Mahligaimu Dari Air Mataku

Mahligaimu Dari Air Mataku
S2 Bab 130. Kejadian Di Malam Itu.


__ADS_3

Dengan langkah lebar, Keanu kembali memasuki rumah sakit bersama dengan Nindi dan Ayun. Gurat kemarahan terlihat jelas diwajahnya, membuat kedua wanita itu merasa khawatir.


"Aku mohon jangan membuat keributan, Mas," ucap Nindi sambil merangkul lengan sang suami.


Keanu memasang smirik iblisnya. "Aku tidak akan membuat keributan, Sayang. Kau tenang saja." Sekilas dia mengalihkan pandangan ke arah Nindi, lalu kembali melihat lurus ke depan.


Nindi menghela napas kasar. Dia sangat paham sekali bagaimana sifat suaminya, dan tidak mungkin nanti Keanu tidak membuat keributan.


Ayun sendiri hanya diam dengan pikiran berkecamuk. Perasaan bersalah masih menghantamnya, dan dia berharap semoga masalah ini cepat selesai.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di depan ruangan Fathan. Terlihat Dokter dan dua orang perawat langsung menyambut kedatangan mereka dengan berdiri di depan pintu.


"Aku ingin menemuinya," ucap Keanu dengan tajam.


Dokter itu terdiam. Dia masih ingat jika Keanu adalah laki-laki yang semalam menghajar pasiennya. Lalu, bagaimana mungkin dia kembali mengizinkan laki-laki itu untuk bertemu dengan Fathan?


"Maaf, Tuan. Saat ini keadaan Tuan-"


"Tutup mulutmu dan minggir dari hadapanku!" potong Keanu dengan sarkas.


Nindi langsung mencengkram lengan Keanu saat mendengar tajam suaminya itu. "Tenangkan dirimu, Mas." Wajahnya berubah pias.


Ayun yang ada di belakang Keanu beranjak mendekati Dokter. "Bagaimana keadaannya, Dokter? Apa kak Fathan baik-baik saja?" Dia memilih untuk bertanya terlebih dahulu.


Dokter itu menatap dengan ragu. Sebenarnya keadaan Fathan baik-baik saja, dia hanya tidak ingin kembali terjadi keributan di tempat itu, apalagi sampai menyakiti pasiennya.


"Keadaan beliau baik, Nyonya. Hanya saja-"


"Masuklah!"


Seketika ucapan Dokter itu terhenti saat mendengar suara seseorang, diikuti dengan terbukanya ruangan yang ditempati oleh Fathan.


Semua mata langsung tertuju ke ruangan tersebut, lalu tampaklah Fathan yang sedang duduk di kursi roda dengan senyum manis diwajahnya.


"Biarkan mereka masuk, Dokter," ucap Fathan kemudian.


Dokter itu terpaksa menganggukkan kepalanya, tetapi dia harus tetap waspada jika nanti Keanu kembali memukul pasiennya.


Mereka bertiga lalu masuk ke dalam ruangan Fathan. Terlihat ruangan itu sedikit berantakan, tidak seperti saat Ayun berkunjung tempo hari.


"Duduklah. Maaf kalau di sini sedikit berantakan," ucap Fathan dengan ramah.


Nindi mengepalkan kedua tangannya dengan amarah yang mulai menjalar dalam diri. Ini adalah kali pertama dia bertemu lagi dengan Fathan setelah insiden yang menewaskan temannya, Clarissa.

__ADS_1


Sama halnya dengan Nindi, Keanu juga sedang menahan emosinya. Terlihat jelas dari sorot mata laki-laki itu jika ingin sekali membunuh Fathan saat ini juga.


Hanya Ayunlah yang bersikap seperti biasa, dia bahkan menanyakan bagaimana keadaan Fathan saat ini.


"Aku baik, sama seperti sebelumnya," jawab Fathan. "Tapi kalian datang bukan hanya untuk bertanya kabarku saja, 'kan?" Tentu saja dia sudah tahu apa tujuan mereka datang menemuinya.


"Sudahlah, aku tidak suka basa-basi dengan bajing*an ini!" Tiba-tiba Keanu buka suara dan melayangkan ucapan sarkasnya, membuat Ayun dan Nindi hanya bisa menatap diam, sementara Fathan tetap tersenyum seperti biasa.


"Kalau gitu katakan saja apa yang kalian inginkan," sahut Fathan.


Sejenak suasana berubah tegang, terutama Ayun yang sedang berada di antara mereka yang dilanda kemarahan besar.


"Katakan siapa yang sudah membunuh Clarissa!" Untuk kesekian kalinya, Keanu kembali menanyakan hal yang sama membuat Fathan menghela napas kasar.


"Aku sudah memberi jawaban padamu, Ken. Ku pikir-"


"Apa Fathir yang telah membunuhnya?"


Deg.


Ucapan Fathan langsung terhenti saat mendengar perkataan Keanu. Dia menatap laki-laki itu dengan tajam dan pias.


"Apa-apa maksudmu?" tanya Fathan dengan tidak mengerti.


"Jadi selama ini kau tidak mau mengatakan yang sebenarnya karena melindunginya, melindungi Fathir?" ucap Keanu kembali. Nada suaranya mulai melemah karena sudah mendapat jawaban atas pertanyaan yang selama ini memenuhi kepalanya.


Fathan langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak. Bukan dia yang membunuh Clarissa, tapi aku. Aku yang sudah membunuhnya." Bantahnya dengan kuat.


Air mata Ayun semakin deras membasahi wajah, begitu juga dengan Nindi yang saat ini memeluk tubuh sang kakak dengan erat.


"Aku tidak tahu kenapa kalian berpikir seperti itu, tapi kalian salah. Semua itu tidak-"


"Kami mengetahuinya dari Fathir," potong Keanu.


Fathan tercengang dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana mungkin Fathir bisa berkata seperti itu? Tidak, semua itu tidak benar.


"Sebenarnya apa yang terjadi, Kak? Apa yang terjadi dengan kalian di malam itu? Aku mohon beritahu pada kami, aku mohon," pinta Ayun dengan terisak. Dia bahkan sampai menangkupkan kedua tangan di depan dada berharap Fathan mau menceritakan semuanya.


Fathan bungkam. Dia memalingkan wajah karena tidak mau bersitatap mata dengan Ayun, tentu saja apa yang dia lakukan membuat Keanu murka.


"Kau lihat wanita ini, Fathan? Lihat!" Keanu kembali mencengkram kerah kemeja Fathan dan memaksa laki-laki itu agar melihat ke arah Ayun, membuat Dokter dan perawat yang sejak tadi memperhatikan dari luar ruangan langsung bergegas masuk.


"Apa yang Anda-"

__ADS_1


"Lihat dia! Dia adalah wanita yang Fathir cintai, dan sebentar lagi mereka akan menikah. Di mana hatimu, hah?" Keanu mengguncang tubuh Fathan tanpa peduli dengan kedatangan Dokter. "Dulu kau menghancurkan rumah tangganya, tapi kenapa sekarang kau juga menghancurkan hubungan yang bahkan belum dia jalani? Di mana hati nuranimu, Fathan? Di mana?" Dia benar-benar murka.


Tangisan Ayun semakin menguat melihat apa yang terjadi, sementara Nindi berusaha untuk menenangkannya. Wanita itu juga meminta Dokter dan perawat untuk tidak ikut campur dengan urusan mereka.


Fathan melirik ke arah Ayun dengan sendu, tangisan wanita itu terasa mengusik hatinya hingga membuatnya merasa tidak tega.


"Aku, aku akan ceritakan semuanya. Aku akan ceritakan apa yang terjadi malam itu," ucap Fathan kemudian membuat Keanu langsung melepaskan cengkraman tangannya.


Ayun dan Nindi juga langsung menatap tajam ke arah Fathan, sementara Dokter dan perawat kembali keluar dari ruangan itu.


Fathan lalu menceritakan apa yang terjadi di malam itu, malam di mana dia sedang berada di apartemennya seorang diri.


Tiba-tiba Fathan mendengar gedoran yang sangat kuat dipintu apartemennya, dengan cepat dia segera membukanya dan terkejut saat melihat keberadaan Fathir.


Tanpa basa-basi, Fathir langsung menghajarnya dengan membabi-buta karena sudah ketahuan berselingkuh dengan Clarissa.


Ya, Fathan mengakui jika dia mencintai Clarissa. Bahkan menjalin hubungan dengan wanita itu di belakang Fathir. Tentu saja pengakuannya itu membuat Fathir semakin murka.


Di tengah perkelahian mereka, tiba-tiba Clarissa juga datang ke tempat itu membuat suasana bertambah panas.


Wanita itu memohon pengampunan dari Fathir karena sudah menjalin hubungan dengan Fathan, sampai akhirnya sebuah kebenaran terungkap di mana dulu Clarissa dan Fathan memang pernah menjadi sepasang kekasih.


Setelah setahun menjalin hubungan dengan Clarissa, Fathan dipaksa untuk menempuh pendidikan ke luar negeri oleh Farhan hingga akhirnya hubungan mereka berakhir.


Namun, siapa sangka jika setelah bertahun-tahun berlalu, dia kembali dan mengatahui jika wanita itu akan menikah dengan adiknya sendiri.


Awalnya Fathan menerima dan tidak sedikit pun berniat untuk menghancurkan rumah tangga mereka, sampai akhirnya dia merasakan sebuah ketidakadilan.


Sejak kecil dia telah dipaksa dan didik dengan keras sebagai seorang penerus keluarga, dia bahkan harus menempuh pendidikan dua kali lebih ketat dari pada orang lain.


Namun, tiba-tiba kedudukannya diturunkan dan di gantikan oleh Fathir tanpa adanya pemberitahuan. Bahkan semua dewan direksi, pemegang saham, sampai kedua orangtua mereka juga mendukung akan hal tersebut.


Kekecewaan, rasa sakit, juga penghinaan dirasakan oleh Fathan. Sampai akhirnya dia gelap mata dan berubah menjadi beringas. Dia akan menghancurkan mereka dan merebut apa yang seharusnya menjadi miliknya, termasuk wanita itu juga.


Mengetahui semuanya, tentu saja membuat Fathir terguncang. Hingga satu ucapan Fathan membuat laki-laki itu tidak bisa lagi menahan diri.


"Aku akan mengambil semua yang seharusnya menjadi milikku, termasuk Faiz juga. Karena Faiz adalah darah dagingku."




__ADS_1


Tbc.


__ADS_2