Mahligaimu Dari Air Mataku

Mahligaimu Dari Air Mataku
S2 Bab 159. Ruang Interogasi.


__ADS_3

Setelah dua hari satu malam di rawat di rumah sakit, akhirnya sore ini Fathir diperbolehkan pulang oleh Dokter. Selama dua hari itu pula tidak ada satu pun polisi yang datang untuk meminta keterangan darinya, dia yakin sekali jika Keanu dan calon mertuanya yang menahan semua itu.


Untuk itulah Fathir memutuskan untuk langsung ke kantor polisi setelah keluar dari rumah sakit, apalagi dia sempat mendengar dari Keanu bahwa anak buah Rian benar-benar memberikan rekaman cctv itu pada polisi.


"Ayo, kita pergi, Fathir!" ucap Farhan saat melihat Fathir sudah bersiap menuju kantor polisi.


Fathir tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. "Aku mau menelepon Ayun sebentar, Pa." Dia lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Ayun setelah mendapat persetujuan dari sang papa.


Setelah memberitahu Ayun bahwa dia akan pergi ke kantor polisi, Fathir dan ayahnya segera berangkat menuju tempat tersebut. Terlihat sang mama menatapnya penuh dengan khawatir, tetapi dia segera menenangkan dan berjanji bahwa semua akan baik-baik saja.


Sama halnya dengan Fathir, hari ini Keanu dan Abbas juga datang ke kantor polisi untuk memenuhi panggilan pihak kepolisian. Bukan hanya mereka saja, tetapi Fathan juga didatangkan ke tempat itu untuk dimintai keterangan dalam penyelidikan lebih lanjut.


Terbongkarnya kejahatan Rian benar-benar menggemparkan seluruh lapisan masyarakat, terutama para petinggi dan karyawan yang bekerja di perusahaan Farhan.


Mereka benar-benar tidak menyangka jika Rian sanggup melakukan hal sekeji itu, dan berita tentang eksploit*asi anak-anak itu sudah menyebar ke seluruh penjuru negeri.


Para korban juga sudah diamankan oleh pihak kepolisian dan dikarantina untuk mendapatkan perawatan, baik secara fisik maupun mental karena beberapa gadis mengalami trauma yang cukup berat akibat kejadian itu.


Para dewan negara termasuk presiden juga ikut mengawal kasus ini. Mereka merasa benar-benar lalai dalam menumpas kejahatan di negara mereka sendiri, apalagi sudah banyak gadis-gadis di bawah umur yang menjadi korban.


Kasus ini juga melibatkan para petinggi negara yang membuat beritanya meluas sampai ke luar negeri, bahkan pihak kepolisian mencoba untuk menyelidiki kasus itu lebih dalam karena ditakutkan ada pihak lain lagi yang terlibat.


Dengan terbongkarnya kejahatan Rian, kasus kematian Clarissa pun kembali dibuka. Para penyidik yang menangani kasus itu segera melakukan penyelidikan yang mendalam, apalagi saat mendapat rekaman cctv dari salah satu anak buah Rian.


Sebenarnya mereka sudah harus mendapat keterangan dari Fathir mengenai kasus itu, apalagi dalam rekaman cctv terlihat jelas bahwa laki-laki itulah yang pertama kali menggunakan senjata api, dan tidak sesuai dengan pengakuan Fathan beberapa tahun silam.


Namun, Keanu dan Abbas memohon penangguhan untuk Fathir karena laki-laki itu masih dirawat di rumah sakit, dan akan segera datang ke kantor polisi setelah dinyatakan sehat.


"Papa, Ken!" panggil Fathir saat melihat keberadaan Abbas dan Keanu. Saat ini dia dan papanya sudah sampai di kantor polisi.


Abbas dan Keanu yang memang menunggu kedatangan Fathir langsung menyambut kedatangan laki-laki itu dengan senyuman, lalu bertanya bagaimana kabar Fathir saat ini.


"Aku baik-baik saja. Apa kakak juga ada di sini?" tanya Fathir. Dia sempat mendengar dari papanya bahwa Fathan juga berada di kantor polisi.


"Yah, Fathan juga berada di sini," jawab Abbas sambil menganggukkan kepalanya. "Tadi kami sempat bertemu dengannya, tapi cuma sebentar karena dia harus menjalani penyelidikan."


Fathir mengangguk senang. Setelah membalas Rian dan menghajar laki-laki itu, orang pertama yang ingin dia temui adalah sang kakak. Namun, karena kondisinya yang tidak mendukung, dia jadi tidak sempat menemui kakaknya.

__ADS_1


"Anda semua sudah datang?" Tiba-tiba salah satu polisi menghampiri mereka semua membuat keempat lelaki itu langsung menoleh ke arahnya. "Mari, Tuan." Dia lalu mempersilahkan mereka semua untuk masuk.


Fathir dan yang lainnya menganggukkan kepala mereka lalu bergegas masuk ke dalam kantor polisi. Terlihat Hery dan Haris juga berada di tempat itu dan langsung menyambut kedatangan mereka.


"Syukurlah hari ini Anda datang," ucap Haris saat melihat kedatangan Fathir, karena dialah yang menangani kasus kematian Clarissa beberapa tahun yang lalu.


"Maaf karena terlambat memenuhi panggilan pihak kepolisian, Tuan," sahut Fathir sambil menganggukkan kepalanya.


Haris mengangguk paham. Dia lalu segera membawa Fathir ke sebuah ruangan untuk dimintai keterangan dan diinterogasi.


Ada dua kasus yang melibatkan nama Fathir, yaitu kasus ekploit*asi yang Rian lakukan dan kasus kematian Clarissa. Saat ini status laki-laki itu masih ditetapkan sebagai saksi, walaupun ada barang bukti berupa rekaman cctv.


Begitu juga dengan Fathan, Abbas, Keanu dan Farhan. Mereka semua ditetapkan sebagai saksi atas kasus Rian dan kematian Clarissa.


Cukup lama mereka semua berada di dalam ruang interogasi, terutama Fathir dan Fathan yang memang terlibat langsung dalam dua kasus besar itu.


Tidak ada lagi yang mereka tutupi atau kebohongan yang sengaja dibuat untuk mengelabui polisi, baik Fathir dan Fathan memberikan keterangan yang sejujur-jujurnya pada pihak penyidik.


Begitu juga dengan Abbas, Keanu, dan juga Farhan. Mereka memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya pada pihak penyedik, terutama tentang kematian Clarissa yang akan memberatkan Fathir.


"Saya ingin menyerahkan sesuatu pada Anda, saya harap pihak pengadilan nanti dapat memberikan keputusan yang seadil-adilnya untuk Fathir dan juga Fathan," ucap Keanu sambil meletakkan sebuah flashdisk ke atas meja.


Berbagai rekaman cctv dari apartemen yang Fathan tempati sudah mereka dapatkan, bahkan Alden berhasil mendapatkan rekaman dari dashcam mobil yang terparkir di apartemen Fathan pada malam itu.


Dari rekaman dashcam mobil itu, terlihat jelas jika Rian lebih dulu datang ke apartemen itu ketimbang Fathir. Laki-laki itu bahkan datang bersama beberapa orang yang kemungkinan adalah anak buahnya pada sore hari.


Dalam rekaman itu, terlihat juga jika Rian membawa senjata yang kemudian diletakkan di sofa dalam apartemen Fathan. Alden bahkan sampai mencaritahu dari mana Rian mendapatkan senjata itu agar semua buktinya jelas.


"Kami merasa sangat berterima kasih dengan bukti-bukti yang Anda berikan, Tuan. Kami juga merasa sangat penasaran dari mana Anda mendapatkan semua ini. Bisakah Anda memberitahukannya?" tanya polisi tersebut.


Keanu terdiam. Tidak mungkin dia memberitahukan kebenaran tentang Alden yang pasti sudah tidak asing di telinga polisi.


"Maaf, saya tidak bisa memberitahukan tentang semua itu. Tapi saya bisa pastikan bahwa saya tidak melawan hukum," jawab Keanu.


Polisi itu mengangguk paham. Dia lalu mempersilahkan Keanu untuk keluar karena pengelidikan sudah selesai.


Tidak terasa, dua jam sudah berlalu dengan sangat cepat. Terlihat Abbas, Keanu, dan Farhan sudah selesai dimintai keterangan oleh polisi sementara Fathir dan Fathan belum keluar dari ruangan.

__ADS_1


"Mereka akan menghabiskan banyak waktu untuk menceritakan semuanya," gumam Farhan sambil menatap ruangan di mana putra-putranya berada.


Abbas yang duduk di samping Farhan langsung menepuk bahu laki-laki itu membuat Farhan langsung menoleh ke arahnya. "Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja."


Farhan mengangguk sambil membalas senyuman yang Abbas berikan padanya. Saat ini dia hanya bisa berdo'a agar anak-anaknya mendapat keadilan yang seadil-adilnya, dan dijauhi dari segala macam hukuman.


Setengah jam kemudian, terlihat Fathan keluar dari ruangan itu dengan didampingi oleh seorang polisi. Dia segera menghampiri sang papa yang tersenyum ke arahnya.


"Papa!" seru Fathan sambil memeluk tubuh papanya dengan erat, tentu saja sang papa membalas pelukan itu sambil mengusap punggungnya dengan lembut.


"Bagaimana kabarmu, Nak? Kau baik-baik saja 'kan?" tanya Farhan setelah melerai pelukannya.


Fathan mengangguk dengan senyum manisnya. "Aku baik, Pa. Aku sangat baik."


Farhan menghela napas lega mendengar jawaban Fathan. Dia merasa senang melihat senyuma manis di wajah putra sulungnya itu.


Fathan lalu beralih melihat ke arah Abbas dan Keanu, sedetik kemudian dia membungkukkan tubuhnya di hadapan kedua laki-laki itu membuat mereka terkejut.


"Terima kasih atas bantuan Anda berdua. Terima kasih karena sudah membantu adik saya, terima kasih banyak," ucap Fathan dengan tulus dan suara bergetar. Tadi dia belum sempat mengucapkan terima kasih pada kedua lelaki itu, terutama Keanu yang sudah banyak membantunya.


Abbas dan Keanu yang semula terkejut seketika tersenyum mendengar ucapan terima kasih dari Fathan. "Bangunlah, Nak. Jangan menunduk seperti ini." Ucap Abbas sambil merangkul bahu Fathan.


Fathan lalu menegakkan tubuhnya dan menatap mereka dengan sendu. Sungguh dia benar-benar merasa sangat berterima kasih karena sudah membalas perbuatan Rian.


"Kita keluarga, jadi sudah seharusnya kita saling membantu," sambung Abbas dengan hangat.


Kedua mata Fathan langsung berkaca-kaca saat mendengarnya. Hatinya tertegun melihat ketulusan diwajah Abbas dan Keanu.


"Kakak!"





Tbc.

__ADS_1



__ADS_2