekeh Raya mengingat masa-masa kecilnya saat Kama dan Kalila masih cadel dan suka mengoceh padanya.


senyum Raya kian melebar mengingat Kama dan Kalila bersembunyi dibelakangnya lalu meminta Raya untuk mengusir makhluk astral mengerikan padahal Raya tidak bisa melihat makhluk beda dunia dengannya.


Raka yang mendengar hantu takut sama Raya pun hanya menganga lebar tak percaya,, "hantu takut sama kamu sayang? ".

__ADS_1


"iya.. kenapa? abang ngga percaya? ". tanya Raya dengan senyum tipisnya.


Raka tersenyum kikuk.


"abang..! kenapa aku harus berbohong abang? seorang Raya tidak pernah menipu tapi rahasianya banyak namun tak ada kebohongan yang menyakitkan bang! percayalah !! ". ujar Raya sambil tersenyum.


"lalu kebohongan seperti apa? ". tanya Raka


"hanya hal mistis yang tidak dipercaya oleh kebanyakan orang". jawab Raya tersenyum lalu segera turun dari ranjangnya dan berlari memasuki kamar mandi.


Raka ternganga sesaat lalu memanggil Raya yang sudah masuk ke kamar mandi sambil tertawa lebar.


.


.


Raya dan Raka jalan-jalan ke pasar, Dita di mobil jadi supir. ia tidak mau mengikuti majikannya lebih baik tetap di dalam mobil.


segala permainan Raya dan Raka coba hingga banyak dibagi-bagikan hadiahnya, bahkan pemilik game pun memohon supaya Raka dan Raya berhenti bermain.


"maaf..! ". ucap Raya cekikikan lalu meraba-raba tubuh Raka.


sementara yang melihat perlakuan Raya melebarkan mata tak percaya, "No.. Nona? " pekik warga yang ada di tempat melihat perlakukan Raya yang terbilang tak sopan.


"kenapa? ". tanya Raya dengan datar mendapatkan dompet sang suami dan mengeluarkan isinya.


"tidak sopan Nona..! mentang-mentang pacaran ! raba-raba tidak boleh Nona". omel yang lain tak senang.


"ini pak.. ! uang ganti rugi". Raya memberikan uang tunai dari dompet Raka.


"..te.. terimakasih banyak Nona.. tuan". ucap pemilik permainan game dengan senang menerima uang pemberian Raya.


Raya mengabaikan cibiran orang dibelakangnya, Raya dibilang tak sopan padahal pakaiannya tertutup tapi suka raba-raba tubuh Pria dan bagi mereka itu hal tidak baik, bisa membawa kesialan di kota mereka.


"memang kenapa kalau istriku meraba tubuhku? ". sekak Raka mulai geram akan ejekan mereka semua.


"istri? ". beo beberapa orang yang tadinya mencela perilaku Raya.


Raka sejak tadi memang sudah dengar hanya saja berusaha menahan diri karna Raya memberi kode untuk mengabaikan mereka, Raya tidak peduli omongan orang lain, asalkan tidak mencoba melukainya secara fisik.


tapi Raka tidak bisa menahan diri lagi sebab omongan mereka mulai mengoceh yang tidak-tidak, sekarang Raka mengerti mengapa Dylan memintanya untuk segera menikahi Raya.


"kalian masih terlihat muda, masa iya udah menikah?".


"bohong itu".


"masih mau belain ya? ".

__ADS_1


"wajah mereka aja keliatan masih umur 20 tahunan, masa iya udah nikah, palingan masih SMA".


Raka dan Raya terlihat masih muda hingga mereka mengira Raya dan Raka masih berumur 20 tahun padahal tidak.


"apa kalian tidak mengenal istriku hah? dia istriku Shiraya Mahardika Melviano. kami sudah menikah !!". tegas Raka membuat mereka saling pandang dengan wajah pias.


ada yang melarikan diri karna tidak mau terlibat,


"mau lari kemana kalian ha? dasar ketinggalan zaman..! kalian masih tinggal di zaman Purba tidak mengenal teknologi? kami sudah menikah sah secara agama dan hukum, kami belum mengumumkannya ke publik". bentak Raka


Raya menepuk jidatnya akan kemarahan Raka, padahal Raya yang memang tidak sopan meraba tubuh suaminya di depan umum.


tapi mau bagaimana lagi? kedua tangan Raka sibuk, Raya tidak bawa uang, kalau Raya meminta uang pada Raka sudah pasti Raka menyuruhnya ambil sendiri, jadi Raya hanya melakukan hal itu sesuai instingnya saja.


"udah bang..! kenapa bawa-bawa zaman purba sih? ". Raya merangkul lengan Raka dan menatap tajam mereka yang telah membuat suaminya marah.


"jika kalian tidak menyingkir dari sini? aku pastikan besok pagi kalian akan jatuh miskin dan aku bisa pastikan kalian akan merangkak meminta ampunan istriku". ancam Raka dengan tatapan membunuhnya.


seketika tempat pasar malam jadi dingin makinlah dingin,


"jangan kalian pikir aku akan bertingkah baik pada kalian.. istriku diam bukan karna dia lemah tapi menghargai tempat ini adalah daerah kekuasaan kalian, tapi aku yang tidak terima dia dicela apalagi kalian katai tidak baik.. aku tidak sebaik dirinya mengabaikan kata-kata kalian, ancamanku tidak main-main.. cobalah bermain dengan ancamanku". seringai menakutkan Raka.


lari..! hanya itu satu-satunya cara bagi mereka melarikan diri jika masih ingin hidup enak walaupun tidak bergelimang harta tapi dibuat miskin oleh Raka itu hal mudah, mereka tidak mau jatuh miskin.


ada 1 wanita yang tidak pergi


"kenapa? kau menantang ku? tidak takut ancamanku?". Raka mendekat lalu mengelilingi tubuh wanita glamor dengan bedak 5 Inci itu.


Raya diam sambil melipat kedua tangannya di depan perutnya, ekspresinya dingin tak terbaca.


"saya Ibu Lurah dan suami saya Walikota tempat ini". jawab wanita itu begitu angkuh.


Raka tertawa menakutkan, "kau fikir aku takut?". ejek Raka menatap tajam wanita itu dengan hawa dinginnya mencekik Wanita itu.


"Tuan memang berkuasa di kota besar tapi di kota ini daerah kekuasaan kami..! jabatan saya masih lama dan tidak akan bisa dikeluarkan dengan mudah".


Raya tersenyum tipis, wanita itu benar-benar meremehkan kekuasaan nya juga suaminya.


"asal anda tau I..bu Lurah.. sekalipun kau anak Presiden.. jika aku tidak suka aku bisa menjatuhkan kekuasaan Ayahmu yang seorang Presiden. itu tidak sulit bagiku, apalagi hanya seorang Wali kota? ". Ejek Raka dengan dinginnya.


Raya pun mendekat dan menatap datar wanita itu, "kau salah menantang kami".


Glek..!


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2