
Keanu menganggukkan kepalanya dan segera membawa Suci ke kamar, membuat hati Sella sedikit lega. Dia tahu jika Abbas masih sangat perhatian dan peduli pada Suci, dan tidak salah jika dia meminta bantuan pada laki-laki itu.
"Ikut aku!" ucap Abbas sambil beranjak pergi dari tempat itu. Dia berjalan ke arah taman yang ada di samping rumahnya, dengan diikuti oleh Sella.
Mereka duduk dengan saling berhadapan, dan datanglah seorang pembantu dengan membawa minuman dan makanan ringan untuk mereka.
"Sekarang katakan apa maumu, kenapa kau datang ke sini dan mengganggu kenyamanan anak dan menantuku?" tanya Abbas dengan tajam. Jika dulu dia masih bisa bersikap lembut, kini rasanya dia sudah tidak bisa lagi, bahkan hatinya terasa sangat panas saat ini.
Sella menarik napas panjang sebelum mengatakan apa yang dia inginkan, lalu menghembuskannya dengan perlahan.
"Aku, aku ingin minta maaf atas apa yang telah aku dan Sherly lakukan, Mas. Aku tahu kalau kami telah membuatmu malu dan mencoreng nama baikmu, sungguh kami sama sekali tidak bermaksud seperti itu." Lirih Sella dengan suara yang bergetar. Kali ini ucapannya terdengar tulus, karena dia sudah merasa putus asa.
Abbas terdiam. Dia sama sekali tidak ingin menanggapi apa yang Sella ucapkan, bahkan terkesan bersikap acuh.
"Aku tidak akan memaksa agar bisa menjadi istrimu lagi, Mas. Aku rela, aku rela jika kau memang ingin menceraikan aku. Aku sadar sudah membuat kesalahan besar, dan aku menerima apapun keputusanmu," ucap Sella kemudian. Dia diam sejenak untuk menenangkan diri yang sudah akan terisak, lalu mulai mendongakkan kepalanya yang menunduk saat tidak mendapat balasan dari Abbas.
"Apa kau sudah selesai?"
Sella terkesiap saat mendengar pertanyaan Abbas. Kenapa laki-laki itu sama sekali tidak menanggapi ucapannya? Padahal dia sudah menuruti keinginan laki-laki itu.
"Jika tidak ada lagi, maka sekarang biar aku yang bicara," sambung Abbas dengan raut wajah datar. Dia mengambil kopi yang ada di atas meja, lalu menyeruputnya dan kembali meletakkan kopi tersebut.
"Ti-tidak, tolong dengarkan aku dulu," ucap Sella dengan cepat. Sebenarnya dia merasa kaget dengan reaksi Abbas, tetapi dia tetap harus meminta bantuan padanya.
__ADS_1
"Aku sudah menerima semua keputusanmu, dan aku berjanji tidak akan menganggu kalian lagi. Jadi, jadi bisakah aku meminta bantuanmu? Aku benar-benar tidak tahu lagi harus minta bantuan pada siapa." Lirih Sella.
Abbas tersenyum miris saat mendengarnya. Ternyata wanita itu masih saja tidak meminta maaf dengan tulus, dan minta maaf hanya karena ada maunya saja.
"Kenapa, apa kau butuh uang?" tanya Abbas dengan sarkas.
Sella menggelengkan kepalanya. "Tolong Sherly, Mas. Dia, dia sedang berada di dalam penjara." Lirihnya.
Abbas mengernyitkan keningnya saat mendengar ucapan Sella, kemudian wanita itu mulai menceritakan apa yang terjadi pada Sherly sehingga bisa berakhir di penjara.
"Dia dijebak oleh wanita itu dan harus mendekam dalam penjara. Aku mohon tolonglah dia, Mas. Aku mohon," pinta Sella dengan terisak. Dia bahkan hampir bersimpuh dikaki laki-laki itu sekarang.
Abbas menatap Sella dengan tidak percaya. Bisa-bisanya terjadi hal seperti itu pada Sherly, tetapi bukankah itu balasan dari Tuhan atas apa yang sudah wanita itu lakukan pada Ayun? Ayun bahkan tidak melakukan apa-apa, tetapi tangan Tuhan langsung yang membalasnya.
Abbas menghela napas kasar. Wanita itu memang pintar sekali, menggunakan Suci untuk menarik simpatinya.
"Sebelum aku menanggapi ucapanmu, aku ingin bertanya satu hal dulu," ucap Abbas, membuat isak tangis Sella terhenti. "Apa kau tahu siapa Ayun sebenarnya, dan seberapa penting dia untukku?"
Sella terdiam saat mendengar pertanyaan Abbas. Apakah laki-laki itu ingin mengatakan secara langsung jika akan menikah dengan Ayun, itu sebabnya bertanya seperti ini padanya?
"Aku, aku tahu. Kau, kau pasti menyukainya dan akan menikah dengannya 'kan?" ucap Sella dengan getir.
Abbas menggelengkan kepalanya. "Dia lebih berharga dari itu, dan kalian yang telah menyakiti dan menghancurkan hidupnya. Jadi, apa kau pikir aku akan mengulurkan tangan untuk membantumu?"
__ADS_1
Sella menatap Abbas dengan tajam. Apa laki-laki itu sangat mencintai Ayun, sehingga tidak mau membantunya?
"Tapi biar bagaimana pun aku masih istrimu, Mas. Aku mohon bantulah aku, dan kasihanilah anak dan cucuku,"
"Kalian bahkan tidak mengasihani kedua cucuku," balas Abbas dengan cepat, tentu saja membuat Sella terkejut dan menatap dengan heran. "Kau dengar aku baik-baik. Ayun bukan hanya sekedar wanita yang aku sukai, tapi dia lebih dari itu. Karena dia adalah putriku, putri kandungku."
Deg.
Sella membelalakkan kedua matanya saat mendengar ucapan Abbas. Mulutnya terbuka lebar dengan tatapan yang sangat terkejut.
"Pu-putri kandungmu?" tanya Sella dengan tidak percaya.
"Ya, dia adalah putri kandungku. Jadi aku tegaskan padamu, apapun yang terjadi pada kalian maka aku tidak akan pernah membantu. Tapi sebaliknya, Aku akan membalas apa yang sudah kalian lakukan pada putriku," ucap Abbas dengan tajam dan penuh dengan penekanan.
Sella terpaku sambil menggelengkan kepalanya sampai beberapa kali. Tidak, tidak mungkin Ayun adalah anak kandung Abbas, dan bagaimana mungkin semua itu bisa terjadi?
"Kalian telah menghancurkan dan merebut kebahagiaannya, maka jangan salahkan aku jika mengambil semua yang ada pada kalian, karena semua itu adalah milikku."
•
•
•
__ADS_1
Tbc.