
Sella berdiri dari duduknya karena benar-benar merasa tidak percaya dengan apa yang Abbas katakan. Bukankah sangat tidak masuk akal jika tiba-tiba wanita itu menjadi anak kandungnya?
"Tidak, semua itu tidak mungkin. Dia tidak mungkin anak kandungmu, Abbas. Kau tidak bisa membohongiku!" ucap Sella dengan tajam dan bibir yang gemetaran.
Abbas tersenyum sinis. "Terserah padamu jika kau mau percaya atau tidak, tapi memang seperti itulah kenyataannya. Jadi, persiapkan diri kalian. Aku akan menyita semua fasilitas yang kalian nikmati selama ini, termasuk kedai es krim yang aku dirikan untuk putrimu itu."
Tubuh Sella langsung bergetar hebat dengan jantung berdegup kencang. Sontak dia bersimpuh di kaki Abbas saat mendengar ucapan laki-laki itu.
"Aku mohon jangan lakukan itu, Mas. Itu adalah satu-satunya penghasilan Sherly, tolong kasihanilah kami," pinta Sella dengan terisak. Dia memegangi kedua kaki Abbas dengan erat, membuat laki-laki itu langsung berdiri dan menepisnya.
"Bukankah kau punya menantu yang sangat luar biasa, Sella?" ucap Abbas dengan tajam. "Menantumu jauh lebih dari mampu untuk menghidupi kalian. Tapi sayang sekali, sekarang dia malah memenjarakan istrinya sendiri." Dia tersenyum sinis.
Sella menggelengkan kepalanya dengan tersedu-sedu. "Aku mohon jangan lakukan itu, aku mohon." Dia terus memohon dan bersimpuh di kaki Abbas, walau berjuta pertanyaan tentang hubungan Ayun dan Abbas berlarian dalam kepalanya.
Abbas bergeming. Dia sama sekali tidak menanggapi atau bahkan mengulurkan tangan untuk Sella. Apa yang dia lakukan selama ini sudah cukup, dan apa yang terjadi pada mereka sekarang adalah hasil dari perbuatan sendiri.
"Seharusnya kalian sadar bahwa apa yang terjadi adalah balasan dari Tuhan atas semua kejahatan yang kalian lakukan. Rasa sakit itu belum sebanding dengan apa yang putriku rasakan. Dia, dia dan kedua cucuku bahkan sampai terusir dari rumah hanya karena perbuatan menantumu dan putrimu!" ucap Abbas dengan tajam.
Dulu saat Abbas tidak tahu apapun tentang Ayun, dia sudah merasa kasihan dan simpati pada apa yang terjadi. Lalu sekarang setelah dia tahu bahwa Ayun adalah putri kandungnya, rasa simpati itu berubah menjadi kemarahan.
Sella terdiam dengan sesenggukan. Tubuhnya terasa kaku dan gemetaran saat mendengar kata demi kata yang Abbas lontarkan, sungguh dia tidak pernah menyangka jika semua akan jadi seperti ini.
__ADS_1
"Sekarang pergi dari rumahku, Sella. Aku tidak mau lagi melihat wajahmu," usir Abbas. Suaranya terdengar pelan, tetapi sangat menyayat hati Sella. "Dan satu lagi. Jika kau merasa kasihan pada Suci, maka tinggalkan dia di sini. Aku akan mengurusnya dan menjadikannya sebagai cucuku, tapi kalian tidak akan pernah bisa mengambilnya kembali."
Sella memejamkan kedua matanya dengan pilu. Tidak, bukan ini yang dia inginkan. Kenapa semuanya jadi seperti ini?
"Aku, aku salah, Mas. Maafkan aku, aku tidak tau jika Ayun adalah putrimu. Maafkan aku."
Abbas mengepalkan kedua tangannya dengan geram. Dia benar-benar tidak mau melihat wanita itu lagi, apalagi berurusan dengan mereka.
"Cepat per-"
"Papa!"
Deg.
Abbas membulatkan matanya saat melihat Keanu dan Nindi ada di tempat itu, bahkan Keanu berdiri di tempat yang hanya berjarak beberapa langkah saja darinya.
Bukan hanya Abbas saja yang merasa terkejut, bahkan Keanu sampai menjatuhkan ponselnya saat mendengar suara Nindi.
Beberapa saat yang lalu, ada salah satu saudara yang menelepon Keanu dan ingin bicara dengan Abbas, karena laki-laki itu tidak menjawab panggilan teleponnya.
Lalu, Keanu berjalan ke taman untuk memberitahu Abbas karena ada hal penting yang ingin saudara mereka katakan. Namun, dia tidak sengaja mendengar semua ucapan sang mertua hingga tubuhnya terpaku di tempat itu.
__ADS_1
Sementara itu, Nindi yang sudah selesai diperiksa oleh Dokter menunggu kedatangan suaminya. Dia lalu beranjak dari ranjang saat Keanu tidak juga kembali, dan memutuskan untuk mencarinya walau dengan langkah tertatih. Sampai akhirnya, dia melangkah ke taman dan terkejut saat melihat Sella bersimpuh di kaki sang papa.
Seketika keadaan menjadi hening karena semua orang berkumpul di tempat itu. Semua orang saling menatap dengan terkejut, terutama Abbas yang bertanya-tanya apakah Nindi dan Keanu mendengar ucapannya atau tidak.
"Ka-kalian di sini?" tanya Abbas dengan pelan. Dia berjalan pergi dari tempat itu dan menghampiri Nindi.
"Aku tadi mencari Mas Keanu, Pa. Ternyata dia ada di sini," jawab Nindi. Matanya melirik ke arah Sella dengan heran dan bertanya-tanya. Sebenarnya apa yang terjadi pada wanita itu, kenapa dia bersimpuh dikaki papanya?
Abbas yang tahu arah pandang Nindi segera mengajak putrinya untuk masuk ke dalam rumah, begitu juga dengan Keanu yang berdiri di samping Nindi.
"Tunggu, tunggu aku, Mas!" teriak Sella saat melihat kepergian Abbas dan yang lainnya, dia beranjak dari tempat itu dan berlari ke arah mereka.
"Apa yang terjadi, Pa?" tanya Nindi sambil melihat ke arah sang papa, yang saat ini terlihat sedang menahan amarah. Dia lalu kembali melihat ke arah Sella yang sudah hampir dekat dengan mereka.
"Mas, aku mohon jangan-"
"Diam, aku tidak mau mendengar apapun lagi. Cepat kau pergi dari sini!"
•
•
__ADS_1
•
Tbc.