
Evan terkesiap saat mendengar ucapan Keanu. Secara tidak langsung, laki-laki itu sedang memberitahu bahwa sejak tadi mereka berada di sana dan melihat pertengkarannya dengan Sherly.
"Kau, kau tahu-"
"Tentu saja. Jadi cepat suruh istri kesayanganmu itu keluar sebelum kesabaranku habis," potong Keanu dengan tajam, membuat Evan terdiam sambil menggertakkan giginya.
Sherly sendiri merasa sengat kesal dengan apa yang Keanu ucapkan. Dia merasa tidak terima, apa lagi laki-laki itu terlalu merendahkan harga dirinya.
"Ka- aw!" Sherly memekik kuat saat tiba-tiba tangannya ditarik paksa oleh seseorang, membuat dia tidak jadi bicara pada Keanu. "Apa yang kau lakukan?" Dia menatap Fathir dengan tajam, karena laki-laki itu yang saat ini sedang mencengkram lengannya.
Tanpa mengatakan apa-apa, Fathir langsung menarik paksa tangan Sherly membuat Keanu dan Evan membulatkan kedua mata mereka.
"Lepaskan aku!" Sherly memberontak, tetapi tidak bisa membuat Fathir merenggangkan cengkraman tangannya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Evan dengan tajam, satu kakinya bahkan sudah turun dari ranjang saat melihat Sherly diseret secara paksa oleh Fathir.
Fathir sama sekali tidak peduli dengan apa yang mereka katakan, dia terus menarik tangan Sherly sampai wanita itu keluar dari ruangan itu membuat Keanu menggelengkan kepala.
Bruk.
"Aargh!" Sherly meringis kesakitan saat pantatnya menyentuh lantai akibat di dorong dengan kuat oleh Fathir. Dia menatap laki-laki itu dengan nanar dan wajah yang merah padam.
"Pergi dari sini sekarang juga!" ucap Fathir dengan sarkas.
Beberapa orang yang ada di tempat itu tampak memperhatikan mereka, apalagi saat ini Sherly duduk di atas lantai sambil menahan rasa sakit disekitar tubuhnya.
__ADS_1
Melihat banyak orang yang memperhatikannya, Sherly segera beranjak bangun dari lantai sambil memegangi pinggang. Tidak lupa memberikan tatapan tajam dan penuh amarah pada Fathir.
"Apa yang kau lakukan, hah? Beraninya kau melakukan ini padaku!" pekik Sherly dengan emosi.
Tanpa memperdulikan teriakan Sherly, Fathir segera masuk ke dalam ruangan itu dan mengunci pintunya supaya wanita itu tidak bisa kembali masuk. Dia benar-benar sangat membenci wanita seperti Sherly, apalagi wanita itu pernah menggoda Keanu pada saat Nindi berada di rumah sakit waktu dulu.
"Jangan terlalu kasar, Fathir. Kau bisa membuat suami wanita itu murka," ucap Keanu dengan nada penuh cibiran, membuat Evan mengepalkan kedua tangannya dengan erat.
Fathir menganggukkan kepalanya. "Maaf, Tuan. Silahkan Anda bicara dengannya." Dia berucap sambil melirik ke arah Evan.
Keanu hanya berdecak saja mendengar ucapan Fathir, dia tahu jika sejak lama laki-laki itu tidak menyukai wanita seperti Sherly. Tepatnya wanita licik yang tega menghancurkan rumah tangga orang lain, dan dengan mudahnya mempermainkan cinta dan hidup yang dimiliki. Persis seperti apa yang pernah mantan istri Fathir lakukan beberapa tahun yang lalu.
Setelah keributan yang terjadi, saat ini Keanu dan Evan sudah duduk disofa dengan saling berhadapan. Tampak mereka saling menatap dengan tajam, seolah musuh yang saling menyimpan dendam.
"Berikan padanya, Fath," ucap Keanu membuat Fathir langsung menganggukkan kepala.
Evan mengernyitkan kening sambil mengambil berkas itu. Dengan cepat dia membukanya untuk melihat apa yang sebenarnya ingin Keanu tawarkan sesuai dengan ucapan Abbas semalam.
Deg.
"I-ini-" Evan merasa sangat terkejut dengan apa yang sedang dia baca saat ini. Tangannya meremmas kertas itu dengan kuat, dan langsung memberikan tatapan penuh kemarahan pada Keanu. "Apa maksudmu, hah?" Dia berucap dengan nada bentakan.
Keanu tersenyum sinis. "Bukannya kau butuh uang?" Dia berucap dengan tajam. "Tanda tangani surat itu, maka aku akan memberimu 500 juta. Bukankah itu sudah sangat menguntungkanmu?"
Wajah Evan merah padam dengan rahang mengeras mendengar ucapan Keanu. "Kau pikir ini masuk akal, hah? Aku tidak akan pernah menyerahkan 30% kepemilikanku pada kalian!" Tukasnya dengan tidak terima. Bagaimana mungkin dia bisa menyerahkan usaha yang telah di rintis dengan susah payah begitu saja pada mereka? Tidak, dia tidak akan melakukan itu.
__ADS_1
"Kau pikir saat ini kau sedang dalam posisi bisa menolaknya?" ucap Keanu dengan nada ejekan. "Kau masih punya sisa utang pada Robin, belum lagi kasus yang menjerat namamu. Kalau kau menolaknya, tentu kau akan mendekam dalam jeruji besi."
Evan mengatupkan rahangnya dengan geram karena dia tidak bisa membantah ucapan Keanu. Namun, bukan berarti dia akan menuruti apa yang laki-laki itu inginkan.
"Jangan berharap bantuan dari Ayun, karena itu tidak akan terjadi," sambung Keanu kemudian.
Evan semakin tidak bisa berkutik karena mendengar ucapan Keanu, seakan semua rencananya sudah tercium oleh lelaki itu.
"Tidak, aku tidak akan menerimanya," tolak Evan dengan tajam. Sampai kapan pun dia tidak akan menyerahkan kepemilikan itu, karena dia yakin suatu saat nanti semua akan kembali padanya.
Keanu lalu beranjak dari sofa. "Aku akan memberimu waktu sampai besok. Jika kau tidak memberi jawaban, maka tidak akan ada lagi kesempatan untukmu." Dia melangkah keluar dari ruangan itu tanpa melihat lagi ke arah Evan.
Evan bergeming di tempat. Tatapannya mengikuti kepergian Keanu, lalu beralih melihat ke arah Fathir dengan kening mengernyit karena merasa bingung kenapa laki-laki itu masih diam di tempat.
"Apa lagi yang kau tunggu?" tanya Evan dengan sarkas.
Fathir tersenyum sinis. "Apa Anda benar-benar tidak akan menerima tawaran tuan Keanu?"
Evan menatap tidak suka. "Bukan urusanmu!" Dia menjawak acuh tak acuh.
Fathir menganggukkan kepalanya sambil beranjak dari sofa. "Terima saja selagi tuan Keanu masih bersikap baik, atau nanti Anda sendiri yang akan menyesal."
•
•
__ADS_1
•
Tbc.