
Fathan menoleh ke belakang saat mendengar suara seseorang. Terlihat Dokter sedang berdiri di ambang pintu setelah memberitahukan sesuatu padanya.
"Suruh dia masuk," ucap Fathan, dia lalu memutar kursi rodanya dan mendekat ke sofa yang ada di dalam ruangan itu.
Sebenarnya kondisi Fathan sudah jauh lebih baik sejak bertemu dengan mamanya. Namun, sang mama tetap ingin agar dia berada di ruang ICU dan tidak setuju dipindahkan ke ruang perawatan biasa.
Setelah mendengar ucapan Dokter, laki-laki yang ingin menemui Fathan bergegas masuk ke dalam ruangan itu.
Fathan tersenyum saat melihat siapa laki-laki yang ingin menemuinya. "Sudah lama sekali ya, Keanu."
Ya, Keanulah yang ingin bertemu dengan Fathan. Sudah beberapa hari belakangan ini dia menyelidiki tentang apa yang terjadi antara Fathir dan laki-laki itu di masa lalu, sampai akhirnya memutuskan untuk menemui Fathan secara langsung.
"Benar, sudah lama kita tidak bertemu sejak kau dipenjara," sahut Keanu dengan tajam.
Fathan terkekeh. Ternyata sikap Keanu semakin dingin saja dibandingkan dulu. "Kalau gitu duduklah." Dia lalu mempersilahkan laki-laki itu untuk duduk.
Tanpa menunggu apapun lagi, Keanu langsung duduk di sofa yang ada dalam ruangan itu. Dia memperhatikan keadaan Fathan yang terlihat sudah baik-baik saja.
"Aku tidak menyangka kau datang menemuiku seperti ini, Keanu. Apa ada hal penting yang ingin kau bicarakan?" tanya Fathan dengan pelan.
Keanu mengangguk. "Tentu saja. Jika tidak, maka aku tidak akan sudi menemuimu."
"Ah, jadi begitu," balas Fathan sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Senyum manis masih terukir dibibirnya karena merasa senang bisa bertemu dengan Keanu, sementara Keanu sendiri merasa semakin kesal melihat senyum laki-laki itu.
Sebenarnya sikap Fathan berbanding terbalik dari Fathir dan Keanu. Jika Fathir dan Keanu memiliki sifat dingin dan terkesan angkuh, maka dia mempunyau sikap yang ramah dan lembut. Itu sebabnya semua orang merasa terguncang saat mengetahui kejahatan yang telah dia lakukan.
"Katakan saja semua yang ingin kau bicarakan, Keanu. Tapi sebelum itu, aku ingin menanyakan sesuatu," ucap Fathan membuat Keanu menatapnya dengan tajam. "Apa Fathir benar-benar akan menikah dengan wanita yang dia cintai?"
Keanu langsung mendessah dengan sinis saat mendengar pertanyaan Fathan. "Kenapa, apa kau ingin merebutnya lagi?" Dia mencibir dengan sarkas.
Fathan menggelengkan kepalanya. "Tidak, Keanu. Kau adalah orang yang paling dekat dengannya, jadi kau pasti tahu bagaimana perasaan Fathir. Aku hanya ingin memastikan bahwa dia hidup bahagia." Suaranya berubah sendu.
"Hidup bahagia kau bilang?" tanya Keanu dengan tajam. "Kau pikir ada orang yang bisa hidup bahagia setelah dikhianati dan dihancurkan oleh kakak kandungnya sendiri, hah?" Sorot matanya dipenuhi dengan kemarahan.
Fathan menunduk sedih. Apa yang Keanu ucapkan serasa meremmas dadanya dengan kuat, tetapi dia tidak bisa membantah karena semua itu benar adanya.
"Demi Tuhan, Fathan. Tidak ada manusia yang lebih kejam dan menjijikkan darimu," sambung Keanu dengan beringas.
__ADS_1
Fathan memejamkan kedua matanya dengan rasa sakit yang menyesakkan dada. Bukan karena ucapan sarkas Keanu, tetapi karena perbuatannya di masa lalu.
"Apa kau mau tahu bagaimana kehidupan Fathir setelah kau menghancurkannya?" ucap Keanu dengan tatapan sinis membuat Fathan langsung melihat ke arahnya. "Kau dengarkan aku baik-baik." Dia lalu menceritakan semua penderitaan yang harus Fathir lalui seorang diri. Bukan hanya itu saja, dia bahkan memberitahukan penyakit yang selama ini diderita oleh Fathir.
Hati Fathan bak teriris sembilu saat mendengar semua cerita Keanu. Sungguh perasaannya seperti sedang disayat-sayat mendengar keadaan Fathir selama ini. Penyesalan akan perbuatan yang telah dilakukan semakin besar membelenggu jiwa, hingga rasanya untuk mati pun dia tidak pantas.
"Selama ini dia menyembunyikan penyakitnya dari semua orang. Dari kedua orang tua kalian, juga dariku, sahabatnya sendiri. Dia memilih untuk diam dan menahannya seorang diri, apa kau sudah puas membuatnya seperti itu?" ucap Keanu dengan bibir gemetar saat sudah selesai menceritakan semuanya. Darahnya seakan mendidih karena luapan amarah yang sedang tertahan.
Fathan semakin tertunduk pilu. Benar, semua itu adalah kesalahannya. Dia sudah menghancurkan hidup adik kandungnya sendiri.
"Jadi sekarang katakan padaku yang sejujurnya, sebenarnya siapa yang telah membunuh Clarissa?"
Deg.
Fathan terkesiap saat mendengar pertanyaan Keanu, sontak kedua matanya langsung menatap laki-laki itu dengan tajam.
"Aku bukan hanya mengenal Fathir dengan baik, tapi aku juga mengenalmu. Kau tidak pintar dalam ilmu bela diri dan olahraga, kau bahkan tidak tahu bagaimana cara menggunakan senjata. Lalu, bagaimana mungkin kau bisa menembak wanita itu dengan jarak hampir lima meter?" tanya Keanu kembali. "Jangan coba-coba untuk berbohong, karena aku sudah menyelidiki semuanya."
Kedua tangan Fathan terkepal kuat dengan tatapan penuh kesedihan. Kejadian di malam itu terasa menari-nari di di depan matanya, malam di mana Clarissa meregang jawa karena sebuah tembakan.
"Kenapa kau diam? Jawab aku sekarang juga!" Paksa Keanu. Dia sudah benar-benar merasa geram dan tidak punya lagi kesabaran.
Keanu berdecih. Tidak, dia tahu jika Fathan sedang berbohong, dan dia tidak percaya jika laki-laki itu yang melakukan tembakan.
"Siapa lagi orang yang terlibat dalam hal ini? Lebih baik cepat katakan padaku sebelum aku membunuhmu!" ucap Keanu yang benar-benar sudah dirundung amarah.
Fathan tetap memberikan jawaban yang sama bahkan sampai Keanu melayangkan pukulan ke wajahnya, hingga dia tubuhnya terguling ke lantai.
Brak.
Suara nyaring dari kursi roda Fathan menggema di ruangan itu membuat Dokter bergegas masuk untuk melihat apa yang terjadi.
"Tuan Fathan!" pekik Dokter saat melihat Fathan sudah tergeletak di atas lantai.
Keanu sendiri menatap laki-laki itu dengan penuh kebencian. "Seharusnya kau mati saja, Fathan. Dasar biad*ab, brengs*ek!" Makinya dengan sarkas.
Perawat terpaksa mengusir Keanu dari ruangan itu karena sudah membuat keributan, apalagi sampai menyakiti pasien mereka.
__ADS_1
Keanu mengusap wajahnya dengan kasar. Keyakinannya semakin kuat jika bukan Fathan yang menembak Clarissa, tetapi orang lain yang juga berada dalam di tempat itu.
"Kau lihat saja, Fathan. Aku pasti akan membongkar semuanya. Aku juga sudah tahu jika Rian terlibat dalam hal ini," gumam Keanu.
Rian adalah kandidat terkuat yang akan menggantikan jabatan Farhan di perusahaan, juga merupakan sepupu dan sahabat terdekat Fathan.
Dari hasil penyelidikan, Keanu mengetahui bahwa Fathan kerap pergi ke suatu tempat bersama dengan Rian. Bahkan semua perbuatan buruk Fathan selama ini, selalu dibereskan oleh laki-laki itu. Kemungkinan besar Rianlah yang telah mencuci otak Fathan selama ini.
*
*
Beberapa hari kemudian, Fathir datang ke rumah sakit sesuai perintah Dokter. Tentu saja dengan ditemani oleh Ayun yang memang sengaja mengatur semua pertemuan ini.
Dokter menyambut kedatangan mereka dengan ramah. Sebelum memulai sesi selanjutnya, dia menjelaskan apa yang akan dilakukan terlebih dahulu pada Fathir.
"Apa kita harus melakukan itu?" tanya Fathir. Dia terlihat enggan untuk sampai ke tahap itu, apalagi saat ini keadaannya sudah jauh lebih baik, juga ada sesuatu hal yang harus dirahasiakan walau dia sendiri merasa tidak nyaman.
"Keadaan Anda sudah lebih baik, tapi ini adalah tahap akhir dari sesi kita agar keadaan Anda kembali seperti sedia kala. Saya harap Anda melakukannya," ucap Dokter itu.
Fathir merasa bimbang, dia lalu menoleh ke arah Ayun saat merasa jika tangan wanita itu menarik ujung kemejanya.
"Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja." Lirih Ayun dengan lembut. "Percayakan semuanya pada Dokter, aku yakin kau akan merasa jauh lebih baik lagi."
Sesaat Fathir diam untuk memikirkan apa yang akan dia lakukan, hingga akhirnya dia mengambil keputusan untuk mengikuti apa yang Dokter itu katakan.
"Baiklah, aku tidak mau lagi membuat semua orang khawatir dengan keadaanku. Aku ingin benar-benar lepas dari semua ini." Fathir sudah menyakinkan diri, lalu mengatakan pada Dokter bahwa dia siap untuk menajalani sesi terakhir dari pengobatannya.
Ayun merasa senang dan bersyukur saat mendengarnya, begitu juga dengan Dokter yang langsung menyiapkan semua peralatannya.
"Ya Allah, semoga semuanya berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang baik."
•
•
•
__ADS_1
Tbc.