
David terdiam dengan tatapan penuh tanda tanya saat mendengar ucapan Keanu. Tawaran? Tawaran apa yang laki-laki itu maksud?
"Kau sendiri sudah tahu bukan, kalau saat ini Dhean property sudah menjadi hak milik Ayun?" tanya Keanu, dan dijawab dengan anggukan kepala David. "Untuk itulah, saya ingin kau kembali dan mengambil alih bisnis itu."
"A-apa?" pekik David dengan tidak percaya. Dia lalu menoleh ke arah Bram seakan bertanya apa yang sedang terjadi saat ini, tetapi laki-laki itu hanya diam dan tidak membuka suara sedikit pun.
"Kenapa kau terkejut seperti itu?" tanya Keanu kembali. "Jangan melihat dia, dia tidak akan membuka suara sebelum aku yang menyuruhnya." Dia berucap tajam sambil melirik ke arah Bram.
David terdiam dengan tidak percaya. Bagaimana mungkin dia disuruh kembali ke kantor itu sementara dia akan menghancurkannya? Tidak, dia harus menolaknya dan membalas dendam pada Evan.
"Saya tau apa yang sudah kau lakukan untuk membalas dendam pada Evan, tapi saat ini laki-laki itu juga sudah tamat. Apa kau akan tetap menghancurkan bisnis milik Ayun, sementara dia tidak bersalah sama sekali?"
David tertegun saat mendengar ucapan Keanu. Dia hanya memikirkan bagaimana menghancurkan bisnis itu untuk membalas rasa sakit hatinya, tetapi tidak pernah berpikir bahwa saat ini bisnis itu sudah bukan milik Evan lagi.
"Tapi, tapi tetap saja," gumam David dengan lirih.
"Saya tau apa yang kau rasakan, tapi bukan berarti kau bisa menghancurkan seseorang yang sama sekali tidak bersalah. Bukankah selama ini Ayun sudah memperlakukanmu dengan baik? Dia bahkan membelamu saat kau dituduh oleh Evan, wanita itu juga menjadi korban atas perselingkuhan yang Evan lakukan. Lalu, selama ini kau hanya diam dengan apa yang terjadi," ucap Keanu dengan tajam membuat David semakin merasa kalut.
Abbas yang sejak tadi diam menghela napas kasar. "Kami akan memberikan kompensasi yang layak untukmu, David. Karena kaulah yang juga telah bekerja keras mengembangkan bisnis itu, jadi kembalilah. Lupakan apa yang ingin kau lakukan."
David mencengkram kedua tangannya dengan erat. Apa yang mereka katakan adalah benar, tidak sepatutnya dia menghancurkan Ayun hanya karena dendam pada Evan.
"Kau bisa membalas Evan dengan yang lain, lagi pula dia sudah tamat karena kasus itu. Dari mana dia mendapat uang sebanyak itu untuk bebas?" lanjut Abbas.
David diam sejenak untuk memikirkan apa yang mereka ucapkan. Lalu, tiba-tiba bahunya ditepuk oleh Bram membuatnya langsung menoleh ke arah laki-laki itu.
__ADS_1
"Jangan terlalu larut dalam dendam, dan apa yang mereka katakan itu benar. Tidak ada untungnya lagi kau menghancurkan Evan yang memang sudah hancur, sekarang fokus saja pada diri sendiri dan masa depanmu. Bukankah kesempatan tidak akan datang dua kali?" ucap Bram. Tentu saja dia berkata seperti itu karena apa yang terjadi saat ini adalah hasil dari perbuatannya.
Beberapa hari yang lalu, Bram mendengar dari Abbas bahwa sekretaris Keanu akan mengambil alih Dhean property. Sebenarnya dia tidak ada hubungan dengan semua itu, apalagi sibuk mengurus harta Ayun yang tidak ada hubungan dengannya.
Namun, dia ingat kerja keras yang telah David lakukan untuk bisnis itu. Bukan berarti dia ingin agar David mendapat bagian, tetapi alangkah baiknya jika laki-laki itu bisa kembali bekerja di sana. Kalau pun David menghancurkan bisnis itu, otomatis akan berhadapan dengan Abbas dan Keanu.
David kembali menunduk bingung setelah mendengar ucapan Bram. Benar, apa yang mereka katakan semua benar.
"Tapi, saya sudah mengikat kontrak dengan tuan Robin. Saya tidak bisa-"
"Saya yang akan mengurusnya. Cukup kau katakan iya atau tidak," potong Keanu dengan cepat. Jika hanya Robin, maka masih bisa dia kendalikan.
Setelah memikirkannya dengan serius, akhirnya David menganggukkan kepalanya dan menerima penawaran mereka. Baiklah, dia akan mencoba memulai semuanya dari awal. Namun, jangan salah. Dia ingat jika Evan masih berhubungan dengan Dhean property, mungkin dia bisa membelasnya dengan hal lain nanti.
Pada saat yang sama, terlihat Dokter sedang memeriksa kondisi Evan yang mendadak jatuh pingsan saat mendengar putusan hakim. Baik Mery dan Endri menunggu pemeriksaan itu dengan cemas, dan berharap agar putra mereka baik-baik saja.
Tidak berselang lama, pintu ruangan itu terbuka bersamaan dengan keluarnya Dokter yang sudah selesai melakukan pemeriksaan.
"Bagaimana keadaannya Dok?" tanya Mery dengan khawatir.
"Pasien mengalami serangan jantung, itu sebabnya membuat beliau lemas dan hilang kesadaran."
Mery dan Endri terkesiap saat mendengar ucapan Dokter. "Se-serangan jantung, bagaimana bisa? Dia, dia tidak punya penyakit jantung." Mery merasa sangat terkejut. Jelas saja, selama ini Evan tidak punya riwayat penyakit jantung, bahkan dia dan suaminya saja tidak punya.
"Kami masih melakukan cek darah, Buk. Tapi, menurut pemeriksaan awal serangan jantung itu disebabkan karena sesuatu hal yang membuat pasien sangat terkejut dan syok. Juga membuat jiwanya terguncang. Beliau juga sepertinya sedang mengalami stres berat," ucap Dokter menjelaskan.
__ADS_1
Mery dan Endri terdiam saat mendengar penjelasan Dokter. Memang banyak sekali masalah yang terjadi, jelas semua itu membuat Evan stres dan akhirnya jadi seperti ini.
Dokter lalu mengatakan jika Evan harus dirawat selama beberapa hari, juga menunggu hasil dari cek darah yang sedang dilakukan.
Sherly yang mendengar semua itu merasa sedih dan terpukul. Perasaan bersalah menyelimuti hatinya, karena semua masalah yang terjadi berawal dari kebodo*hannya.
Sherly lalu berjalan mendekati ruangan itu saat kedua mertuanya sudah masuk ke dalam ruangan. Dia mengintip dari pintu dengan mata berkaca-kaca, karena merasa sedih melihat Evan terbaring lemah di atas ranjang.
Ingin sekali Sherly berada di samping sang suami dan menggenggam tangannya, memberikan dukungan agar suaminya cepat sehat. Namun, sang mertua pasti tidak akan mengizinkannya.
Sementara itu, di tempat lain terlihat Abbas dan Keanu sedang dalam perjalanan menuju kantor milik Ayun. Mereka ingin menemui semua karyawan yang ada di tempat itu, untuk menjelaskan kembalinya David serta membersihkan nama laki-laki itu.
"Setelah semuanya selesai, kita akan mengatakannya pada Ayun. Tapi, papa sangat terkejut saat mendengar kondisi Evan saat ini," ucap Abbas. Jelas mereka sudah mendengar kabar pingsannya Evan dari Bram dan David.
Ya, Keanu juga tidak menyangka jika Evan pingsan di persidangan. Namun, semua itu bukan urusannya dan dia sama sekali tidak peduli.
"Tapi, semua itu kabar baik untuk Ayun Pa. Aku yakin dia akan meminjam sejumlah aset untuk perputaran modal, apalagi kesandung kasus seperti ini. Satu-satunya jalan keluar adalah menekan Ayun, supaya dia bisa memakai uang," ujar Keanu.
"Apanya yang baik, Ken? Dia akan terus menganggu Ayun, pasti dia juga akan mengganggu kedua cucuku," tukas Abbas dengan kesal.
Keanu tersenyum simpul. "Papa tenang saja, aku sudah menyiapkan semuanya. Kali ini, dia akan benar-benar keluar dari Dhean property."
•
•
__ADS_1
•
Tbc.