Mahligaimu Dari Air Mataku

Mahligaimu Dari Air Mataku
S2 Bab 147. Pertentangan Para Pemimpin.


__ADS_3

Fathir melangkahkan kakinya dengan gagah untuk memasuki ruang rapat bersama dengan Keanu. Awalnya dia merasa gelisah dan sedikit panik saat sampai di perusahaan, tetapi Keanu berusaha untuk menenangkannya dan berkata bahwa semua pasti akan baik-baik saja.


"Tenanglah, ada aku di sini," ucap Keanu sambil menepuk bahu Fathri. "Selama ini kau dan Fathan sudah sangat menderita akibat perbuatan bajing*an itu, lalu sekarang saatnya membalas perbuatan yang telah dia lakukan. Kuatlah dan hadapi dia dengan lantang, buat dia gemetar ketakutan karena sudah berani melakukan hal buruk pada kalian."


Fathir menarik napas panjang lalu menghembuskannya dengan perlahan, dan dia terus seperti itu sampai perasaannya kembali tenang.


"Baik, Tuan. Terima kasih karena sudah bersedia untuk menemani saya, saya berjanji akan menyelesaikan semuanya hari ini juga," ucap Fathir dengan tajam.


Keanu tersenyum senang dan kembali menepuk bahu Fathir untuk memberikan dukungan penuh. Pagi tadi dia juga sudah berbicara dengan sang mertua yang masih berada di dekat bar, dan papa Abbas mengatakan bahwa sudah siap untuk melakukan penyergapan saat mereka datang kembali nanti.


Para karyawan yang melihat kedatangan Fathir langsung tercengang dengan tatapan tidak percaya, bahkan ada sebagian yang langsung bersorak senang karena bisa melihat laki-laki itu kembali setelah sekian lama.


Para pimpinan yang ada di ruang rapat pun tampak terkejut saat melihat kedatangan Fathir, terutama Rian yang langsung membulatkan kedua matanya dengan tatapan tajam.


"A-Anda?" ucap Rian dengan kaget saat melihat Fathir masuk ke dalam ruang rapat.


Fathir tersenyum ke arah semua orang yang ada di tempat itu dan langsung berdiri di samping sang papa. "Maaf, kedatangan saya pasti membuat Anda semua terkejut. Apalagi saya datang tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu." Dia berucap dengan tenang, tetapi terlihat jelas aura ketegasan dari setiap ucapannya.


Para dewan direksi dan pemegang saham tampak saling pandang karena merasa terkejut dan bingung, tetapi beberapa di antara mereka langsung menyambut kedatangan Fathir.


"Tidak papa, Tuan Fathir. Saya senang melihat Anda kembali ke tempat ini," ucap salah satu dewan direksi yang akan mendukungnya.


"Benar, Tuan. Kami senang bisa melihat Anda kembali setelah sekian lama. Selamat datang kembali ke perusahaan, Tuan. Saya harap Anda tidak lagi meninggalkan perusahaan ini," sambung yang lainnya.


Fathir tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. "Tentu saja, Tuan Harry. Mana mungkin saya meninggalkan perusaan keluarga saya sendiri." Dia berucap dengan penuh penekanan, seolah sedang menegaskan pada seseotang.

__ADS_1


Kedua tangan Rian terkepal erat saat melihat kedatangan Fathir. Kedua matanya berkilat penuh kemarahan dengan urat-urat yang menonjol di sekitar leher.


"Brengs*ek! Apa yang laki-laki itu lakukan di sini?" Rian benar-benar merasa kesal dan tidak terima. Padahal dia sudah susah payah membuat laki-laki itu pergi dari perusahaan ini, tetapi kenapa sekarang kembali lagi disaat dia akan mendapatkan semuanya? "Si*alan! Apa selama ini dia sudah merencanakan semuanya?"


"Kenapa Anda kembali ke perusahaan lagi setelah lama menghilang, Tuan Fathir?" Tiba-tiba salah satu dewan direksi bertanya dengan tajam. "Waktu itu Anda pergi begitu saja meninggalkan semuanya, tetapi kenapa sekarang kembali lagi?" Dia tersenyum sinis.


Fathir ikut tersenyum sambil memberikan tatapan tajamnya. "Sebelumnya, pernahkah Anda merasakan kehilangan seorang istri ditangan kakak Anda sendiri?" Dia malah balik bertanya membuat laki-laki paruh baya itu terdiam. "Yah, selama ini saya memang sudah membuat kesalahan dengan keluar dari perusahaan. Namun, saat itu saya benar-benar dalam keadaan yang sangat buruk. Anda semua pasti sudah tahu tentang apa yang terjadi."


Semua orang kembali diam. Jelas saja mereka tahu tentang kejadian yang menimpa keluarga Fathir, bahkan masyarakat umum pun tahu tentang kejadian itu.


"Saya mengakui telah lalai dan tidak bertanggung jawab, saya juga menyesal atas hal tersebut. Untuk itulah saya datang dan ingin meminta maaf pada Anda semua," sambung Fathir. Dia lalu menundukkan tubuhnya di hadapan semua orang membuat mereka tertegun, karena untuk pertama kalinya laki-laki itu menunduk di hadapan mereka.


Rian merasa semakin murka. Tidak, dia tidak boleh membiarkan Fathir kembali ke perusahaan atau semua kerja kerasnya selama ini akan gagal.


Suara tepuk tangan yang sangat meriah langsung menggema di tempat itu membuat semua orang terkesiap dari lamunan mereka. "Hebat, hebat sekali." Keanu berucap dengan kuat sambil tetap bertepuk tangan.


"Si*alan. Aku yakin kalau semua ini adalah rencana Keanu, pasti laki-laki itu yang sudah menyuruh Fathir untuk kembali. Bangs*at." Rian terus mengumpat karena merasa kecolongan. Padahal selama ini mereka terlihat sangat tidak peduli dengan perusahaan ini, tetapi malah datang merusak semuanya.


Farhan yang sejak tadi diam merasa senang saat melihat kemarahan diwajah Rian. Dia yakin saat ini laki-laki itu sangat emosi dengan kedatangan putranya.


"Baiklah, saya ingin membicarakan sesuatu sebentar sebelum acara pelantikan Rian," ucap Farhan membuat semua orang langsung melihat ke arahnya. "Pertama-tama saya juga ingin meminta maaf karena sudah membuat Anda semua terkejut dengan kedatangan Fathir, tapi di sisi lain saya juga senang karena putra saya sudah kembali lagi bersama kita. Apakah Anda semua tidak berpikir hal yang sama dengan saya?"


Semua orang kembali saling pandang. Tentu saja mereka senang dengan kembalinya Fathir. Hanya saja mereka juga masih merasa kecewa karena kepergian laki-laki itu dulu.


"Tapi kenapa putra Anda kembali sekarang, Tuan Farhan? Apa semua ini ada kaitannya dengan pengangkatan Rian?" ucap salah satu dewan direksi kembali.

__ADS_1


Rian tersenyum tipis. Bagus, kini saatnya dia juga harus bicara. "Benar, kenapa Anda datang disaat saya akan dilantik menjadi pimpinan di perusahaan ini?" Dia bertanya dengan tajam. "Sebenarnya saya senang melihat kedatangan Anda, Tuan Fathir. Tapi maaf, saya seperti sedang mencium sesuatu dari kedatangan Anda ini." Dia mulai memprovokasi.


Semua orang tampak setuju dengan apa yang Rian ucapkan. Benar, Fathir pasti datang karena tahu jika Rian akan menggantikan papanya memimpin perusahaan.


"Apa Anda datang karena hal itu, Tuan Fathir?" sambung salah satu pemegang saham yang merupakan pendukung Rian. "Jika memang benar Anda kembali hanya karena tuan Rian akan diangkat menjadi pimpinan, maka Anda tidak bisa melakukan apapun karena tidak punya hak untuk itu." Dia berkata dengan sarkas.


Farhan yang akan bicara langsung ditahan oleh Fathir, dia menatap sang papa sambil menganggukkan kepala, seolah mengatakan bahwa dia akan mengurus semua itu.


Fathir lalu kembali menatap ke arah mereka, terutama seseorang yang baru saja mengatakan jika dia tidak punya hak apapun.


"Anda benar, Tuan Darwin. Saya datang memang karena pengangkatan Rian," ucap Fathir dengan penuh penekanan membuat semua orang langsung menajamkan tatapan mereka. "Lalu, siapa yang bilang jika saya tidak punya hak untuk melakukan sesuatu?" Dia bertanya dengan tajam sambil memberikan tatapan sinis. "Jangan lupa, Tuan Darwis. Siapa pemilik perusahaan ini, dan saya juga punya saham sebesar 20% di sini. Jadi, bagaimana mungkin saya tidak punya hak untuk melakukan sesuatu?" Dia memberikan serangan telak yang membuat laki-laki itu langsung mengatupkan rahangnya.


"Dengarkan saya baik-baik," ucap Fathir dengan penuh penekanan. "Saya memang melakukan kesalahan karena meninggalkan perusahaan dalam waktu lama, dan untuk itulah saya datang untuk meminta maaf. Tapi ingat, saya meminta maaf bukan berarti Anda semua bisa merendahkan saya. Karna saya tidak melakukan sesuatu yang merugikan perusahaan, tidak seperti apa yang dilakukan oleh kakak saya. Lalu, apa selama ini Anda berpikir hanya kakak saya saja yang melakukan kejahatan itu?"


Seketika ruangan itu menjadi hening karena apa yang Fathir ucapkan. Perkataan laki-laki itu membuat mereka tidak berani untuk membantah, juga menimbulkam spekulasi tentang apa yang terjadi di masa lalu.


"Apa maksud Anda? Kenapa Anda kembali mengungkit tentang masa lalu?" tanya mereka dengan tajam.


Fathir tersenyum sinis. Dia lalu melihat ke arah Rian yang juga sedang menatapnya dengan tajam. "Lihat laki-laki ini. Dia adalah mantan asisten kakakku, apa kalian pikir dia tidak ada sangkut pautnya dengan semua yang selama ini kakakku lakukan?"




__ADS_1


Tbc.


__ADS_2