Mahligaimu Dari Air Mataku

Mahligaimu Dari Air Mataku
S2 Bab 69. Aku Akan Membawanya.


__ADS_3

Evan segera membawa Suci masuk ke dalam ruko yang sudah dia beli, tentu saja dengan diikuti oleh wanita yang tadi mengejar-ngejar putrinya.


"Suci, ini papa. Tenanglah." Lirih Evan sambil mengusap-usap puncak kepala Suci membuat gadis kecil itu mendongakkan kepala untuk melihat ke arahnya.


"Pa, Papa?" ucap Suci dengan tergagap, membuat Evan langsung tersenyum senang.


"Iya, ini papa," sahut Evan.


Suci langsung memeluk leher papanya dengan erat saat mengenali wajah sang papa, jelas saja apa yang dia lakukan itu membuat Evan merasa heran dan bingung.


Nirma yang sejak tadi diam memperhatikan kini sudah percaya jika Evan benar-benar ayah kandung Suci, hanya saja dia harus tetap mengawasi apa yang mereka lakukan.


Evan masih tetap mencoba untuk menenangkan Suci walau be4bagai pertanyaan sedang memenuhu kepalanya. Apalagi terlihat jelas jika Suci sedang sangat ketakutan, dan wajah putri kecilnya itu terlihat sangat pucat sekali.


Beberapa saat kemudian, Evan membaringkan tubuh Suci di sebuah sofa karena gadis kecil itu terlelap setelah banyak menangis. Dia lalu membuka jendela ruangan itu agar putri kecilnya yang sedang tidur tidak merasa kepanasan.


"Bisa kita bicara sebentar?" ucap Evan pada Nirma yang sejak tadi terus memperhatikan dan mengawasinya dari ambang pintu.


Nirma tersentak kaget saat mendengar ucapan Evan. "Ke-kenapa kau ingin bicara denganku?" Dia bertanya dengan gugup dan tergagap.

__ADS_1


Tanpa menjawab pertanyaan Nirma, Evan langsung beranjak keluar dari tempat itu. Dia lalu berbalik dan menatap wanita itu dengan tajam, seolah menyuruh agar Nirma segera mengikutinya.


Nirma terpaksa mengikuti Evan walau merasa takut dan juga khawatir, sementara Evan terus berjalan lurus sampai akhirnya mereka berada di ruangan lain.


"Sekarang katakan siapa kau, dan kenapa kau mengejar anakku?" tanya Evan dengan tajam sambil menatap Nirma sinis.


Nirma menelan salivenya dengan kasar, tetapi dia mencoba untuk berani dan mendonggakkan kepala untuk menatap laki-laki itu.


"Aku pengasuh Suci, dan aku mengejarnya karena dia tiba-tiba lari ke jalan saat aku sedang belanja," jawab Nirma dengan lengkap dan jelas.


Evan mengernyitkan kening saat mendengar jawaban dari wanita itu. "Pengasuh? Apa maksudmu?" Dia kembali bertanya dengan tajam.


"Ke mana Sherly, apa dia sedang pergi?" tanya Evan kembali.


Nirma menggelengkan kepalanya. "Buk Sherly bekerja, jadi tidak ada yang menjaga Suci."


Evan menghela napas kasar. Benar juga, mantan istrinya itu juga harus bekerja demi masa depannya, sedangkan dia belum bisa memberikan nafkah untuk wanita itu, juga untuk putri kecilnya.


"Aku akan membawa Suci," ucap Evan kemudian.

__ADS_1


Nirma terlonjak kaget saat mendengarnya. Bagaimana mungkin laki-laki itu akan membawa Suci, apakah majikannua sudah tahu?


"Apa buk Sherly sudah tahu?" tanya Nirma dengan pelan.


Evan menggelengkan kepalanya. Dia lalu berbalik dan kembali berjalan ke arah ruangan di mana Suci berada, membuat Nirma merasa bingung dan bertanya-tanya.


"Tunggu, kau mau ke mana?" teriak Nirma sambil mengikuti Evan.


"Katakan pada Sherly bahwa aku membawa Suci,"


"Apa?" Nirma memekik tidak percaya.


Evan merasa tidak peduli dan terus masuk ke dalam ruangan itu, dia lalu menutup pintu ruangan itu tidak peduli bahwa Nirma sedang berteriak memanggilnya.




__ADS_1


Tbc.


__ADS_2